Kampus bukan tempat untuk Arena Politik
(Menristekdikti) Mohammad Nasir meminta perguruan tinggi di Indonesia tidak dijadikan sebagai arena politik. Pihaknya tidak akan segan segan memanggil jika ada rektor yang terlibat dalam politik praktis.
Hal itu disampaikan Mohamad Nasir usai meresmikan kampus baru Universitas Negeri Gorontalo di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Menurutnya, kampus merupakan tempat pengembangan wilayah akademik dan bukan untuk arena politik, sehingga dirinya melarang adanya kegiatan politik praktis yang dilaksanakan di dalam kampus.
"Perguruan tinggi tidak boleh untuk arena politik," tegas Mohammad Nasir di Gorontalo, Kamis.
Ia mengakui, setiap individu dari masyarakat kampus memiliki hak dalam politik, namun tidak boleh kegiatan politik dilakukan di dalam kampus. Setiap perguruan tinggi negeri maupun swasta, menurutnya harus bebas dari politik.