ARSIP BULANAN : September 2020

PENJELASAN LOGO UNG

18 September 2020 22:51:42 Dibaca : 23

UNG adalah singkatan atau kependekan dari Universitas Negeri Gorontalo yang merupakan perguruan tinggi (universitas) negeri yang ada di daerah Gorontalo.

UNG (Universitas Negeri Gorontalo) berdiri sejak tanggal 1 September 1963 namun belum menyandang nama Universitas Negeri Gorontalo. Nama Universitas Negeri Gorontalo itu sendiri resmi di gunakan pada 23 Juni 2004 yang di resmikan oleh Presiden Megawati.

Alamat UNG (Universitas Negeri Gorontalo) : Jalan Jnd. Sudirman Nomor : 6, Dulalowo Timur, Kota Gorontalo, Indonesia. Kode pos UNG (Universitas Negeri Gorontalo) : 96128

 Keterangan Logo:

1.     Kurva segi lima sama sisi adalah ornamen khas daerah Gorontalo melambangkan lima sila dari dasar negara pancasila yang menjadi azas UNG, serta lima                   sendi peradaban Gorontalo yang disebut {Payu Limo to Talu, Lipu Pei Hulalu}

2.     Kerangka bunga teratai yang telah mekar penuh mengandung harapan UNG akan menghasilkan SDM yang utuh dan berkualitas.

3.     Lingkaran bola dunia melambangkan komitmen untuk mencapai visi, misi dan tujuan UNG, sedangkan warna biru melambangkan keamanan dan perdamaian.

4.     Buku berwarna putih yang terbuka memiliki makna sikap terbuka dan semangat yang tinggi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya.

5.     Pena berbentuk ornamen lima mata melambangkan antara ilmu agama, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya merupakan satu kesatuan yang utuh                  dalam dunia pendidikan.

6.     Mahkota raja berwarna hitam dengan hiasan kuning emas melambangkan kebudayaan, keteguhan dan kejayaan suatu martabat. 23 butir emas melambangkan hari bersejarah masyarakat Gorontalo, di mana tanggal 23 Januari 1942 sebagai hari kemerdekaan masyarakat Gorontalo dan sekaligus tanggal 23 Juni 2004 hari peresmian UNG oleh Presiden RI.

7.     Sayap burung Maleo berwarna jingga melambangkan semangat juang yang tinggi serta gerakan dinamis civitas akademika dalam mengembangkan UNG

 

 

 

 Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok menegaskan arah baru universitas yang dipimpinnya, dengan mendeklarasikan Kampus Merah Meron UNG sebagai Kampus Kerakyatan. Deklarasi ini dilakukan dalam Perayaan Dies Natalis ke 57.

Perayaan dies natalis tahun ini menjadi momen spesial bagi seluruh Civitas Akademika UNG. Menurut Eduart, UNG mesti menjadi Kampus Kerakyatan. Dengan begitu kata dia, kampus tidak berada di menara gading ilmu pengetahuan.

“Kenapa kampus kerakyatan? Sebab, fokus UNG kedepan adalah membangun ekosistem akademik yang berbasis pada kawasan perdesaan, khususnya di kawasan Teluk Tomini dan Utara Indonesia,” kata Eduart.

“Menyebut desa berarti sangat dekat dengan rakyat, maka kampus kerakyatan bukan saja jargon, tapi juga pilar penting bagi UNG dimasa akan datang,” tambahnya.

Dimomentum Dies Natalis tahun ini juga kata Eduart, untuk merefleksi sejauhmana kiprah UNG, apakah terasa di rakyat atau tidak, apakah hasil riset dan pengabdian masyarakat bisa bermanfaat atau tidak.

“Kita tak bisa lagi berumah diatas awan, kita harus “turun ke bumi”, ke realitas masyarakat. Kita harus dekat dengan rakyat, jangan lagi ada jarak dengan masyarakat. Kita harus hadir di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Eduart.

Melalui cara itu, kontribusi UNG terhadap kawasan teluk tomini akan menjadi luar biasa.

 

 

 

 

 

 

 

Prodi Kesehatan Masyarakat Raih Akreditasi B

18 September 2020 22:45:45 Dibaca : 14

GORONTALO - Proses hasil akreditasi sejumlah Program Studi (Prodi) di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo terus menunjukkan hasil positif. Kali ini kabar menggembirakan terkait akreditasi datang dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan, yang berhasil menorehkan pencapaian akreditasi B untuk Prodi Kesehatan Masyarakat.

"Alhamdulillah berdasarkan hasil visitasi Prodi Kesmas yang dilakukan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) Indonesia pertengahan Desember tahun 2016 kemarin, berhasil memperoleh akreditasi B," ungkap Dekan FOK Dr. Lintje Boekoesoe, M.Kes, saat diwawancarai, Rabu (4/1), di Ruang kerjanya.

Pencapaian Akreditasi kata Dr. Lintje, telah sesuai dengan target yang diharapkan oleh civitas akademika FOK khususnya Prodi Kesmas. Dan hasil ini secara tidak langsung menjadikan Prodi Kesmas UNG sebagai satu-satunya Prodi Kesehatan di Gorontalo yang telah terakreditasi oleh LAM-PTKes.

Diakui Dr. Lintje, Prodi Kesmas dinilai oleh para Assesor layak untuk bisa memperoleh akreditasi A, karena kualitas yang dimiliki hingga sarana dan prasarana sudah sangat bagus. Hanya saja, terdapat satu item yang belum dimiliki oleh Prodi Kesmas UNG yakni guru besar pada Prodi tersebut.

 "Kedepannya kekurangan ini akan terus kita lengkapi untuk bisa meraih Akreditasi terbaik. Dan ditahun ini kita menargetkan 3 Dosen Kesmas untuk segera memperoleh gelar Guru Besar," harapnya.

Lebih lanjut dikatakan Dr. Lintje, dengan terpenuhinya akreditasi B tersebut, Prodi Kesmas memiliki kesempatan untuk membuka Prodi Pascasarjana untuk Kesehatan Masyarakat. "Insya Allah pendaftaran mahasiswa baru untuk Pascasarjana Kesmas direncanakan dibuka pada awal semester ganjil tahun akademik 2017-2018," terangnya.

Sementara itu Ketua Jurusan Kesmas Dr. Sunarto Kadir, M.Kes, mengaku bangga dengan pencapaian Akreditasi Prodi Kesmas yang telah sesuai target. Menurutnya pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan seluruh civitas akademika Prodi Kesmas, Fakultas maupun pimpinan UNG. (wahid)

 

 

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong