KULIAH ONLINE PADA MASA PANDEMI COVID-19

16 September 2020 18:11:27 Dibaca : 53

 

 

 

Kampus perlu belajar dari masa pandemi Covid-19? Kuliah online?

Adanya Pelarangan Sosial Berskala Besar (PSBB) tentu memaksa kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan kampus dilakukan tanpa tatap muka, secara jarak jauh mandiri dan online. Hal ini dilakukan tanpa persiapan. Memang tidak ada yang siap dengan serangan Covid-19 yang berdampak pada semua sendi kehidupan. Termasuk sektor pendidikan ini. Sebagai seorang mahasiswa, saya mencoba merangkum, beberapa hal yang perlu jadi pembelajaran bagi kampus dan mahasiswa.

Dulu dipandang sebelah mata: Kuliah jarak jauh maupun kuliah online dulu sering disepelekan. Kuliah kok jarak jauh, kuliah kok tidak duduk dibangku kuliah? Kuliah bala-abal. Demikian dalam benak sebagian orang. Bahkan pegawai Pemerintah tidak diperkenankan untuk ikut kuliah online tersebut. Jika bersikeras ikut, maka hanya dianggap pengembangan diri. Tidak boleh mengajukan pembiayaan dan tidak diakui ijasahnya.

Sudah dilakukan bahkan sebelum pandemi Covid-19: Kuliah online sebetulnya bukan barang baru. Negara maju seperti Australia misalnya, ada setidaknya 17 program S3 yang diselenggarakan online. Monash University misalnya menawarkan program PhD in Science kelas online. Doctor of Professional Engineering dari University of Southern Queensland. Doctor of Philosophy (PhD) dari  Torrens University Australia. Rinciannya bisa ditemukan pada website masing-masing kampus. Sistem pendidikan diselenggarakan secara jarak jauh atau e-learning. Untuk dalam Negeri sebetulnya kita sudah ada juga pembelajaran jarak jauh, yaitu Universitas Terbuka.

Hemat biaya: - Kuliah jarak jauh semestinya lebih hemat biaya. Anggaplah uang kuliah sama besarnya. Namun tidak ada pengeluaran biaya transportasi, tidak ada biaya tempat tinggal (termasuk biaya air dan listrik), tidak ada biaya makan pribadi (makan di rumah sendiri tentu lebih hemat). Tentu ketiadaan komponen itu, membuat pengeluaran mahasiswa lebih kecil. Lebih adil tentunya kalau kampus mengurangi biaya kuliah, mengingat tidak ada tatap muka, lampu atau AC ruang kuliah tidak perlu dinyalakan, dan seterusnya.- Ujian jarak jauh. Ujian tengah semester dan ujian akhir bisa dilakukan jarak jauh. Tentu tidak perlu kehadiran pengawas, tidak perlu lembar soal, tidak perlu lembar jawaban. Biaya yang dikeluarkan kampus pun bisa lebih kecil. Di Australia ujian dilakukan oleh mahasiswa dari tempat tinggal masing-masing, dan diawasi oleh Proctorio, sebuah aplikasi yang menjadi pengawas ujian untuk mengetahui apakah mahasiwa jujur mengerjakan sendiri atau berbuat curang 'cheating'.- Wisuda jarak jauh : Ternyata wisuda pun tidak lagi harus dihadiri. Kampus di Jepang misalnya, dengan adanya pandemi Covid-19, maka wisuda dilakukan secara online saja. Kompas pada lamannya memberitakan bahwa baru-baru ini, sebuah universitas Jepang, Business Breakthrough (BBT) University menggelar acara wisuda secara online. Ini artinya, biaya wisuda tentu jadi bagian yang bisa dihemat pula.-Ijazah digital : Sebagai lanjutan dari wisuda online, maka ijasah pun disediakan secara online. Tandatangan digital dari pimpinan kampus. Kampus ITB Bandung misalnya, belakangan ini memberikan ijasah versi digital bagi lulusannya. Universitas Padjajaran juga bersiap untuk layanan ijasah digital ini.

Tidak perlu jauh dari keluarga: Kuliah yang diselenggarakan secara jarak jauh tentu menguntungkan bagi mahasiswa yang sudah berkeluarga. tidak perlu berpisah dari anak dan istri. Lebih bahagia tentunya. Asalkan belajar nya dapat dikelola agar tidak terganggu oleh kehadiran anggota keluarga.

Rumah perlu menyiapkan fasilitas/ruang belajar: Tidak tersedianya fasilitas belajar dirumah bisa menjadi kendala. Untuk itu, mahasiswa pun harus mengkhususkan satu tempat untuk belajar, misalnya satu ruang khusus yang tersedia komputer, internet, dan tidak mudah terganggu oleh anak misalnya.

Paham teknologi: Mau tidak mau, baik mahasiswa ataupun dosen wajib melek teknologi. Dosen dan mahasiswa harus mampu menggunakan layanan meeting online. Entah itu Zoom, Google Hangout, Google Duo, Webex, Microsoft Team, Skype, atau Whatsapp. Dosen harus mampu membuat bahan kuliah online yang menarik bagi mahasiswa.

Bisa mencontoh Universitas Terbuka: Kampus-kampus besar seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, ITB, IPB dan kampus ternama lainnya boleh belajar kepada Universitas Terbuka. Bagaimana pengelolaan modul dan cara belajar jarak jauh yang telah diterapkan selama ini. Bahkan jika ada kekurangan-kekurangan, bisa diberikan masukan, sehingga menjadi standar pelaksanaan belajar jarak jauh kedepannya. 

Beasiswa dan pengakuan?

Perlu ada tinjauan regulasi yang berlaku saat ini. Entah regulasi yang berlaku pada Kemdikbud selaku  pembina, maupun pada instansi lembaga Pemerintah lainnya. Misalnya kuliah online tidak berhak mendapatkan pembiayaan tugas belajar dari APBN/APBD. Bagaimana jika kuliah online ini menjadi standar kampus dimasa mendatang? Saatnya ini untuk dilihat kembali. 

Demikian pula pengakuan ijasah lulusan kampus online ini. Rasanya sudah saatnya untuk bisa diakui. Toh, bukan ijasah itu yang penting. Melainkan ilmu pengetahuan dan karakter pada lulusannya. Ada juga lulusan kuliah konvensional, tapi ilmunya segitu-segitu saja. Ada yang kuliah online ini malah lebih bagus ilmunya. Kuliah konvensional atau kuliah online bukan lagi acuan semestinya.

  

Lembaga pemberi beasiswa pun rasanya sudah waktunya berubah. Boleh dong kuliah online didanai. Apalagi kuliah nya di kampus ternama. Kampus top dunia. Kampus Ivy League misalnya. Semisalnya boleh, dan biaya kuliah online ini hanya setengah dari kuliah konvensional. Kan lebih banyak juga penerima beasiswa. Lebih banyak mahasiswa yang disekolahkan. Lebih besar lagi kontribusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hehe

Demikian lah rangkuman beberapa hal yang terlintas pagi ini. Tentu pembaca mungkin juga menangkap hal-hal berbeda lainnya. 

Semoga bisa menjadi perenungan bagi sektor pendidikan kita, pembelajaran yang diperoleh selama Covid-19 ini. Jadi kita bukan belajar dari Covid-19 nya, tetapi belajar dari pengalaman berharga di waktu yang singkat ini. Apa yang bisa dibenahi dalam sistem pendidikan bangsa kita. 

 

 

Rektor UNG, Eduart Wolok (Foto:Arlank)UNG – Rektor UNG,Eduart Wolok menanggapi sejumlah reaksi para mahasiswa tentang kebijakan kuliah online.

Sebelumnya,kuliah online diberlakukan untuk menyikapi wabah virus corona.Namun beberapa hari setelah pemberlakuan kebijakan itu,sejumlah mahasiswa pun memberikan berbagai komentar tentang penerapan kuliah online.

Rektor UNG Eduart Wolok mengaku memaklumi jika masih ada keluhan para mahasiswa terhadap kebijakan itu,apalagi dilakukan secara tiba tiba diakibatkan kondisi dan situasi dari darurat bencana.

Namun Eduart mengatakan kebijakan kuliah online juga turut diberlakukan di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.Hal itu untuk mencegah penyebaran wabah virus corona di lingkungan kampus.

“Namun, kita menyadari betul ditengah pelaksanaan ini, tentu masih jauh dari kesempurnaan akan tetapi kita tidak boleh menyerah apapun itu kekurangannya sudah kita antisipasi” ungkap Eduart.

Ia memastikan UNG akan berusaha untuk melakukan perkuliahan online bisa memenuhi standar kualifikasi yang diinginkan sehingga mahasiswa bisa menjadi nyaman dalam perkuliahan. (Adv-KT08)

DESKRIPSI TENTANG KAMPUS UNG

16 September 2020 17:42:44 Dibaca : 20

Universitas Negeri Gorontalo (UNG) merupakan universitas yang dikembangkan atas dasar perluasan mandat (wider mandate) dari IKIP Negeri Gorontalo. Keberadaan Universitas Negeri Gorontalo dimulai dari Junior College FKIP Universitas Sulawesi Utara-Tengah (UNSULUTTENG) Manado di Gorontalo berdasarkan surat keputusan pejabat Rektor UNSULUTTENG Nomor 1313/II/E/63 tanggal 22 Juni 1963, Cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 67 tahun 1963 tanggal 11 Juli 1963, IKIP Manado Cabang Gorontalo berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 114 tahun 1965 tanggal 18 Juni 1965, FKIP UNSRAT Manado di Gorontalo berdasarkan Keppres nomor 70 tahun 1982 tanggal 7 September 1982, STKIP Gorontalo berdasarkan Kepres RI nomor 9 tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, IKIP Negeri Gorontalo berdasarkan Kepres RI nomor 19 tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001.

Perubahan IKIP Negeri Gorontalo menjadi Universitas Negeri Gorontalo ditetapkan dengan surat Keputusan Presiden RI nomor 54 tahun 2004 tanggal 23 Juni 2004. Hari lahir UNG ditetapkan sama dengan lahirnya cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo yaitu, tanggal 1 September 1963 sebagaimana dinyatakan dalam surat keputusan menteri PTIP nomor 67 tahun 1963 tanggal 11 Juli 1963. Dalam perjalanannya selama 50 tahun telah mengalami tujuh kali pergantian pimpinan dan enam kali perubahan nama lembaga.

 

Secara rinci nama pejabat pimpinan sejak tahun 1963 – sampai sekarang sbb :

Drs. Idris Djalali - Dekan Koordinator  IKIP Yogyakarta Cab. Manado di Gorontalo - 1963-1966Drs. Ek. M. J. Neno - Dekan Koordinator IKIP Manado Cab. Gorontalo - 1967-1969Prof. Drs. H. Thahir A. Musa - Dekan Koordinator    IKIP Manado Cab. Gorontalo - 1969-1981Prof. Drs. H. Kadir Abdussamad - Dekan FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1982-1988Drs. H. Husain Jusuf, M.Pd - Dekan FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1989-1992Prof. Dr. H. Nani TuloliDekan  FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1992-1993Ketua STKIP Negeri Gorontalo - 1993 - 2001Pj. Rektor IKIIP Negeri Gorontalo - 2001 - 2002Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd  Rektor IKIP Negeri Gorontalo - 2002-2004Rektor Universitas Negeri Gorontalo  - 2004-2010Dr. H. Syamsu Qamar Badu, M.Pd - Rektor Universitas Negeri Gorontalo - 2010 - 2019Dr. H. Eduart Wolok, ST, MT - Rektor Universitas Negeri Gorontalo - 2019 - 2023Logo

Logo Universitas Negeri Gorontalo

 

 

Keterangan Logo

Kurva segi lima sama sisi adalah ornamen khas daerah Gorontalo melambangkan lima sila dari dasar negara pancasila yang menjadi azas UNG, serta lima sendi peradaban Gorontalo yang disebut {Payu Limo to Talu, Lipu Pei Hulalu}Kerangka bunga teratai yang telah mekar penuh mengandung harapan UNG akan menghasilkan SDM yang utuh dan berkualitas.Lingkaran bola dunia melambangkan komitmen untuk mencapai visi, misi dan tujuan UNG, sedangkan warna biru melambangkan keamanan dan perdamaian.Buku berwarna putih yang terbuka memiliki makna sikap terbuka dan semangat yang tinggi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya.Pena berbentuk ornamen lima mata melambangkan antara ilmu agama, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya merupakan satu kesatuan yang utuh dalam dunia pendidikan.Mahkota raja berwarna hitam dengan hiasan kuning emas melambangkan kebudayaan, keteguhan dan kejayaan suatu martabat. 23 butir emas melambangkan hari bersejarah masyarakat Gorontalo, di mana tanggal 23 Januari 1942 sebagai hari kemerdekaan masyarakat Gorontalo dan sekaligus tanggal 23 Juni 2004 hari peresmian UNG oleh Presiden RI.Sayap burung Maleo berwarna jingga melambangkan semangat juang yang tinggi serta gerakan dinamis civitas akademika dalam mengembangkan UNG

Kategori

Blogroll

  • Masih Kosong