Kolaborasi UNG, UG dan IAIN Gorontalo Tingkatkan Kapasitas SDM di Utara RI
Tiga perguruan tinggi memantapkan visi bersama untuk menjadikan Provinsi Gorontalo sebagai pusat pendidikan tinggi di kawasan Utara RI.
Hal itu terungkap pada penandatanganan kerjasama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman oleh Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Eduart Wolok, Rektor Universitas Gorontalo (UG) Ibrahim Ahmad dan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Lahaji, Kamis (3/9/2020).
Usai pertemuan tersebut, Rektor UNG Eduart Wolok tak menampik pentingnya kolaborasi antar lembaga perguruan tinggi di Gorontalo dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
“Kerjasama ini salah satu tujuan besarnya adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia di kawasan Teluk Tomini, Indonesia bagian Utara, dan khususnya di Provinsi Gorontalo,” ujar Eduart.
Profil Singkar Resimen Mahasiswa Satuan 301 Mahanawar UNG
Resimen Mahasiswa Dengan Sesanti Widya Castrena Dharma Siddha yang berarti penyempurnaan pengabdian dengan ilmu pengetahuan dan ilmu olah keprajuritan.
Kedudukan resimen mahasiswa satuan 301 Universitas Negeri Gorontalo berada di kampus satu JL. Jendral Sudirman no 6 Kota Gorontalo Tepatnya Gedung Indoor.
Satmenwa 301 Universitas Negeri Gorontalo telah lahir sejak tahun 1982, pada saat itu Menwa UNG masih berada di bawah naungan komenwa Mahasamra Sulawesi Utara yakni Batalyon 175 dan terdiri dari 4 Kompi yakni STKIP Gorontalo, STAIN Gorontalo, ICHSAN Gorontalo, dan STIE Gorontalo.
Oleh karena gorontalo secara administrasi telah menjadi satu provinsi yang telah memisahkan diri dari provinsi sulawesi utara pada tahun 2000.
Maka saat ini menwa satuan 301 Universitas Negeri Gorontalo telah menjadi satuan di bawah naungan KOMENWA MAHANAWAR 300 NANI WARTABONE GORONTALO . Dan berkembang menjadi salah satu kelembagaan mahasiswa berbentuk unit kegiatan khusus ( UKK ).
Mahasiswa Akuntansi UNG presentasikan Artikel di tingkat Nasional
Menyusun skripsi/tugas akhir tidaklah mesti menjadi beban bagi seorang mahasiswa calon sarjana Perguruan Tinggi. Skripsi justru dapat membuka jalan yang menjadikan mahasiswa menjadi pembicara dalam ajang nasional bergengsi. Hal inilah yang terjadi pada mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, Novita Rizki Primanagara. Artikel yang merupakan intisari dari riset dalam skripsi Novita menjadi satu diantara 52 paper yang dipaparkan dalam Simposium Nasional Keuangan dan Perbankan (SNKP) yang di gelar di Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STEI) yang dilaksanakan selama dua hari, Kamis (28/04) hingga Jumat (29/04). Dalam simposium yang membahas tentang kesiapan sektor keuangan dan perbankan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut Novita mempresentasikan paper-nya mengenai “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Manajemen Laba” dihadapan 200 orang yang terdiri atas narasumber, presenter, peserta non-presenter, dosen serta mahasiswa dari Pergutruan Tinggi yang ada di Indonesia. Dengan bimbingan serta dukungan dari bapak Rio Monoarfa, SE,Ak M.Si selaku pembimbing I serta Pembimbing II sekaligus Ketua Jurusan-nya Zulkifli Bokiu, SE,Ak M.Si, skripsi yang dikerjakannya dengan sungguh-sungguh tersebut menjadi sebuah paper yang terpilih dalam SNKP dalam ajang tersebut. Pihak Jurusan terus mendukung dan mendorong mahasiswa yang mempunyai potensi, keberanian dan rasa percaya diri untuk menunjukkan potensi diri mereka hingga ke skala nasional maupun internasional. Hal ini diungkapkan Ketua Jurusan Akuntansi Zulkifli Bokiu, SE,Ak M.Si yang turut mendampingi Novita dalam menghadapi presentasi tersebut. Selain melakukan bimbingan, salah satu wujud dukungan dari pihak jurusan yakni dengan mendorong mahasiswa untuk mengikuti forum-forum terkait ilmu yang diminati dan dipelajari mahasiswa. “Kita juga memberikan kajian jurnal nasional dan internasional yang bagus dalam perkuliahan” jelasnya. Selain SNKP, pada saat bersamaan pihak jurusan juga telah mengutus dosen serta mahasiswa Akuntansi dalam ajang Masyarakat Akuntansi Multiparadigma (MAMI). Pihak jurusan kata Zulkifli akan terus memberi ruang bagi mahasiswa yang memiliki kemauan serta kemampuan untuk mengikuti ajang seperti ini. Ia berharap mahasiswa Akuntansi lebih percaya diri, mampu serta siap berkompetisi dan dapat terus bersaing di skala nasional.