ARSIP BULANAN : September 2020

MANFAAT DALAM BERORGANISASI

18 September 2020 00:19:46 Dibaca : 18

   Masih banyak mahasiswa yang berpikir mengikuti organisasi dapat menghambat kuliahnya.Nyatanya tidak demikian, masalahnya terletak pada seberapa bisa dia mengatur waktu dan menyusun skala prioritas serta seberapa paham dia tentang pentingnya mengikuti organisasi. Seorang mahasiswa tidak bisa disamakan dengan siswa yang hanya datang, belajar, mendengarkan, mengerjakan tugas yang diberi Dosen lalu pulang.

Seorang mahasiswa bisa dikatakan mahasiswa yang sesungguhnya ketika dia mampu membawa perubahan di masyarakat karena sejatinya Mahasiswa di sebut sebagai "Agent of Change". Seperti pepatah mengatakan bahwa Tidak ada seorang pilot yang hebat tanpa melalui badai, begitipun dengan mahasiswa, Tidak ada mahasiswa yang hebat tanpa melalui organisasi.

Kemudian muncul pertanyaan, Kenapa harus mengikuti Organisasi? Perlu diingat bahwa pada dasarnya kuliah adalah sebuah jenjang pendidikan dimana kita dituntut untuk memiliki wawasan luas dan memiliki keterampilan hebat yang nantinya dengan keterampilan dan wawasan tersebut dapat membawa perubahan yang lebih lebih baik di masyarakat.

Kembali ke pertanyaan awal, mengapa harus mengikuti organisasi? Perlukah mahasiswa memiliki kegiatan di luar kuliah/kelas? Jawabannya Tentu saja perlu! Apa saja manfaat mengikuti organisasi atau memiliki kegiatan di luar kuliah? Mengapa harus mengikuti organisasi? Berikut pembahasannya.

1. Dengan berorganisasi kita bisa mengasah Soft Skill

Skill atau yang sering disebut kemampuan adalah kecakapan atau keterampilan khusus dalam bidang tertentu secara mendasar dan spesifik yang dimiliki seseorang. Skill terbagi menjadi dua yakni Hard Skill dan Soft Skill. Hard Skill adalah kemampuan teknik yang dipelajari melalui disiplin ilmu atau dengan kata lain merupakan kemampuan yang harus di

dipelajari melalui bangku kuliah seperti contoh kemampuan mengerjakan soal matematika.

Sedangkan Soft Skill merupakan kemampuan yang berasal dari dalam diri sendiri seperti manajemen diri sendiri maupun manejemen orang lain.

Dalam Soft Skill tiba-tiba materi dan pelajaran yang dipelajari di bangku kuliah tidak banyak bermanfaat, karena dalam hal ini mahasiswa akan berkutat dengan hal-hal kecil namun memiliki esensi hubungan antar manusia. Disini diajarkan bagaimana cara memimpin dan dipimpin pada suatu saat. Bagaimana caranya mengerjakan tugas yang telah diamanahkan? Bagaimana memberi amanah pada orang lain?

Dan menyelesaikan/mengatasi konflik yang pasti terjadi di dalam suatu kelompok. Itulah Soft Skill dan tentunya, tidak akan ada dalam UU manapun dan tidak ada hubungannya dengan matematika.

Hal-hal tersebut tidak akan bisa didapat di bangku kuliah kecuali anda keluar dan berorganisasi! Karena sejatinya semua organisasi memiliki edukasi Soft Skill yang sama baiknya. Dalam organisasi tentu diajarkan bagaimana bekerja bersama-sama dalam sebuah tim untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasan di organisasi tersebut dan pada suatu hari nanti akan ada masa dimana seorang mahasiswa itu sendiri akan memberikan tugas untuk anggota yang lebih baru.

2. Memperluas jaringan

Nilai IPK yang tinggi tidak menjamin kesuksesan di masa depan. Jika pada saat kuliah pertemanan atau jejaring yang anda bangun hanya berkutat di lingkungan jurusan dan fakultas tentu akan berbeda hasilnya dengan mahasiswa yang sudah memiliki jaringan yang luas. Apalagi jika sering mewakili organisasi/UKMnya untuk mengikuti lomba atau event-event nasional yang akan membawa nama baik organisasi dan tentu saja nama baik anda sendiri.

 

  

Dalam suatu organisasi tentu terdapat banyak anggota didalamnya yang terdiri dari berbagai jurusan bayangkan saja jika anda bisa mengenali semua anggota organisasi! Anda tidak akan hanya mendapatkan teman baru, anda juga bisa latihan dan  berinteraksi dengan banyak orang.  

Perlu anda ketahui belajar di kelas tidak akan mengajarkan anda berkembang dengan cepat. Kemampuan komunikasi dan kelihaian berinteraksi dengan banyak orang hanya bisa anda pelajari dengan mengikuti organisasi. Yang pasti kelak saat anda sudah lulus dan mencari pekerjaan anda akan menyadari pentingnya koneksi.

