Dunia Kerja dan Kompetensi

09 August 2021 14:58:14 Dibaca : 49

Dalam berbagai pembahasan artikel tentang generasi milenial, salah satu hal yang cukup penting menjadi tantangan bagi generasi ini adalah soal kompetensi dan dunia kerja.

Hal ini sangat penting diperhatikan oleh Pinters yang masih berstatus sebagai mahasiswa tentunya.

Di satu sisi, kecenderungan sikap mahasiswa dalam dunia kerja lebih menyukai hal-hal yang bersifat fleksibel, kreatif, menantang, freelance dan lebih menyukai penghargaan potensi yang mereka miliki.

Kondisi ini seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Keputusan untuk resign sangat mudah diambil oleh generasi milenial ketika mereka merasa bahwa kondisi kerja tidak nyaman, tidak mengakomodasi potensi dan kreativitas yang dimiliki.

Padahal di satu sisi, kompetisi dan kompetensi di dunia kerja semakin meningkat. Dalam hal ini, mahasiswa milenial perlu melakukan hal-hal berikut:

• Meningkatkan skill bakat kekinian yang dibutuhkan seperti penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa, dan sejenisnya.

• Meningkatkan relasi untuk mencari peluang kerja yang lebih mengakomodasi potensi yang dimiliki. Menemukan lowongan kerja di dunia maya sangat mungkin dilakukan oleh generasi milenial.

• Meningkatkan kompetensi pribadi melalui pendidikan yang berkualitas baik pendidikan formal maupun nonformal. Kompetensi inilah yang akan jadi nilai plus di sebuah perusahaan.

• Upaya kolaborasi secara personal perlu dibangun dalam diri generasi milenial sebagai karakter kecakapan abad 21. Kolaborasi akan memunculkan potensi peluang yang lebih cepat dan lebih besar.

Dalam berbagai pembahasan artikel tentang generasi milenial, salah satu hal yang cukup penting menjadi tantangan bagi generasi ini adalah soal kompetensi dan dunia kerja.Hal ini sangat penting diperhatikan oleh Pinters yang masih berstatus sebagai mahasiswa tentunya.Di satu sisi, kecenderungan sikap mahasiswa dalam dunia kerja lebih menyukai hal-hal yang bersifat fleksibel, kreatif, menantang, freelance dan lebih menyukai penghargaan potensi yang mereka miliki.Kondisi ini seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Keputusan untuk resign sangat mudah diambil oleh generasi milenial ketika mereka merasa bahwa kondisi kerja tidak nyaman, tidak mengakomodasi potensi dan kreativitas yang dimiliki.Padahal di satu sisi, kompetisi dan kompetensi di dunia kerja semakin meningkat. Dalam hal ini, mahasiswa milenial perlu melakukan hal-hal berikut:• Meningkatkan skill bakat kekinian yang dibutuhkan seperti penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa, dan sejenisnya.• Meningkatkan relasi untuk mencari peluang kerja yang lebih mengakomodasi potensi yang dimiliki. Menemukan lowongan kerja di dunia maya sangat mungkin dilakukan oleh generasi milenial.• Meningkatkan kompetensi pribadi melalui pendidikan yang berkualitas baik pendidikan formal maupun nonformal. Kompetensi inilah yang akan jadi nilai plus di sebuah perusahaan.• Upaya kolaborasi secara personal perlu dibangun dalam diri generasi milenial sebagai karakter kecakapan abad 21. Kolaborasi akan memunculkan potensi peluang yang lebih cepat dan lebih besar.

Peran Terkini Generasi Milenial Mahasiswa

09 August 2021 14:57:33 Dibaca : 60

Generasi milenial yang dikenal sebagai generasi Y (lahir dari tahun 1982 hingga 1992) memiliki tantangan khusus di zamannya yang tidak sama dengan generasi x sebelumnya. Tantangan generasi milenial terutama mereka yang berstatus mahasiswa bahkan lebih spesial lagi, apakah Pinters termasuk yang merasakannya?

Era milenial identik dengan teknologi. Disrupsi teknologi dan perkembangan dunia yang semakin pesat menuntut respon yang lebih serupa dari generasi di setiap zamannya. Lalu apa yang menjadi peran dan tantangan generasi di era milenial?

