Logo UNG
Pernah tidak kamu melihat sebuah logo? Pasti pernah! Nah biasanya jika logo untuk kampus sendiri tidak didesain secara cuma-cuma, tapi setiap bagiannya memilki makna tersendiri. Nah kali ini kita akan membahas logo dari 'Kampus Peradaban' atau mungkin lebih kamu kenal dengan nama Universitas Negeri Gorontalo.

Mulai dari bagian dalam, terdapat pena yang dibentuk dari ornamen lima mata, ini memiliki arti bahwa dalam dunia pendidikan terdapat 5 hal yang memuat satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat di pisah-pisahkan. 5 hal itu adalah ilmu agama, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.
Lambang kerangka bunga teratai yang telah mekar, memiliki arti bahwa harapannya UNG dapat berkontribusi dalam membangun bangsa dengan menghasilkan SDM yang utuh sert berkualitas.
Mahkota Raja yang berwarna hitam dilengkapi dengan hiasan lingkaran kecil berwarna emas ini merupakan lambang dari, keteguhan, kebudayaan dan kejayaan suatu martabat. Jika kita teliti, kita akan bisa menghitung butir emas pada mahkota tersebut berjumlah 23 buah. Nah ternyata 23 ini melambangkan hari bersejarah dari masyarakat Gorontalo, yaitu hari kemerdekaan masyarakat Gorontalo pada tanggal 23 Januari 1942, dan juga hari peresmian UNG itu sendiri oleh presiden RI saat itu yaitu Ibu Megawati Soekarno Putri pada tanggal 23 Juni 2004 sebagai satu-satunya PTN di Provinsi yang terkenal sebutan serambi madinah ini.
Lambang buku berwarna putih yang terbuka, memiliki arti bahwa sikap terbuka serta semangat yang tinggi yang dimiliki kampus ini untuk mengembangkan IPTEK, Seni dan Budaya. Sedangkan sayap burung maleo yang berwarna jingga ini merupakan perwujudan dari semangat juang yang tinggi serta gerakan dinamis civitas Akademika dalam mengembangkan kampus peradaban ini. Oh iya, seperti diketahui burung maleo itu sendiri merupakan burung endemic di kepulauan sulawesi.
Untuk komitmen dalam mencapai visi dan misi dan tujuan UNG, dituangkan pada lambang lingkaran bola dunia yang berwarna biru. Warna biru pada lambang ini dimaknai sebagai arti dari keamanan dan perdamaian.
Berakhir pada bagian paling luar dari logo ini, bisa dilihat terdapat kurva sama sisi dari segi lima. Kurva ini ternyata merupakan ornamen khas dari daerah Gorontalo yang melambangkan kelima sila pancasila sebagai dasar negara dan juga menjadi azas yang dipegang UNG. Kurva ini juga memiliki makna lima sendi dari peradaban gorontalo, yaitu 'Payu Limo To Talu, Lipu Pei Hulalu.'
Jalur Masuk UNG
Jalur Masuk Universitas Negeri Gorontalo
Jika saat ini kamu ingin melanjutkan kuliahmu di UNG, maka kamu harus mengetahui jalur pendaftaran masuk kampus ini. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, UNG membuka pendaftaran Jalur Nasional dan Jalur Mandiri yang dapat dilakukan secara Online. Jalur-jalur tersebut adalah Jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Jalur Mandiri.
A. SNMPTN
Seperti yang diketahui jalur seleksi SNMPTN adalah jalur seleksi tanpa tes. Jadi jika kamu ingin masuk ke kampus ini melalui Jalur tersebut kamu cukup menyertakan nilai raport dan portofolio akademik. Jalur SNMPTN ini sendiri hanya bisa diikuti oleh siswa lulusan SMA/MA/SMK/ sederajat yang akan lulus pada tahun ini.
B. SBMPTN.
Jalur seleksi SBMPTN adalah jalur yang mewajibkan kamu untuk mengikuti seleksi melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer atau biasa disebut UTBK. Jenis tes pada jalur ini pada umumnya terdiri atas dua, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Jalur ini pun diikuti oleh siswa-siswi lulusan 3 tahun terakhir yang termasuk lulusan tahun ini.
C. Jalur Mandiri
Jalur Mandiri merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru jenjang sarjana maupun diploma yang diselenggarakan secara khusus oleh panitia penyelenggara, dalam hal ini panitia Universitas Negeri Gorontalo. Persyaratannya pun cukup beragam.
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

UNG atau singkatan dari UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO, merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang terletak di provinsi Gorontalo. UNG sendiri merupakan satu-satunya PTN di provinsi yang terkenal dengan sebutan serambi madinah tersebut. 'Kampus Peradaban' begitu kiranya ungkapan orang-orang terhadap kampus ini, dengan jas kebanggan atau almamater dari kampus yang berwarna merah maroon seolah menambah lengkap citranya tersebut.
UNG berdiri tahun 1963, tepatnya pada tanggal 1 September. Awalnya universitas ini merupakan bagian dari FKIP Sulteng pada Universitas Junior College. Status dari kampus ini pun mengalami banyak perubahan, mulai dari menjadi cabang FKIP Yogyakarta cabang Manado pada tahun 1964, lalu bergabung dengan IKIP Manado cabang Gorontalo pada tahun 1965, menjadi bagian FKIP UNSRAT Manado Di Gorontalo, hingga akhirnya resmi berdiri sendiri di Provinsi Gorontalo tanggal 16 januari 1993 namun masih dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) dan berdasar pada Keppres RI nomor 9 pada tahun yang sama.
Status lembaga ini ditingkatkan lagi menjadi IKIP Negeri Gorontalo pada tanggal 5 februari 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 tahun 2001 dan saat itu telah memiliki 25 program studi yang terbagi pada 5 fakultas. Lalu mulai pada tahun 2004, tepatnya pada tanggal 23 Juni nama universitas ini resmi menjadi UNG atau Universitas Negeri Gorontalo, melalui Keppres nomor 54 tahun 2004 dan saat ini telah memiliki 118 program studi yang tersebar pada 12 fakultas.
Untuk akreditasi sendiri pada tahun 2018 universitas ini bergabung dengan jajaran perguruan tinggi terbaik dengan akreditasi A berdasarkan badan Akreditasi perguruan tinggi. Universitas Negeri Gorontalo berada peringkat 50 dari 100 besar Perguruan Tinggi Indonesia Non Politeknik oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Republik Indonesia pada tahun 2017. Tidak hanya itu, Universitas Negeri Gorontalo juga berada pada peringkat 154 (Asia Tenggara) dan 42 (Indonesia) berdasarkan data Peringkat Universitas di Dunia versi Webometrics tahun 2018.