Mantan Presiden Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie, ternyata tak hanya peduli pengembangan pesawat dalam negeri. Ia juga sangat menaruh perhatian terhadap dunia pendidikan di Indonesia.

Hal tersebut terbukti saat Pria kelahiran 25 Juni 1936 ini menghibahkan tanahnya seluas 50 hektar untuk pengembangan dan pembangunan seluruh universitas yang ada di provinsi Gorontalo.

"Saya mewakili keluarga Habibie akan menyumbangkan 50 hektar tanah untuk pembangunan semua kampus di Gorontalo," kata Habibie saat memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Gorontalo, Jumat 28 Februari 2014.

Saat memberikan kuliah umumnya, Habibie menceritakan perjalanan hidup dengan tema 'Arti Cinta'. Di hadapan ribuan mahasiswa, ia menceritakan kesuksesan buku yang berjudul 'Ainun Habibie', yang berhasil menembus jutaan pembaca hingga d imanca negara.

"Saya ingin sedikit bercerita tentang buku 'Ainun Habibie', yang hingga kini telah diubah dalam 5 bahasa, yakni bahasa Arab, China, Inggris, Jerman, dan bahasa Jepang," ungkapnya.

Bahkan, Habibie juga menceritakan kisahnya saat bersama-sama dengan mendiang istrinya, almarhumah Ainun. "Di saat-saat akhir Ainun, bahkan saya tidak tahu kalau dia sakit, bahkan pada saat 1 minggu paska meninggalnya Ainun, saya hanya bisa menangis seperti anak kecil yang mencari Ainun," kisahnya.

"Ketika Ainun sakit, saya sakit, dia senang saya senang, dia sedih saya sedih, dan ketika dia sukses maka saya berada di sampingnya untuk memberikan dukungan," tutur Habibie.

Di akhir kuliah umumnya, Habibie menjelaskan bila dirinya akan selalu berimbang dalam masalah cinta. Lantaran, hakikat manusia adalah mencintai dan dicintai. Dengan itulah, manusia dapat hidup damai di atas tanah yang dipijaknya.

"Para hadirin, jadi saya akan memilih dicintai dan mencintai, karena saya juga manusia biasa, yaitu memberi dan diberi cinta," pungkas Habibie.

Di Gorontalo sendiri, Presiden ke-3 Indonesia itu memiliki beberapa agenda. Salah satunya adalah meresmikan jalan Prof. DR.Ing. BJ Habibie dan Alwi Abdul Jalil Habibie yang terletak di desa Poowo Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. (Raden Trimutia Hatta)

     Menyusun skripsi/tugas akhir tidaklah mesti menjadi beban bagi seorang mahasiswa calon sarjana Perguruan Tinggi. Skripsi justru dapat membuka jalan yang menjadikan mahasiswa menjadi pembicara dalam ajang nasional bergengsi. Hal inilah yang terjadi pada mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, Novita Rizki Primanagara. Artikel yang merupakan intisari dari riset dalam skripsi Novita menjadi satu diantara 52 paper yang dipaparkan dalam Simposium Nasional Keuangan dan Perbankan (SNKP) yang di gelar di Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STEI) yang dilaksanakan selama dua hari, Kamis (28/04) hingga Jumat (29/04).

    Dalam simposium yang membahas tentang kesiapan sektor keuangan dan perbankan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut Novita mempresentasikan paper-nya mengenai “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Manajemen Laba” dihadapan 200 orang yang terdiri atas narasumber, presenter, peserta non-presenter, dosen serta mahasiswa dari Pergutruan Tinggi yang ada di Indonesia. Dengan bimbingan serta dukungan dari bapak Rio Monoarfa, SE,Ak M.Si selaku pembimbing I serta Pembimbing II sekaligus Ketua Jurusan-nya Zulkifli Bokiu, SE,Ak M.Si, skripsi yang dikerjakannya dengan sungguh-sungguh tersebut menjadi sebuah paper yang terpilih dalam SNKP dalam ajang tersebut. Pihak Jurusan terus mendukung dan mendorong mahasiswa yang mempunyai potensi, keberanian dan rasa percaya diri untuk menunjukkan potensi diri mereka hingga ke skala nasional maupun internasional.

   Hal ini diungkapkan Ketua Jurusan Akuntansi Zulkifli Bokiu, SE,Ak M.Si yang turut mendampingi Novita dalam menghadapi presentasi tersebut. Selain melakukan bimbingan, salah satu wujud dukungan dari pihak jurusan yakni dengan mendorong mahasiswa untuk mengikuti forum-forum terkait ilmu yang diminati dan dipelajari mahasiswa. “Kita juga memberikan kajian jurnal nasional dan internasional yang bagus dalam perkuliahan” jelasnya. Selain SNKP, pada saat bersamaan pihak jurusan juga telah mengutus dosen serta mahasiswa Akuntansi dalam ajang Masyarakat Akuntansi Multiparadigma (MAMI). Pihak jurusan kata Zulkifli akan terus memberi ruang bagi mahasiswa yang memiliki kemauan serta kemampuan untuk mengikuti ajang seperti ini. Ia berharap mahasiswa Akuntansi lebih percaya diri, mampu serta siap berkompetisi dan dapat terus bersaing di skala nasional. 

Profil Universitas Negeri Gorontalo

16 September 2020 12:45:03 Dibaca : 21

   Universitas Negeri Gorontalo (UNG) merupakan universitas yang dikembangkan atas dasar perluasan mandat (wider mandate) dari IKIP Negeri Gorontalo. Keberadaan Universitas Negeri Gorontalo dimulai dari Junior College FKIP Universitas Sulawesi Utara-Tengah (UNSULUTTENG) Manado di Gorontalo berdasarkan surat keputusan pejabat Rektor UNSULUTTENG Nomor 1313/II/E/63 tanggal 22 Juni 1963, Cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 67 tahun 1963 tanggal 11 Juli 1963, IKIP Manado Cabang Gorontalo berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 114 tahun 1965 tanggal 18 Juni 1965, FKIP UNSRAT Manado di Gorontalo berdasarkan Keppres nomor 70 tahun 1982 tanggal 7 September 1982, STKIP Gorontalo berdasarkan Kepres RI nomor 9 tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, IKIP Negeri Gorontalo berdasarkan Kepres RI nomor 19 tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001.

   Perubahan IKIP Negeri Gorontalo menjadi Universitas Negeri Gorontalo ditetapkan dengan surat Keputusan Presiden RI nomor 54 tahun 2004 tanggal 23 Juni 2004. Hari lahir UNG ditetapkan sama dengan lahirnya cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo yaitu, tanggal 1 September 1963 sebagaimana dinyatakan dalam surat keputusan menteri PTIP nomor 67 tahun 1963 tanggal 11 Juli 1963. Dalam perjalanannya selama 50 tahun telah mengalami tujuh kali pergantian pimpinan dan enam kali perubahan nama lembaga.

Secara rinci nama pejabat pimpinan sejak tahun 1963 – sampai sekarang sbb :

Drs. Idris Djalali - Dekan Koordinator  IKIP Yogyakarta Cab. Manado di Gorontalo - 1963-1966Drs. Ek. M. J. Neno - Dekan Koordinator IKIP Manado Cab. Gorontalo - 1967-1969Prof. Drs. H. Thahir A. Musa - Dekan Koordinator    IKIP Manado Cab. Gorontalo - 1969-1981Prof. Drs. H. Kadir Abdussamad - Dekan FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1982-1988Drs. H. Husain Jusuf, M.Pd - Dekan FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1989-1992Prof. Dr. H. Nani TuloliDekan  FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1992-1993Ketua STKIP Negeri Gorontalo - 1993 - 2001Pj. Rektor IKIIP Negeri Gorontalo - 2001 - 2002Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd  Rektor IKIP Negeri Gorontalo - 2002-2004Rektor Universitas Negeri Gorontalo  - 2004-2010Dr. H. Syamsu Qamar Badu, M.Pd - Rektor Universitas Negeri Gorontalo - 2010 - 2019Dr. H. Eduart Wolok, ST, MT - Rektor Universitas Negeri Gorontalo - 2019 - 2023Logo

Keterangan Logo

   Kurva segi lima sama sisi adalah ornamen khas daerah Gorontalo melambangkan lima sila dari dasar negara pancasila yang menjadi azas UNG, serta lima sendi peradaban Gorontalo yang disebut {Payu Limo to Talu, Lipu Pei Hulalu}Kerangka bunga teratai yang telah mekar penuh mengandung harapan UNG akan menghasilkan SDM yang utuh dan berkualitas.Lingkaran bola dunia melambangkan komitmen untuk mencapai visi, misi dan tujuan UNG, sedangkan warna biru melambangkan keamanan dan perdamaian.Buku berwarna putih yang terbuka memiliki makna sikap terbuka dan semangat yang tinggi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya.Pena berbentuk ornamen lima mata melambangkan antara ilmu agama, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya merupakan satu kesatuan yang utuh dalam dunia pendidikan.   Mahkota raja berwarna hitam dengan hiasan kuning emas melambangkan kebudayaan, keteguhan dan kejayaan suatu martabat. 23 butir emas melambangkan hari bersejarah masyarakat Gorontalo, di mana tanggal 23 Januari 1942 sebagai hari kemerdekaan masyarakat Gorontalo dan sekaligus tanggal 23 Juni 2004 hari peresmian UNG oleh Presiden RI.Sayap burung Maleo berwarna jingga melambangkan semangat juang yang tinggi serta gerakan dinamis civitas akademika dalam mengembangkan UNG

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong