PKKMB UNG 2020 disajikan dengan konsep yang menarik agar peserta tidak bosan

seperti kita ketahui PKKMB adalah moment yang sangat di tunggu oleh para mahasiswa baru,akan tetapi kali ini sangat sayang sekali PKKMB dilakukan sacara, mengingat wabah virus Corona/covid19 belum berakhir.
Meskipun PKKMB secara daring pihak terkait akan menyajikan konsep dengan semenarik mungkin agar mahasiswa baru tidak bosan,mengingat waktu pelaksanaannya berjam jam.
PKKMB diisi dengan materi tentang pengenalan kehidupan kampus baik akademik maupun non akademik disertai wawasan kebangsaan, kesadaran bela negara, pencegahan, penanggulangan dan penyalahgunaan narkoba, pemahaman radikalisme dan terorisme, peningkatan rasa toleransi antar umat beragama, serta peningkatan wawasan tentang perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0.
PKKMB 2020 Di UNG dilaksanakan secara daring,Untuk menjaga keselamatan seluruh pihak

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) merupakan wahana bagi pemimpin perguruan tinggi untuk memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang yang dewasa dan mandiri, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi maka dilakukan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Berbeda dengan tahun sebelumnya kali ini PKKMB untuk seluruh kampus termasuk Universitas Negeri Gorontalo dilaksanakan secara dari,karena di sebabkan mewabahnya virus yang sampai sekarang masih belum bisa di pandang remeh,
Demi menjaga keselamatan semua pihak baik Mahasiswa baru dan pihak akademik Universitas Negeri Gorontalo memilih melaksanakan PKKMB secara daring,Dan seluruh Maba dengan berat hati menerima semua ketentuan lembaga,ini demi keselamatan semua.
Sejarah Berdirinya Universitas Negeri Gorontalo

Universitas Negeri Gorontalo, disingkat UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1963. Mulanya Universitas ini diberi nama Junior College, dan menjadi bagian dari FKIP UNSULUTENG. Tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.
Tahun 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. Dan akhirnya, pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004.
Universitas Negeri Gorontalo membuka pintu selebar-lebarnya bagi segala upaya pengembangan martabat manusia melalui riset-riset. Paradigma piramida terbalik yang didorong oleh Rektor Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd sangat mengutamakan program-program yang bisa lebih mendorong jurusan/prodi untuk bisa lebih mandiri, kreatif dan inovatif.
Berdasarkan hasil akreditasi institusi oleh Badan Akreditasi Perguruan Tinggi tahun 2018, mengukuhkan Universitas Negeri Gorontalo masuk sebagai jajaran Perguruan Tinggi terbaik dengan perolehan akreditasi A. Pada tahun 2017, menempatkan Universitas Negeri Gorontalo pada peringkat 50 berdasarkan peringkat 100 besar Perguruan Tinggi Indonesia Non Politeknik oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Republik Indonesia. Selain itu berdasarkan data Peringkat Universitas di Dunia versi Webometrics tahun 2018, menempatkan Universitas Negeri Gorontalo pada peringkat 154 (Asia Tenggara) dan 42 (Indonesia).