Puluhan Mahasiswa Sendratasik UNG Jadi Korban Kekerasan Senior
Puluhan mahasiswa di jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo (UNG) diduga menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh para seniornya.
Tindak kekerasan yang dilakukan beramai-ramai oleh mahasiswa senior itu terjadi di ruang studio teater milik jurusan Sendratasik.
Dari informasi yang dihimpun Liputan6.com, kejadian berawal pada tanggal 26 Maret 2018 lalu, saat mahasiswa Sendratasik tengah melakukan rapat persiapan peringatan Hari Tari Sedunia.
Rapat berakhir sekitar pukul 21.00 Wita, tetapi mahasiswa angkatan 2016 dan 2017 justru dilarang membubarkan diri oleh seniornya. Mereka diminta mengambil posisi menunduk, dibentak berulang kali, kemudian ditampar dengan keras secara bergantian.
Tidak jelas apa yang menjadi pemicu hingga para mahasiswa senior tega melakukan tindakan kekerasan kepada juniornya. Kasus ini pun baru diketahui oleh pihak fakultas pada akhir tahun 2018, setelah seorang mahasiswa memberanikan diri melaporkan perlakuan seniornya ke salah satu dosen.
Wakil Dekan Kemahasiswaan Fakultas Sastra dan Budaya UNG, Muslimin membenarkan kejadian kekerasan yang dialami oleh sejumlah mahasiswa Sendratasik.
"Ada sekitar dua puluh mahasiswa senior yang melakukan aksi kekerasan itu. Korban juga sekitar dua puluan," kata Muslimin, Rabu (23/1/2019).
Ia menjelaskan pihak fakultas sendratasik UNG segera membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk menelusuri kasus perisakan tersebut. Hasilnya, tim yang dibentuk mendapat keterangan dari para pelaku yang mengakui perbuatannya kepada para korban.
"Pelaku mengaku telah terjadi tampar-menampar. Jadi angkatan 2014 dan 2015 menampar juniornya di angkatan 2016 dan 2017," ungkapnya.
Muslimin juga membeberkan dari hasil temuan TPF diketahui salah seorang korban perisakan mengalami cedera hingga rahang pipinya bergeser akibat tamparan yang diterima. Hal itu dikuatkan setelah orangtua korban menemui pihak fakultas untuk memperlihatkan foto rontgen.
"Korban yang rahangnya bergeser itu perempuan. Ada juga korban yang mengalami gangguan pendengaran tapi sudah sembuh, sebagai besar korban mengalami memar," terangnya.
Tak Ingin Susahkan Mahasiswa, Pembayaran UKT/SPP di UNG Diperpanjang
Waktu pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT/SPP) di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), bagi mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN), diperpanjang.
Perpanjangan kata Rektor UNG, Eduart Wolok, hingga tanggal 10 Agustus 2020. Dia tak ingin mahasiswanya susah. Sehingganya, jika masih banyak mahasiswa yang belum membayar UKT, dan masih banyak juga yang mengurus pengurangan UKT, akhirnya diputuskan untuk diperpanjang.
Diperpanjangnya waktu pembayaran tersebut, sesuai Surat Edaran (SE) Wakil Rektor Bidang Akademik, Nomor 1806/UN47.I/EP/2020. Seluruh pimpinan fakultas diminta untuk mendorong mahasiswa memanfaatkan waktu yang ada.
Tak hanya itu, penginputan jadwal kuliah ke Sistem Akademik (SIAT) diberikan waktu hingga Senin 3 Agustus 2020, penginputan Kartu Rencana Studi (KRS) sampai Rabu 12 Agustus, dan waktu penerimaan oleh dosen penasehat akademik hingga, Jumat 14 Agustus 2020.
Profil Universitas Negeri Gorontalo
Universitas Negeri Gorontalo, disingkat UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1963. Mulanya Universitas ini diberi nama Junior College, dan menjadi bagian dari FKIP UNSULUTENG. Tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.
Tahun 1982 lembaga ini menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo. Lembaga ini resmi berdiri sendiri berdasarkan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo.
Tahun 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. Dan akhirnya, pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004.
Universitas Negeri Gorontalo membuka pintu selebar-lebarnya bagi segala upaya pengembangan martabat manusia melalui riset-riset. Paradigma piramida terbalik yang didorong oleh Rektor Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd sangat mengutamakan program-program yang bisa lebih mendorong jurusan/prodi untuk bisa lebih mandiri, kreatif dan inovatif.
Berdasarkan hasil akreditasi institusi oleh Badan Akreditasi Perguruan Tinggi tahun 2018, mengukuhkan Universitas Negeri Gorontalo masuk sebagai jajaran Perguruan Tinggi terbaik dengan perolehan akreditasi A. Pada tahun 2017, menempatkan Universitas Negeri Gorontalo pada peringkat 50 berdasarkan peringkat 100 besar Perguruan Tinggi Indonesia Non Politeknik oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Republik Indonesia. Selain itu berdasarkan data Peringkat Universitas di Dunia versi Webometrics tahun 2018, menempatkan Universitas Negeri Gorontalo pada peringkat 154 (Asia Tenggara) dan 42 (Indonesia).