Dunia Kerja dan Kompetensi
Dalam berbagai pembahasan artikel tentang generasi milenial, salah satu hal yang cukup penting menjadi tantangan bagi generasi ini adalah soal kompetensi dan dunia kerja.
Hal ini sangat penting diperhatikan oleh Pinters yang masih berstatus sebagai mahasiswa tentunya.
Di satu sisi, kecenderungan sikap mahasiswa dalam dunia kerja lebih menyukai hal-hal yang bersifat fleksibel, kreatif, menantang, freelance dan lebih menyukai penghargaan potensi yang mereka miliki.
Kondisi ini seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Keputusan untuk resign sangat mudah diambil oleh generasi milenial ketika mereka merasa bahwa kondisi kerja tidak nyaman, tidak mengakomodasi potensi dan kreativitas yang dimiliki.
Padahal di satu sisi, kompetisi dan kompetensi di dunia kerja semakin meningkat. Dalam hal ini, mahasiswa milenial perlu melakukan hal-hal berikut:
• Meningkatkan skill bakat kekinian yang dibutuhkan seperti penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa, dan sejenisnya.
• Meningkatkan relasi untuk mencari peluang kerja yang lebih mengakomodasi potensi yang dimiliki. Menemukan lowongan kerja di dunia maya sangat mungkin dilakukan oleh generasi milenial.
• Meningkatkan kompetensi pribadi melalui pendidikan yang berkualitas baik pendidikan formal maupun nonformal. Kompetensi inilah yang akan jadi nilai plus di sebuah perusahaan.
• Upaya kolaborasi secara personal perlu dibangun dalam diri generasi milenial sebagai karakter kecakapan abad 21. Kolaborasi akan memunculkan potensi peluang yang lebih cepat dan lebih besar.
Dalam berbagai pembahasan artikel tentang generasi milenial, salah satu hal yang cukup penting menjadi tantangan bagi generasi ini adalah soal kompetensi dan dunia kerja.Hal ini sangat penting diperhatikan oleh Pinters yang masih berstatus sebagai mahasiswa tentunya.Di satu sisi, kecenderungan sikap mahasiswa dalam dunia kerja lebih menyukai hal-hal yang bersifat fleksibel, kreatif, menantang, freelance dan lebih menyukai penghargaan potensi yang mereka miliki.Kondisi ini seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Keputusan untuk resign sangat mudah diambil oleh generasi milenial ketika mereka merasa bahwa kondisi kerja tidak nyaman, tidak mengakomodasi potensi dan kreativitas yang dimiliki.Padahal di satu sisi, kompetisi dan kompetensi di dunia kerja semakin meningkat. Dalam hal ini, mahasiswa milenial perlu melakukan hal-hal berikut:• Meningkatkan skill bakat kekinian yang dibutuhkan seperti penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa, dan sejenisnya.• Meningkatkan relasi untuk mencari peluang kerja yang lebih mengakomodasi potensi yang dimiliki. Menemukan lowongan kerja di dunia maya sangat mungkin dilakukan oleh generasi milenial.• Meningkatkan kompetensi pribadi melalui pendidikan yang berkualitas baik pendidikan formal maupun nonformal. Kompetensi inilah yang akan jadi nilai plus di sebuah perusahaan.• Upaya kolaborasi secara personal perlu dibangun dalam diri generasi milenial sebagai karakter kecakapan abad 21. Kolaborasi akan memunculkan potensi peluang yang lebih cepat dan lebih besar.