Peran Generasi Milenial Mahasiswa

Mahasiswa merupakan kaum muda yang memiliki peran signifikan dalam membangun negara. Pinters tentu pernah mendengar ungkapan Bung Karno yang mengatakan, ‘beri aku 10 orang pemuda, maka akan kugoncangkan dunia ini.

Perilaku generasi milenial yang sesuai dengan zamannya tetap dituntut memiliki beberapa peran penting sebagai berikut dalam posisi mereka sebagai mahasiswa, antara lain:

1. Peran Agent of Change

Dini Shanti Purwono selaku alumni dari Fakultas Hukum di Universitas Indonesia & Harvard Law School menyebutkan, ada beberapa sikap yang semestinya ada pada mereka yang menjalankan peran sebagai agent of change.

Sikap tersebut antara lain memiliki visi misi yang jernih, gigih mencapai target, memiliki sikap kritis dan analitis, memiliki pengetahuan kepemimpinan dan bisa menjadi contoh, serta memiliki ‘trust’ yang kuat di hadapan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Mahasiswa dengan segala karakter ‘milenialnya’ tetap dituntut memiliki kriteria seperti di atas jika ingin melakukan perubahan kehidupan sosial dan masyarakat, terlebih yang terkait dengan kehidupan politik bernegara.

2. Peran di Bidang Pendidikan

Karakteristik generasi milenial yang cenderung kreatif dan menyukai hal-hal yang proaktif menjadi salah satu peran di bidang pendidikan yang dibutuhkan.

Sebuah prosiding yang dipublikasikan oleh Dera Kharisma, dkk dari Universitas Nusantara PGRI Kediri menyebutkan, sebanyak 94,8% mahasiswa milenial mengaku optimis dengan kondisi pendidikan mereka di masa akan datang dengan perilaku keterlibatan yang proaktif di dunia pendidikan tersebut.

Pendidikan merupakan bekal penting bagi Pinters untuk mengikuti perkembangan zaman.

Bukan hanya pendidikan untuk diri sendiri, tetapi sebagai generasi milenial yang proaktif, Pinters juga perlu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Pada akhirnya membantu kualitas pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Generasi milenial yang dikenal sebagai generasi Y (lahir dari tahun 1982 hingga 1992) memiliki tantangan khusus di zamannya yang tidak sama dengan generasi x sebelumnya. Tantangan generasi milenial terutama mereka yang berstatus mahasiswa bahkan lebih spesial lagi, apakah Pinters termasuk yang merasakannya?Era milenial identik dengan teknologi. Disrupsi teknologi dan perkembangan dunia yang semakin pesat menuntut respon yang lebih serupa dari generasi di setiap zamannya. Lalu apa yang menjadi peran dan tantangan generasi di era milenial?Peran Generasi Milenial MahasiswaMahasiswa merupakan kaum muda yang memiliki peran signifikan dalam membangun negara. Pinters tentu pernah mendengar ungkapan Bung Karno yang mengatakan, ‘beri aku 10 orang pemuda, maka akan kugoncangkan dunia ini.Perilaku generasi milenial yang sesuai dengan zamannya tetap dituntut memiliki beberapa peran penting sebagai berikut dalam posisi mereka sebagai mahasiswa, antara lain:1. Peran Agent of ChangeDini Shanti Purwono selaku alumni dari Fakultas Hukum di Universitas Indonesia & Harvard Law School menyebutkan, ada beberapa sikap yang semestinya ada pada mereka yang menjalankan peran sebagai agent of change.Sikap tersebut antara lain memiliki visi misi yang jernih, gigih mencapai target, memiliki sikap kritis dan analitis, memiliki pengetahuan kepemimpinan dan bisa menjadi contoh, serta memiliki ‘trust’ yang kuat di hadapan orang-orang yang ada di sekitarnya.Mahasiswa dengan segala karakter ‘milenialnya’ tetap dituntut memiliki kriteria seperti di atas jika ingin melakukan perubahan kehidupan sosial dan masyarakat, terlebih yang terkait dengan kehidupan politik bernegara.2. Peran di Bidang PendidikanKarakteristik generasi milenial yang cenderung kreatif dan menyukai hal-hal yang proaktif menjadi salah satu peran di bidang pendidikan yang dibutuhkan.Sebuah prosiding yang dipublikasikan oleh Dera Kharisma, dkk dari Universitas Nusantara PGRI Kediri menyebutkan, sebanyak 94,8% mahasiswa milenial mengaku optimis dengan kondisi pendidikan mereka di masa akan datang dengan perilaku keterlibatan yang proaktif di dunia pendidikan tersebut.Pendidikan merupakan bekal penting bagi Pinters untuk mengikuti perkembangan zaman.Bukan hanya pendidikan untuk diri sendiri, tetapi sebagai generasi milenial yang proaktif, Pinters juga perlu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Pada akhirnya membantu kualitas pendidikan Indonesia yang lebih baik.

TEKNIK INFORMATIKA

09 August 2021 14:56:49 Dibaca : 29

• Apa itu Teknik Informatika?

Program studi Teknik Informatika mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip ilmu komputer dan analisa matematis untuk desain, pengembangan, pengujian, dan evaluasi perangkat lunak, sistem operasi dan kerja komputer. Pada prodi ini akan diajarkan mulai dari menghasilkan ide kreatif, kemudian merealisasikan ide tersebut, memecah fungsi-fungsi, dan menciptakan struktur instruksi yang sangat detil dalam bahasa pemrograman untuk mengajarkan komputer apa saja yang harus dilakukan. Mahasiswa Ilmu Komputer harus menjadi ahli dalam sistem operasi dan aplikasi untuk memastikan bahwa dasar sistem operasi bekerja dengan baik.

• Kenapa Kamu Memilih Jurusan Ini?

Untuk menguasai Teknik Informatika, paling tidak kamu memahami logika dan matematika. Mahasiswa Teknik Informatika akan menghabiskan banyak waktunya dengan pemrograman, dan pemrograman itu sendiri adalah perwujudan dari algoritma (matematika dan logika). Tapi, kalau kamu tertarik dengan dunia teknologi dan memiliki minat untuk mengembangkan sebuah perangkat lunak maka program studi ini tentu bisa menjadi pilihan kamu.

• Mata Kuliah Jurusan Teknik Informatika

1. Algoritma & Struktur Data

2. Sistem Operasi

3. Logika Informatika

4. Strategi Algoritma

5. Probabilitas dan Statistika

6. Pemrograman Berorientasi Objek

7. Rekayasa Perangkat Lunak

8. Artificial Intelligence

9. Pemrograman Internet

10. Kalkulus

11. Dasar Dasar Pemrograman

12. Sistem Komputer

13. Teori Komputasi

14. Metode Pengembangan Software

15. Sistem Jaringan

16. Data Mining

17. Database dan Sistem Informasi

18. Kriptografi

19. Etika & Hukum Cyber

20. Intelegensia Buatan

21. Basis Data

• Apa itu Teknik Informatika?Program studi Teknik Informatika mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip ilmu komputer dan analisa matematis untuk desain, pengembangan, pengujian, dan evaluasi perangkat lunak, sistem operasi dan kerja komputer. Pada prodi ini akan diajarkan mulai dari menghasilkan ide kreatif, kemudian merealisasikan ide tersebut, memecah fungsi-fungsi, dan menciptakan struktur instruksi yang sangat detil dalam bahasa pemrograman untuk mengajarkan komputer apa saja yang harus dilakukan. Mahasiswa Ilmu Komputer harus menjadi ahli dalam sistem operasi dan aplikasi untuk memastikan bahwa dasar sistem operasi bekerja dengan baik.• Kenapa Kamu Memilih Jurusan Ini?Untuk menguasai Teknik Informatika, paling tidak kamu memahami logika dan matematika. Mahasiswa Teknik Informatika akan menghabiskan banyak waktunya dengan pemrograman, dan pemrograman itu sendiri adalah perwujudan dari algoritma (matematika dan logika). Tapi, kalau kamu tertarik dengan dunia teknologi dan memiliki minat untuk mengembangkan sebuah perangkat lunak maka program studi ini tentu bisa menjadi pilihan kamu.• Mata Kuliah Jurusan Teknik Informatika1. Algoritma & Struktur Data2. Sistem Operasi3. Logika Informatika4. Strategi Algoritma5. Probabilitas dan Statistika6. Pemrograman Berorientasi Objek7. Rekayasa Perangkat Lunak8. Artificial Intelligence9. Pemrograman Internet10. Kalkulus11. Dasar Dasar Pemrograman12. Sistem Komputer13. Teori Komputasi14. Metode Pengembangan Software15. Sistem Jaringan16. Data Mining17. Database dan Sistem Informasi18. Kriptografi19. Etika & Hukum Cyber20. Intelegensia Buatan21. Basis Data

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong