Mandikan Kucing

07 March 2013 18:55:29 Dibaca : 540

Seorang budak lelaki berusia lingkungan 8 tahun membeli sekotak sabun dari sebuah kedai runcit...

Pekedai: Banyak sangat ke pakaian yang hendak dibasuh?

Budak: Saya nak mandikan kucing...

Pekedai: Eh, tak boleh gunakan sabun ni... Sabun ni terlalu kuat untuk kucing... silap-silap kucing kamu boleh mati...

Budak itu terus berlalu setelah membayar harga sabun... Seminggu kemudian, budak itu kembali ke kedai runcit tersebut...

Pekedai: Bagaimana kucing kamu?

Budak: Mati...

Pekedai: Bukan Pak Cik dah kata....

Budak: Tapi saya tak fikir sabun itu yg membunuhnya...

Pekedai: Habis, siapa yang membunuhnya?

Budak: Mesin basuh tu... ia berpusing terlalu laju...

Peguam Dan Saksi

07 March 2013 18:53:34 Dibaca : 472

Di dalam sebuah sebuah mahkamah yang sedang membicarakan kes pembunuhan. Seorang peguam sedang menyoal seorang saksi penting.

Peguam : Awak kenal ini? (sambil menunjukkan gambar mangsa pembunuhan)

Saksi : Kenal tuan.

Peguam : Boleh awak beritahu kepada kami?

Saksi : Itu gambar..., tuan.

Peguam : Bukan, maksud saya orang dalam gambar ni.

Saksi : Oh, itu gambar seorang perempuan, tuan.

Peguam : (mula tension) Yang aku nak tau nama dia lah bukannyer lelaki ke perempuan!

Saksi : Nama dia Saodah bte Sameon, tuan.

Peguam : Bila kali terakhir awak melihatnya? (meletakkan semula gambar itu di mejanya)

Saksi : Baru kejap tadi tuan.

Peguam : Hahhh!!? Bagaimana awak boleh lihatnya kejap tadi?

Saksi : Sebab tadi tuan tunjukkan gambar tu pada saya.

Peguam : Bukanlah, maksud saya sebelum saya menunjukkan gambar tu.

Saksi : Tak pernah tuan. Saya tak pernah lihat gambar tu sebelum ni.

Peguam : Aku bukan bercakap pasal gambar nieee!!! Aku bercakap pasal mangsa!!! (sambil menikam pennya pada gambar tersebut)

Saksi : Oh! Kali terakhir saya nampak ialah ketika mangsa ditikam, tuan.

Peguam : Boleh kamu tunjukkan siapakah yang menikamnya yang berada dalam mahkamah ini. Adakah lelaki yang berada di kandang tertuduh itu? (sambil mengusap dadanya kerana terlalu bengang)

Saksi : Bukan. (tangannya kemudian ditunjukkan pada peguam tersebut)

Peguam : Hahhh!!! Kenapa awak tunjuk pada saya!!?

Saksi : Baru kejap tadi saya nampak tuan tikam gambar tu dengan pen tuan.

Peguam : ARGHHHHH!!! APA YANG KAU MEREPEK NI SYAITANNN!!! AKU BUKAN CAKAP PASAL GAMBAR TU!!! AKU CAKAP PASAL MANGSA YANG KENA BUNUH TU LAHHHHH!!!!!

Pukul Anak

07 March 2013 18:51:47 Dibaca : 423

Seorang nenek memukul bontot cucunya yang telah melakukan perbuatan yang tak sepatutnya...

Tiba-tiba ayah budak tersebut telah ternampak.... nak berdiam diri kesian pulak pada anaknya.. nak masuk campur.. tak berani...

Lalu setiap kali nenek itu mengayun rotan memukul bontot cucu, si ayah juga bertindak menampar muka sendiri.

Melihat tindakan si ayah yang agak pelik, si nenek segera berhenti memukul cucunya dan bertanya dengan penuh kehairanan pada si ayah.

"Kenapa engkau menampar muka sendiri?"

Jawab si ayah
"Anakku dipukul orang ... dan untuk membalas perbuatannya itu, aku telah memukul anak orang itu."

TANAMAN HORTIKULTURA

07 March 2013 18:49:55 Dibaca : 726

1. Pengertian
Hortikultura berasal dari Bahasa Latin yang terdiri dari dua patah kata yaitu hortus (kebun) dan culture (bercocok tanam). Hortikultura memiliki makna seluk beluk kegiatan atau seni bercocok tanam sayur-sayuran, buah – buahan atau tanaman hias.

Tanaman Hortikurtura memiliki beberapa fungsi yakni: sebagai Sumber bahan makanan, Hiasan/keindahan, dan juga Pekerjaan. Hortikultura terbagi atas 4 bagian yaitu: Sayur-sayuran, Buah-buahan, tanaman Hias, dan tanaman obat. Ilmu hortikultura berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan lainnya, seperti teknik budidaya tanaman, mekanisasi, tanah dan pemupukan, ilmu cuaca, dan sebagainya.

Pada umumnya budidaya hortikultura diusahakan lebih intensif dibandingkan dengan budidaya tanaman lainnya. Hasil yang diperoleh dari budidaya holtikultura ini per unit areanya juga biasanya lebih tinggi. Lebih lanjut dikatakan tanaman holtikultura memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan manusia. Misalnya tanaman hias berfungsi untuk member keindahan (aestetika), buah – buahan sebagai makanan, dan lain-lain. Holtikultura berinteraksi dengan disiplin ilmu lainnya seperti kehutanan, agronomi, dan ilmu terapan lainnya.

1.1.2 Penggolongan Hortikultura
Hortikultura dikelompokkan dalam 4 kategori yaitu:
1. Tanaman Buah-buahan,
Yaitu : kelompok tanaman ini memiliki keanekaragaman morfologi, seperti ada yang berbentuk :pohon (misalnya rambutan, mangga, durian, jeruk, dan sebagainya), atau bentuk semak markisa).
2. Tanaman sayuran,
Yaitu : tanaman ini merupakan tanaman hortikultura yang utama. Sayuran juga dapat diklasifikasikan atas bagian apa dari sayuran tersebut yang dapat digunakan. Bagian tanaman tersebut dapat berasal dari daun, tangkai daun, umbi, batang, akar, bunga, buah ataupun biji.
Berbeda dengan tanaman buah - buahan, sayuran memiliki umur yang relatif singkat. Tanaman ini umumnya dikonsumsi dalam bentuk segar, oleh karenanya proses penanganannya lebih spesifik dibandingkan dengan hortikultura lainnya.
3. Tanaman Hias,
Manfaat dari tanaman hias ini adalah meningkatkan aestetika lingkungan.
Budidaya tanaman ini dapat dilakukan pada ruang terbuka maupun didalam ruangan.
4. Lanskap arsitektur,
Lanskap menggunakan tanaman tertentu yang dipadukan dengan elemen elemen lainnya untuk menghasilkan pemandangan yang indah. Aspek utama dalam lanskap arsitektur ini adalah penutupan permukaan tanah yang umumnya diwakili dengan rumput. Lanskap arsitektur sedemikian pentingnya karena dapat memuaskan masyarakat yang melihatnya dan berpengaruh terhadap efek fisiologis manusia.

1.1.3 Ciri – ciri tanaman hortikultura
Ciri – ciri Hasil tanaman hortikultura mempunyai sifat khusus yaitu sebagai berikut :
- Produksinya musiman, beberapa diantaranya tidak tersedia sepanjang tahun, contohnya :
Durian, Langsat, Rambutan, Manggis dan lain sebagainya.
- Memerlukan voleme (ruangan) yang besar, menyebabkan ongkos angkut menjadi besar pula
dan harga pasar menjadi tinggi.
- Memiliki daerah penanaman (geografi) yang sangat spesifik atau menuntut Agroklimat
tertentu, contoh : Jeruk Tebas, Durian Balai Karangan, Langsat Punggur, Duku Palembang,
Jeruk Garut, Mangga Indramayu, Markisa Medan, Rambutan Parit Baru, Nenas Palembang
dan lain sebagainya.
- Memiliki nilai estetika, jadi harus memenuhi keinginan masyarakat umum. Keadaan ini sangat
sulit karena tergantung pada cuaca, serangan hama dan penyakit, namun dengan biaya
tambuhan kesulitan itu dapat diatasi.
- Mudah / cepat busuk, tetapi selalu dibutuhkan setiap hari dalam keadaan segar. Sejak panen
sampai pasar memerlukan penanganan secara cermat dan efisien karena akan mempengaruhi
kualitas dan harga pasar.

1.1.4 Perbanyakan tanaman hortikultura
Digolongkan atas dua cara yaitu
- Perbanyakan generatif adalah perbanyakan yang menggunakan biji
- Perbanyakan vegetative,
Perbanyakan vegetatif buatan Perbanyakan vegetatif buatan terjadi dengan bantuan manusia. Beberapa perbanyakan vegetatif buatan adalah :
Cangkok, Stek batang, Runduk,Setek daun,Tempel (okulasi), dan Sambung pucuk (enten).

a. Cangkok,
Jenis tumbuhan yang biasa dicangkok pohon buah – buahan misalnya mangga, jeruk, dan lainlain. Umumnya jenis tumbuhan berkayu

b. Setek batang,
Potongan batang tumbuhan yang hendak di setek harus mempunyai sebuah mata sebagai bakal tunas. Potongan batang ini umumnya merupakan batang yang sudah cukup tua.

c. Runduk,
jenis tumbuhan yang dapat dikembangbiakan dengan runduk sangat sedikit. Tumbuhan itu mempunyai batang yang panjang dan lentur. Tumbuhan yang dapat dikembangbiakan dengan cara merunduk misalnya melati , alemanda, apel, dan lain2

d. Setek daun,
umumnya diterapkan pada tanaman hias misalnya begunia. Daun yang disetek ini harus cukup tua, dan tanah yang digunakn sebagai media tumbuh harus gembur dan lembab. Perkembangbiakan dengan setek daun ini dilakukan dengan meletakkan daun yang sudah dipilih tadi diatas permukaan tanah. Beberapa hari kemudian tumbuh tunas baru yang kemudian dapat dipindahkan ketempat lain.

e. Tempel (okulasi),
cara perbanyakkan ini dilakukan dengan menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan lain. Setiap tumbuhan itu mempunyai sifat yang berbeda. Batang dan tunas yang diokulasi berasal dari dua tumbuhan. Batang yang ditempel merupakan tumbuhan yang mempunyai akar dan batang yang kuat.

f. Sambung pucuk (enten),
Sambung pucuk merupakn penyatuan pucuk dengan batang bawah. Pucuk dan batang bawah yang disambung itu berasal dua tumbuhan. Sambung pucuk dapat menghasilkan tanaman yang lebih baik mutunya. Bila dibandingkan dengan okulasi, ternyata sambung pucuk lebih cepat menghasilkan. Cara sambung pucuk dapat dilakukan terhadap tanaman hias, buah-buahan, dan perkebunan. Sambung pucuk dilakukan secara sederhana. Batang bawah diperoleh dari semaian biji. Pucuk diambil dari cabang tumbuhan yang mempunyai sifat- sifat baik seperti berbunga indah dan berbuah manis, atau lainnya. Pucuk kemudian disambung dengan batang bawah . Penyambungan dilakukan dengan menggunakan tali plastic.

- Teknik Budidaya Sayuran
Permintan akan sayuran terus meningkat, sejalan dengan peningkatan kebutuhan karena
pertambahan jumlah penduduk, juga disebabkan oleh peningkatan kesadaran akan manfaat mengkonsumsi sayuran. Keberhasilan industri sayuran tergantung pada beberapa factor yaitu: Ketersediaan benih unggul, kualitas produk,pemasakan produk, ketepatan waktu antara panen dan sampainya produk kepada konsumen, dan juga distributor atau pedagang perantara..

Beberapa hal perlu diperhatikan dalam melaksanakan budidaya sayuran yaitu :.
- Sayuran dikonsumsi dalam bentuk segar
- Sayuran memerlukan penanganan khusus
- Sayuran dengan nilai ekonomi tinggi
- Persaingan internasional

Adat kematian Jawa

07 March 2013 18:39:40 Dibaca : 801
  • Kematian Mendhak

Tradisi Mendhak adalah salah satu ritual dalam adat istiadat kematian budaya Jawa. Upacara tradisional Mendhak dilaksanakan secara individu atau berkelompok untuk memperingati kematian seseorang. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk upacara tradisional Mendhak adalah sebagai berikut: tumpeng, sega uduk, side dishes, kolak, ketan, dan apem. Kadang-kadang, sebelum atau sesudah upacara Mendhak dilaksanakan, sanak keluarga dapat mengunjungi makam saudara mereka.

Upacara tradisional ini dilaksanakan tiga kali dalam seribu hari setelah hari kematian: pertama disebut Mendhak Pisan, upacara untuk memperingati satu tahun kematian (365 hari); kedua disebut Mendhak Pindho sebagai upacara peringatan dua tahun kematian; ketiga disebut sebagai Mendhak Telu atau Pungkasan atau Nyewu Dina, yang dilaksanakan pada hari ke seribu setelah kematian.

Menurut kepercayaan Jawa, setelah satu tahun kematian, arwah dari saudara yang diperingati kematiannya tersebut telah memasuki dunia abadi untuk selamanya. Menurut kepercayaan juga, untuk memasuki dunia abadi tersebut, arwah harus melalui jalan yang sangat panjang; oleh karena itu penting sekali diadakannya beberapa upacara untuk menemani perjalanan sang arwah.

  • Kematian surtanah

Tradisi kematian dalam adat Jawa salah sataunya adalah Upacara Surtanah yang bertujuan agar arwah atau roh orang mati mendapat tempat yang layak di sisi Sang Maujud Agung.

Perlengkapan upacara: – Golongan bangsawan: tumpeng asahan lengkap dengan lauk, sayur adem (tidak pedas), pecel dengan sayatan daging ayam goreng/panggang, sambal docang dengan kedelai yang dikupas, jangan menir, krupuk, rempeyek, tumpeng ukur-ukuran, nasi gurih, nasi golong, dan pisang raja. – Golongan rakyat biasa: tumpeng dengan lauknya, nasi golong, ingkung dan panggang ayam, nasi asahan, tumpeng pungkur, tumpeng langgeng, pisang sajen, kembang setaman, kinang, bako enak dan uang bedah bumi.

Upacara ini diadakan setelah mengubur jenazah yang dihadiri oleh keluarga, tetangga dekat, dan pemuka agama.

  • Upacara nyewu dina

Inti dari upacara ini memohon pengampunan kepada Tuhan. Perlengkapan upacara: – Golongan bangsawan: takir pentang yang berisi lauk, nasi asahan, ketan kolak, apem, bunga telon ditempatkan distoples dan diberi air, memotong kambing, dara/merpati, bebek/itik, dan pelepasan burung merpati. – Golongan rakyat biasa: nasi ambengan, nasi gurih, ketan kolak, apem, ingkung ayam, nasi golong dan bunga yang dimasukan dalam lodong serta kemenyan.

Upacara tersebut diadakan setelah maghrib dan diikuti oleh keluarga, ulama, tetangga dan relasi.

  • Upacara Brobosan

Salah satu upacara tradisional dalam adat istiadat kematian jawa adalah upacara Brobosan. Upacara Brobosan ini bertujuan untuk menunjukkan penghormatan dari sanak keluarga kepada orang tua dan leluhur mereka yang telah meninggal dunia. Upacara Brobosan diselenggarakan di halaman rumah orang yang meninggal, sebelum dimakamkan, dan dipimpin oleh anggota keluarga yang paling tua.

Tradisi Brobosan dilangsungkan secara berurutan sebagai berikut:

1) peti mati dibawa keluar menuju ke halaman rumah dan dijunjung tinggi ke atas setelah upacara doa kematian selesai,

2) anak laki-laki tertua, anak perempuan, cucu laki-laki dan cucu perempuan, berjalan berurutan melewati peti mati yang berada di atas mereka (mrobos) selama tiga kali dan searah jarum jam,

3) urutan selalu diawali dari anak laki-laki tertua dan keluarga inti berada di urutan pertama; anak yang lebih muda beserta keluarganya mengikuti di belakang.

Upacara tradisional ini menyimbolkan penghormatan sanak keluarga yang masih hidup kepada orang tua dan leluhur mereka.