Ringkasan adalah: tujuan, langkah, persamaan, perbedaan

05 July 2021 19:20:41 Dibaca : 29 Kategori : Teknologi

Definisi ringkasanBaca cepat Buka

Rangkuman (overview) merupakan hasil dari kegiatan meringkas. Rangkuman (overview) dapat diartikan sebagai hasil meringkas suatu artikel atau suatu pembahasan menjadi suatu uraian yang lebih singkat dengan perbandingan yang proporsional antara bagian yang diringkas dengan ringkasan (ikhtisar) (Djuharni, 2001). Rangkuman (ikhtisar) juga dapat diartikan sebagai hasil penggabungan atau pembakuan pokok-pokok pembahasan atau penulisan yang tersebar dalam bentuk pokok-pokok pokok. Seseorang yang menyiapkan ringkasan (summaries) dan menulis ringkasan dengan kata-katanya sendiri. Jadi dia tidak boleh memulai ringkasannya dengan kalimat seperti: “Dalam paragraf ini / Dalam esai ini penulis mengatakan. . . "dll. Seharusnya hanya dimulai dengan meringkas kalimat, paragraf, paragraf, dan sebagainya.

Tujuan ringkasan (ikhtisar)

Ringkasan (overview) dibuat untuk mempersingkat esai yang panjang. Seseorang yang melakukan rangkuman dan rangkuman (overview) perlu memilah ide pokok dan ide tambahan. Karena tujuan dari rangkuman dan rangkuman (ikhtisar) adalah untuk memahami dan mengetahui isi suatu buku, maka diperlukan latihan-latihan untuk membimbing seseorang agar dapat membaca karangan dengan cepat. Jadi melakukan rangkuman dan rangkuman (overview) adalah salah satu tujuan membantu seseorang membaca buku dalam waktu singkat dan menghemat waktu. Seorang penulis ringkasan (overview) tidak akan membuat ringkasan dan ringkasan (overview) yang baik jika dia tidak cermat dalam membaca dan tidak dapat membedakan antara ide pokok dan ide tambahan. Kemampuan untuk membedakan lapisan ide akan membantunya meningkatkan keterampilan gaya bahasanya dan menghindari penggunaan deskripsi panjang yang mungkin disertakan dalam esai.

Cara membuat ringkasan (ikhtisar)

Bagi yang sudah terbiasa membuat rangkuman dan rangkuman (summaries), biasanya sudah tahu cara membuat rangkuman dan rangkuman (summaries) yang baik. Namun selain itu perlu adanya beberapa tolak ukur sebagai pedoman, terutama bagi yang belum pernah atau baru memulai. Setelah Anda terbiasa, beberapa tolok ukur ini mungkin tidak lagi diperlukan. Yang harus diperhatikan saat membuat ringkasan (overview) adalah penggunaan bahasa yang digunakan dalam ringkasan (overview). Bahasa ringkasan (ikhtisar) harus berbeda dengan bahasa asli penulis buku ringkasan. Namun, bahasa ringkasan (ikhtisar) yang dibuat didasarkan pada gagasan utama penulis yang terkandung dalam setiap paragraf atau bacaan. Oleh karena itu, ketika penulis merangkum deskripsi suatu paragraf, penulis harus terlebih dahulu menemukan gagasan utama yang terkandung dalam paragraf tersebut dan kemudian merumuskannya kembali dalam bahasa lain yang pendek. Agar hasil rangkuman (ikhtisar) tidak menyimpang dari uraian semula, gagasan pokok setiap paragraf tidak boleh diabaikan.Baca Selengkapnya: Memahami Nirmana dan Citra

Beberapa pedoman yang digunakan untuk menghasilkan rangkuman dan rangkuman (summaries) yang baik dan benar antara lain:

Membaca naskah aslinya

Langkah pertama adalah penulis ringkasan dan ringkasan harus membaca naskah asli satu atau dua kali, bahkan dapat diulang beberapa kali sampai kesan keseluruhan dari isi naskah diketahui. Penulis juga harus mengetahui maksud dan sudut pandang penulis. Untuk membantu penulis mencapai semua itu, judul dan daftar isi dapat dijadikan referensi dalam esai. Informasi dalam daftar isi erat kaitannya dengan judul sebuah artikel. Paragraf dalam esai juga mendukung poin-poin yang terdapat dalam daftar isi. Oleh karena itu, sebaiknya penulis memahami daftar isi sebuah karangan dengan baik agar lebih mudah mendapatkan gambaran secara keseluruhan, maksud asli penulis, dan sudut pandang penulis yang terdapat dalam karangan tersebut.

Merekam ide utama

Jika penulis sudah mengetahui kesan keseluruhan, maksud asli dan sudut pandang penulis, ia sekarang harus memperdalam dan mengkonfirmasi semua hal ini. Selanjutnya, Anda perlu memahami kembali esai bagian demi bagian, paragraf demi paragraf, dengan memperhatikan pemikiran-pemikiran penting yang terkandung dalam bagian atau paragraf tersebut. Tujuan pencatatan ada dua: Tujuan pertama pengamatan, untuk membantu penulis memverifikasi kembali bahwa catatan sedang dibuat.

 

Lihat Juga :

https://liga-indonesia.id/https://www.bolt.id/https://beautynesiablog.id/https://psyline.id/https://creasi.co.id/https://www.i4startup.id/https://mandiriecash.co.id/https://excite.co.id/https://officialjimbreuer.com/https://rollingstone.co