Mengapa NASA Gencar Memburu Gas Metana di Mars?

16 May 2013 19:32:57 Dibaca : 917

Astronesia-Perburuan kehidupan di Mars terus bergulir. Misi ambisius Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) ini memasuki babak baru saat robot Curiosity gagal mendeteksi gas metana di atmosfer Planet Merah pada beberapa endusan pertama.

Begitu banyak ilmuwan dan awam kecewa dengan hasil pembacaan awal peranti Analisis Sampel Mars (SAM) yang terpasang di Curiosity. Sebab, penemuan metana telah lama dikaitkan dengan adanya kehidupan di suatu planet, dalam kasus ini, Mars.

"Semua orang gembira tentang kemungkinan adanya gas metana di Mars karena kehidupan selalu menghasilkan metana," kata Sushil Atreya, pakar SAM dari Universitas Michigan, Kamis 8 November 2012.

Setidaknya 90 persen metana di atmosfer Bumi berasal dari makhluk hidup. Kondisi inilah yang menjadi acuan para ilmuwan NASA untuk menggunakan metana sebagai indikator adanya kehidupan di Mars.

Para ilmuwan NASA punya satu teori untuk menjawab absennya metana di Mars. Menurut mereka, metana di Mars punya perilaku unik. Gas tak berbau itu bisa dengan cepat menghilang dari atmosfer. Artinya, setiap molekul metana yang berputar-putar di satu lokasi pada waktu tertentu kemungkinan diproduksi pada masa lalu.

"Metana biasanya hancur secara alami lewat reaksi fotokimia, seperti halnya di Bumi. Proses yang sama bisa terjadi di Mars, tapi perlu ratusan tahun," kata Atreya, menambahkan bahwa sebagian besar metana di Mars mungkin "hilang" lantaran diserap oleh permukaan planet itu sendiri.

Lagipula, Atreya mengatakan, keberadaan jumlah besar metana tidak serta merta menggambarkan kehidupan di Mars. Sebab, metana juga dapat diproduksi lewat proses abiotik, seperti degradasi partikel debu antarplanet oleh sinar ultraviolet dan interaksi antara air dan batu. "Tumbukan komet juga bisa menghasilkan metana," ujarnya.

Curiosity akan melanjutkan perburuan hingga dua tahun mendatang untuk memastikan apakah Mars benar-benar memiliki metana, gas yang bisa mendukung kehidupan mikroba. Temuan awal yang diperoleh robot beroda enam ini telah memberi pemahaman tambahan tentang pembentukan dan penghancuran metana di Planet Merah.

"Setidaknya untuk saat ini, metana di Mars memang tenggelam diserap permukaannya," kata Atreya. "Tapi dugaan itu bisa berubah seiring waktu."

 

Bulan adalah "tetangga" terdekat Bumi di luar atmosfer. Benda luar angkasa ini banyak dikenal sebagai lampu penerang Bumi tatkala malam hari. Namun, sejatinya bulan tidak memancarkan cahaya sendiri dan cahaya bulan itu berasal dari pantulan cahaya matahari.

Berikut ini ada 10 fakta menarik dan mengejutkan dari bulan.

1. Bagaimana bulan terbentuk?
Menurut sebuah teori terkemuka, bulan tercipta ketika batu seukuran planet Mars menabrak bumi, tak lama setelah tata surya mulai terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu.

2. Bulan terkunci di orbit
Hal yang paling menarik adalah bumi dan bulan ternyata sama-sama berputar pada orbitnya, bagaimana itu bisa terjadi?

Dahulu kala, efek gravitasi Bumi yang melamban membuat rotasi bulan tetap pada porosnya. Setelah rotasi bulan melamban sesuai dengan orbitnya (waktu yang diperlukan bulan untuk mengelilingi bumi) maka rotasi bulan menjadi stabil.

Bagaimana dengan fase regular bulan yang terlihat di Bumi? Bulan selalu mengorbiti Bumi. Satelit itu menghabiskan sebagian waktunya mengelilingi Bumi dan matahari. Saat berada jarak terjauh dari bumi, ini dinamakan bulan mati, dan ia hanya terlihat sisi gelapnya saja.

Sementara ketika Bumi berada hampir segaris di antara matahari dan bulan, maka seluruh permukaan bulan akan diterangi matahari. Ini dinamakan bulan purnama.

Sedangkan, posisi bulan berada di sisi samping Bumi dan matahari, maka hanya sepotong cahaya matahari akan menerangi bulan. Ini yang membentuk bulan sabit.

3. Ada pohon di bulan
Fakta ini mungkin membuat Anda tercengang. Ternyata, ada lebih dari 400 pohon di Bumi yang berasal dari bulan.

Pada tahun 1971, Apollo 14 mendarat di bulan dengan membawa tiga astronot, yaitu Stuart Roosa, Alan Shepard, dan Edgar Mitchell. Rossa pun mengambil sekelompok benih yang ada di bulan dan menanamnya di Bumi. Hasilnya, benih itu tumbuh di Bumi dan diberi nama Pohon Bulan.

4. Bumi adalah saudara dari bulan
Apakah bulan adalah satelit Bumi? Jawabannya, bisa jadi tidak. Pada tahun 1999, para peneliti menemukan asteroid yang memiliki lebar 5 kilometer. Asteroid itu terjebak dalam cengkeraman gravitasi Bumi. Ini malah lebih tepat disebut satelit Bumi.

Asteroid yang diberi nama Cruithne itu membutuhkan waktu 770 tahun untuk mengelilingi Bumi. Para peneliti mengatakan, bahwa Cruithne akan tetap mengelilingi Bumi setidaknya dalam waktu 5.000 tahun.

5. Banyak kawah di bulan
Para peneliti menemukan banyak kawah di bulan. Ini disebabkan oleh hantaman asteroid antara 4,1 miliar hingga 3,8 miliar tahun yang lalu. Bekasnya yang tampak seperti kawah belum terkikis sampai saat ini.

Ada dua alasan memperkuat dugaan di atas. Pertama, bulan secara geologis tidak aktif. Tidak ada gempa bumi, gunung berapi, dan gunung seperti halnya Bumi. Kedua, bulan tidak mempunyai atmosfer. Tidak ada hujan dan angin. Sehingga, erosi permukaan pun sangat sedikit terjadi. (sj)

6. Bulan berbentuk telur
Bentuk bulan tidak bulat seperti bola, tapi lebih menyerupai telur. Saat Anda mengelilingi bulan, ketika berada di permukaan yang kecil itu berarti Anda berada di ujung bulan. Selain itu, bulan juga tidak ada pusat geometris.

7. Di bulan ada gempa
Saat mengunjungi bulan, para astronot menggunakan seismometer untuk mengetahui apakah ada gempa di bulan. Ternyata, bulan tidak benar-benar mati secara geologis. Gempa kecil ternyata terjadi di bulan. Diduga gempa ini disebabkan oleh gravitasi Bumi.

Para peneliti memperkirakan bahwa bulan memiliki inti panas sama sepeti Bumi. Dari data pesawat luar angkasa NASA Lunar Prospector yang mendarat di bulan, menemukan bahwa inti bulan ternyata sangat kecil, besarnya antara 2-4 persen dari massa bulan.

8. Apakah bulan termasuk planet?
Ukuran bulan lebih besar dari Pluto, ukurannya kira-kira seperempat dari Bumi. Beberapa peneliti berpikir bahwa bulan lebih seperti sebuah planet, mengacu pada adanya kesamaan sistem orbit pada bulan dan Bumi. Bulan dan bumi sering disebut sebagai planet ganda.

9. Bulan membentuk air pasang di laut
Dalam sebulan, variasi harian dari rentang pasang laut berubah secara sistematis mengikuti siklus bulan. Gravitasi bulan telah menarik lautan di Bumi. Air pasang terjadi ketika Bumi berputar di bawah bulan.

Salah satunya adalah pasang laut purnama yang terjadi pada saat bulan baru dan bulan purnama. Situasi ini terjadi ketika Bumi, bulan dan Matahari berada dalam satu garis lurus. Pasang naik menyebabkan gelombang yang sangat tinggi dan pasang surut membuat gelombang menjadi sangat rendah.

Selain itu, tarik menarik gravitasi antara Bumi dan bulan memiliki efek yang menarik. Sebagian energi rotasi Bumi yang ditarik oleh bulan, menyebabkan melambatnya rotasi Bumi, sekitar 1,5 milidetik setiap abadnya.

10. Selamat jalan, Bulan
Ketika Anda membaca ini, bulan telah bergerak menjauh dari Bumi. Benar, setiap tahunnya, bulan mencuri sebagian energi rotasi bumi dan menggunakannya untuk mendorong sejauh 3,8 sentimeter lebih tinggi dari orbitnya.

Para peneliti mengatakan, ketika awal terbentuknya bulan, jaraknya dengan Bumi hanya sejauh 22.530 kilometer. Saat ini, jarak antara bulan dan Bumi sudah mencapai 450.000 kilometer. Jika gravitasi Bumi sudah tidak terlalu kuat, suatu hari nanti, bulan akan meninggalkan Bumi.

Sedih banget bacanya jika bulan harus meninggalkan kita .. sebelum bulan benar benar meninggalkan kita .. mari kita pandangi keindahan bulan di malam hari

 

Subhanallah Ada 160 Milyar Jumlah Planet di Bima Sakti!

16 May 2013 19:29:07 Dibaca : 1068

ilustrasi Bimasakti yang lebih dipadati planet daripada bintang. Studi mengungkap bahwa ada 160 miliar planet di Bimasakti.

Galaksi Bimasakti ternyata merupakan galaksi padat planet. Studi terbaru menyatakan bahwa Bimasakti memiliki lebih banyak planet daripada bintang. Jumlah planet diperkirakan mencapai 160 miliar, sedangkan jumlah bintang adalah 100 miliar.

“Statistik ini menunjukkan bahwa planet di sekeliling bintang adalah biasa, tak istimewa. Mulai sekarang, kita harus melihat bahwa galaksi tidak hanya dipadati miliaran bintang, bayangkan bahwa mereka dikelilingi planet ekstrasurya,” kata Arnaud Cassan dari Paris Institute of Astrophysics.

Tercatat sebelumnya telah ada lebih dari 700 planet di luar tata surya kita yang terkonfirmasi. Sementara itu, masih ada lagi 2.300 kandidat planet yang ditemukan wahana Kepler milik NASA yang menunggu kepastian.

Planet-planet itu ditemukan dengan dua metode, transit fotometri dan radial velocity. Metode pertama mendeteksi planet dari kedipan cahaya bintang sebagai tanda adanya planet yang mengelilingi. Cara kedua dengan melihat “goyangan” bintang sebagai hasil gravitasi planet.

Dalam studi ini, peneliti memakai metode baru yang disebut gravitational microlensing. Dalam metode ini, planet dideteksi dengan adanya cahaya bintang yang dibiaskan atau dimagnifikasi oleh obyek yang mengelilinginya.

Peneliti mengungkapkan, gravitational microlensing memiliki kelebihan dibanding transit fotometri dan radial velocity. Gravitational velocity bisa mendeteksi adanya planet yang terletak jauh dari bintangnya, berbeda dengan kedua teknik lain yang bias pada planet yang dekat bintang.

Berdasarkan riset, peneliti menunjukkan bahwa seperenam Bimasakti dihuni oleh planet seukuran Jupiter, setengahnya oleh planet seukuran Neptunus dan dua pertiganya oleh super-Earth. Itu pun hanya yang ada pada jarak yang sudah terdeteksi.

“Lebih lanjut, kami menemukan bahwa planet bermassa rendah, seperti super-Earth (1-10 kali massa Bumi) dan serupa Neptunus, lebih melimpah daripada planet raksasa seperti Jupiter dan Saturnus (kira-kira 6-7 kali lebih banyak dari planet massa rendah),” kata Cassan seperti dikutip Space, Rabu (11/1/2012).

Planet yang sebenarnya ada di Bimasakti mungkin sedikit lebih banyak daripada yang telah terhitung. Pada jarak yang belum bisa terdeteksi, mungkin masih ada banyak planet lagi.

Penemuan lain yang dipublikasikan tahun lalu dan dilakukan dengan teknik microlensingmenunjukkan adanya planet seukuran Jupiter yang melayang sendirian, yatim piatu, tidak mengorbit bintang. Jumlah planet ini diperkirakan melebihi planet “normal” hingga 50 persen.

“Kedua hasil penelitian dengan microlensing menunjukkan bahwa planet ada di mana saja, tidak selalu mengorbit bintang,” jelas Cassan.

Sementara itu, “anomali” lain adalah ditemukannya planet yang berada pada sistem bintang ganda. Ini dulu hanya bisa dibayangkan dalam film fiksi ilmiah Star Wars.

William Welsh, astronom dari San Diego State University, seperti dikutip AP, Rabu, mengungkapkan, “Alam sepertinya suka membentuk planet sebab planet itu ditemukan di tempat yang diperkirakan sulit mendukung pembentukan planet.”

 

BAGAIMANA SUASANA BUMI DITAHUN 3000

16 May 2013 19:26:50 Dibaca : 1054

Tahun 3000 kondisi bumi sudah semakin berantakan, alam yang natural sudah tidak ada lagi, pepohonan nan hijau berubah menjadi gedung-gedung tinggi pencakar langit yang berkilauan dengan lapisan kaca yang seperti berlian, sinar matahari sangat menyengat kulit, langit siang berwarna jingga agak gelap karena atmosfir bumi sudah rusak diakibatkan efek kaca, serta bahan-bahan kimia yang digunakan oleh penduduk disana. Malam seperti siang, karena lampu-lampu ada dimana-mana, tetapi tidak ada satupun manusia yang berkeliaran di saat malam, karena hawa begitu panas menyengat kulit.

Di tahun 3000 penduduk selalu menggunakan baju anti sinar ultraviolet serta menggunakan kacamata khusus anti silau jika keluar rumah pada siang hari, namun jarang sekali ada yang keluar rumah karena teknologi canggihlah yang telah mengubah cara hidup mereka, mereka hanya bekerja di rumah, dengan teknologi yang dapat menghubungkan mereka di lingkungan kerja secara virtual, mereka bekerja seolah-olah di dalam kantor bertemu dengan rekan kerja, atasan, kolaborasi, meeting maupun bertemu pelanggan ataupun pembeli, begitupun untuk kegiatan sekolah, bersosialisasi, gang klub, hang out, belanja, ataupun liburan, yang mereka lakukan adalah secara virtual, ya teknologi sosial virtualisasi pada tahun dua ribuan sangat ditentang karena akan merusak tatanan kehidupan atau interaksi sosial sesama manusia, tetapi di tahun 3000 ini, semuanya serba virtual, belanja tinggal pencet di layar sentuh, melakukan pembayaran secara elektronik, tidak ada lagi uang secara fisik seperti jaman dulu, uangpun sudah berbentuk virtual alias elektronis, barang yang sudah dibeli di virtual shop dalam hitungan detik sudah datang diantarkan oleh robot khusus kurir yang dapat terbang dengan sistem anti gravitasi.

Penyakit HIV/AIDS tidak ada lagi di tahun 3000, karena prostitusi semua dilakukan oleh robot humanoid atau menggunakan virtual girl room sebuah layanan online untuk berkencan dengan gadis-gadis cantik dan selalu perawan secara virtual dan hanya mengeluarkan ongkos yang tidak mahal seperti tahun dua ribuan kebawah. Robot humanoid yang tampil serupa dengan manusia, tidak dibuat mempunyai perasaan seperti manusia, karena di tentang oleh lembaga-lembaga sosial anti humanoid yang meminta agar robot humanoid tetaplah hanya sebuah robot.

Agama pada saat itu menjadi pelopor konseling untuk penduduk yang telah terkena depresi kejiwaan dan mengembalikan kondisi jiwa penduduk yang rusak agar menjadi stabil. Agama menjadi seperti barang antik yang sangat di buru dan berani dibayar mahal oleh penduduk di tahun 3000 tersebut.
Adapun teknologi canggih yang telah menjadi racun dan telah menjadi tuhan penduduk di tahun 3000 adalah INTERNET.

 

Tahun 2012 telah berlalu, namun sejarah mencatat bahwa pada tahun itu telah meresahkan masyarakat dunia akibat ulah prediksi kiamat berdasarkan kalender suku maya, walaupun prediksi suku maya meleset jauh, namun sepintas ada hal yang menarik yang berkaitan dari kiamat versi suku maya.

Mungkin suku Maya benar, mereka hanya membuat kesalahan dengan tanggal, ternyata pada malam Tahun Baru di Matahari terjadi ledakan yang berlangsung selama empat jam. Letusan kuat dari plasma panas dalam ruang, panjang yang melebihi diameter planet bumi atau dua kali ukuran bumi dalam beberapa kali letusan. NASA berhasil mengambil foto dan merekamnya dengan menggunakan pesawat ruang angkasa Solar Dynamics Observatory (SDO), yang diluncurkan pada 2010 untuk memonitor aktivitas matahari.

NASA menyebut ledakan itu adalah "New Year's Ballet On Sun", dan menegaskan bahwa badai ini bukan yang terkuat dalam sejarah Matahari. Ledakan ini dapat menciptakan masalah yang luar biasa untuk satelit dan risiko serius bagi astronot jika mereka diarahkan ke Bumi.

Menurut Space.com: "Saat ini, Matahari berada dalam fase aktif 11 tahun siklus aktivitas matahari diperkirakan akan mencapai puncaknya tahun ini. Namun, ilmuwan dari NASA mengatakan bahwa setelah seratus tahun dari arus puncak siklus yang dikenal sebagai Cycle, Solar 24 bisa menjadi terendah. "

Diperkirakan para ahli, akan terjadi periode ledakan paling intens dari ejeksi massa korona (CME) dan bintik Matahari dalam rentang waktu 12 bulan ke depan. Jadi, kesimpulan akhir adalah bahwa akhir dunia atau kiamat tidak akan terjadi untuk tahun ini dan dalam video terletak di bawah kita dapat mengamati letusan matahari yang luar biasa.

 

Kategori

Blogroll

  • Masih Kosong