integrasi ekologi,ekonomi dan sosial

18 November 2014 18:30:33 Dibaca : 1809

Nama :Dafit tamau

Pengantar integrasi ekologi,ekonomi, dan sossial
Akankah prinsip dan praksis ekonomi dapat dipertemukan dengan ekologi, di tengah arus perubahan peradaban global mondial? Bila ekonomi identik dengan akumulasi dan ekologi berkaitan dengan keseimbangan, dapatkah keduanya dikawinkan? Tulisan ini menganalisis berbagai perkembangan setelah dipicu revolusi industri, yang menunjukkan ledakan penduduk yang amat mencengangkan dan berbagai dampaknya pada lingkungan.

Setelah memasuki abad industri mekanik, peradaban manusia. telah merambah babakan baru informasi digital yang lebih dahsyat mempengaruhi kehidupan di berbagai pelosok dunia. Kita perlu mempelajari apa. yang telah terjadi dan dampak ikutan yag menyertai selama gegap-gempita peradaban industrialisasi mekanik, sambil memprediksi berbagai kemungkinan yang akan terjadi ketika melintasi peradaban informasi digital menuju masa. depan.

Jumlah manusia penghuni planet burni ini telah mencapai angka enam milyar, suatu angka. yang berlipat ganda bila kita tengok jumlah penduduk satu abad silam. Pertanyaan yang mendasar adalah, bila keeenderungan pertumbuhan penduduk masih terus meningkat ditambah dengan tingkat konsumsi dan gaya hidup materialistis manusia. modern, apa yang akan terjadi pada satu abad mendatang?

Ledakan Penduduk

Peradaban manusia berubah dengan cepat dan mendasar, terutama setelah abad pertengahan. Dimulai dengan Renaissance (awal 1300-an sampai awal 1600-an) yang kemudian diikuti abad Pencerahan atau Enlightment (awal 1700-an sampai pertengahan 1700-an) serta abad Revolusi Industri (pertengahan 1700-an sampai pertengahan 1800-an). Abad Renaissance diawali dengan gerakan kebudayaan mencakup berbagai kesenian yang hidup di masyarakat sebagai penggerak dinamika perkembangan zaman. Berbagai pandangan baru dan penemuan-penemuan empiris ilmu pengetahuan membongkar berbagai kemapanan tradisi Berbagai penemuan yang mendasari peradaban baru, cukup mencengangkan masyarakat pada zamannya, sehingt menimbulkan berbagai ketegangan dan perseteruan paham di kalangan para penganut tradisi dan penemu baru. Berbagai penernuan baru tersebut menggerakkan masyarakat yang selama ini di bawah kungkungan kegelapan dogma, seperti memperoleh pencerahan. Masyarakat menjadi lebih terbuka dan tergerak untuk mengembangkan pemikiran dan menguji temuan-temuan baru. Pada tahun 1769, James Watt mencatatkan diri sebagai pembuat mesin uap hasil penyempurnaan temuan sebelumnya, sehingga memicu perkembangan revolusi industri. Pada waktu yang tidak terlalu lama, penemuan dalam bidang teknik dan kerekayasaan diikuti dengan perkembangan dalam bidang tata cara memanfaatkan sumber daya dan membangun kekuatan baru, yang disebut ekonomi. Pada tahun 1776, Adam Smith mengemukakan pendapat dan herdebat tentang ekonomi pasar bebas dan melahirkan atau dianggap sebagai awal dari ilmu ekonomi. Dasar awal ilmu ekonomi yang lahir pada waktu itu populer sebagai ekonomi politik (Mubyarto, 1987). Perkembangan tersebut diikuti dengan berbagai perubahan besar-besaran baik dalam kerekayasaan industri maupun pemanfaatan sumber daya alam. Belakangan istilah ekologi mulai populer digunakan oleh seorang sarjana Jerman Ernst Haeckel pada tahun 1869 (Dwidjoseputro, 1991). Orang mulai tertarik pula untuk melihat ekosistern dalam lingkup yang lebih luas (mengkaji alam semesta) maupun lingkup yang kecil (meneliti kehidupan mikroorganisme). Perkembangan pengetahuan dan teknologi telah membawa manusia memungkinkan untuk mengontrol ketidakpastian dan mengelola perubahan untuk mencapai kemajuan. Kontrol atas ketidakpastian dan perubahan telah menciptakan kemampuan manusia menguasai dan mengeksploitasi alam. Produksi pangan meningkat setelah manusia mengembangkan rekayasa sumber daya air yang menghidupkan lahan tadah hujan menjadi lahan produktif sepanjang tahun, menemukan bibit unggul, mengembangkan sistem pengelolaan tanaman dengan input teknologi pertanian. Kenyamanan manusia telah mendorong perubahan besar dalam peningkatan perkawinan dan kelahiran. Jumlah penduduk terus meningkat seiring dengan perbaikan kesehatan dan kualitas hidup serta lingkungan di sekelilingnya. Perubahan ini menjadi titik tolak ledakan jumlah penduduk dunia.
Penduduk dunia yang selama berabad-abad berkisar setengah juta jiwa, sejak revolusi industri meningkat pesat. Pada tahun 18o6 jumlah penduduk dunia baru mencapai satu miliar. Kemudian secara berangsur-angsur naik menjadi dua miliar pada tahun 1927, naik lagi menjadi tiga miliar pada tahun 196o-an. Hanya dalam waktu kurang dari setengah abad atau antara tahun 19602000, penduduk dunia telah meningkat berlipat ganda menjadi enam milyar jiwa.

Top of Form

Bottom of Form

a. Pengertian Integrasi Sosial

Bersatunya perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat multikultural merupakan salah satu penyebab yang akan membawa masyarakat ke arah integrasi. Apakah integrasi sosial itu? Integrasi sosial adalah suatu proses penyatuan antara dua unsur atau lebih yang mengakibatkan terciptanya suatu keinginan yang berjalan dengan baik dan benar. Lebih lanjut jika kita masukkan ke dalam kehidupan sosial, integrasi sosial dapat diartikan sebagai suatu proses mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat sebagai sebuah sistem.

Sementara itu, dalam konteks kehidupan secara nasional, integrasi nasional merupakan suatu proses penyesuaian dan penyatuan berbagai kelompok sosial yang berbeda-beda dalam suatu wilayah tertentu guna mewujudkan kehidupan yang harmonis sebagai sebuah bangsa. Masyarakat multikultural yang penuh dengan keragaman dan perbedaan jika dapat mencapai keadaan terintegrasi akan membawa ke arah stabilitas dan harmonisasi kehidupan. Hal inilah yang diinginkan dalam sebuah kehidupan bermasyarakat.

b. Syarat Berhasilnya Integrasi Sosial

Proses penyatuan masyarakat memang tidak semudah membalik telapak tangan. Perlu mempertimbangkan beberapa aspek yang menjadi persyaratan untuk keberhasilan pengintegrasian masyarakat. Setidaknya ada kata sepakat dari masyarakat yang hendak melakukan integrasi sosial ini. Sebagai contoh, kamu dan beberapa temanmu, sedang melakukan pertemuan untuk mengadakan studi banding ke sekolah lain. Setiap orang memiliki pendapat dan pemikiran berbeda-beda dalam pertemuan tersebut. Jika perbedaan itu dibiarkan saja, tentunya permasalahan ini tidak akan selesai. Nah, kemudian bagaimanakah agar proses penyatuan pendapat tersebut akan berhasil? Salah satu jalannya dengan mengadakan konsensus.

Jika kita mencoba mengikuti pemikiran R. William Lidle, konsensus seperti pada kasus di atas, pada hakikatnya merupakan sebuah konsensus tingkat pertama sebagai prasyarat terjadinya integrasi masyarakat yang tangguh.Menurut Lidle, integrasi masyarakat yang kukuh akan terjadi apabila berikut ini.

1) Sebagian besar anggota suatu masyarakat sepakat tentang batas-batas teritorial dari negara sebagai suatu kehidupan politik.