3. Sebagai wadah mengembangkan minat dan bakat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa dengan berorganisasi soft skill anda akan terasah, begitupun hard skill anda! Semua orang tidak bisa menebak apa yang akan terjadi di masadepan siapa tahu mahasiswa pendidikan Matematika malah cocok menjadi anggota Palang Merah Indonesia (PMI) spesialis shelter seperti yang ditekuni di UKMnya. 

Ataupun jika mungkin anda tidak bisa menjadi anggota PMI yang handal, minimal hobi anda tersalurkan dan anda bisa membantu orang lain yang membutuhkan anda misalkan, anda menemui kecelakaan di tengah perjalanan, anda bisa membantunya dengan memberikan Pertolongan Pertama (PP) dan jika orang tersebut pingsan, anda bisa memberikan nafas buatan. 

Coba bayangkan jika anda tidak ikut UKM ini, apa mungkin di bangku kuliah ada yang mengajari anda cara penanganan korban kecelakaan atau memberi nafas buatan? Tentu tidak, karena di bangku kuliah anda hanya diajari bagaimana menghitung Integral, turunan dan pesamaan linear.

4. Menambah nilai CV (Manfaat bonus)

Sebenarnya hal ini sudah menjadi rahasia umum dikalangan mehasiswa. Dengan mengikuti organisasi anda sudah dianggap memiliki pengalaman bekerja dengan tim. Misalnya ingin melamar mengajar di suatu sekolah, Reviewer anda akan dipertimbangkan dengan baik-baik, karena itu artinya anda memiliki soft skill yang tentu sudah tercantum dalam CV anda.

Dalam beberapa kasus banyak orang yang pernah melamar kerja dan diterima justru pertanyaan yang ditanyakan oleh sang Reviewer adalah tentang organisasi dari pada pelajaran yang sudah anda pelajari di bangku kuliah. Reviewer suka bertanya "Anda jurusan Pendidikan Matematika? Oke, Saya baca CV anda, selama kuliah anda ikut organisasi XXXya? Apa jabatan anda di sana? Apa yang anda lakukan di organisasi itu? Mengapa anda melakukan inovasi itu? 

Apakah akhirnya berhasil?" dan masih banyak lainnya. Dari sekian banyak paparan di atas dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan salah satu metode untuk mencapai masa depan yang lebih baik yakni dengan mengasah soft skill, memiliki jaringan luas, memperbagus nilai CV dan peduli dengan sosial.

Tentu saja organisasi bukan jaminan bagi kita untuk sukses, namun mengikuti organisasi merupakan salah satu metode menuju sukses.

 

MARI MENGENAL UKM YANG ADA DI UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

18 September 2020 00:09:18 Dibaca : 43

  Istilah ‘kupu-kupu’ alias kuliah pulang-kuliah pulang, sering dipakai untuk mahasiswa yang kegiatannya hanya belajar di kampus terus pulang ke rumah atau kos. Padahal ada banyak kegiatan yang bisa diikuti untuk mengisi waktu luang.Nah,pasti kalian tidak mau di cap dengan istilah seperti itu kan?maka UNG menciptakan kegiatan(UKM) atau biasa dikenal dengan "Unit Kegiatan Mahasiswa".jadi kegiatannya ada bermacam-macam mulai dari tingkat universitas,fakultas dan jurusan.Mari kita simak ulasan berikut:

-Marching Band Gita Civika

Kemeriahan suara snare drum, cymbal dan lemparan stik mayoret jadi suasana yang bakal Quipperian rasakan, kalau menjadi bagian dari Marching Band Gita Civika. UKM ini aktif mengikuti perlombaan atau parade marching band, baik di tingkat lokal atau nasional. Seperti di tahun 2014 lalu, UKM Gita Civika menyabet empat piala dari lomba marching band se-Sulawesi. Yaitu juara pertama di kontes perkusi, juara pertama untuk kategori color guard, juara ketiga di kontes parade dan juara empat untuk kategori umum. Untuk Quipperian yang tertarik jadi anggota Gita Civika, kamu bisa cari tahu kegiatan mereka lewat Twitter @MB_GitaCivika.

-UKM Penalaran dan Keilmuan

UKM Penalaran dan Keilmuan menyebut komunitas mereka sebagai komunitas pelopor peradaban. Apabila Quipperian mempunyai minat yang tinggi terhadap penelitian, UKM ini cocok untuk kamu. Ada empat bidang yang dikelola, yaitu bidang pengembangan sumber daya manusia, sosial politik dan budaya, sains dan teknologi, serta bidang ekonomi. Lewat kegiatan di sini, para anggotanya terbentuk menjadi mahasiswa yang kompetitif, inovatif, kreatif dan memiliki daya saing tinggi di bidang keilmuan dan penelitian.

-UKM Shorinji Kempo

Shorinji Kempo atau yang lebih dikenal sebagai kempo, merupakan UKM beladiri di Universitas Negeri Gorontalo. Shorinji kempo adalah beladiri dari Jepang yang didirikan oleh Doshin So. Lewat kegiatan ini, Quipperian akan berlatih fisik untuk perlindungan diri dan tentunya bikin kamu lebih sehat. Selain itu, beladiri kempo juga menumbuhkan jiwa kepemimpinan lho. Baik di dojo (tempat latihan) atau di masyarakat. Jadi sudah jelas kan, kalau kegiatan mahasiswa satu ini adalah sarana yang pas untuk pengembangan diri baik mental, fisik dan pola pikir Quipperian.

- Resimen Mahasiswa Rimbajaya

(Menwa) Satuan175 Rimbajaya ini tepat untuk kamu. Menwa termasuk UKM khusus 

Universitas Negeri Gorontalo karena aktivitasnya yang berkaitan dengan dunia militer. Program-program di Menwa juga di bawah pengawasan Kodim 1304 Gorontalo lho. Di UKM ini, kamu akan mendapat ilmu militer dan pelatihannya seperti strategi pertahanan, survival, terjun payung dan latihan menembak. Semua latihan ini untuk menyiapkan anggota Menwa sebagai komponen tambahan penjaga NKRI.

-UKM Olahraga

UKM Olahraga bertujuan untuk mengembangkan olahraga di kampus UNG. Ada beberapa cabang olahraga seperti basket, yang rutin mengadakan latihan dan menjadi sparing partner kampus lain. Kegiatan lainnya di UKM olahraga yaitu mengadakan kejuaraan di tingkat perguruan tinggi atau SMA.

-UKM Pramuka Racana

Bagi Quipperian yang saat sekolah pernah aktif sebagai pramuka, UKM Racana UNG bisa jadi tempat kamu meng-upgrade ilmu. Anggota Racana punya berbagai aktivitas seperti jambore dan latihan lain yang lebih kompleks dibandingkan pramuka di sekolah. UKM ini juga rajin menyelenggarakan 

acara seperti seminar pendidikan, water rescue, lomba kesenian dan lomba kepramukaan.

-UKM Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Motolomoia

Apa kamu mau hiking ke Gunung Boliyohuto atau menjeajah mencari anoa? Semua kegiatan itu bisa kamu ikuti dengan bergabung di Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Motolomoia UNG. Ada 3 divisi di UKM ini yaitu mountaineering, climbing dan lingkungan hidup. Jadi kamu bisa mengikuti kegiatan adventure seperti pendakian, susur goa, panjat tebing, rafting dan pelestarian alam.

-UKM SKI

SKI (Sentra Kerohanian Islam) adalah UKM yang menjadi tempat perkumpulan mahasiswa Islam untuk mengembangkan dakwah di lingkungan kampus. Tapi kegiatannya bukan cuma beribadah. Anggota SKI juga membuat acara seminar dakwah Islam. Jadi, anggotanya bisa berbagi ilmu sambil mencari pahala.

-UKM KK Oikumene

Untuk Quipperian yang beragama Kristen, UKM KK Oikumene menjadi wadah pengembangan nilai-nilai agama Kristen. Kamu juga bisa bersilaturahmi dengan rekan lain sesama pemeluk Kristen. UKM Oikumene akan membina anggotanya dalam iman, karakter dan keterampilan agar menjadi pemimpin yang menjunjung nilai agama.

-UKM Hindu Dharma Ning Carasvaty

Sejak didirikan tahun 2009, UKM Hindu Ning Carasvaty ditujukan untuk mahasiswa UNG yang beragama Hindu. UKM Hindu Ning Carasvaty juga bisa dibilang sebagai ‘Bali mini’ di kampus UNG. Kegiatan yang dilakukan sering berkaitan dengan hari raya Hindu. Selain soal keagamaan, UKM ini juga mengembangkan skill menulis para anggotanya. Tulisan-tulisan tersebut kemudian dipublish lewat blog.

UKM apapun yang dipilih tentunya berguna untuk pengembangan karakter. Kamu juga akan mendapat berbagai pengalaman untuk bekal di kehidupan kerja nantinya. Pastinya, Quipperian tidak akan menjadi mahasiswa ‘kupu-kupu’.

 

 

AYO BERGABUNG MENJADI MAHASISWA YANG AKTIVIS

17 September 2020 23:49:31 Dibaca : 23

  Seperti yang kita ketahui "Aktivis" istilah inilah yang sering terdengar di sekeliling kita baik itu di dunia sekolah maupun di dunia perkuliahan.Bercerita tentang aktivis berarti menyangkut dengan organisasi.Nah,dengan mendengar kata ini sudah tidak bisa di pungkiri lagi begitu banyak orang yang kurang minat menjadi dengan yang namanya menjadi "Mahasiswa Yang Aktivis" di karenakan dengan berbagai alasan. Jika sebagian besar mahasiswa ditanyai mengenai "Mahasiswa aktivis",mungkin dengan serta merta mereka menjawab bahwa menjadi seorang mahasiswa aktivis itu tidak keren, IPK nya selalu jelek, atau dengan alasan yang lebih rasional mereka menjawab bahwa menjadi aktivis itu hanya menghabiskan waktu belajar karena sebagian besar waktu dihabiskan untuk berorganisasi.Tapi,bagi saya itu alasan yang kurang tepat karena tidak ada salahnya kita bergerak dan mencoba pengalaman yang baru.

 

 

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong