Pengalaman mendaftar dan diterima
Assalamu'alaikum wr.wb.
Nama saya Chindy Dahlia Mokoginta,saya lulusan dari SMAN NEGERI 5 KOTA GORONTALO Jurusan MIPA.Saya berasal dari Sulawesi Utara,Kotamobagu,desa Bilalang 3 utara.Disini saya akan menceritakan pengalaman saya waktu mau masuk kuliah.
Semua Berawal dari waktu saya lulus sekolah di SMA Negeri 5 Kota Gorontalo,tahun 2020.Awalnya saya tidak berniat untuk melanjutkan pendidikan saya sampai kuliah,karena saya waktu masih sekolah lulus tes ujian sekolah penerbangan di Aviasi Nusantara Manado dan saya mendapatkan beasiswa di sekolah penerbangan tersebut.Namun waktu saya mau melanjutkan untuk ikut sekolah penerbangan terhalang karena keluarga saya tidak mengizinkan saya untuk sekolah di sana,Alasannya karena jauh dari tempat tinggal dan saya harus keluar daerah untuk mengikuti sekolah tersebut,namun ayah saya sangat suka apabila saya ikut jadi siswa di sekolah penerbangan tersebut,tapi apalah daya karena orangtua wali saya tidak mengizinkan saya untuk ikut sekolah penerbangan di manado karena jauh dari pantauan mereka.
Dan akhirnya saya memutuskan untuk kuliah karena saya ingin mengikuti amanah dari Almarhum ibu saya dan juga keinginan keluarga.Pada saat saya mengikuti tes SBMPTN saya lulus di kampus Universitas Negeri Gorontalo dengan jurusan pendidikan IPA di fakultas MIPA.Saya sangat senang dan bersyukur karena pada saat saya mengikuti tes SBMPTN saya tidak mengeluarkan biaya pendaftaran karena saya adalah calon penerima KIP Kuliah.Walaupun saya berasal dari Kotamobagu saya memilih untuk kuliah di Gorontalo karena sebelumnya saya sudah pernah sekolah di Gorontalo dan saya memilih untuk kuliah di Gorontalo dikarenakan di Kotamobagu belum ada kampus/universitas negeri disana yang ada hanya kampus swasta.Jadi,saya memilih untuk kuliah dan masuk di Universitas Negeri Gorontalo karena saya ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi anak kuliahan,anak kost dan menjadi sarjana.
Pada saat saya dinyatakan lulus di Universitas negeri Gorontalo jurusan pendidikan IPA,saya sangat senang dan gembira akhirnya saya bisa lulus di jurusan yang sesuai dengan jurusan saya waktu sekolah SMA dulu.Saat itu saya berada di kampung halaman saya di kotamobagu jadi saya harus bersiap-siap untuk berangkat ke Gorontalo mengurus berkas yang di minta oleh pihak kampus.Setelah semuanya selesai saya dan ayah saya berangkat menuju Gorontalo dengan menaiki kendaraan milik ayah saya yaitu motor.Setelah sampai di Gorontalo saya dan ayah saya tinggal di rumah teman saya di isimu,dan beberapa hari kemudian setelah mengurus berkas yang di minta oleh pihak kampus,ayah saya sudah kembali ke kotamobagu.Jadi tinggal saya sendiri yang tinggal di rumah teman saya yang di gorontalo.
Pertama kali saya datang ke kampus untuk memasukan berkas saya sangat takut dan sedih karena saya terlambat datang dan sudah kehabisan nomor antrian,di karenakan tempat tinggal saya waktu itu sangat jauh dari kampus,waktu itu saya tinggal di rumah teman saya yaitu di Isimu bagian botumoputi sedangkan kampus Universitas Negeri Gorontalo berada di bagian pusat kota di dulalowo jalan jendral sudirman,ditambah lagi saya belum ketemu dengan teman-teman yang sama jurusan dengan saya.Jadi saya hanya bisa menunggu nomor antrian yang akan dibagikan lagi oleh bapak security di kampus.Tak lama kemudian saya sudah mendapatkan nomor antrian dan duduk di kursi taman di dalam kampus,disitu saya sudah ketemu dengan teman baru saya yang beda jurusan tapi tujuan kita sama-sama ingin mengantar berkas di kampus,tak lama kemudian teman saya yang satu jurusan dengan saya datang dan menghampiri saya.Sambil menunggu nomor antrian di panggil kami bercerita soal pengalaman datang ke kampus dan saling berbagi alamat tempat tinggal.
Hari pertama datang ke kampus munurut saya meninggal banyak kesan menarik karena saya bisa bertemu dengan teman baru dan saling berbagi cerita.Masuk kuliah memang harus butuh kesabaran dan harus menahan emosi supaya tidak terjadi permusuhan. Tapi namanya kuliah pasti ada enaknya dan ada gaknya. Seperti yang enaknya kalau kuliah kita bisa banyak teman dan bisa berbagi cerita tapi kalau gaknya seperti hari pertama masuk kuliah kita jalan sendirian kaya orang kebingungan tidak mempunyai teman yang bisa diajak ngobrol. Tapikan itu sudah berlalu dan bersifat sementara.Kesan yang menyenangkan buat saya bisa bertemu dengan teman-taman yang bisa saling pengertian itu lebih dari cukup buat saya.
Awal masuk kuliah ini bisa juga disebut sebagai masa-masa transisi, yaitu dimana perubahan dari masa sekolah ke kuliah perlu dilakukan penyesuaian diri. Biasanya di sekolah memakai pakaian seragam, sekarang memakai pakaian bebas tetapi tetap menjaga kesopanan dalam berpakaian. Dahulu jaman sekolah disebut siswa, kini disebutnya mahasiswa. Begitu juga dengan pengajarnya yang biasanya saya panggil beliau dengan sebutan guru, tetapi sekarang saya memanggilnya dosen.
Sekian cerita pengalaman saya saat mendaftar dan saat di terima di Universitas Negeri Gorontalo.Atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih
Wassalamu'alaikum wr.wb