2) Sebagian besar anggota masyarakat tersebut bersepakat mengenai struktur pemerintahan dan aturan-aturan dari proses-proses politik dan sosial yang berlaku bagi seluruh masyarakat di seluruh wilayah negara tersebut.

Selain pendapat di atas, masih ada beberapa syarat yang mengindikasikan berhasilnya suatu integrasi sosial. Menurut William F. Ougburn dan Meyer Nimkoff, syarat berhasilnya integrasi sosial adalah sebagai berikut.

1) Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil mengisi kebutuhan satu sama lain.

2) Telah dicapai konsensus bersama mengenai nilai-nilai dasar yang dijadikan acuan utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

3) Nilai-nilai dan norma-norma dasar tersebut telah hidup dan berkembang cukup lama dan konsisten, serta tidak berubah-ubah. Selain itu juga telah dipahami, dihayati, dan diamalkan dengan pedoman yang sama oleh seluruh warga negara atau warga masyarakat.

4) Masing-masing individu dan kelompok sosial yang berbeda-beda mau dan mampu mengendalikan diri, dan saling menyesuaikan diri satu sama lain.

5) Selalu menempatkan persatuan dan kesatuan, serta kepentingan untuk keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

6) Masing-masing pihak merasa memajukan pergaulan yang komunikatif dan akomodatif demi mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa

INTEGRASI EKONOMI

Integrasi ekonomi ( economic integration ) merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang engan sumber daya yang ada melalu pilihan-pilihan kegiatan produksi,konsumsi,dan distribusi.

Integrasi ekonomi ( economic integration ) ada enam tahapan kerja sama perdagangan untuk menuju integrasi ekonomi yaitu sebagai berikut :

Tahap pertama adalah preferential trading area PTA

Merupakan kelompok perdagangan yang memberikan preferensi ( keringanan ) terhadap jenis produk tertentu kepada negara anggota, dilaksanakan dengan cara mengurangi tarif (tidak menghapuskan tarif sampai menjadi nol). PTA dapat muncul melalui perjanjian (kesepakatan) dagang. Contoh dari pengaturan dagang semacam ini adalah: the Europe Agreements, the European Economic Area, India – Afghanistan, India – Mauritius, NAFTA, GSP (Generalized System of Preferences) Amerika Serikat.

Tahap ke dua adalah Free Trade Area (FTA)

Tujuan dari FTA adalah untuk menurunkan hambatan perdagangan sehingga volume perdagangan meningkat karena spesialisasi, pembagian kerja, dan yang terpenting melalui teori keuntungan komparatif. Menurut teori ini dalam pasar bebas yang ekuilibrium, setiap sumber produksi cenderung untuk berspesialisasi dalam aktivitas di mana terjadi keunggulan komparatif (bukan keunggulan absolut). Selanjutnya dikatakan bahwa akan terjadi kenaikan pendapatan yang akhirnya merupakan kenaikan kesejahteraan setiap orang yang berada pada FTA dimaksud.Contoh dari pengaturan dagang semacam ini adalah, antara lain, India yang telah menandatangani kesepakatan bilateral dengan ASEAN, Sri Lanka, Thailand (kesepakatan FTA lain dengan ASEAN), Malaysia (kesepakatan FTA lain dengan ASEAN), Korea Selatan, Iran, Venezuela, dan Jepang yang telah menanda tangani kesepakatan FTA dengan ASEAN, Cili, Brunai, Indonesia, dan Meksiko.

Tahap ke tiga adalah custom union

Custom Union dalah satu perjanjian dagang di mana sejumlah negara memberlakukan perdagangan bebas di antara mereka dan menerapkan serangkaian tarif bersama terhadap barang dari negara lain. Negara anggota menerapkan kebijaksanaan perdagangan luar negeri bersama, tetapi dalam kasus tertentu mereka menerapkan kuota impor yang berbeda. Custom union ini adalah bentuk antara dari integrasi ekonomi, yakni bentuk antara dari perdagangan bebas di antara anggota, tetapi tidak ada sistem tarif bersama, dengan bentuk pasar bersama (Common Market), yang menerapkan tarif bersama dan memperkenankan pergerakan bebas dari pada sumber daya termasuk modal dan tenaga kerja di antara negara anggota.

Tahap ke empat single integrated market ( common market )

Satu pasar tunggal bersama adalah sejenis blok dagang yang merupakan gabungan dari custom union dengan kebijaksanaan bersama terhadap produk, dan pergerakan yang bebas atas faktor produksi (modal dan tenaga kerja) dan wirausaha. Tujuan agar terjadi pergerakan bebas dari modal, tenaga kerja, barang, dan jasa di antara negara anggota adalah agar memudahkan bagi mereka untuk mencapai efisiensi ekonomi yang lebih tinggi.
Dibandingkan dengan pasar bersama, satu pasar tunggal membutuhkan lebih banyak usaha untuk menghilangkan hambatan fisik (di perbatasan), teknis (standar), dan fiskal (perpajakan) di antara negara anggota. Untuk menghilangkan hambatan-hambatan ini negara anggota memerlukan kemauan politik dan mereka harus merancang kebijaksanaan ekonomi bersama. Sebagai contoh, pembentukan pasar tunggal Uni Eropa yang dimulai pada tahun 1987 dengan target selesai pada 31 Desember 1992. Kebijaksanaan yang tercakup di dalam Uni Eropa antara lain, menghapus pengawasan di daerah perbatasan, persyaratan kualifikasi keahlian agar diterima dan dilaksanakan di semua pasar negara anggota, pemberlakuan standar tunggal untuk harmonisasi produk, pergerakan bebas dari modal antar negara, penghapusan subsidi untuk industri tertentu, harmonisasi pajak pertambahan nilai dan cukai di semua pasar negara anggota, dan sebagainya.

Tahap ke lima adalah economic and monetary union ( kesatuan ekonomi dan moneter )

Merupakan satu blok dagang seperti pasar tunggal dengan kesatuan moneter untuk semua negara anggota. Bentuk ini harus dibedakan dari hanya menerapkan mata uang bersama seperti yang dilakukan oleh Latin Monetary Union pada tahun 1980-an yang tidak diikuti oleh adanya pasar tunggal. Kesatuan ekonomi dan moneter dilaksanakan melalui pakta dagang dari semua sistem moneter yang berlaku di negara anggota. Contohnya adalah Uni Eropa, ada pasar tunggalnya dan memakai satu kesatuan moneter (Euro).

Kerugian dan Manfaat integrasi ekonomi

Terberntuknya integrasi ekonomi tidak disangkal akan menciptakan sejumlah manfaat dan kerugian

1. Kerugian

Integrasi ekonomi internasional membatasi kewenangan suatu Negara untuk menggunakan kebijakan fiscal, keuangan dan moneter untuk mempengaruhi kinerja ekonomi dalam negeri. Hilangnya kedaulatan Negara merupakan biaya atau pengorbanan terbesar yang ” diberikan ” oleh masing-masing negara yang berintegrasi dalam satu kawasan.Kerugian lain adalah adanya kemungkinan hilangnya pekerjaan dan potensi menjadi pasar bagi Negara yang tidak mampu bersaing. Tenaga kerja dan produksi dari Negara lain dalam suatu kawasan akan masuk dengan hambatan yang lebih ringan. Hal ini berpotensi menimbulkan pengangguran di dalam negeri dan ketergantungan akan produk impor yang lebih murah dan efisien.

2. Manfaat

meningkatnya kompetisi actual dan potensial diantara pelaku pasar, baik pelaku pasar yang berasal dari suatu Negara, dalam sekelompok Negara, maupun pelaku pasar diluar kedua kelompok tersebut. Kompetisi diantara pelaku pasar tersebut diharapkan akan mendorong harga barang dan jasa yang sama lebih rendah, meningkatkan variasi kualitas dan pilihan yang lebih luas bagi kawasan yang terintegrasi.desain produk, metode pelayanan, system produksi dan distribusi serta aspek lain menjadi tantangan bagi pelaku pasar saat ini dan dimasa depan. Hal ini akan mendorong perubahan arah dan intensitas dalam inovasi dan kebiasaan kerja dalam suatu perusahaan.tercapainya ekonomi melalui pasar yang lebih luas yang akan mendorong peningkatan efisiensi perusahaan melalui berkurangnya biaya produksi.

Dampak Integrasi Ekonomi Bagi Indonesia

Perdagangan antar negara akan berlangsung sangat bebas, jauh lebih bebas dari era AFTA. Di dalam AFTA, pemerintah masih dimungkinkan misalnya menerapkan bea masuk 1 sampai 5 persen atau juga mengeluarkan kebijakan khusus untuk melindungi industri atau barang-barang produksi dalam negeri yang sangat sensitif. Sebaliknya, dalam era PTA barang-barang produk Indonesia akan sepenuhnya bersaing dengan barang-barang produksi negara lainnya. Dengan kualitas yang ada saat ini serta tingginya pajak dan pungutan sebagaimana banyak dikeluhkan pengusaha, niscaya akan sangat sulit bagi barang Indoneisa untuk bisa bersaing.

Pergerakan tenaga kerja akan terjadi secara bebas yang bisa memberikan dampak luar biasa bagi Indonesia. Di satu sisi, persaingan tenaga kerja di dalam negeri akan sangat kompetitif. Pekerja kita tidak hanya akan bersaing dengan sesama WNI, tetapi juga dengan seluruh warga ASEAN. Konsekuensinya, tenaga kerja Indonesia harus memiliki kemampuan yang lebih tinggi atau minimal sama dengan tenaga kerja luar agar bisa memperoleh pekerjaan yang layak.

Persaingan untuk menarik investasi bagi kelangsungan pembangunan juga akan semakin berat dengan adanya prinsip free movement of capital. Jika dilihat dari kacamata ini, kasus hengkangnya Sony, Aiwa, Nike dan perusahaan lainnya dari Indonesia yang sangat ramai dibicarakan dalam bulan November-Desember 2002 adalah fenomena yang sangat wajar dan tidak perlu ditanggapi secara emosional. Bahkan, bukan tidak mungkin pengusaha-pengusaha nasional kita justru akan menanamkan modalnya di negara-negara anggota ASEAN lain demi mencapai efisiensi yang lebih baik.

Halangan untuk Integrasi

Integrasi sulit untuk mencapai dan mempertahankanBangsa mungkin akan mendapat keuntungan tetapi kelompok dalam negara mungkin akan terlukaPotensi kehilangan kedaulatan dan kontrol atas isu-isu domestic

Implikasi Integrasi Ekonomi Untuk Bisnis Opportunities :

Pasar lebih terbuka

Biaya bisnis lebih rendah pada suatu pasar tunggal

Kemampuan perusahaan meningkat karena halangan budaya dan persaingan berkurang (tidak menjadi halangan utama)

Bentuk-Bentuk Blok Perdagangan

Daerah perdagangan bebas (free trade area)

Daerah atau kawasan perdagangan bebas terjadi jika sekelompok negara sepakat untuk menghapuskan berbagai hambatan perdagangan, seperti tarif dan kuota, antar sesama negara anggota. Meskipun demikian, masing-masing negara tetap memiliki dan memberlakukan berbagai hambatan terhadap negara-negara bukan anggota kawasan tersebut. Di wilayah Asia Tenggara, negara-negara ASEAN mencetuskan kawasan perdagangan bebas yang dikenal dengan nama ASEAN Free Trade Area (AFTA).

Perserikatan pabean (customs union),

Pada perserikatan pabean, antar sesama negara anggota memberlakukan ketentuan perdagangan bebas dan tarif bea masuk serta kuota yang seragam terhadap impor dari negara-negara bukan anggota.

Pasar umum (common market),

Dalam integrasi ekonomi berbentuk pasar bersama, sesama negara anggota mempunyai kebebasan secara penuh untuk memindahkan faktor-faktor produksi, khususnya modal dan tenaga kerja, serta membentuk kawasan perdagangan bebas dan menyeragamkan peraturan tarif bea masuk. Contoh bentuk kerja sama ini adalah Masyarakat Eropa (ME) atau European Community (EC).

serikat ekonomi (economic union).

Negara-negara yang membentuk kerja sama kesatuan ekonomi (economic union) memiliki kebijakan ekonomi tunggal atau serupa, termasuk kebijakan moneter, pajak, maupun perdagangan. Sampai saat ini hanya European Union yang mengarah pada bentuk kerja sama ini. Contohnya, diberlakukannya mata uang tunggal untuk kawasan tersebut yang dinamakan European Currency Unit (ECU) atau Euro.

Mempertemukan Ekonomi dan Ekologi
Upaya untuk mempertemukan kembali ilmu ekonomi dan ekologi memiliki arti penting dalam upaya mewujudkan Pembangunan berkelanjutan. Banyak permasalahan pernbangunan dalam bentuk kerusakan lingkungan yang menimbulkan masalah sosial dan ekonomi dalamjangka panjang. Untuk itu perlu upaya melakukan reorientasi ekonomi yang ada saat ini menjadi ekonomi berkelanjutan. Ekonomi berkelanjutan didefinisikan sebagai: "Ekonomi yang tetap mernelihara basis sumber daya alam yang digunakan. Tata ekonomi seperti ini dapat terus berkembang dengan penyesuaian-penyesuaian, dan dengan menyernpurnakan pengetahuan, organisasi, efisiensi teknik, dan kebijakan" (Satriago, 1996: 38).
Gagasan untuk memasukkan faktor lingkungan dalam perhitungan ekonomi telah dimulai. Dialog dan kerjasama di antara para ahli ekonomi dan ahli ekologi diharapkan dapat melahirkan kembali ilmu baru yang dapat mendukung terwujudnya pernbangunan berkelanjutan. Secara cukup jelas Colby (1990: 33) menggambarkan perjalanan paradigma ilmu ekonomi yang pada milenium baru ini semakin disadari untuk diperternukan kembali kedua ilmu ekonomi dan ekologi.
Ekonomi klasik pada zaman Adam Smith awalnya lebih mengkaji berbagai persoalan manusia dengan perspektif ekonomi politik. Implementasi perkernbangannya terjadi berbagai aliran pernikiran yang dipengaruhi oleh kekuasaan, penguasaan teknologi, dinamika sosial budaya, tingkat kemajuan, dan struktur kepemerintahan. Pada perkembangannya ada tiga aliran utama yaitu neo-Marxis, neoklasik, dan neo-Malthusian yang banyak mempengaruhi perkembangan dunia setidaknya sampai akhir abad XX.
Kritik dan saling mengisi di antara aliran terjadi selama kurun waktu yang cukup lama. Masing-masing aliran dan implementasinya telah berubah dan terus akan berubah. Persoalannya sekarang tidak sekadar mana yang paling unggul dalam konsep, tetapi mana yang dapat memberikan jalan terbaik dalam menyelesaikan masalah. Kini muncul polarisasi di antara para penganut aliran Frontier Economy dan Deep Ecology.

Aliran pertama banyak dipraktikkan oleh para pelaku ekonomi perusahaan multinasional yang memiliki skala besar dari negara maju dan juga negara industri baru. Para pemilik modal dan penguasa memperlakukan alam sebagai sumber daya tak terbatas untuk dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan manusia. Alam setelah dieksploitasi sekaligus dijadikan tempat sampah yang dipaksa melebihi kemampuan daya dukung dan daya daur ulang sendiri. Aliran pemikiran bahwa pertumbuhan ekonomi dan kemajuan manusia tak terbatas, dianut baik di negara kapitalis maupun komunis. Meskipun demikian keduanya memiliki pengorganisasian masyarakat dan kepemerintahan yang berbeda dan bahkan bertolak belakang.
Di pihak lain, aliran Deep Ecology menempatkan manusia sebagai bagian dari alam. Aliran ini juga mempromosikan persamaan hak organisme dan alam, pemanfaatan yang disesuaikan dengan daya dukung, berorientasi pada ekonomi tanpa pertumbuhan (Daly, 1989). Aliran ini juga mengangkat tema diversity & flexibility dengan mempromosikan keragaman hayati dan budaya, perencanaan yang terdesentralisasi dengan menggunakan keragaman nilai, memanfaatkan kearifan tradisional dan pengelolaan sumber daya dengan teknologi lokal (Colby, 1990).
Dalam berbagai kasus kedua aliran ini seringkali berhadap-hadapan dan membangun pendirian dan argumen masing-masing dalam mengelola aset sumber daya dan mempertahankan penghidupannya. Dalam berbagai kasus yang telah dikemukakan di depan, begitu banyak didominasi oleh praktik-praktik dari aliran Frontier Economy, yang tidak lain adalah wujud pembangunan yang berorientasi pertumbuhan tanpa peduli dengan dainpaknya yang cenderung memiskinkan bebagai kelompok masyarakat lain. Sementara itu banyak aliran Deep Ecology yang sesungguhnya menarik untuk dipraktikkan tetapi kurang mampu menjawab tantangan struktural yang dihadapi, terutama menjawab bagaimana kemiskinan dapat dia'tasi dan ketergantungan hutang luar negeri dapat dikurangi.
Pembangunan berkelanjutan perlu proses integrasi ekonomi dan ekologi melalui upaya perumusan paradigma dan arah kebijakan yang bertumpu pada kemitraan dan partisipasi para pelaku pembangunan dalam mengelola sumber daya yang seoptimal mungkin dapat dimanfaatkan.
Upaya pembangunan berkelanjutan tidak dapat dilakukan secara individu ataupun diserahkan masing-masing negara. Berbagai perubahan dapat dimulai dari diri sendiri, keluarga dan komunitas yang pada gilirannya akan mendorong penerapan prinsip-prinsip ekologi dalam sistem kepemerintahan, bisnis, dan kehidupan sehari-hari. Setiap orang adalah konsumen sekaligus produsen. Secara kolektif konsumen dapat menentukan pilihannya pada produk yang menerapkan produksi ramah lingkungan. Dengan demikian akan memacu pula kesadaran para produsen, pelaku bisnis, dan industriawan untuk mengikuti perilaku konsumen yang sadar akan hak dan komitmen lingkungannya (Wasik, 1997).
Aksi pada tingkat global terus dirintis melalui berbagai pertemuan dan kesepakatan untuk melakukan kerjasama. Bila kita kaji hasil kesepakatan Rio Declaration on Environment and Development tahun 1992, prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dirumuskan menjadi 27 butir. Prinsip-prinsip tersebut telah diterjemahkan ke dalam Agenda 21 yang berisi rencana aksi dalam rangka implementasi pembangunan berkelanjutan.
Agenda Pembangunan Berkelanjutan Indonesia, telah disusun sebelum krisis multidimensi berlangsung. Ironisnya justru Agenda 21 baru saja selesai disusun, Indonesia langsung mengalami krisis yang berkelanjutan hingga kini belum pulih kembali. Agenda 21 Indonesia memuat formula bahwa dalam upaya mengelola agar pembangunan ekonomi Indonesia berlangsung secara berkelanjutan, dibutuhkan serangkaian strategi integrasi lingkungan ke dalam pembangunan ekonomi. Strategi integrasi tersebut meliputi. pertama, pengembangan pendekatan ekonomi dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan; kedua, pengembangan pendekatan pencegahan pencemaran; dan ketiga, pengembangan sistem neraca ekonomi, sumber daya alam, dan lingkungan (Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dan UNDP, 1997).
Setelah satu dasawarsa Rio+10, kini saatnya mengevaluasi pencapaian apa yang telah diperoleh dan apa yang belum dapat dilaksanakan. Dalam konteks pembangunan Indonesia, jelas perlu disusun kembali Agenda 21 dengan lebih saksama dan realistis dalam menyusun program aksi dan penguatan institusi terutama berkaitan dengan otonomi dan kebangkitan masyarakat sipil.

 

motifasi

19 October 2014 20:17:48 Dibaca : 59

penjara terkecil adalah ketakutan..

 

pelatihan komputer untuk mahasiswa baru FIKK

06 September 2014 14:18:37 Dibaca : 62

Nama : dafit tamau

Nim    : 821414001

Tempat pelatihan : LEB B FEB UNG

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll