Gempa yang Mematikan di Spanyol Dipicu Hilangnya Air Tanah

25 October 2012 14:44:59 Dibaca : 937

Oleh Becky Oskin, Staf Penulis OurAmazingPlanet | LiveScience.com

Penyedotan air tanah telah memicu gempa bumi dangkal yang tidak biasa dan mematikan yang melanda Lorca, Spanyol, pada tahun 2011, demikian diungkapkan sebuah studi terbaru.

Para ilmuwan telah mengetahui selama puluhan tahun bahwa memompa air memang dapat memicu gempa bumi kecil. Namun ini adalah kali pertama pengambilan air diidentifikasi sebagai pemicu gempa, kata para peneliti. Penelitian menemukan bahwa baik ukuran dan lokasi gempa, keduanya dipengaruhi oleh pemompaan air tanah.

"Fakta bahwa perubahan tekanan yang sangat kecil karena proses yang normal, seperti  pengambilan  air tanah, bisa berpengaruh pada sistem yang sangat besar," kata Pablo González, penulis utama penelitian dari University of Western Ontario di Kanada.

Para peneliti juga mampu secara tepat menghitung perubahan fisik yang dihasilkan gempa. Hasilnya akan membantu para ahli seismolog untuk lebih memahami mekanisme yang mengontrol ketika gempa bumi terjadi dan berhenti. Hal tersebut merupakan langkah penting dalam memprediksi kapan dan letak gempa akan terjadi, serta ukurannya.

"Kami perlu pengamatan semacam ini untuk mengalibrasi model fisik" dari sesar, kata Jean-Philippe Avouac, seorang ahli geologi di Caltech  Pasadena, California, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut. "Inisiasi dan pemahaman (sesar)  adalah sesuatu yang  berusaha untuk kami batasi," katanya kepada OurAmazingPlanet.

Gempa kecil, dampak yang menghancurkan
Pada 5 Mei 2011, gempa berkekuatan relatif sedang 5,1 Richter terjadi. Gempa sebesar itu biasanya tidak menyebabkan kerusakan yang signifikan di negara maju. Sebuah gempa yang terjadi pada 2006 yang besarnya 4,8 Richter dekat Lorca tidak menyebabkan korban tewas.

Namun gempa pada 2011 terjadi hanya 0,6 mil (1 kilometer) di bawah permukaan bumi, yang berarti energi gempa terkonsentrasi di permukaan. Sembilan orang tewas dan puluhan luka-luka. Gempa itu juga merusak bangunan dengan fondasi yang tidak kuat — seperti gereja abad pertengahan, dan bangunan modern.

Berkat penelitian yang sebelumnya di Spanyol, Gonzalez menduga pusat  gempa yang dangkal berkaitan dengan ekstraksi air tanah dekat Lorca. Data Lorca bagian selatan menunjukkan, air tanah telah turun sebanyak 250 meter sejak 1960.

"Ketika peristiwa tragis itu terjadi, kami bertanya pada diri sendiri, apakah gempa  yang terjadi mungkin berkaitan dengan penurunan air tersebut. Gempa itu sangat dangkal, dan terlebih lagi, pola penurunan dibatasi oleh sesar," kata Gonzalez kepada OurAmazingPlanet.

Menghubungkan penyusutan air tanah dengan gerakan sesar
Dengan menggunakan data dari citra satelit dan stasiun GPS, Gonzalez dan rekan-rekannya pertama kali mengonfirmasi soal gempa yang terjadi pada sesar Alhama de Murcia. Lalu, mereka menghitung bagaimana kerak merespon kehilangan berat air. Hilangnya beban ini tekanan pada sesar Alhama de Murcia dengan energi sebesar beberapa puluh kilopascal atau kurang dari tekanan atmosfer, seperti yang ditemukan oleh penelitian tersebut.

Saat gempa terjadi, sesar yang pecah hanya terjadi di daerah yang kehilangan air tanah sehingga meningkatkan tekanan pada sesar. Dari korelasi tersebut, Gonzalez  menyimpulkan bahwa hilangnya air tanah tidak hanya berperan sebagai pemicu gempa, tetapi juga mengontrol ukuran sesar dan besarnya gempa.

Namun, jumlah energi yang dilepaskan oleh gempa jauh melebihi yang dihasilkan oleh ekstraksi air tanah. Dengan demikian, gempa melepaskan tekanan  yang disebabkan oleh ekstraksi air tanah dan deformasi yang telah berlangsung selama beberapa abad, seperti yang disimpulkan dalam penelitian tersebut.

Spanyol bagian tenggara berada dekat dengan wilayah batas lempeng yang memisahkan lempeng tektonik Eurasia dan Afrika.

Bayi Ini Tetap Tersenyum Walau Menderita Tujuh Tumor

25 October 2012 14:40:40 Dibaca : 932

sungguh tak terbayangkan derita Darcie Kay, bayi berumur 8 bulan asal Inggris. Para dokter menemukan 7 tumor tumbuh di tubuh bayi mungil tersebut. Menurut para dokter, tumor itu akibat kelainan bawaan sejak Darcie lahir.

Darcie lahir awal tahun ini, tepatnya 7 Januari lalu. Awalnya Darcie terlihat seperti bayi lain yang sehat. Namun keadaan berubah ketika bayi cantik itu berusia tiga minggu. Sang bunda merasakan ada benjolan di punggung Darcie.

Saat diperiksa, dokter menemukan tumor sepanjang 7,5 cm di tulang iga belakang sebelah kanan. Yang lebih menyedihkan lagi, tumor tersebut berpotensi kanker. Dokter kemudian juga menemukan 6 buah tumor lain di paru-paru Darcie.

Selama 7 bulan terakhir, tubuh rentan Darcie dipaksa menerima pengobatan kemoterapi yang menyakitkan, karena tubuhnya menolak obat-obatan yang masuk.

Saat berumur 7 bulan, Darcie juga harus menjalankan operasi pengangkatan tumor di iganya. Untungnya kemoterapi berhasil menghilangkan 6 tumor yang ada di paru-parunya.

Yang paling mengharukan, Darcie tetap tersenyum layaknya bayi lain. Ia seolah-olah tak mengetahui bahwa tubuhnya tengah terserang penyakit.

"Darcie benar-benar luar biasa menghadapi penyakitnya. Semua orang di rumah sakit berujar bahwa Darcie sangat jarang menangis, ia selalu tersenyum," ujar Natalie ibunda Darcie.

Senyum Darcie yang kemudian menjadi penguat bagi Natalie dan suaminya Michael untuk menghadapi semua cobaan.

Bagaikan keajaiban, kini Darcie telah pulih total. Tak ada lagi tumor yang tumbuh di badan bayi mungil tersebut.

"Aku tak bisa berkata-kata untuk mengungkapkan kebahagiaanku, kini Darcie telah sembuh total. Kini keluarga kami punya harapan lagi dan bisa hidup normal layaknya keluarga lain," ujar Natalie lagi.

Tetap tersenyum Darcie...

 

Pelatihan SIAT

05 September 2012 09:43:10 Dibaca : 928

pelatihan siat hari rabu untuk anak s1 manajemen

Kategori

  • Masih Kosong