ARSIP BULANAN : September 2020

Ospek Daring, Positif Dan Negatifnya Untuk Mahasiswa Baru

18 September 2020 12:27:27 Dibaca : 16

Pandemi COVID-19 masih terus berlanjut, terus nasib masa orientasi mahasiswa baru mesti gimana, nih?

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berdampak signifikan pada pelaksanaan ospek mahasiswa baru untuk tahun 2020. Langkah-langkah perubahan besar pun terpaksa diambil.

Nah, berikut adalah sisi positif dan negatif dari ospek daring.

Kelebihan Ospek (Pkkmb) Daring :

1. Mendorong Kita Bersikap Lebih Adaptif

Ospek dari menjadi suatu pembuktian mahasiswa harus lebih bersikap adaptif disegala situasi.

2. Bisa dilakukan dirumah

Pengembangan ospek secara daring ini mempermudah mahasiswa yang berada diluar kota bisa tetap mengikuti ospek daring.

Kelemahan Ospek (Pkkmb) Daring :

1. Bisa Terjadi Salah Komunikasi

Ospek daring rentan terjadi kesalahan menangkap pesan karena terkendala jarak dan jaringan internet. Bukan cuma untuk kalangan panitia aja, tapi juga pada mahasiswa baru yang jumlahnya masif.

2. Akses Jaringan Internet Tidak Merata

Terbatasnya jaringan internet membuat para mahasiswa yang berada didaerah terpencil sulit untuk melakukan ospek secara daring ini.

3. Membutuhkan Kuota Internet Yang Lebih Besar

Penggunaan kuota yang besar menyebabkan durasi pelaksanaan ospek daring lebih singkat dibanding ospek tatap muka. Walau begitu, pengenalan nilai-nilai kampus tetap jadi prioritas.

 

Namun dengan berbagai dampak yang akan terjadi nanti, semoga kita bisa melaksanakan PKKMB daring ini dengan sebaik mungkin.

Semoga artikek ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan artikel ini.

Sekian dan Terima kasih. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Dengan adanya virus corona, semua mahasiswa diharuskan untuk belajar di rumah atau kuliah secara daring, sehingga mahasiswa tidak bisa melakukan hal yang  biasa dilakukan mahasiswa di kampus. oleh karena itu, banyak mahasiswa yang bingung untuk melakukan kegiatannya di rumah dan hanya bisa menunggu arahan dari dosennya. Mahasiswa yang seperti ini bisa disebut dengan mahasiswa yang pasif atau mahasiswa yang hanya ketergantungan dari virus covid-19 ini. 

Dengan demikian, perkuliahan online ini membuat mahasiswa merasa kurang produktif sehingga kita hanya melakukan perkuliahan dari pagi hingga sore dan selebihnya hanya berleha-leha saja di rumah atau kost. Adapun sebagian mahasiswa yang merasa tidak senang karena tidak bisa melakukan kegiatan yang bisa mereka lakukan di kampus. Padahal masih banyak kegiatan produktif yang bisa dilakukan mahasiswa dalam masa pandemi ini untuk mengespresikan pikiran kita diluar kegiatan kuliah, hanya saja perbedaan yang bisa kita lakukan tetap di rumah saja atau melakukan daring. Berikut merupakan kegiatan-kegiatan produktif yang bisa dilakukan mahasiswa pada saat pandemi covid-19:

1. Mengikuti seminar online atau diskusi onlinePada masa pandemi ini beberapa universitas sering mengadakan seminar online ataupun diskusi online untuk membahas apa saja permasalahan yang sedang terjadi dimasyarakat atau pun kesiapan mahasiswa dalam masa pandemi ini. Kita para mahasiswa cukup diam dirumah, menyiapkan kuota internet serta laptop/HP untuk mengikuti seminar online ini. Dengan mengikuti seminar online ini mahasiswa bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan mudah dan membuat mahasiswa mempunyai pemikiran yang kritis.

2. Beribadah

Mungkin kegiatan ini memang wajib setiap manusia untuk menunaikan ibadah sesuai agamanya masing-masing termasuk islam yang harus melaksanakan ibadah sholat 5 waktu dalam sehari. Akan tetapi, biasanya jika kita ingin melakukan ibadah kemudian terbentur oleh kegiatan kita masing-masing di kampus. Dengan adanya virus corona ini membuat semua kegiatan beribadah dilaksanakan dirumah saja sehingga membuat kita untuk beribadah lebih baik lagi dan lebih sering beribadah bersama keluarga, dibandingkan mahasiswa rantau yang beribadah sendiri.

3. Keluar dari Zona Nyaman atau Melakukan Sesuatu diluar Kebiasaan Kita

Kegiatan yang satu ini adalah bagaimana mempresentasikan kepribadian atau sikap kita terhadap lingkungan sekitar kita. Rata-rata orang yang sudah terlanjur nyaman dengan kebiasaannya masing-masing, seperti bermalas-malasan, sering bermain sosial media atau game kegiatan ini biasa disebut sebagai generasi nunduk, serta terlalu sering tidur atau biasa disebut sebagai kamu rebahan, dan masih banyak lagi. Yang dimaksud keluar dari zona nyaman disini yaitu kita harus keluar dari kebiasaan-kebiasaan yang membuat kita kurang produktif. Oleh karena itu, walaupun terjadinya pandemi ini kita tetap bisa memulai untuk mempunyai pondasi dan melakukan kegiatan yang produktif untuk masa depan kita.

4. Edukasi

Pada saat pandemi ini, sebagai generasi milenial wajib bagi kita untuk mengabdi kepada masyarakat disekitar kita. Salah satunya adalah dengan cara melakukan hal-hal yang positif dan menginformasikan sesuatu yang benar agar tidak ada kekeliruan dan kepanikan di lingkungan kita. Edukasi adalah salah satu cara kita untuk menenangkan masyarakat agar tidak panik. Banyak cara untuk kita melakukan edukasi baik dari sosial media maupun secara langsung. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda jangan malu untuk berbuat hal-hal yang positif bagi masyarakat dan diri kita sendiri.

5. Belajar

Kegiatan ini adalah salah satu kewajiban kita pada saat pandemi corona ini. Walaupun kita di rumah saja, tetapi tidak ada salahnya untuk tidak belajar. Banyak cara kita untuk belajar di rumah seperti membaca buku, belajar online dan masih banyak lagi, karena jika bisa memanfaatkan pandemi ini dengan baik dan bijak maka setelah pandemi ini selesai hal-hal yang positif yang kita lakukan pada saat pandemi akan berguna disuatu saat nanti kedepannya.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kira semua. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang dimengerti. 

Sekian dan terima kasih. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

 

Dampak kuliah daring (online) pada masa pandemi covid-19

18 September 2020 11:57:27 Dibaca : 14

Dampak Kuliah Daring (Online) pada Masa Pandemi Covid-19 

Apa dampak kuliah online di masa pandemi sekarang ini?

Saat pandemi ini banyak orang yang WFH atua Work Form Home dimana semua orang dari pekerja, mahasiswa sampai murid sekolah dasar pun melakukan semuanya dengan daring(online). Tetapi ada beberapa kampus terkenal seperti Universitas Yale, Harvard, Priceton dan Oxford sudah melakukan kuliah daring sebelum pandemi ini. 

Bagaimana dengan kampus di Indonesia? Ungkin ini pertama kalinya kuliah secara daring. Yang ada sampai saat ini kuliah online menggunakna Whatapps group, Zoom Meeting ataupun E-Learning dari pihak kampus. Okay! Langsung aja dampak negatif dan positif dari kuliah daring

Dampak negatif kuliah daring

1.  Tidak semua tempat terdapat fasilitas internet.

2. Kurangnya interaksi antara mahasiswa dan dosen itu sendiri. Sehingga memperlambat proses belajar mengajar dan nilai mahasiswa itu sendiri.

3. Beberapa subjek mata kuliah sulit dipahami dan direalisasikan dalam bentuk daring.

4. Koneksi internet membuat para mahasiswa cenderung stress hinggal menimbulkan rasa frustasi.

5. Biaya internet yang cukup mahal.Banyak mahasiswa yang orangtuanya berpenghasilan dibawah, sehingga untuk membeli kuota internet saja harus berpikir dua kali karena saking mahalnya sekarang, apalagi jika koneksi internet nya tidak stabil, lebih membuat para mahasiswa putus asa.

Selain dampak negatif, ada juga dampak positif yang bisa kita petik dalam masa pandemi ini :

1. Pembelajaran bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. 

2. Mengembangkan keterampilan dalam menggunakan IT bagi para mahasiswa

3. Mahasiswa dapat dengan mudah mereview pembelajarannya kapan saja. 

Semoga kita para mahasiswa bisa tetap produktif dan semangat dalam melaksanakan pembelajaran dimasa pandemi ini.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat bagi kita semua

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong