Mengapa memilih jurusan manajemen?
Saat ingin masuk kuliah, Kamu pasti bingung untuk memilih jurusan apa. Seperti yang Kamu tahu, banyak sekali jurusan yang menarik. Salah satunya adalah jurusan manajemen. Jurusan ini banyak diminati orang-orang.
Banyak alasan memilih jurusan manajemen yang bisa menjadi pertimbanganmu. Inilah 10 alasan memilih jurusan manajemen bagi Kamu yang masih bingung untuk memilih jurusan apa saat kuliah.
1. Kamu harus tahu bahwa manajerial adalah hal penting dan dibutuhkan dalam setiap aspek kehidupan. Dan di jurusan manajemen inilah Kamu akan mempelajari tentang tanggung jawab dalam mengelola sebuah perusahaan. Bisa dikatakan dalam manajemen nanti Kamu akan diajarkan tentang mengelola perusahaan hingga mengatur manusia (SDM).
2.Kamu pasti punya tujuan dalam kehidupanmu. Dengan manajemen Kamu dipastikan akan bisa mengkoordinir apa yang akan dilakukan sehari-hari untuk meraih tujuanmu.
3.Alasan memilih manajemen ketiga adalah setelah lulus, Kamu pasti akan dibutuhkan dalam berbagai bidang. Karena manajemen dibutuhkan dalam hal apapun. Singkatnya lulusan manajemen dibutuhkan karena bisa mengatur berbagai acara.
4.Prospek kerja dari lulusan jurusan manajemen pun juga beragam. Banyak lulusan dari jurusan manajemen yang bekerja dalam bidang manajemen organisasi atau proyek, yang bertanggung jawab untuk mengelola keuangan, administrasi dan lain-lain.
Itulah 4 alasan utama memilih jurusan manajemen. Jadi jangan ragu-ragu untuk memilih jurusan kuliah. Jika Kamu memiliki alasan tersendiri untuk memilih jurusan, maka lebih baik sesuaikan dengan passion-mu. Semoga bermanfaat dan semoga sukses kuliahnya.
masih perlukah melatih mental pada orientasi studi dan pengenalan kampus?
Baru-baru ini, penggalan video ospek mahasiswa baru (maba) secara online di universitas negeri Surabaya menjadi viral dimedia sosial. Video singkat tersebut memperlihatkan para panitia pelaksana ospek membentak maba yang tidak menggunakan tali pinggang.
Maba yang terlihat ketakutan tersebut hanya dapat mengucapkan kata maaf kepada para seniornya. Hal ini membuat warganet menjadi geram karena tindakan para panitia dianggap sangat berlebihan.
Tidak hanya itu, tata tertib aturan berbusana bagi maba pada poin terakhir dijelaskan bahwa maba bebas memakai/tidak memakai tali pinggang menambah kegeraman warganet terhadap para senior tersebut.
Ospek (orientasi studi dan pengenalan kampus) merupakan kegiatan awal bagi para mahasiswa baru dengan tujuan untuk mengenalkan atau mempersiapkan mahasiswa baru untuk memasuki lingkungan Pendidikan yang baru yakni dunia perkuliahan.
Namun acapkali ospek dijadikan alih-alih oleh para senior sebagai wadah untuk mendisiplinkan dan melatih mental mahasiswa baru. Perpeloncoan kepada mahasiswa barupun seakan menjadi tradisi turun temurun yang dilakukan pada kegiatan ospek.
Akibatnya terdapat banyak kasus yang berakibat buruk bahkan menelan korban jiwa sehingga perpeloncoan ini mendapat kritikan yang pedas dalam masyarakat.
Namun nyatanya sampai sekarang system ini masih juga akrab digunakan. Padahal jika dikaitkan dengan dunia pendidikan, ospek yang dilakukan dengan tindakan kasar,bentak-bentakan dan perkataan kasar sangat tidak berguna dan justru tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang mahasiswa yang harusnya berbicara sebagai kaum terpelajar.
Akibat dari perlakuaan senior yang tidak semestinya pada saat pelaksaan ospek juga membuat banyak orang yang setuju jika ospek dihapuskan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan ospek.
Justru ospek menjadi kegiatan yang sangat bagus karena akan membantu mahasiswa baru lebih cepat mengetahui lingkungan dunia perkuliahan dan istilah-istilah dalam perkuliahan yang mungkin mereka tidak pernah tahu sebelumnya. Yang salah hanya pelaksana ospek yang sudah tidak pada tempatnya lagi.
Oleh karena itu, perguruan tinggi harus lebih detail lagi mengingatkan kepada para panitia ospek untuk menjalankan tugasnya. Ospek harus dikembalikan kepada tujuan utamanya sebagai wadah untuk mengenalkan lingkungan kampus dan sistem diperguruan tinggi.
Pendidikan sebagai investasi hidup.
"Ah, kuliah di sana saja, murah, pokoknya cepat dapat kerja dan dapat ijazah.”
Astaga, kata-kata ini seharusnya dihindari para orangtua maupun calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Hal ini perlu dihindari karena kesalahan memilih tempat kuliah juga akan menentukan masa depan seseorang. Label almamater perguruan tinggi berkualitas akan memudahkan seseorang ketika ingin melamar pekerjaan di peorusahaan besar.
Mereka yang berkuliah di tempat yang kurang berkualitas bisa tumbuh menjadi pribadi yang hanya bisa menghafal dan mengetahui suatu ilmu tanpa mengetahui bagaimana cara mengaplikasikan ilmu tersebut di masyarakat sehingga pada akhirnya dia mungkin hanya bisa menduduki jabatan-jabatan level bawah dan sulit meningkatkan karier sampai ke level puncak. Ibarat burung beo yang diajari mengucapkan kata masam tetapi tidak tahu kapan dia harus mengatakan kata itu, maka apabila dia diberi makan apapun maka yang dia katakan hanya kata “masam.”“Hal ini ibarat seseorang yang tetap disuruh tetap menyiram air secara
teratur bahkan ketika hari hujan karena hal itu merupakan kebiasaan dan tata cara dari dulu, bahkan tetap disuruh tetap menyiram tanaman dengan menggunakan jas hujan ketika hari hujan.” Mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi yang berkualitas pasti akan mempertanyakan kebijakan ini dan bahkan menawarkan kebijakan yang lebih baik dan efektif serta efisien, sesuai pola pikir yang dia pelajari di perguruan tinggi berkualitas yang membina dia. Hal ini jugalah faktor yang membuat perusahaan besar lebih memilih perguruan tinggi berkualitas sebagai tempat merekrut talenta terbaik.