Kasus Covid 19 yang masih terbilang tinggi, PKKMB di Universitas Negeri Gorontalo masih menggunakan metode Daring
Corona Virus Diseases 2019, atau yang disebut dengan COVID-19 di Gorontalo sendiri saat ini mencapai angka 1105 jiwa yang sedang dirawat dan sudah ada 241 jiwa yang meninggal menurut data yang diperoleh dari dinas kesehatan Provinsi Gorontalo. Di Provinsi Gorontalo sendiri sudah melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau yang disingkat dengan PPKM, namun baru berselang beberapa hari naik status dari level 3 menjadi level 4. Hal ini disebabkan dengan adanya tingkat hunian Rumah Sakit di beberapa daerah di Gorontalo yang nyaris penuh.
Hal tersebut berdampak pada bidang pendidikan salah satunya kepada para mahasiswa baru yang sedikit lagi akan melaksanakan PKKMB atau Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru yang dahulu dikenal sebagai Ospek. Pada saat ini salah satu kampus di daerah Gorontalo yaitu Universitas Negeri Gorontalo sudah memutuskan untuk melaksanakan PKKMB secara Daring. Setelah sempat adanya kabar bahwa PKKMB di UNG akan dilaksanakan secara Blended atau metode campuran antara Daring dan Luring dengan ketentuan yang sudah divaksin dan siap untuk melakukan swab antigen diperbolehkan untuk mengikuti kegiatan PKKMB secara Luring dengan peserta terbatas dan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Namun setelah meningkatnya korban covid di Gorontalo dengan tingkat hunian Rumah Sakit saat ini yang terbilang nyaris penuh, pihak Universitas Negeri Gorontalo akhirnya memutuskan untuk melaksanakan PKKMB ini secara Daring. Kabar tersebut sempat membuat beberapa mahasiswa yang sudah siap mengikuti kegiatan tersebut secara Luring merasa sedih. Namun dari Pihak Universitas Negeri Gorontalo tetap mengupayakan kegiatan tersebut agar tetap berjalan secara meriah.