Peresmian Kampus baru Universitas Negeri Gorontalo
GORONTALO – Gedung-gedung megah dan tinggi sebagai tampat kampus baru Universitas Negeri Gorontalo yang berlokasi di Kabupaten Bone Bolango telah rampung dan siap untuk digunakan. Rampungnya proses pembangunan kampus teranyar UNG ditandai dengan pengresmian oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Mohamad Nasir, Ph.D, AK, Kamis (24/1),.
Lokasi kampus yang berada di Jantung Kabupaten Bone Bolango tersebut berdiri 13 gedung megah milik UNG, yang terdiri dari Gedung Kuliah Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, Fakultas Sastra dan Budaya, Fakultas Pertanian dan Perpustakaan Pusat UNG.
Menteri Ristekdikti Prof. Mohamad Nasir, Ph.D, AK,mengungkapkan, kehadiran fasilitas penunjang kegiatan akademik diharapkan akan memberikan dampak positif bagi UNG, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui dukungan sarana dan prasarana yang baik.
“Dengan fasilitas yang baik tentunya pelayanan pendidikan di UNG juga harus semakin baik lagi. Karena kualitas pelayanan pendidikan yang baik menandakan kampus tersebut memiliki kualitas yang baik pula,” ungkap Prof. Nasir.
Menurut Prof. Nasir, keunggulan sebuah Perguruan Tinggi tidak hanya dinilai dari jumlah gedung atau dosen dan mahasiswa yang dimiliki. Namun yang terpenting adalah kontribusinya dalam menghasilkan SDM yang kompeten dan berdaya saing tinggi, serta berkontribusi menghasilkan dan mengaplikasikan IPTEKS bagi masyarakat.
Sementara itu Rektor UNG Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd, menuturkan, kehadiran kampus teranyar UNG menjadi semangat baru bagi masyarakat khususnya warga kampus untuk lebih berkembang. Sekaligus juga sebagai tambahan amunisi bagi UNG dalam mewujudkan visi sebagai leading university ditahun 2035.
“Perjuangan pembanguan kampus ini sangatlah panjang dan berliku, namun akhirnya proses pembangunan bisa terselesaikan. Terima kasih untuk seluruh pihak yang senantiasa mendukung eksistensi UNG, bersama-sama kita wujudkan kemajuan kampus kita tercinta,” tandasnya.
Pengeresmian kampus baru UNG yang berlokasi di Kab. Bone Bolango oleh Menristekdikti turut dampingi Sekjen Kemenristekdikti Ainun Na’im, Ph.D, M.B.A, Wakil Gubernur Prov. Gorontalo Dr. Drs. Idris Rahim, MM, Rektor UNG Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd, Anggota DPR-RI Prof. Dr. Ir. Fadel Muhamad, serta Bupati dan Walikota se Prov. Gorontalo.
PKKMB UNG ditengah Pandemi? tetap unik, menarik, dan medidik!
Pelaksanaan PKKMB UNG 2020
Pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru atau disingkat dengan PKKMB, disetiap PTN pasti mempunyai tradisi yang berbeda dalam penerimaan mahasiswa barunya. Karena dibutuhkan penyesuain oleh setiap insani untuk bisa membuka halaman yang baru, namun yang unik untuk tahun ini pkkmb dilaksanakan secara daring atau online karena menyesuaikan dengan adanya pandemi yang masih melanda negeri ini, begitu juga dengan UNG.
Pelaksanaan masa orientasi kampus dalam prosesnya mengalami perubahan - perubahan baru yang ditujukan ke arah positif. Jika tahun sebelum - sebelumnya masa orientasi diupayakan agar tidak terjadi perpeloncohan atau kekerasan fisik maka di tahun ini UNG mempunyai trobosan baru yakni lebih mengedepankan pada pembinaan karakter, pembinaan idealisme, penguatan rasa cinta tanah air, dan kepedulian terhadap lingkungan, yang kesemuanya itu dilakukan dalam upaya menjadikan mahasiswa baru sebagai generasi yang berkarakter, religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan berintegritas. Walaupun ditengah pandemi ini tidak membuat semangat panitia PKKMB UNG dalam melakukan tradisi yang sudah lama di Universitas ini terhambat. Menyikapi masalah itu, Universitas Negeri Gorontalo sebagai salah satu kampus negeri dan terbesar di Provinsi Gorontalo menyambut baik dan berupaya menyusun PKKMB yang lebih spesifik namun tetap merujuk pada edaran panduan yang diberikan. Panduan PKKMB oleh Universitas Negeri Gorontalo ( UNG ) sebagai bukti dan komitmen UNG sebagai kampus negeri yang tetap melaksanakn masa pengenalan kampus dalam masa pandemi dengan perencanaan yang matang.
Kegiatan PKKMB oleh UNG memberikan cerminan bahwa ditengah - tengah pandemi tidak membuat kegiatan penerimaan mahasiswa baru menjadi terhambat, malahan lebih diberikan secara unik, menarik, dan medidik, tetapi juga tetap sesuai protokol kesehatan. karena masalah yang ada tidak dijadikan oleh pihak panitia PKKMB UNG menjadi hal yang harus dipermasalahkan namun hanya dijadikan sesuatu jembatan untuk melakukan kegiatan - kegiatan menjadi lebih menarik.
Sejarah singkat Universitas Negeri Gorontalo
Universitas Negeri Gorontalo, disingkat UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1963. Mulanya Universitas ini diberi nama Junior College, dan menjadi bagian dari FKIP UNSULUTENG. Tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.
Tahun 1982 lembaga ini menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo. Lembaga ini resmi berdiri sendiri berdasarkan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo.
Tahun 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. Dan akhirnya, pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004.
Universitas Negeri Gorontalo membuka pintu selebar-lebarnya bagi segala upaya pengembangan martabat manusia melalui riset-riset. Paradigma piramida terbalik yang didorong oleh Rektor Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd sangat mengutamakan program-program yang bisa lebih mendorong jurusan/prodi untuk bisa lebih mandiri, kreatif dan inovatif.
Berdasarkan hasil akreditasi institusi oleh Badan Akreditasi Perguruan Tinggi tahun 2018, mengukuhkan Universitas Negeri Gorontalo masuk sebagai jajaran Perguruan Tinggi terbaik dengan perolehan akreditasi A. Pada tahun 2017, menempatkan Universitas Negeri Gorontalo pada peringkat 50 berdasarkan peringkat 100 besar Perguruan Tinggi Indonesia Non Politeknik oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Republik Indonesia. Selain itu berdasarkan data Peringkat Universitas di Dunia versi Webometrics tahun 2018, menempatkan Universitas Negeri Gorontalo pada peringkat 154 (Asia Tenggara) dan 42 (Indonesia).