ARSIP BULANAN : September 2020

Sejarah Universitas Negeri Gorontalo

18 September 2020 14:13:57 Dibaca : 21

Universitas Negeri Gorontalo (UNG) merupakan universitas yang dikembangkan atas dasar perluasan mandat (wider mandate) dari IKIP Negeri Gorontalo. Keberadaan Universitas Negeri Gorontalo dimulai dari Junior College FKIP Universitas Sulawesi Utara-Tengah (UNSULUTTENG) Manado di Gorontalo berdasarkan surat keputusan pejabat Rektor UNSULUTTENG Nomor 1313/II/E/63 tanggal 22 Juni 1963, Cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 67 tahun 1963 tanggal 11 Juli 1963, IKIP Manado Cabang Gorontalo berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 114 tahun 1965 tanggal 18 Juni 1965, FKIP UNSRAT Manado di Gorontalo berdasarkan Keppres nomor 70 tahun 1982 tanggal 7 September 1982, STKIP Gorontalo berdasarkan Kepres RI nomor 9 tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, IKIP Negeri Gorontalo berdasarkan Kepres RI nomor 19 tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001.

Perubahan IKIP Negeri Gorontalo menjadi Universitas Negeri Gorontalo ditetapkan dengan surat Keputusan Presiden RI nomor 54 tahun 2004 tanggal 23 Juni 2004. Hari lahir UNG ditetapkan sama dengan lahirnya cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo yaitu, tanggal 1 September 1963 sebagaimana dinyatakan dalam surat keputusan menteri PTIP nomor 67 tahun 1963 tanggal 11 Juli 1963. Dalam perjalanannya selama 50 tahun telah mengalami tujuh kali pergantian pimpinan dan enam kali perubahan nama lembaga.

 

Secara rinci nama pejabat pimpinan sejak tahun 1963 – sampai sekarang sbb :

Drs. Idris Djalali - Dekan Koordinator  IKIP Yogyakarta Cab. Manado di Gorontalo - 1963-1966Drs. Ek. M. J. Neno - Dekan Koordinator IKIP Manado Cab. Gorontalo - 1967-1969Prof. Drs. H. Thahir A. Musa - Dekan Koordinator    IKIP Manado Cab. Gorontalo - 1969-1981Prof. Drs. H. Kadir Abdussamad - Dekan FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1982-1988Drs. H. Husain Jusuf, M.Pd - Dekan FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1989-1992Prof. Dr. H. Nani TuloliDekan  FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1992-1993Ketua STKIP Negeri Gorontalo - 1993 - 2001Pj. Rektor IKIIP Negeri Gorontalo - 2001 - 2002Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd  Rektor IKIP Negeri Gorontalo - 2002-2004Rektor Universitas Negeri Gorontalo  - 2004-2010Dr. H. Syamsu Qamar Badu, M.Pd - Rektor Universitas Negeri Gorontalo - 2010 - 2019Dr. H. Eduart Wolok, ST, MT - Rektor Universitas Negeri Gorontalo - 2019 - 2023

Logo Universitas Negeri Gorontalo

 

 

 

Keterangan Logo

1. Kurva segi lima sama sisi adalah ornamen khas daerah Gorontalo melambangkan lima sila dari dasar negara pancasila yang menjadi azas UNG, serta lima sendi        peradaban Gorontalo yang disebut {Payu Limo to Talu, Lipu Pei Hulalu}2. Kerangka bunga teratai yang telah mekar penuh mengandung harapan UNG akan menghasilkan SDM yang utuh dan berkualitas.3. Lingkaran bola dunia melambangkan komitmen untuk mencapai visi, misi dan tujuan UNG, sedangkan warna biru melambangkan keamanan dan perdamaian.4. Buku berwarna putih yang terbuka memiliki makna sikap terbuka dan semangat yang tinggi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya.5. Pena berbentuk ornamen lima mata melambangkan antara ilmu agama, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya merupakan satu kesatuan yang utuh dalam      dunia pendidikan.6. Mahkota raja berwarna hitam dengan hiasan kuning emas melambangkan kebudayaan, keteguhan dan kejayaan suatu martabat. 23 butir emas melambangkan hari bersejarah masyarakat Gorontalo, di mana tanggal 23 Januari 1942 sebagai hari kemerdekaan masyarakat Gorontalo dan sekaligus tanggal 23 Juni 2004 hari peresmian UNG oleh Presiden RI.7. Sayap burung Maleo berwarna jingga melambangkan semangat juang yang tinggi serta gerakan dinamis civitas akademika dalam mengembangkan UNG.

 

 

Mahasiswa Wajib Mengetahui Tri Dharma Kampus UNG

18 September 2020 11:52:24 Dibaca : 31

Secara umum, Tri Dharma Kampus UNG merupakan salah satu tujuan yang harus dicapai dan dilakukan oleh setiap mahasiswa dan mahasiswi UNG. Kampus UNG selayaknya melahirkan para pemuda atau orang-orang terpelajar yang memiliki semangat tinggi, pemikiran yang kreatif, mandiri, inovatif agar dapat membangun bangsa di berbagai sektor sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Inti dari Tri Dharma Kampus UNG terdiri dari 3 poin yaitu : Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Untuk itu, Tri Dharma Kampus UNG adalah tanggung jawab semua elemen yang terdapat di Kampus UNG. Berikut adalah penjelasan mengenai 3 poin Tri Dharma Kampus UNG yang sobat Mahasiwa-siswi dapat pahami.

1. Pendidikan dan Pengajaran

Poin pertama Tri Dharma Kampus UNG adalah Pendidikan dan Pengajaran. Hal ini sangat penting dalam satu proses belajar pada institusi pendidikan manapun. Di Indonesia sendiri, undang-undangan pendidikan tinggi menjelaskan tentang arti pendidikan.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Selain itu, undang-undang dasar 1945 juga mendukung hal tersebut. Disampaikan bahwa negara harus ikut serta pada proses mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu, pendidikan dan pengajaran adalah poin penting yang harus dituju oleh kampus UNG.

2. Penelitian dan Pengembangan

Mahasiswa-siswi kampus UNG pada umumnya adalah orang-orang yang dididik di kampus dan terbiasa untuk membuat penelitian, membuat laporan, melaksanakan tugas sesuai dengan ilmu yang dipahami, bukan hanya asal-asalan atau sekedar mengikuti kebiasaan saja.

Mahasiswa dan kultur kampus yang berbasis pada penelitian dan pengembangan ini, akan menghasilkan SDM yang cerdas, kritis, kreatif, dan tentu tidak sekedar bekerja ketika nanti berada di lapangan karirnya. Untuk itu, kedepannya ia akan memimpin masa depan yang mampu memecahkan masalah, serta orang-orang penuh keahlian yang mampu memberikan solusi atas berbagai masalah.

 

3. Pengabdian Kepada Masyarakat

Ilmu yang bermanfaat tentunya bukan hanya ilmu yang disimpan untuk diri sendiri atau sekedar disimpan dalam pikiran kita, melainkan ilmu yang diamalkan sesuai fungsinya dan memberikan manfaat untuk orang banyak. Akan menjadi percuma jika ilmu yang kita miliki sangat menjulang setinggi langit, namun tidak memberikan dampak perubahan yang signifikan untuk masyarakat.

Tanpa jiwa dan semangat pengabdian kepada masyarakat, tentu saja tidak akan ada artinya. Mahasiswa-siswi UNG hanya akan menjadi cikal bakal manusia yang egois dan tidak peduli terhadap masyarakat. Tentu bukan sesuatu yang baik, dimana mahasiswa-siswi UNG adalah harapan besar bangsa ini dan diharapkan mampu tumbuh, berkembang, dan menjadi harapan masa depan bangsa.

Pendidikan Karakter UNG Untuk Membangun Peradaban Bangsa

18 September 2020 10:37:39 Dibaca : 33

Pendidikan merupakan suatu hal yang pada saat ini sangat dinilai penting di dunia, sebab di dunia ini masih sangat membutuhkan orang-orang yang berkompeten yakni orang berpendidikan supaya bisa membentuk dan membangun suatu Negara yang maju.

Namun selain itu karakter merupakan pendidikan yang sangat dibutuhkan bahkan memiliki keistimewaan tersendiri sekarang sebab pada zaman sekarang ini dimana sebagian orang bukan hanya melihat betapa tinggi pendidikannya ataupun gelar yang sudah di raih dan melekat pada dirinya, melainkan juga terhadap karakter atau kepribadian yang dimiliki oleh setiap orang.

Selain itu proses pendidikan yang sedang berlangsung di Universitas Negeri Gorontalo saat ini masih sering kali banyak yang lebih mengutamakan dan mementingkan aspek dari segi kognitifnya dari pada segi psikomotoriknya, dan banyak sejumlah Dosen dari hampir di setiap Kampus yang hanya memberikan pengajaran dengan asal-asalan dalam mengajar supaya mereka terlihat telah memenuhi tugasnya sebagai seorang Dosen dan dijadikan sebagai bentuk formalitas saja, tanpa mampu memberikan atau memperkenalkan serta mengajarkan kepada Mahasiswa-siswinya mengenai bagaimana beretika yang baik yang harus telah harus ditanamkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ini.

Dalam hal ini pendidikan karater tentu sangat dibutuhkan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas untuk bersaing didunia saat ini. Dengan tujuan bukan hanya tercipta sumber daya manusia yang cerdik namun juga beretika.

Untuk para penerus bangsa pendidikan karakter yang penting diberikan merupakan pilar kejujuran, dimanapun kalian berada, bagaimana pun keadaannya dan dengan siapa kalian berhadapan jujurlah sehingga semuanya akan menjadi mudah.

Semoga dengan diterapkan pendidikan karakter bisa membentuk karakter penerus bangsa yang beretika dan cerdik untuk mempertahankan keutuhan bangsa dan menjadikan negara ini sebagai negara maju

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong