ARSIP BULANAN : August 2021

UNG kampus keberuntungan

04 August 2021 21:30:06 Dibaca : 23

Perlu waktu setidaknya hampir dua tahun bagi saya untuk memantapkan pilihan di jurusan ini. Gapyear dan pengalaman setahun belakangan membuat saya belajar dan berfikir lebih realistis mengenai karir saya kedepannya.

Saya sempat mengikuti dua kali ujian SBMPTN dan alhamdulillah dua kali juga saya beruntung karena berhasil lulus. Pada seleksi pertama kali saya berhasil di terima di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Gorontalo. Namun saat itu dengan sangat di sayangkan karena suatu kendala yang saya sendiri pun merasa begitu berat menerimanya, saya harus melepaskan posisi saya yang banyak orang harapkan tersebut. Dan menjalani gapyear selama setahun.

Tidak pernah saya bayangkan akan berada di posisi itu sebelumnya. Saat gapyear saya mencoba memikirkan dan menemukan strategi untuk dapat melanjutkan pendidikan saya di tahun selanjutnya. Hingga akhirnya tibalah saya disini, di Fakultas Tekhnik, Jurusan Tekhnik Arsitektur. Masih tetap di kampus yang sama dengan sebelumnya yaitu Universitas Negeri Gorontalo.

Saya sangat bersyukur dan merasa beruntung bisa mendapatkan kesempatan kedua ini, lulus untuk yang ke dua kalinya di jalur SBMPTN dan dengan di kampus yang sama. Saya menganggap kampus ini adalah kampus keberuntungan.

Kalau di tanya, "Kenapa pilih arsitek? memangnya bisa gambar?" saya bingung juga harus jawab apa. Karena sejujurnya saya tidak punya keahlian menggambar, seperti yang kebanyakan orang awam tahu bahwa arsitek adalah tentang menggambar.

Saya ingin mengutip kata-kata dari salah satu tokoh arsitek asal italia, Renzo Piano; "architect have to dream. we have to search for our atlantises, to be explorers, adventurers, and yet to build responsibly and well".

Bahwa dalam arsitek, Menggambar hanyalah media komunikasi. Selebihnya yang jadi dominasi adalah imajinasi kita sendiri. Bagaimana kita mengimajinasikan sesuatu, seolah kita hidup dan menjelajah di dalamnya, kemudian menuangkannya di dalam media yang kita sebut sebagai gambar.

Kembali pada pertanyaan "kenapa pilih arsitek?" menurut saya untuk memulai suatu hal kita tidak begitu memerlukan alasan. Karena apapun alasannya yang terpenting adalah niatnya.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong