ARSIP BULANAN : September 2020

MENGAPA HARUS UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

18 September 2020 14:33:39 Dibaca : 12

1. UNG Mendapatkan Akreditasi A

2. Masuk Dalam 10 Besar Universitas Terbaik Di Indonesia Timur

3. Menempati Ranking 89 Versi 4icu

4. UNG Memiliki 10 Fakultas

5. Ada 71 program studi

6. Biaya kuliah yang sangat terjangkau

7. Perbandingan jumlah dosen dan mahasiswa adalah 1:25

8. Fasilitas kampus yang lengkap

9. Banyak pilihan UKM sebagai wadah kegiatan MAHASISWA

10. 10. Memiliki Visi Mendunia Tanpa Meninggalkan Potensi Regional

 

MENGEMBANGKAN PEMIKIRAN KRITIS MAHASISWA

18 September 2020 14:27:15 Dibaca : 9

Salah satu tujuan utama pendidikan tinggi adalah mengembangkan pemikiran kritis (critical thinking) mahasiswa. Dalam kenyataannya, pemberian matakuliah oleh kebanyakan dosen kepada para mahasiswa belum mampu mengembangkan pemikiran kritis mereka(Nummedal & Halpern, 1995). Laporan-laporan hasil penelitian yang dikutip oleh Halpern (1996) menggambarkan betapa miskinnya pemikiran kritis mahasiswa dan orang dewasa baikdi Amerika maupun di negara-negara lain. Situasi seperti ini mendorong lahirnya salah satu tujuan khusus pendidikan tinggi, yakni agar proporsi lulusan perguruan tinggi yangmendemonstrasikan suatu kemampuan yang lebih tinggi untuk berfikir secara kritis, berkomunikasi secara efektif, dan memecahkan problem akan meningkat secara substansial(Numedal & Halpern, 1995).

SEJARAH PERKEMBANGAN JURUSAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI

18 September 2020 14:24:52 Dibaca : 10

Pada tahun 1960-an teknologi pendidikan menjadi salah satu kajian yang banyak mendapat perhatian di lingkungan ahli pendidikan. Pada awalnya, teknologi pendidikan merupakan kelanjutan perkembangan dari kajian-kajian tentang penggunaan Audiovisual, dan program belajar dalam penyelenggaraan pendidikan. Kajian tersebut pada hakekatnya merupakan usaha dalam memecahkan masalah belajar manusia (human learning). Solusi yang diambil melalui kajian teknologi pendidikan bahwa pemecahan masalah belajar perlu menggunakan pendekatan-pendekatan yang tepat dengan banyak memfungsikan pemanfaatan sumber belajar (learning resources).

Perkembangan kajian teknologi pendidikan menghasilkan berbagai konsep dan praktek pendidikan yang banyak memanfaatkan media sebagai sumber belajar. Oleh karena itu, terdapat persepsi bahwa teknologi pendidikan sama dengan media, padahal kedudukan media berfungsi sebagai sarana untuk mempermudah dalam penyampaian informasi atau bahan belajar. Dari segi sistem pendidikan, kedudukan teknologi pendidikan berfungsi untuk memperkuat pengembangan kurikulum terutama dalam disain dan pengembangan, serta implementasinya, bahkan terdapat asumsi bahwa kurikulum berkaitan dengan “what”, sedangkan teknologi pendidikan mengkaji tentang “how”. Dalam kaitannya dengan pembelajaran, teknologi pendidikan memperkuat dalam merekayasa berbagai cara dan teknik dari mulai tahap disain, pengembangan, pemanfaatan berbagai sumber belajar, implementasi, dan penilaian program dan hasil belajar.

Berdasarkan sejarah perkembangannya, istilah teknologi pendidikan mulai digunakan sejak tahun 1963, dan secara resmi diikrarkan oleh Association of Educational and Communication Technology (AECT) sejak tahun 1977, walaupun adakalanya terjadi overlapping penggunaan istilah tersebut dengan teknologi pembelajaran. Namun, kedua istilah tersebut masih terus digunakan sesuai dengan pertimbangan penggunanya. Finn (1965) mengungkapkan bahwa di Inggris dan Kanada lebih lazim digunakan istilah teknologi pendidikan, sedangkan di Amerika Serikat banyak digunakan istilah teknologi pembelajaran. Tapi adakalanya kedua istilah tersebut digunakan secara serempak dalam kegiatan yang sama. Dan akhir-akhir ini berkembang konsep bahwa teknologi pembelajaran lebih layak digunakan untuk konteks penyelenggaraan pengajaran.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong