Ergonomi Lingkungan

28 February 2024 21:42:57 Dibaca : 149

RANGKUMAN MATERI DARI VIDEO

Penyusun        : INE FEBRIANTI (561421007)

Judul Video     : Environmental Ergonomics: an introduction

Oleh                : Titis Wujayanto

Link                 : https://youtu.be/MUVQNBwUQCs?si=vQQcQapYHzbbk7S6

Ergonomi adalah disiplin ilmu yang berfokus pada interaksi antara manusia dan keterbatasannya, baik fisik, fisiologi, siklus, serta elemen-elemen dalam sistem, seperti teknologi, mesin, produk, dan lingkungan. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan performa sistem. Fokus dari ergonomi lingkungan adalah terkait dengan lingkungan fisik, seperti suhu, kebisingan, getaran, pencahayaan, dan tekanan udara. Ergonomi lingkungan bertujuan memahami bagaimana manusia merespons lingkungan fisik dari sudut pandang ekonomi. Manusia bukanlah sistem pasif, melainkan akan merespon secara dinamis tergantung pada stimulus fisik yang diterima. Tubuh manusia akan merespon sesuai dengan tingkat stimulus fisiknya tergantung pada stressor dan faktor lain yang mempengaruhi. Misalnya, dalam lingkungan termal, tubuh manusia akan mengalami kenaikan suhu saat terkena panas, tetapi akan mengeluarkan keringat untuk mengembalikan suhu tubuh ke kondisi ideal. Dalam memahami respon manusia terhadap lingkungan fisik, terdapat empat metode asesmen yang biasa digunakan.

Pertama adalah metode subjektif, menggunakan kuesioner untuk menanyakan respon manusia terhadap lingkungan. Yang kedua adalah metode objektif, melakukan pengukuran langsung dari kondisi fisologis atau kinerja saat dihadapkan pada lingkungan tertentu. Metode ketiga adalah metode pemodelan, memprediksi respon manusia terhadap perubahan lingkungan berdasarkan model empiris atau rasional. Terakhir, metode pengamatan perilaku, mengamati bagaimana seseorang merespon lingkungan melalui perilaku mereka. Setiap metode memiliki keunggulan dan kelemahan. Pengukuran objektif secara langsung akan memberikan hasil yang akurat namun sulit mewakili populasi secara keseluruhan dan tidak dapat memprediksi respon subjektif secara lengkap. Sementara itu, pengukuran subjektif lebih mudah dilakukan dan cocok untuk populasi yang spesifik namun terbatas dalam representasi keseluruhan populasi dan rentan terhadap bias. Metode pemodelan cocok digunakan untuk prediksi respons dan dalam proses desain, namun seringkali sulit memprediksi respons yang sesungguhnya. Pengamatan perilaku bermanfaat karena tidak mengganggu responden namun kurang dapat menentukan sebab-akibat dari respons yang diamati.

Kesimpulannya, metode yang tepat untuk mengukur respons manusia terhadap lingkungan bergantung pada kebutuhan penelitian dan populasi yang diteliti. Kombinasi antara metode objektif dan subjektif bisa menjadi solusi untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dari respons manusia terhadap lingkungan. Semoga pengetahuan ini bermanfaat bagi peneliti yang sedang melakukan penelitian di bidang ekonomi lingkungan.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong