ARSIP BULANAN : August 2021

Gaya Hidup Remaja Zaman Sekarang

04 August 2021 14:59:20 Dibaca : 2

1. Bangun Tidur , Hal pertama yang dicari adalah gadget

Sebagian banyak dari remaja yang memiliki kebiasaan ini, walupun tidak semua, Padahal ini kebiasaan buruk yang perlu hindari. Jika diteruskan, akibatnya akan menjadikan makin malas dan hidup pun menjadi tidak produktif. Jadi tak ada salahnya jika bangun tidur bisa langsung bangun, membuka jendela, dan mulai menyiapkan sarapan atau malah mandi duluan.

2. Paling suka gaya-gayaan, cobain trend terbaru yang terkadang memaksakanBanyak gaya hidup remaja masa kini yang suka kebarat-baratan. Mengikuti trend ini itu yang terkadang itu tidak cocok dan terkesan memaksakan. Mungkin menurut mereka pokoknya gaya! Padahal perlu menyadari bahwa tidak semua trend itu cocok dengan semua orang. Dan harus pintar dalam memilah-milah yang cocok dan sesuai dengan kita. Kalau nggak nyaman ya nggak usah dipaksakan. Be your self aja..

 

3. Bagi mereka, merek adalah segala-galanyaMungkin ini terlihat sekali di zaman yang sekarang serba modern, terlebih urusan teknologi. Memang bagus kita hidup di zaman yang serba maju. Tapi nggak bagus juga kalau lupa bahwa kita hidup secara sosial. Jadi kalau lagi bareng sama keluarga, teman, pacar, dan seterusnya, kamu jangan sibuk main gadget sendiri. Tetapi lihatlah mereka, ngobrol, dan sharing satu sama lain. Tetapi yang terjadi lebih akrab dengan gadget disbanding dengan lingkungan disekeiling kita

4. Mereka susah untuk dinasehati, tapi paling doyan mengkritikMasa remaja merupakan bisa dibilang merupakan umur yang masih labil membuat remaja masa kini susah untuk dinasehati dan suka menolak masukan dari orang lain. Padahal sebenarnya itu juga demi kebaikannya. Tapi mereka justru lebih suka mengkritik sana-sini tanpa diimbangi dengan aksi nyata. Yah bisa dibilang kalau kata anak sekarang netizen maha benar.

 

5. Anak zaman sekarang banyak yang manja. Dikit-dikit suka ngeluh!Mungkin banyak juga yang merasakan hal ini, terlebih bagi mereka generasi 70 atau 80-an. Pasti tak sedikit dari mereka yang merasa bahwa anak zaman sekarang lebih manja. Apalagi dalam dunia kerja, dikit-dikit suka ngeluh karena capek, kerjaan terlalu banyak, dan seterusnya. Selain itu, kecanggihan teknologi juga membuat mereka terjebak rasa malas. Contoh simpel kalau mereka lapar, lebih memilih membeli makan lewat aplikasi daripada berangkat sendiri. Tidak hanya urusan perut yang serba simple ngk repot tetapi urusan kebutuhan sandang pangan pun bisa didapat hanya melalui aplikasi.

Gaya hidup anak remaja masa kini memang lebih maju, terbuka dibandingkan dengan jaman dulu. Pola pikir, cara bertindak, dan cara berbicara pun sangat dipengaruhi oleh gaya hidup modern yang tidak lain adalah generalisasi budaya barat itu sendiri. Itu semua adalah sisi positif dari lahirnya budaya maju. Dan sisi-sisi positif gaya hidup modern tersebut tidak terbantahkan lagi. Akan tetapi kita juga jangan lupa bahwa di mana ada sisi positif, maka sisi negatifnya juga pasti ada. Begitu juga dalam hal gaya hidup modern. Gaya hidup modern selain memberi nilai-nilai positif, juga mengakibatkan sisi negatif yang tidak kalah bahayanya. Dengan adanya tujuan untuk mengikuti perkembangan jaman sebagai bentuk gaya hidup itu, para remaja ingin menunjukkan bahwa mereka dapat mengikuti apa yang sedang tren dalam menunjang penampilan mereka dimuka publik. Oleh karena itu tak jarang para remaja akhirnya mencari jalan pintas yang instan guna memenuhi kebutuhan mereka atas nama moderitas tersebut. Namun yang sekarang menjadi masalah adalah, bahwa pada sejumlah kawula muda, hal yang praktis dan serba cepat ini terkadang juga disalah artikan Berawal dari dari gaya hidup yang dilakukan oleh remaja metropolitan, dimana sekarang ini, para remaja yang berada dalam kota metropolitan mereka cenderung bergaya hidup dengan mengikuti gaya modern masa kini, dimana segalanya menjadi lebih instan, dan perkotaan diwarnai dengan kehadiran pusat perbelanjaan yang banyak bermunculan, cafe dan tempat tongkrongan masa kini.

 

Di zaman yang serba ada atau modern ini, mari kita sebagai penerus bangsa Indonesia harus memajukan bangsa Indonesia terutama dalam budayanya karena negara Indonesia yang terkenal akan kaya dengan kebudayaan. Hindari hal-hal yang berdampak negatif, hindari pergaulan bebas,, dan hindari hal-hal yang dapat menjerumuskan anda kedalaman kerugian kelangsungan hidup. Contoh saja trend gaya hidup anak muda jaman sekarang. Seakan semua berlomba-lomba menunjukkan gaya hidup mereka yang tak sedikit dibumbui dengan rasa "hedon". Memang kita perlu mengikuti perkembangan jaman. Namun jangan sampai terbawa arus. Ada kalanya kita malah harus melawan arus (dalam hal yang positif). Karena tidak selamanya arus yang kita ikuti akan membawa ke tempat yang seharusnya. Pandailah memilih dan memilah, jangan sampai terlalu mengikuti trend malah menyusahkan orang tua dan merugikan diri sendiriKemudian Orang tua harus memberikan pengertian-pengertian kepada anaknya bahwa bijaklah dalam penggunaan gadget tersebut sehingga meminimalkan resiko buruk terhadap anak Pilihlah teman yang dapat membuat anda cerdas dan selalu mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa. Dan boleh kita mengikuti gaya kebarat-baratan asalkan itu mengandung nilai yang positif. (*)

suka duka kuliah online di masa pandemi

04 August 2021 14:53:05 Dibaca : 3

Terkendala koneksi internet Apalagi di awal-awal terkendala server internet, sehingga sering tidak konek. “Koneksi server kurang memadai, kadang-kadang tidak konek. Ini kendala juga. Sekarang ini sudah lancar saja, mungkin karena sudah pandai cara menggunakannya,” sebut Dewi. Mahasiswa juga merasakan hal yang sama. Semakin sulit, sambung Dewi, karena dirinya mengajar bahasa Inggris secara online pada mahasiswa. Materi bahasa Inggris yang terbilang sulit dipahami mahasiswa harus diajarkan secara daring melahirkan tantangan baru. “Ada sedikit tantangan bagi saya yang mengajar mata kuliah bahasa Inggris, mengajar bahasa sedikit berbeda dengan mengajar mata kuliah lain. Karena ada materi ability (kemampuan) di dalamnya,”

Universitas Negeri Gorontalo, disingkat UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1963. Mulanya Universitas ini diberi nama Junior College, dan menjadi bagian dari FKIP UNSULUTENG. Tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.

Tahun 1982 lembaga ini menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo. Lembaga ini resmi berdiri sendiri berdasarkan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo.

Tahun 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. Dan akhirnya, pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004.

Universitas Negeri Gorontalo membuka pintu selebar-lebarnya bagi segala upaya pengembangan martabat manusia melalui riset-riset. Paradigma piramida terbalik yang didorong oleh Rektor Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd sangat mengutamakan program-program yang bisa lebih mendorong jurusan/prodi untuk bisa lebih mandiri, kreatif dan inovatif.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong