Kampus Baru UNG di Bone Bolango

18 September 2020 23:15:51 Dibaca : 11

Kampus baru ini terletak di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Kampus baru ini sering disebut kampus 4. Pembangunan kampus baru ini menelan cukup banyak dana serta waktu.  Disahkan oleh Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. Mohammad Nasir, Ph.D, AK pada hari kamis (24/1/2019) yang di damping oleh Sekjen Kemenristekdikti Ainun Na’im, Ph.D, M.B.A, Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo Drs. Idris Rahim, MM, Rektor UNG Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd, Anggota DPR-RI Prof. Dr.Ir. Fadel Muhammad, serta Bupati dan Walikota se Provinsi Gorontalo

Dalam kesempatan itu bapak menteri berharap kehadiran fasilitas penunjang kegiatan akademik diharapkan akan memberi dampak positif bagi UNG khususnya  dalam meningkatkan layanan pendidikan melalui dukungan sarana dan prasarana  yang baik. Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M. Pd, Rektor UNG saat itu, menurutkan kehadiran kampus baru ini dapat menumbuhkan semangat baru masyarakat khususnya warna kampus untuk lebih berkembang. Sekaligus juga sebagai tambahan amunisi bagi  UNG dalam mewujudkan visi sebagai Leading University tahun 2035.

Setahun kemudian, kampus baru pun mulai di operasikan. Tepatnya di masa kepemimpinan Rektor baru, Dr. Eduart Wolo, ST., MT. Pada tanggan 20 januari 2020 ketika kuliah perdana semester genap 2019/2020 di mulai.

Pada saat itu banyak di hadiri tokoh-tokoh besar seperti Bupati Bone Bolango Hamim Pou, S.Ikom, M.H, Bupati Kabupaten Gorontalo Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, serta para mantan pimpinan UNG,Prof. Dr. Nani Tuloli.

Menurut Rektor UNG, peresmian Kampus Baru UNG  ini merupakan mimpi besar seluruh civitas akademik yang menjadi kenyataan. Pasalnya sudah lama gagasakan kampus baru ini bergulir, ketika Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo menjabat sebagai rektor namun baru terwujud di tahun 2020. rektor namun baru terwujud di tahun 2020. Tak lupa pula Rektor UNG berterima kasih kepada Bupati Kabupaten Bone Bolango yang ikut berjuang merealisasikan terwujudnya kampus baru UNG ini di wilayah Bone Bolango.

Kampus baru UNG ini terdapat 13 gedung yang di gunakan empat fakultas, yakni Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, Fakultas Sastra dan Budaya, dan Fakultas Pertaninan. Serta ada juga Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Gorontalo.

Sumber :

http://www.ung.ac.id/home/berita/menristekdikti-resmikan-kampus-baru-ung

http://www.ung.ac.id/home/berita/akhirnya-kampus-baru-ung-bone-bolango-resmi-beroperasi

Universitas Negeri Gorontalo Rayakan Dies Natalis Ke-57

18 September 2020 23:14:42 Dibaca : 16

Tak terasa Universitas Negeri di Gorontalo sudah menginjak umur 57 tahun.  Tentu di balik umur 57 tahun terdapat sejarah panjang didalamnya, di mana perubahan nama, rektor, dan infrastruktur dari masa ke masa sudah di lewati. Walaupun merupakan salah satu kampus tertua di Gorontalo, tidak membuat UNG sepi peminat. Nyatanya dari tahun ke tahun banyak lulusan SMA berbondong-bondong mendaftar di kampus ini.

Banyak faktor yang membuat UNG masih ramai peminat. Program studi yang cukup banyak, fasilitas yang selalu di perbarui, civitas akademik yang sudah berpengalaman, menjadi daya tarik dari kampus yang memakai warna maroon sebagai jas almamaternya.  Salah satu contoh membaruan fasilitas dapat kita lihat saat UNG membangun kampus di Bone Bolango.

Di ulang tahunya ke 57 ini, UNG sudah mengumpulkan berbagai penghargaan. Yang terbaru, Universitas Negeri Gorontalo ini  menjadi lembaga yang aktif dalam penanggulang COVID-19 yang melanda seluruh belahan dunia. Tak Cuma itu, UNG menjadi lembaga yang dapat meringankan beban mahasiswa dalam menghadapi COVID-19 ini pula.

Dr. Eduart Wolok, ST., MT. selaku Rektor Universitas Negeri Gorontalo saat ini menyampaikan banyak harapan untuk UNG kedepannya. Melalui sambutan di perayaan Dies Natalis Universitas Negeri Gorontalo yang dirayakan di Hotel Damhil (01/09/2020) Eduart berharap UNG dapat menjadi kampus kerakyatan. Kerakyatan yang dimaksud tentunya kembali lagi ke masyakarat, dimana dapat membangun ekosistem akademik yang berbasis pedesaan, khususnya untuk kawasan Teluk Tomini dan bagian utara Gorontalo.

Rektor UNG ini pun berpesan bahwa dengan adanya Dies Natalis kali ini menjadi bahan untuk merefleksi diri sejauh mana kiprah UNG, apakah dampak dari berdirinya kampus ini sudah terasa di masyarakat, apakah UNG sudah bermanfaat  untuk banyak orang.

Seluruh harapan itu tidak akan terwujud hanya di kerjakan oleh Rektor seorang diri. Perlunya kerja sama yang baik antara Rektor, civitas akedemik, dan mahasiswa dapat membuat cita-cita dan harapan menjadikan Universitas Negeri Gorontalo sebagai kampus unggul dan berdaya saing sesuai mottonya bisa menjadi kenyataan.

Sumber :

http://www.ung.ac.id/home/berita/pada-momen-dies-natalis-rektor-deklarasi-ung-sebagai-kampus-kerakyatan

https://www.read.id/universitas-negeri-gorontalo-rayakan-dies-natalis-ke-57

http://www.ung.ac.id/home/berita/dies-natalis-ke-57-ung-menuju-kampus-unggul-dan-berdaya-saing

Makna di Balik Logo Universitas Negeri Gorontalo

18 September 2020 23:14:04 Dibaca : 22

Sebelum kita membahas logo Universitas Negeri Gorontalo, baiknya kita membahas tentang sejarah singkat dari kampus ini.

Universitas Negeri Gorontalo (UNG) merupakan universitas yang dikembangkan atas dasar perluasan mandat (wider mandate) dari IKIP Negeri Gorontalo. Keberadaan Universitas Negeri Gorontalo dimulai dari Junior College FKIP Universitas Sulawesi Utara-Tengah (UNSULUTTENG) Manado di Gorontalo berdasarkan surat keputusan pejabat Rektor UNSULUTTENG Nomor 1313/II/E/63 tanggal 22 Juni 1963, Cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 67 tahun 1963 tanggal 11 Juli 1963, IKIP Manado Cabang Gorontalo berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 114 tahun 1965 tanggal 18 Juni 1965, FKIP UNSRAT Manado di Gorontalo berdasarkan Keppres nomor 70 tahun 1982 tanggal 7 September 1982, STKIP Gorontalo berdasarkan Kepres RI nomor 9 tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, IKIP Negeri Gorontalo berdasarkan Kepres RI nomor 19 tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001.

Perubahan IKIP Negeri Gorontalo menjadi Universitas Negeri Gorontalo ditetapkan dengan surat Keputusan Presiden RI nomor 54 tahun 2004 tanggal 23 Juni 2004. Hari lahir UNG ditetapkan sama dengan lahirnya cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo yaitu, tanggal 1 September 1963 sebagaimana dinyatakan dalam surat keputusan menteri PTIP nomor 67 tahun 1963 tanggal 11 Juli 1963. Dalam perjalanannya selama 50 tahun telah mengalami tujuh kali pergantian pimpinan dan enam kali perubahan nama lembaga.

Dibalik logo yang megah, tentunya terdapat makna yang menjadi doa serta harapan dari kampus ini. Mari kita kupas tuntas disini.

1.      Kurva Segi Lima Sama Sisi

Kurva segi lima sama sisi yang membungkus logo ini punya arti lima sila pancasila dan lima sendi peradabaan Gorontalo yang di sebut Payu Limo to Talu, Lipu Pei Hulalu

 

2.       Kerangka Bunga teratai

Kerangka bunga teratai di  yang mekar di logo UNG ini mengandung harapan agar kelak SDM yang nanti akan di hasilkan berkualitas dan dapat berguna untuk banyak orang.

 

3.      Lingkaran Bola Biru

Bola yang ada di tengah-tengah itu bermakna bola dunia yang merupakan komitmen untuk merealisasikan visi, misi, serta tujuan UNG , serta warna biru melambangkan perdamaian dan keamanan.

 

4.      Buku Warna Putih Terbuka

Melambangkan sikap terbuka serta semangat yang tinggi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

 

5.      Pena Berbentuk Ornamen

Pena berbentuk ornament lima mata berwarna merah ini melambangkan antara ilmu agama dan ilmu-ilmu yang lain itu merupakan satu kesatuan utuh dalam pendidikan yang tidak dapat di pisahkan.

 

6.      Mahkota Raja

Mahkota ini berwarna hitam dengan hiasan kuning emas yang merupakan pakaian adat khas Grontalo memiliki nilai kebudayaan, dimana keteguhan dan kejayaan suatu martabat menjadi satu.  Tak hanya itu, 23 butir emas mempunyai nilai historis dimana hari bersejarah untuk masyarakat Gorontalo. Pada hari itu merayakan kemerdekaannya pada bulan Januari 1942 dan juga meruapakan hari bersejarah untuk Universitas Negeri Gorontalo yang diresmikan 23 Juni 2004 oleh Presiden RI kala itu, ibu Megawati Soekarno Putri.

 

7.      Sayap Burung Maleo

Sayap ini berwarna jingga yang dapat mencerminkan semangat juang yang tinggi, tak hanya mahasiswanya tapi juga civitas akademika Universitas Negeri Gorontalo.

 

 

Sumber :

 

http://www.ung.ac.id/profil/about

 

 

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong