ARSIP BULANAN : August 2021

PENTINGNYA IKUT ORGANISASI DI KAMPUS BAGI MAHASISWA

04 August 2021 21:11:35 Dibaca : 20

Kampus merupakan tempatnya belajar serta menimba ilmu pengetahuan bagi mahasiswa. Kampus juga menjadi tempat media berekspresi bagi mahasiswa, karena ada berbagai kegiatan di kampus yang bisa anda ikuti sesuai dengan minat ataupun hobi anda sehari-hari. Selain itu kampus juga menjadi wadah bersosialisasi antar Mahasiswa dari fakultas satu dengan lainnya. Itu semua bisa anda wujudkan dengan bergabung di organisasi-organisasi yang ada di kampus kalian.

Organisasi adalah suatu wadah yang menampung lebih dari satu orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi di kampus tidak hanya menjadi tempat pembelajaran, namun mahasiswa dilatih untuk lebih mandiri dan berkembang sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Beragam jenis organisasi yang umumnya ada di kampus-kampus di Indonesia, antara lain :

  • Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
  • Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
  • Lembaga Dakwah Kampus (LDK)
  • Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)
  • Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
  • dan masih banyak lainnya.

Yang menjadi banyak pertanyaan di benak orang-orang terutama para mahasiswa, Pentingkah Mengikuti Organisasi di Kampus Bagi Mahasiswa? Manfaat apa yang bisa di dapat dengan mengikuti organisasi tersebut dan seperti apa pengaruh organisasi tersebut terhadap gaya belajar mahasiswa itu?. Itu semua tergantung dari individu mahasiswa tersebut, karena tidak semua sama alasan mereka mengikuti sebuah organisasi yang ada dikampus. Baik efek positif dan negatifnya pasti berbeda dari setiap mahasiswa yang mengikuti organisasi kampus.

Adapun Manfaat mengikuti organisasi yang ada di kampus bagi mahasiswa antara lain :

  • Melatih diri untuk menjadi seorang pemimpin (Leadership)
  • Menambah Wawasan
  • Belajar mengatur waktu
  • Mengasah Kemampuan Sosial
  • Problem Solving dan Manajemen Konflik
  • Memperluas jaringan atau Networking
  • Membentuk Pola pikir yang baik
  • Meningkatkan Kemampuan berkomunikasi

Setelah kalian mengetahui banyak manfaat mengikuti organisasi di kampus, apakah anda sekarang tertarik untuk mengikutinya juga? dan kalian sekang mulai berfikir bahwa organisasi di kampus itu memang penting. itu semua tergantung individu masing-masing dalam menilainya. walaupun banyak manfaat yang didapat dari mengikuti organisasi yang ada di kampus, tetap saja ada dampak negatif  atau kerugian jika kalian mengikuti organisasi di kampus.

Adapun dampak negatif atau kerugian mengikuti organisasi di kampus bagi mahasiswa yaitu :

  • Menjadi Kurang Fokus untuk Belajar di Kelas
  • Jika tidak pandai membagi waktu, maka kuliah yang utamanya adalah untuk belajar menjadi terbengkalai
  • Mengikuti organisasi juga memerlukan uang yang dibutuhkan untuk pembelian baju, attribut, dan lain-lainnya

Untuk itu jika anda memang suka mengikuti berbagai kegiatan di organisasi yang anda ikuti, haruslah disertai dengan kemampuan mengatur waktu dengan baik serta tepat. Agar kalian para mahasiswa mendapatkan semua manfaat berorganisasi tanpa perlu mengorbankan prestasi.

Demikianlah artikel singkat tentang Pentingkah Organisasi di Kampus Bagi Mahasiswa?, semoga setelah membacanya kalian bisa menilai dan menentukan sendiri penting atau tidaknya organisasi di kampus buat kalian para mahasiswa.

SEJARAH KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

04 August 2021 20:56:59 Dibaca : 16

Universitas Negeri Gorontalo, disingkat UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1963. Mulanya Universitas ini diberi nama Junior College, dan menjadi bagian dari FKIP UNSULUTENG. Tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.

Tahun 1982 lembaga ini menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo. Lembaga ini resmi berdiri sendiri berdasarkan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo.

Tahun 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. Dan akhirnya, pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004.

Universitas Negeri Gorontalo membuka pintu selebar-lebarnya bagi segala upaya pengembangan martabat manusia melalui riset-riset. Paradigma piramida terbalik yang didorong oleh Rektor Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd sangat mengutamakan program-program yang bisa lebih mendorong jurusan/prodi untuk bisa lebih mandiri, kreatif dan inovatif.

Berdasarkan hasil akreditasi institusi oleh Badan Akreditasi Perguruan Tinggi tahun 2018, mengukuhkan Universitas Negeri Gorontalo masuk sebagai jajaran Perguruan Tinggi terbaik dengan perolehan akreditasi A. Pada tahun 2017, menempatkan Universitas Negeri Gorontalo pada peringkat 50 berdasarkan peringkat 100 besar Perguruan Tinggi Indonesia Non Politeknik oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Republik Indonesia. Selain itu berdasarkan data Peringkat Universitas di Dunia versi Webometrics tahun 2018, menempatkan Universitas Negeri Gorontalo pada peringkat 154 (Asia Tenggara) dan 42 (Indonesia).

MOTIVASI BELAJAR UNTUK SISWA

04 August 2021 20:41:31 Dibaca : 19

Dalam dunia pendidikan, terutama dalam kegiatan belajar, seperti yang sudah saya bahas dalam tulisan terdahulu, bahwa kelangsungan dan keberhasilan proses belajar mengajar bukan hanya dipengaruhi oleh faktor intelektual saja, melainkan juga oleh faktor-faktor nonintelektual lain yang tidak kalah penting dalam menentukan hasil belajar seseorang, salah satunya adalah kemampuan seseorang siswa untuk memotivasi dirinya. Mengutip pendapat Daniel Goleman (2004: 44), kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain, diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati, mengatur suasana hati (mood), berempati serta kemampuan bekerja sama.

Motivasi sangat penting artinya dalam kegiatan belajar, sebab adanya motivasi mendorong semangat belajar dan sebaliknya kurang adanya motivasi akan melemahkan semangat belajar. Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar; seorang siswa yang belajar tanpa motivasi (atau kurang motivasi) tidak akan berhasil dengan maksimal.

Motivasi memegang peranan yang amat penting dalam belajar, Maslow (1945) dengan teori kebutuhannya, menggambarkan hubungan hirarkhis dan berbagai kebutuhan, di ranah kebutuhan pertama merupakan dasar untuk timbul kebutuhan berikutnya. Jika kebutuhan pertama telah terpuaskan, barulah manusia mulai ada keinginan untuk memuaskan kebutuhan yang selanjutnya. Pada kondisi tertentu akan timbul kebutuhan yang tumpang tindih, contohnya adalah orang ingin makan bukan karena lapar tetapi karena ada kebutuhan lain yang mendorongnya. Jika suatu kebutuhan telah terpenuhi atau perpuaskan, itu tidak berarti bahwa kebutuhan tesebut tidak akan muncul lagi untuk selamanya, tetapi kepuasan itu hanya untuk sementara waktu saja. Manusia yang dikuasai oleh kebutuhan yang tidak terpuaskan akan termotivasi untuk melakukan kegiatan guna memuaskan kebutuhan tersebut (Maslow, 1954).

Dalam implikasinya pada dunia belajar, siswa atau pelajar yang lapar tidak akan termotivasi secara penuh dalam belajar. Setelah kebutuhan yang bersifat fisik terpenuhi, maka meningkat pada kebutuhan tingkat berikutnya adalah rasa aman. Sebagai contoh adalah seorang siswa yang merasa terancam atau dikucilkan baik oleh siswa lain mapun gurunya, maka ia tidak akan termotivasi dengan baik dalam belajar. Ada kebutuhan yang disebut harga diri, yaitu kebutuhan untuk merasa dipentingkan dan dihargai. Seseorang siswa yang telah terpenuhi kebutuhan harga dirinya, maka dia akan percaya diri, merasa berharga, marasa kuat, merasa mampu/bisa, merasa berguna dalam didupnya. Kebutuhan yang paling utama atau tertinggi yaitu jika seluruh kebutuhan secara individu terpenuhi maka akan merasa bebas untuk menampilkan seluruh potensinya secara penuh. Dasarnya untuk mengaktualisasikan sendiri meliputi kebutuhan menjadi tahu, mengerti untuk memuaskan aspek-aspek kognitif yang paling mendasar.

Guru sebagai seorang pendidik harus tahu apa yang diinginkan oleh para sisiwanya. Seperti kebutuhan untuk berprestasi, karena setiap siswa memiliki kebutuhan untuk berprestasi yang berbeda satu sama lainnya. Tidak sedikit siswa yang memiliki motivasi berprestasi yang rendah, mereka cenderung takut gagal dan tidak mau menanggung resiko dalam mencapai prestasi belajar yang tinggi. Meskipun banyak juga siswa yang memiliki motivasi untuk berprestasi yang tinggi. Siswa memiliki motivasi berprestasi tinggi kalau keinginan untuk sukses benar-benar berasal dari dalam diri sendiri. Siswa akan bekerja keras baik dalam diri sendiri maupun dalam bersaing dengan siswa lain.

Jenis-jenis motivasi :

  • Motivasi intrinsik, yang timbul dari dalam diri individu, misalnya keinginan untuk mendapat keterampilan tertentu, memperolah informasi dan pengertian, mengembangkan sikap untuk berhasil, menyenangi kehidupan, keinginan diterima oleh orang lain.
  • Motivasi ekstrinsik, yang timbul akibat adanya pengaruh dari luar individu. Sperti hadiah, pujian, ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian orang mau melakukan sesuatu.

Berikut cara untuk memotivasi siswa :

  • Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. Pada permulaan belajar mengajar hendaknya seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus (TIK) yang akan dicapai siswa.
  • Hadiah. Berikan hadian untuk siswa-siwa yang berprestasi. Hal ini akan sangat memacu siswa untuk lebih giat dalam berprestasi, dan bagi siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk mengejar atau bahkan mengungguli siswa yang telah berprestasi. Hadiah di sini tidak perlu harus yang besar dan mahal, tapi bisa menimbulkan rasa senag pada murid, sebab merasa dihargai karena prestasinya.
  • Saingan/kompetisi. Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
  • Pujian. Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun. Bisa dimulai dari hal yang paling kecil seperti, “beri tepuk tangan bagi si Budi…”, “kerja yang bagus…”, “wah itu kamu bisa…”.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong