Luncurkan Forpeace, Mendes PDTT Tiba di Gorontalo Hari Ini
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar akan mengadakan kunjungan kerja di Gorontalo, hari ini, Jumat (18/9/2020).
Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Eduart Wolok mengatakan, agenda utama Mendes PDTT di Provinsi Gorontalo tersebut dalam rangka meluncurkan Forum Pemuka Masyarakat Cinta Desa (Forpeace) di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato.
“Rencananya besok (Sabtu) Mendes PDTT bapak Abdul Halim Iskandar akan meluncurkan Forpeace di Desa Banuroja. Agenda peluncuran Forpeace ini juga dirangkaikan degan pelaksanaan Hari Perdamaian Internasional,” kata Eduart.
Eduart menambahkan, rencananya Mendes PDTT akan meluncurkan FORPEACE bersama Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dan Wakil Kepala BPIP, Hariyono.
“Untuk kegiatan hari ini pak Menteri akan bertemu dengan Pendamping Desa se-Provinsi Gotontalo di Ballroom Hotel Damhil UNG,” sambung Eduart.
Kunjungan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar ke Provinsi Gorontalo akan berlangsung selama 3 hari sampai dengan tanggal 20 September mendatang.(adv/Narto)
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO TOPANG PENDIDIKAN DI INDONESIA TIMUR UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO TOPANG PENDIDIKAN DI INDONESIA TIMUR
Bandung, UPI
Dalam rangka menopang pendidikan di Indonesia Timur, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus berupaya untuk meningkatkan perannya dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran dalam melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas secara berkelanjutan.
Demikian ungkap Wakil Rektor I Bidang Akademik UNG Prof. Dr. Ir. Mahludin H. Baruwadi, M.P., ketika ditemui usai melakukan Diskusi Tentang Best Practice Kebijakan Akademik, Pola Pembinaan/Pengembangan Kemahasiswaan dan Implementasi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), yang bertempat di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung University Center, Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Rabu (28/3/2018).
Lebih lanjut dikatakan,”Universitas Negeri Gorontalo belajar banyak hal dari UPI, salah satu contohnya di UNG belum diterapkannya Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Tahun ini kita akan mulai menerapkannya, oleh karena itu kami belajar ke UPI untuk memperoleh bahan refensi. Kita harapkan terdiseminasinya apa-apa yang sudah terlaksana di UPI.”
Bagi UNG, UPI merupakan kiblat untuk beberapa kegiatan terkait pelaksanaan akademik terutama bidang kurikulum dan kemahasiswaan, tegasnya. Dosen-dosen UNG mayoritas alumni dari UPI, bahkan ada diantaranya merupakan pimpinan dan guru besar UNG. UPI menjadi tolak ukur dalam mengembangkan pendidikan.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., atas nama lembaga mengapresiasi keberhasilan UNG dalam upayanya mendapatkan akreditasi kelembagaan dengan predikat A.
Dikatakannya,”Bagi UPI, kunjungan yang dilakukan oleh Universitas Negeri Gorontalo merupakan suatu hal yang positif sebagai sesama LPTK, dan ini adalah sebuah kepercayaan dari UNG atas pengalaman yang kami miliki, dan tidak ada salahnya kita juga mengeksplorasi pengalaman mereka.”
Saat ini UPI sudah berbasis online, ujarnya, 98% sudah patuh, sisanya 2% tidak patuh karena faktor non teknis. UPI memiliki 78 program studi, termasuk 3 prodi baru yaitu Kewirausahaan, Survey Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG), dan Desain Komunikasi Visual (DKV), ditambah 55 prodi di Sekolah Pascasarjana, jadi total ad 148 prodi, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 37.000 orang termasuk mahasiswa SPs, mendekati target 38.000 mahasiswa yang dibebankan oleh Kemenristekdikti.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. Fence M Wantu, SH, MH., serta jajarannya, demikian pula UPI. (dodiangga)
Universitas Negeri Gorontalo
Universitas Negeri Gorontalo atau yang disingkat UNG merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) di Gorontalo yang berdiri pada 1 September 1963.
Keberadaan Universitas Negeri Gorontalo dimulai dari Junior College FKIP Universitas Sulawesi Utara-Tengah (UNSULUTTENG) Manado di Gorontalo berdasarkan surat keputusan pejabat Rektor UNSULUTTENG Nomor 1313/II/E/63 tanggal 22 Juni 1963, Cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo.
Kemudian pada 1964 berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado dan pada tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.
Lembaga ini juga pernah menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo.
Barulah pada 1993 lembaga ini berdiri sendiri dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo.
Kemudian pada 2001, status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. (1)
Perubahan IKIP Negeri Gorontalo menjadi Universitas Negeri Gorontalo ditetapkan dengan surat Keputusan Presiden RI nomor 54 tahun 2004 tanggal 23 Juni 2004.
Hari lahir UNG ditetapkan sama dengan lahirnya cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo yaitu, tanggal 1 September 1963 sebagaimana dinyatakan dalam surat keputusan menteri PTIP nomor 67 tahun 1963 tanggal 11 Juli 1963. (2)