PERKEMBANGAN MANAJEMEN YANG BERPENGARUH PADA ORGANISASI

07 February 2024 12:31:05 Dibaca : 57

TUGAS MATA KULIAH PENGENDALIAN DAN PENJAMINAN MUTU

Nama : Yogi saputra

Nim    : 561422013

prodi   : S1 Teknik Industri

sejarah 5 era perkembangan manajemen yang berpengaruh pada organisasi

Perkembangan manajemen yang berpengaruh pada organisasi dapat mencakup berbagai aspek yang meliputi perubahan dalam paradigma manajemen, penggunaan teknologi informasi, pergeseran dalam gaya kepemimpinan, perkembangan sumber daya manusia, dan adaptasi terhadap lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat. Berikut adalah lima generasi perkembangan manajemen dalam organisasi:Manajemen Ilmiah (Generasi Pertama):

  1. Generasi pertama manajemen, juga dikenal sebagai manajemen ilmiah, muncul pada awal abad ke-20. Pendekatan ini dikembangkan oleh Frederick Taylor dan pendukungnya. Manajemen ilmiah berfokus pada penerapan metode ilmiah untuk meningkatkan efisiensi produksi dengan mengoptimalkan waktu, gerakan, dan penggunaan sumber daya. Pendekatan ini menekankan pentingnya penentuan standar kerja, analisis waktu dan gerakan, dan penggunaan insentif finansial sebagai motivator utama.
  2. Manajemen Manusia (Generasi Kedua):Generasi kedua manajemen muncul pada tahun 1930-an dan berfokus pada aspek manusia dalam organisasi. Elton Mayo dan Hawthorne Studies merupakan tokoh sentral dalam pengembangan konsep ini. Pendekatan manajemen manusia mengakui pentingnya faktor-faktor psikologis dan sosial dalam meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja. Manajer menganggap karyawan sebagai individu yang kompleks dengan kebutuhan dan motivasi yang beragam. Pendekatan ini menekankan hubungan antara manajer dan karyawan serta pentingnya motivasi, kepuasan kerja, dan komunikasi efektif.
  3. Manajemen Kualitas Total (Generasi Ketiga): Generasi ketiga manajemen muncul pada tahun 1950-an dan 1960-an dengan fokus pada kualitas produk dan proses organisasi. W. Edwards Deming dan Joseph Juran adalah tokoh utama dalam pengembangan konsep manajemen kualitas total. Pendekatan ini mengajarkan bahwa meningkatkan kualitas akan membawa manfaat jangka panjang bagi organisasi. Manajemen kualitas total melibatkan partisipasi semua anggota organisasi dalam upaya meningkatkan kualitas dan efisiensi melalui pengendalian kualitas, perbaikan berkelanjutan, dan penggunaan alat-alat statistik.
  4. Manajemen Berbasis Nilai (Generasi Keempat):Generasi keempat manajemen muncul pada tahun 1980-an dan 1990-an dengan fokus pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan. Konsep ini menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi dari keputusan manajemen. Perusahaan diharapkan untuk bertanggung jawab secara sosial dan mengambil keputusan yang menjaga keberlanjutan jangka panjang. Manajemen berbasis nilai menyertakan aspek integritas, etika, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan dalam operasi organisasi.
  5. Manajemen Inklusif dan Berbasis Kolaborasi (Generasi Kelima):Generasi kelima manajemen adalah era baru yang muncul dalam beberapa dekade terakhir dan sedang berkembang. Pendekatan ini menekankan inklusivitas, keragaman, dan kolaborasi di seluruh organisasi. Manajemen ini mengakui nilai dari perspektif yang beragam dan mendorong partisipasi aktif dari semua anggota organisasi dalam pengambilan keputusan dan pencapaian tujuan bersama. Pendekatan ini juga mengakui pentingnya kecerdasan emosional, keterampilan komunikasi, dan pemecahan masalah kolaboratif dalam mencapai keberhasilan organisasi.

Berikut adalah beberapa tokoh yang terkait dengan setiap generasi perkembangan manajemen dalam organisasi dan hasil yang mereka capai:

  • Manajemen Ilmiah (Generasi Pertama): Frederick Taylor: Dia adalah seorang insinyur dan ahli manajemen yang dikenal sebagai "Bapak Manajemen Ilmiah." Taylor mengembangkan konsep manajemen ilmiah dengan fokus pada analisis waktu dan gerakan serta penerapan standar kerja yang ketat.
  • Manajemen Manusia (Generasi Kedua): Elton Mayo: Sebagai seorang psikolog dan sosiolog, Mayo melakukan studi di Pabrik Hawthorne yang menghasilkan penemuan tentang pentingnya faktor sosial dan psikologis dalam meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja.
  • Manajemen Kualitas Total (Generasi Ketiga): W. Edwards Deming: Ia adalah seorang pakar statistik dan konsultan manajemen yang berperan penting dalam pengembangan konsep manajemen kualitas total. Deming mendorong penggunaan metode statistik dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas produk dan proses organisasi. Joseph Juran: Seorang ahli manajemen kualitas yang juga memberikan kontribusi besar dalam pengembangan konsep manajemen kualitas total. Juran memperkenalkan konsep "perencanaan kualitas" dan menekankan pentingnya manajemen atas kualitas.
  • Manajemen Berbasis Nilai (Generasi Keempat): Peter Drucker: Seorang ahli manajemen yang diakui secara luas, Drucker berkontribusi pada pengembangan konsep manajemen berbasis nilai. Dia menggarisbawahi pentingnya integritas, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan dalam operasi organisasi. Manajemen Inklusif dan Berbasis Kolaborasi (Generasi Kelima): Amy Edmondson: Seorang profesor di Harvard Business School yang mengkhususkan diri dalam studi tentang kerja tim, pembelajaran organisasi, dan keberanian di tempat kerja. Edmondson mempromosikan pendekatan manajemen inklusif dan berbasis kolaborasi yang mendorong partisipasi aktif dari semua anggota organisasi. Gary Hamel: Seorang ahli manajemen dan penulis yang mengadvokasi transformasi manajemen tradisional menjadi manajemen yang lebih inklusif dan inovatif. Hamel menekankan pentingnya memecahkan hirarki dan memberdayakan karyawan untuk mencapai keberhasilan organisasi.

tugas menggambar teknik

19 October 2022 13:47:48 Dibaca : 13

Nama: Yogi Saputra

Nim   : 561422013

kelas ; A

prodi : Teknik industri

matkul: menggambar teknik

 

A.    PROYEKSI AKSONOMETRI

Aksonometri adalah sebuh sebutan umum untuk pandangan yang dihasilkan oleh garis-garis proyeksi suatu benda. Dalam penggambaran ini garis-garis pemroyeksi ditarik tegak lurus terhadap bidang proyeksi. Aksonometri merupakan salah satu modifikasi penggambaran satu bentuk yang berskala. Gambar aksonometri berguna untuk dapat lebih menjelaskan bentuk suatu bangunan, baik itu bentuk bangunan seutuhnya, potongan bangunan yang memperlihatkan struktur atau interiornya, detail bagian bangunan atau sampai menunjukkan skema utilitas suatu bangunan. Proyeksi Aksonometri adalah proyeksi menggambar benda dengan ketentuan sudut proyeksi dan skala pemendekan yang telah ditetapkan meliputi proyeksi isometri, dimetri dan trimetri.

  • Proyeksi IsometriProyeksi isometri merupakan proyeksi aksonometri dimana pandangan yang dipilih dari objek diletakkan sedemikian rupa terhadap bidang proyeksi dimana masing – masing bidang membentuk sudut 30° dan skala yang digunakan pada setiap bidang adalah sama atau Sudut antara sumbu satu terhadap sumbu lainya 1200.
  • Proyeksi DimetriProyeksi Dimetri merupakan bagian dari proyeksi aksonometri. Untuk memperjelas ruang lingkup proyeksi isometri siswa harus memahami aturan yang ada misalnya sudut proyeksi dan skala pemendekan. Proyeksi Dimetri artinya skala pemendekan untuk kedua sumbu adalah sama, sedangkan sudut proyeksi boleh sama atau berbeda.
  • Proyeksi TrimetriProyeksi trimetri adalah proyeksi dengan skala pendekatan tiga sisi dan tiga sudut tidak sama. Aturan yang mendasar untuk Proyeksi Trimetri adalah terdapat skala pemendekan yang boleh sama / tidak sama terhadap ketiga sumbu dan/atau dua sudut. Jadi untuk proyeksi Isometri bisa dikatakan proyeksi dimetri karena telah memenuhi syarat terdapat skala pemendekan yang sama untuk dua sumbu dan dua sudut proyeksi yang sama, dan juga bisa dikatakan Proyeksi Trimetri.

B.    PROYEKSI MIRING / OBLIQUE

Proyeksi miring adalah semacam proyeksi sejajar, tetapi dengan garis-garis proyeksinya miring terhadap bidang proyeksi. Gambar yang dihasilkan dengan cara ini disebut gambar proyeksi miring. Pada gambar proyeksi miring adalah gabungan dari gambar ortogonal dan gambar isometri, gambar ini caranya dengan menggambar lebih dahulu tampak depan dengan ukuran sebenarnya. Setelah itu garis­garis proyeksi dibuat miring membentuk sudut terhadap bidang proyeksi. Peletakan benda dapat dibuat sesukanya, tetapi biasanya yang memberikan keterangan paling banyak dibuat sejajar dengan bidang proyeksi vertikal (tampak depan). Dengan demikian satu sisi dibuat dengan ukuran sebenarnya seperti gambar ortogonal. Sudut yang menggambarkan kedalaman biasanya 30 derajat, 45 derajat dan 60 derajat terhadap sumbu horisontal. Sudut-sudut ini dipakai karena sudah banyak garisan segitiga yang mempunyai sudut ini. Skala pemendekan ditentukan yaitu 1/3, ½ dan ¾ tergantung dari sudut yang dipergunakan.

C.    PROYEKSI PERSPEKTIF

Proyeksi perspektif adalah penggambaran pengubahan objek tiga dimensi menjadi objek dua dimensi, di mana setiap garis proyeksi menggambarkan lokasi yang jauh dan ukuran objek. Dalam tampilan perspektif, proyeksi diatur menurut panjang, lebar, dan kedalaman. Proyeksi perspektif ini dibuat karena kesalahan mata manusia saat memproyeksikan gambar. Gambar atau objek yang berukuran lebih besar perlu divisualisasikan ke dalam bentuk yang lebih kecil agar terlihat seperti gambar aslinya. Manfaat proyeksi perspektif adalah membuat gambar lebih mudah dipahami dan memberikan kesan tiga dimensi untuk gambar teknis. Proyeksi perspektif mengasumsikan bahwa mata atau tatapan manusia benar-benar bertemu pada titik yang sama. Misalnya, gambar yang terlihat seperti kereta bertemu di bagian ujung.

Macam-macam proyeksi perspektif Dalam gambar teknik, yaitu : 

  • Perspektif dengan satu titik hilangSistem perspektif ini digunakan untuk menggambar obyek (benda) yang terletak relatif dekat dengan mata. Karena letak obyek yang cukup dekat, akibatnya mata memiliki sudut pandang yang sempit, sehingga garis-garis batas benda akan menuju satu titik lenyap saja, kecuali bila sejajar dengan horizon dan tegak lurus terhadapnya. Gambar yang demikian sering disebut dengan paralel perspective sebab banyak menggunakan garis-garis bantu yang sejajar horizon dan vertikal. Perspektif satu titik hilang merupakan cara menggambar perspektif yang paling mudah, karena keseluruhan objek pada bidang gambar dapat diukur dengan skala. Walaupun cara ini yang termudah, gambar perspektif satu titik hilang dapat terlihat alami namun juga sangat mudah terdistorsi. Konstruksi perspektif satu titik hilang didasari oleh kenyataan bahwa garis vertikal digambarkan secara vertikal, garis horisontal digambarkan secara horisontal, dan hanya garis-garis yang menunjukkan kedalaman perspektif yang bertemu pada satu titik hilang (kecuali garis-garis melintang yang memiliki sudut selain 0 derajad dan 90 derajad terhadap garis normal/cakrawala). Perspektif satu titik hilang menggambarkan sebuah objek dengan satu titik pedoman yang menghubungkan dengan bidang gambar. Metode ini menggunakan hanya satu titik hilang di mana semua garis perspektif tersebut akan tertuju, serta satu titik ukur yang berperan pula sebagai titik diagonal.
  • Perspektif dengan dua titik hilangSistem gambar ini digunakan untuk menggambarkan benda-benda yang letaknya relatif jauh dan letaknya tidak sejajar (serong) terhadap mata pengamat. Karena posisi pengamat jauh dengan obyek maka sudut pandang mata melebar, akibatnya garis-garis batas benda akan menuju titik lenyap sebelah kiri dan kanan. Gambar ini banyak digunakan untuk desain eksterior. Perspektif dua titik hilang menggambarkan objek dengan menggunakan dua titik hilang yang terletak berjauhan di sebelah kanan dan kiri pada garis cakrawala. Perspektif dua titik hilang memberikan kesempatan untuk menggambarkan sudut terdekat atau terjauh dari sebuah objek atau ruangan. Dalam perspektif dua titik hilang, sudut ruangan atau tepi sebuah objek digambar terlebih dahulu dan dapat digunakan sebagai skala secara horisontal dan vertikal, untuk kemudian ditarik garis dari titik hilang. Seperti dalam perspektif satu titik hilang, garis cakrawala digambarkan secara horisontal dan ditentukan oleh tinggi mata pengamat. Berbeda dari garis cakrawala dan elemen-elemen yang terletak di garis cakrawala, tidak ada garis horisontal yang ditemukan pada perspektif dua titik hilang – kecuali pada objek-objek yang memiliki kemiringan 45 derajad, semua garis yang secara nyata terlihat sejajar horisontal akan terlihat miring menuju ke dua titik hilang. Hanya ada satu garis horisontal dan vertikal yang digunakan sebagai skala pengukuran, yaitu garis horisontal dan vertikal pada sudut terdekat atau terjauh dari objek tersebut (dianjurkan menggunakan garis pada sudut terjauh dari objek tersebut). Perspektif dua titik hilang sangat sulit untuk digambar secara terukur. Bagaimanapun, perspektif dua titik hilang menampilkan gambar yang terlihat lebih alami dengan sedikit distorsi dibanding metode perspektif yang lainnya.
  • Perspektif dengan tiga titik hilangGambar perspektif ini muncul akibat benda/obyek yang diamati jauh di bawah atau ke atas horizon. Oleh karenanya sudut pandang mata melebar ke segala arah. Perspektif ini banyak digunakan untuk menggambar arsitektur bangunan yang serba tinggi. Perspektif tiga titik hilang sangat tidak biasa untuk digunakan pada ilustrasi atau presentasi desain interior. Secara umum, perspektif tiga titik hilang terbentuk dari dua titik hilang yang terletak di garis cakrawala dan satu titik hilang tambahan yang terletak di atas atau di bawah garis cakrawala, segaris lurus secara vertikal dengan titik diagonal, sehingga bila ditarik garis berurutan dari ketiga titik hilang tersebut akan membentuk segitiga sama sisi, yaitu segitiga yang memiliki sudut yang sama, yaitu 60 derajat. Perspektif 3 titik hilang Penggunaan metode tiga titik hilang dapat menyebabkan distorsi yang berlebihan karena hampir semua garis tertuju pada titik hilang-titik hilang. Ini berarti dalam menggambarkan perspektif tiga titik hilang membutuhkan kemampuan visualisasi yang sangat baik. Walaupun begitu, perspektif tiga titik hilang masih dapat diukur, yaitu dengan menggunakan titik diagonal yang berjumlah tiga buah yang terletak di antara ketiga titik hilang. Perspektif tiga titik hilang biasanya digunakan pada benda-benda arsitektural yang berukuran sangat besar, seperti gedung-gedung bertingkat. Hasil yang ditampilkan perspektif tiga titik hilang biasa disebut ‘penglihatan mata burung’ bila titik hilang berada di bawah garis cakrawala, dan ‘penglihatan mata semut’ atau ‘penglihatan mata kodok’ bila titik hilang berada di atas garis cakrawala.

D. ILUSTRASI INDUSTRI

Ilustrasi sebagai seni aplikasi adalah sebuah bidang yang tidak berdiri sendiri, selalu terkait dengan industri lain yang membutuhkannya. Ketika ia mencoba untuk berdiri sendiri, ia akan masuk ke ranah seni rupa murni (fine art). Dan seni rupa murni memiliki dunianya sendiri, dengan distribusi dan pasar yang berlangsung di dalam galeri-galeri seni. Hal ini sepertinya agak kurang disadari oleh para pelakunya sendiri. Dalam konteks ini, pada dasarnya ada dua garis besar tipe artis. Pertama, artis yang sangat lihai dalam merespon sebuah project brief sebagai titik mulai dan mencari solusi visual yang tak terduga. Inilah yang sering disebut sebagai ilustrator. Kedua, artis yang cenderung merasa kebebasannya terkekang jika diberikan brief dan merasa lebih nyaman untuk bisa memulai sebuah karya dari titik mulai mana pun yang ia pilih sendiri. Mereka ini biasanya disebut sebagai seniman murni (fine artist). Berkarya untuk seni itu sendiri (for the sake of art) dan bukan untuk hal lain.

TUGAS MENGGAMBAR TEKNIK MATERI PROYEKSI DAN POTONGAN

05 October 2022 15:41:59 Dibaca : 179

 

NAMA  : Yogi Saputra

NIM      :561422013

PRODI : Teknik Industri

KELAS : A

 

Materi proyeksi dan potongan

1.      PROYEKSI GAMBAR TEKNIK

Proyeksi adalah gambar dari benda nyata atau khayalan, yang dikemas/digambarkan dengan garis-garis pandangan pengamat terhadap suatu bidang datar/ bidang gambar tersebut. Proyeksi juga berfungsi untuk menampilkan wujud benda ke dalam bentuk gambar yang diinginkan. Proyeksi ini sendiri dapat dikelompokkan/diklasifikasi menjadi 2 yaitu proyeksi piktorial dan proyeksi ortogonal.

 A.    Proyeksi Piktorial

Proyeksi piktorial adalah cara menampilkan gambar suatu benda yang mendekati bentuk dan ukuran sebenarnya secara tiga dimensi, dengan satu arah pandangan/tunggal.

  • Proyeksi Aksonometri.

Proyeksi aksonometri merupakan salah satu jenis proyeksi piktorial. Proyeksi ini merupakan proyeksi gambar dimana bidang-bidang atau tepi benda dimiringkan terhadap bidang proyeksi, maka tiga muka dari benda tersebut akan terlihat serentak dan memberikan gambaran bentuk benda seperti sebenarnya.

  • Proyeksi Isometri.

Proyeksi isometri ialah proyeksi yang menampilkan perbandingan pada setiap sumbu yang sama seperti ukuran benda. Dan sumbu isometri memiliki jarak sudut 120° pada setiap sumbunya. Dan besar sudut sumbu x dan y terhadap Garis mendatar adalah 30°.

  • Proyeksi Dimetri.

Proyeksi dimetri merupakan penyempurnaan dari gambar dengan proyeksi isometri, memiliki perbedaan sudut sumbu x dan y terhadap garis mendatar. Memiliki dua skala perpendekan pada dua rusuk dan dan dua sudut yang berpotongan pada satu titik.

  • Proyeksi Trimetri.

Proyeksi trimetri merupakan proyeksi yang berpatokan kepada besarnya sudut antara sumbu-sumbu (x,y,z) dan panjang garis sumbu-sumbu tersebut.

  • Proyeksi Miring (Oblique).

Proyeksi miring merupakan proyeksi gambar dimana garis-garis proyeksi tidak tegak lurus bidang proyeksi, tetapi membentuk sudut sembarang (miring). Permukaan depan dari benda pada proyeksi ditempatkan dengan bidang kerja proyeksi sehingga bentuk permukaan depan tergambar seperti sebenarnya. Jika kedalaman benda sama dengan panjang sebenarnya disebut proyeksi miring cavalier, sedangkan untuk panjang kedalaman yang diperpendek disebut dengan proyeksi miring cabinet.

  • Proyeksi Perspektif.

Proyeksi perspektif merupakan proyeksi piktorial yang terbaik kesan visualnya, tetapi cara penggambarannya sangat sulit dan rumit, apalagi untuk menggambar bagian-bagian yang rumit dan kecil. Pada proyeksi perspektif garis-garis pandangan (garis proyeksi) di pusatkan pada satu atau beberapa titik. Titik tersebut dianggap sebagai mata pengamat. Bayangan yang terbentuk pada bidang proyeksi disebut dengan gambar perspektif.

B.     Proyeksi Ortogonal

Proyeksi ortogonal adalah gambar proyeksi yang bidang proyeksinya memiliki sudut tegak lurus terhadap proyektornya. Proyektor adalah garis-garis yang memproyeksikan benda terhadap bidang proyeksi. Pada proyeksi ortogonal mencakup proyeksi eropa dan proyeksi amerik

  • Proyeksi Eropa

Proyeksi Eropa merupakan jenis proyeksi ortogonal, disebut juga proyeksi sudut pertama atau proyeksi kwadran I. Proyeksi Eropa merupakan proyeksi yang letaknya terbalik dengan arah pandangnya. Trus apa sih maksudnya? Maksud dari peletakannya terbalik dengan arah pandangannya yaitu, pada pelatakan bidang ,jadi bidang gambar, pandangan terhadap benda dari atas ,diletakan pada bagian bawah. bidang gambar benda yang dari arah depan. Sedangkan untuk bidang gambar yang diambil dari arah pandang samping kiri terhadap benda ,diletakan dibagian atas tetap disamping kanan ,dari bidang gambar benda yang dari arah depan. Silahkan cermati gambar.

Intinya pada proyeksi Eropa ini :

1.      Pandangan terhadap benda dari Atas diletakan di Bawah.

2.      Pandangan terhadap benda dari Depan diletakan di Atas.

3.      Pandangan terhadap benda dari arah Kiri diletakan di Kanan.

2.      Proyeksi Amerika

  • Proyeksi Amerika disebut juga proyeksi proyeksi kwadran III atau proyeksi sudut ketiga, perbedaan istilah bergantung dari pemahaman setiap orang. Proyeksi Amerika merupakan proyeksi yang letak bidangnya sama dengan arah pandangannya.

Ini artinya :

1.      Pandangan terhadap benda dari Atas diletakan di Atas.

2.      Pandangan terhadap benda dari Depan diletakan di Bawah.

3.      Pandangan terhadap benda dari Kanan diletakan di Kanan

 

2.      potongan

Dalam Menggambar teknik, kita sering menemukan benda-benda yang mempunyai rongga. untuk mengetahui bentuk rongga dan ukuran dalam rongga tersebut dibutuhkan potongan pada gambar yang berfungsi untuk melihat bagian rongga tersebut. Dalam penggambarannya kita menggunakan garis gores, dimana garis ini menyatakan garis yang tersembunyi

  • .Potongan Meloncat

Potongan meloncat pada gambar teknik adalah sebuah metode pemotongan ( irisan ) yang bertujuan untuk menyatukan dua obyek yang terpotong dan menampilkanya hanya satu potongan saja,cara ini sangat efektif untuk menyederhanakan gambar dan penghematan waktu,potongan-potongan dalam beberapa bidang sejajar dapat disatukan.

  • Potongan Menyudut

Potongan menyudut adalah sebuah metode menampilkan potongan ( irisan ) pada sebuah obyek yang memerlukan dua penjelasan sekaligus walaupun obyek atau bagian tersebut berlawanan arah sumbu koordinatnya,dengan catatan satu bidang potong merupakan potongan utama, sedangkan bidang potongan yang lain menyudut dengan bidang pertama, proyeksi pada bidang terakhir ini, diselesaikan menurut aturan-aturan yang berlaku, diputar dengan berhimpit pada bidang proyeksi pertama.

  • Potongan bidang berdampingan

Potongan bidang berdampingan adalah sebuah metode membuat potongan ( irisan ) terhadap obyek yang memiliki titik sumbu yang sama meskipun arah koordinatnya berbeda atau berubah – ubah.

  • Potongan Separuh

Potongan separuh atau sebagian sering juga dikenal dengan istilah half section adalah sebuah metode potongan ( irisan ) hanya untuk mengetahui atau melihat sebagian obyek saja,ini sering terjadi pada obyek – obyek berbentuk simetrik sehingga sebagian menjadi gambar potongan dan setengahnya lagi sebagai pandangan.

  • Potongan putar

Potongan putar adalah metode pemotongan (irisan) sebuah obyek secara penuh tetapi pada saat penyajianya diputar dan ditempatkan pada area lain,agar tidak terjadi salah persepsi dalam membacanya.

 

 

 

 

pengalaman pkkmb 2022

20 August 2022 11:16:57 Dibaca : 4

pengalaman saya selama pkkmb kemarin cukup menyenangkan dan juga menantang, kenapa demikian? karena pkkmb di lakukan selama 5 hari, yang hari pertama sampai ketiga di tingkat universitas, di hari keempat di tingkat fakultas dan di hari kelima di tingkat jurusan. selama pkkmb di tingkat universitas sangat menyenangkan karena kita di suguhkan berbagai macam hiburan berupa atraksi dari ukm yang ada di ung dan juga ada acara musik dan juga kita di berikan beberapa materi.

waktu pkkmb tingkat fakultas dan jurusan menurut saya sangat menantang berhubung saya mengambil jurusan teknik jadi pkkmb tingkat fakultas dan jurusan sangat menantang karena kami di ajarkan untuk saling menjaga kekompakan dan juga bagaimana cara menghormati orang lain. mungkin itu saja pengalaman saya selama pkkmb.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong