Catatan Hati Seorang MABA

18 September 2020 23:09:52 Dibaca : 40

Ospek itu gimana sih? Apa Ospek itu sama seperti MOS ketika di SMA?” pertanyaan seorang mahasiswa baru yang akan menghadapi Ospek pada esok hari. “Mungkin pertanyaanmu itu tak perlu dijawab, nanti kamu merasakan sendiri bagaimana ospek itu” jawaban ini membuat mahasiswa itu penasaran dan ingin segera menghadapi yang namanya ospek.

Mungkin ospek itu sama saja seperti Mos ketika SMA, atau mungkin seperti ospek di film-film, ada senior dan junior terus dibentak-bentak gak jelas suruh ini suruh itu. Mahasiswa itu sedikit menerka-nerka. Bagaimana ospek itu bisa dirasakan sendiri besok. Pada malam itu, mahasiswa itu dengan penuh semangat segera mempersiapkan segala penugasan yang harus dibawa besok.

Dinginnya suasana pagi itu, sebelum matahari menunjukan sinarnya mahasiswa itu sudah bergegas berangkat manuju kampus dengan perlengkapan yang dipakainya semua orang bisa menebaknya bahwa ia adalah mahasiswa baru yang akan melaksanakan ospek.

Setelah sampai kampus mahasiswa itu kembali mengecek penugasannya bersama teman satu gugusnya. Tak lama kemudian para pemandu menyuruh semua mahasiswa itu segera berkumpul dan berbaris. Datanglah Pemandu kedisiplinan yang akan mengecek penugasan yang mahasiswa bawa.

“Perhatian, bagi mahasiswa yang sakit atau tidak tahan bentakan silahkan memisahkan diri. Tidak ada pengulangan” Kata-kata ini terdengar begitu sangar. Tegas. Sangatlah tegas.

“Eh lihat nih tanganku gemetar sekali takut melihat wajah-wajah sangar itu” Ucap teman disampingku sambil menunjukan tangannya yang gemetar itu.

“Sudah, jangan kamu lihat wajahnya, menunduk aja” Saranku kepadanya.

“ Tapi tetap aja terdengar suara yang sangar itu” Sambil berbisik

“ Ya sudah kamu tutup mata dan telingamu” Candaku sambil tertawa kecil.

Singkat cerita

Setelah lima hari mahasiswa itu mengerti dan bisa merasakan bagaimana yang namanya ospek. lima hari yang lalu mahasiswa itu masih mempertanyakan apa itu ospek tapi saat ini sudah mengerti. Ternyata ospek itu ya seperti itu. Seperti itu bagaimana? Susah menceritakannya. Hanya bisa dirasakan.

Ospek itu rasanya seperti mau menghadapi ujian dimana harus mempersiapkan diri seperti belajar dan menjaga kesehatan, pada pelaksanaannya ada rasa takut, cemas ataupun gerogi terkadang keluar keringat dingin saking geroginya, yah begitu juga dengan ospek, sebelum pelaksanaannya harus ada persiapan seperti menyiapkan penugasan dan juga menjaga kesehatan dan pada pelaksanaannya pun ada rasa takut, cemas dan rasa lelah yang selalu menyelimuti, tapi pada akhirnya semua itu akan berbuah manis. Ospek itu suatu gambaran untuk menghadapi dunia perkuliahan yang harus tepat waktu, harus bisa mandiri, banyak tugas-tugas dan harus punya rasa tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa.

 

Haripertama kuliah

“ Bu hari ini pertama masuk kuliah dan aku sudah merasakan namanya bangku kuliah dan sekarang aku sudah jadi mahasiswa, Bu. Ternyata sangat beda ketika di bangku SMA dan sekarang ini, hari pertama saja sudah ada tugas ” Berbinar matanya ketika berbicara kepada ibunya yang jauh disana.

“ Iya nak, ibu bangga kamu sudah bisa seperti ini sudah jadi mahasiswa. ketika belajar sudah di jenjang yang lebih tinggi pasti akan ada perbadaannya dan pastinya itu lebih berat. Tapi percayalah kamu bisa. Doa ibu selalu menyertaimu nak. Ingat pesan ibu jangan banyak mengeluh jika banyak tugas itu wajar karena kamu sekarang bukan Siswa lagi tapi sekarang kamu adalah seorang mahasiswa, sebanyak apapun sesulit apapun tugasnya kerjakanlah dengan sengang”.

 

UNG Sebagai Kampus Peradaban

18 September 2020 23:07:44 Dibaca : 15

Biasanya kampus-kampus ternama berada di kawasan Indonesia bagian barat, terutama di Pulau Jawa. Nggak heran ada banyak orang dari wilayah Indonesia bagian tengah dan timur yang rela tinggal jauh dari keluarganya demi mendapat pendidikan terbaik.

Tapi masa sih tidak ada kampus berkualitas di Indonesia Timur? Jawabannya, ada. Salah satu buktinya, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang ada di Provinsi Gorontalo. Untuk kamu yang tinggal di sekitar Sulawesi atau ingin merasakan dunia kuliah di Indonesia Timur, kampus ini bisa kamu pertimbangkan.

Yuk, perluas wawasan kamu dengan mengenal Universitas Negeri Gorontalo. Berikut delapan hal yang harus Quipperian tahu tentang Universitas Negeri Gorontalo.

Sejarah Singkat UNG

18 September 2020 23:04:59 Dibaca : 12

Universitas Negeri Gorontalo, disingkat UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1963. Mulanya Universitas ini diberi nama Junior College, dan menjadi bagian dari FKIP UNSULUTENG. Tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.

Tahun 1982 lembaga ini menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam RatulangiManado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo. Lembaga ini resmi berdiri sendiri berdasarkan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo.

Tahun 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. Dan akhirnya, pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004.

Universitas Negeri Gorontalo membuka pintu selebar-lebarnya bagi segala upaya pengembangan martabat manusia melalui riset-riset. Paradigma piramida terbalik yang didorong oleh Rektor Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd sangat mengutamakan program-program yang bisa lebih mendorong jurusan/prodi untuk bisa lebih mandiri, kreatif dan inovatif.

Berdasarkan hasil akreditasi institusi oleh Badan Akreditasi Perguruan Tinggi tahun 2018, mengukuhkan Universitas Negeri Gorontalo masuk sebagai jajaran Perguruan Tinggi terbaik dengan perolehan akreditasi A. Pada tahun 2017, menempatkan Universitas Negeri Gorontalo pada peringkat 50 berdasarkan peringkat 100 besar Perguruan Tinggi Indonesia Non Politeknik oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Republik Indonesia. Selain itu berdasarkan data Peringkat Universitas di Dunia versi Webometrics tahun 2018, menempatkan Universitas Negeri Gorontalo pada peringkat 154 (Asia Tenggara) dan 42 (Indonesia).[3]

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong