Belajar dari rumah

05 August 2021 13:21:15 Dibaca : 19

Maryam rudin,calon mahasiswa UNG

 

Sejak dinyatakannya kasus positif pertama Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu, Kemendikbud mengambil kebijakan “Belajar dari Rumah” sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. Menghadapi ketidakpastian kapan berakhirnya pandemi dan dimulainya kembali pembelajaran di sekolah, para pendidik atau pengajar perlu mempersiapkan dan merancang kegiatan pembelajaran daring yang efektif dan menyenangkan. “Belajar dari Rumah” melalui media pembelajaran daring tentu saja terasa menyenangkan mengingat siswa dapat belajar sambil melakukan aktivitas apapun secara fleksibel. Namun, memasuki bulan keempat sejak diberlakukannya pembelajaran jarak jauh ini siswa mulai merasa jenuh. Oleh karena itu, perlu pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna.

 Kunci efektivitas “Belajar dari Rumah” adalah bagaimana guru tetap kreatif menyajikan pembelajaran daring yang mudah dimengerti dan siswa tetap produktif di rumah. Setidaknya ada 4 hal penting yang perlu diupayakan dalam rangka menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, antara lain sebagai berikut.

1.Pembelajaran yang terstruktur      Guru perlu menyusun rencana pembelajaran secara terstruktur serta mengatur langkah-langkah pembelajaran secara tepat dan akurat. Guru juga harus menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas dan mengatur waktu dengan baik. Guru dapat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) khusus yang menguraikan kegiatan pembelajaran secara detail, sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

2.Penguasaan teknologi oleh guru

   Guru perlu menunjukkan kemampuan mengelola dan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran daring. Banyak aplikasi dan media yang dapat digunakan oleh guru sesuai keperluannya masing-masing, seperti presentasi via Zoom atau Google Meet, penugasan dan mengunggah materi melalui Google Classroom, Prates (pretest) atau pascates (posttest) dengan Quizizz, Pemberian tugas proyek dengan media sosial Instagram, YouTube, dan sebagainya. Hal ini jika diterapkan oleh guru secara bervariasi dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa karena tidak monoton hanya menggunakan satu metode. Misalnya, pada mata pelajaran bahasa atau seni, media dapat dimanfaatkan untuk publikasi hasil karya.

3.Persamaan persepsi guru dan siswa    Setiap guru memiliki cara pandangnya masing-masing dalam mengelola pembelajaran. Guru perlu menyamakan dan menyatukan persepsi dengan siswa. Guru yang telah menyusun RPP akan memiliki visi yang jelas dalam pembelajaran sehingga mampu mengarahkan siswa untuk fokus dan berkonsentrasi secara penuh. Meskipun dalam jarak yang berjauhan, guru dapat menjalin ikatan batin dengan siswa. Guru juga dapat melaksanakan perannya sebagai komunikator, fasilitator, dan motivator.

Tips memilih jurusan kuliah yang tepat untuk kamu

05 August 2021 13:15:18 Dibaca : 24

Maryam rudin,calon mahasiswa UNG

 

1. pahami potensi kamuSebaiknya sebelum memutuskan untuk mengambil jurusan tertentu dan berjuang untuk masuk kesana , lebih baik kamu kenali dulu potensi diri.

Misal kamu punya potensi di bidang kelistrikan atau elektronika tentu jurusan yang ada hubungannya dengan hal ini lebih di dahulukan contohnya saja jurusan teknologi listrik atau teknik elektro.

2. kenali passion yang dimilikModal utama lainnya ialah passion atau hasrat. Jika kamu memiliki kemampuan dibidang ekonomi , tapi ternyata minat dan keinginan berada dijurusan Teknologi Mesin karena menyukai itu kamu bias menggambil jurusan yang agak bersebrangan dengan kemampuan yang perlu diingat adalah passion yang dimiliki harus kuat bahkan menjadi salah satu hobi.

3. sesuaikan biaya kuliah

Kalau kamu ingin kuliah dijurusan apapun pertimbangkan keuangan dari orang tau atau keuangan yang kamu milik. Jangan sampai mengambil jurusan yang cukup mahal biaya pendidikannya tapi nanti tidak mampu untuk membiayainya dan akhirnya tidak berlanjut, jadi sebaiknya diskusi dengan orang tua dahulu terkait dengan jurusan yang akan diambil dan pertimbangkan biayanya.

Akreditas di perguruan tinggi ternyata penting loh!!!

05 August 2021 13:08:05 Dibaca : 13

Maryam Rudun,calon mahasiswa UNG

Apakah penting?

Tentu saja akreditasi sangat penting. Akreditasi juga bisa memberikan manfaat pada semua pihak, baik itu pemerintah, calon mahasiswa atau orang tua, pasar kerja nasional maupun internasional, organisasi penyandang dana, dan bagi perguruan tinggi atau program studi yang bersangkutan. Melalui akreditasi, pemerintah bisa lebih mudah menjamin mutu PT dan tenaga kerja yang lulus dari PT yang sudah terakreditasi. Selain itu juga pemerintah bisa mendapatkan informasi mengenai PT untuk menentukan beasiswa atau hibah yang akan diberikan bagi institusi dan mahasiswanya.

Akreditasi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan (pendidikan tinggi) oleh pihak di luar lembaga yang independen. Akreditasi juga diartikan sebuah upaya pemerintah untuk menstandarisasi dan menjamin mutu alumni perguruan tinggi sehingga kualitas lulusan antara perguruan tinggi tidak terlalu bervariasi dan sesuai kebutuhan kerja.

Pada pembukaan buku naskah akademik Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi, dijelaskan bahwa akreditasi merupakan proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan Tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi institusi dilakukan oleh team asesor yang terdiri atas pakar yang memahami hakikat pengelolaan perguruan tinggi.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong