ARSIP BULANAN : September 2020

Pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2020 secara serentak dilaksanakan diseluruh wilayah Indonesia. Dalam pelaksanaan UTBK pada kondisi pandemi Covid-19, UNG sebagai salah satu pelaksana memperketat penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ujian kali ini.

Diperketatnya penerapan protokol kesehatan untuk panitian maupun peserta ujian sesuai dengan instruksi Rektor UNG Dr. Eduart Wolok, S.T, M.T,. Tidak hanya sekedar mewajibkan penggunaan masker maupun menjaga jarak antar satu sama lain, petugas pelaksana juga dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) untuk menghindari penularan Covid-19.

“Petugas yang bertugas di pintu masuk yang menyambut peserta ujian dibekali dengan pakaian APD, ini untuk meminimalisir kontak dalam kemungkinan menularkan atau ditularkan.,” ungkap Rektor.

Sebelum masuk ke ruang ujian peserta wajib dilakukan peserta juga diwajibkan mencuci tangan ditempat yang telah disediakan, dan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan ke tangan peserta.

Selanjutnya peserta ujian akan dilakukan pengukuran suhu tubuh oleh petugas dengan batas suhu tubuh 37,5 derajat celcius. Jika ada yang melewati batas, petugas diinstuksikan untuk menolak peserta tersebut untuk mengikuti ujian dan akan dijadwalkan kembali pelaksanaannya.

“Setelah pelaksanaan ujian sesi pertama, ruang ujian akan disterilkan kembali oleh petugas, dengan menyemprotkan cairan disinfektan sebelum digunakan pada sesi kedua. Ini sebagai upaya untuk menjamin fasilitas UTBK UNG bebas dari virus Covid-19,” terangnya.

Langkah memperketat penerapan protokol kesehatan dilakukan, karena pada UTBK kali ini UNG akan kedatangan 4127 peserta ujian yang berasal dari berbagai Daerah dengan kondisi individu setiap peserta yang berbeda-beda.

“Dikhawatirkan kedatangan ribuan peserta dari berbagai daerah ini tanpa penerapan protokol kesehatan yang ketat dapat memunculkan cluster baru penularan virus Covid-19, sehingga diperketatnya penerapan protokol kesehatan sangat penting untuk mencegahnya,” terangnya.

Menurut Rektor, UNG memiliki tanggung jawab besar dalam menyukseskan pelaksanaan UTBK kali ini tanpa menyampingkan protokol kesehatan.

Jelang pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri / UTBK – SBMPTN 2020 yang akan dimulai pada 5 Juli 2020, Dr Eduart Wolok Rektor Universitas Negeri Gorontalo melakukan pengecekan kesiapan lokasi ujian, Sabtu (5/7/2020)

Pengecekan mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, dan juga penerapan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 sesuai arahan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Berdasarkan hasil peninjauan, Rektor Dr.Eduart Wolok,ST.MT, mengatakan bahwa saat ini lokasi dan seluruh fasilitas yang akan digunakan pada pelaksanaan UTBK telah siap, untuk melayani 4127 calon mahasiswa yang akan mengikuti unjian di UNG.

"Alhamdulillah fasilitas maupun perangkat pendukung ujian yang di UNG telah siap menyabut peserta ujian, yang akan dilaksanakan mulai tanggal 5 Juli sampai dengan 14 Juli nanti," ungkap Rektor.

Selama pelaksanaan UTBK, UNG sebagai pelaksana ujian di Gorontalo telah menyiapkan 23 ruang ujian yang berlokasi di Kampus induk maupun kampus baru UNG Bone Bolango. Setiap harinya ruang ujian akan melaksanakan 2 sesi ujian yakni sesi pagi dan sesi siang.

“Setiap harinya terdapat 2 sesi, sehingga jeda antar sesi ada kesempatan untuk mensterilkan ruangan, meja dan komputer. Bahkan saat peserta memasuki gerbang lokasi UTBK peserta Kami Atur, dari parkiran sampai masuk ruang ujian, Selain juga menekankan seluruh peserta UTBK harus mengikuti prosedur protokol kesehatan dalam mengurangi penyebaran virus corona," terang Rektor.

Dalam memperketat upaya pencegahan Covid-19 selama pelaksanaan ujian, bahkan Pengawas, teknisi Ruangan dan Security juga akan lengkapi dengan Masker, handscoon dan Alat pengukur suhu badan.

Sebelum mengikuti ujian nanti, Rektor mengimbau kepada peserta ujian membawa peralatan tulis dan semua kelengkapan persyaratan yang diwajibkan oleh LTMPT untuk dibawa pada saat ujian, dan diharapakan kepada peserta hadir di lokasi ujian 1 (satu) jam sebelum dimulai. 

Perayaan Dies Natalis ke-57, UNG luncurkan logo.

19 September 2020 07:51:31 Dibaca : 13

Pada bulan September tahun 2020 Universitas Negeri Gorontalo resmi menapaki usianya yang ke-57 tahun. Untuk menyemarakkan perayaan Dies Natalis yang ke-57, Kampus Merah Maron ini resmi meluncurkan Logo sebagai ikon perayaan Dies Natalis tahun ini.

Rektor UNG Dr. Eduart Wolok, S.T, M.T, menjabarkan bahwa makna dari logo yang digunakan pada Dies Natalis kali ini yakni bentuk logo ini merupakan gabungan beberapa unsur yang diambil dari logo Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yaitu ;

Pertama, kurva segi lima sama sisi adalah ornamen khas daerah Gorontalo yang melambangkan lima sila dari dasar negara Pancasila yang menjadi azas UNG, serta lima sendi peradaban Gorontalo yang disebut (Payu Limo to Talu, Lipu Pei Hulalu).

Kedua, sayap burung Maleo sebagai burung endemik Sulawesi yang melambangkan semangat juang yang tinggi serta gerakan dinamis dari seluruh civitas akademika dalam memajukan Universitas Negeri Gorontalo. Sayap burung Maleo tersebut juga melambangkan semangat dan daya juang pribadi-pribadi unggul dan memiliki daya saing.

"Untuk warna yang digunakan pada logo ini adalah Merah, Kuning Emas, Hijau, Biru dan Ungu yang merupakan warna adat Gorontalo," terang Rektor.

Lebih lanjut dijelaskan Rektor, keseluruhan ragam warna ini juga mewakili warna masing-masing fakultas yang ada di UNG.

Adapun makna dari warna merah yang melambangkan keberanian dan tanggung jawab. Kuning emas melambangkan sikap setia dan kemuliaan. Hijau melambangkan kesuburan dan kesejahteraan. Biru melambangkan ketenangan, kesetiaan dan harapan. Ungu melambangkan keanggunan dan kewibawaan.

Warna yang digunakan pada logo ini kata Rektor merupakan warna-warna gradasi yang sering digunakan di dunia teknologi sekarang. penggunaan ini sejalan dengan visi dan misi Universitas Negeri Gorontalo yang mengedepankan inovasi, digital based learning, teknologi terbarukan, jejaring, serta sains dan teknologi menuju good university governance.

"Sedangkan font yang digunakan pada logo ini adalah huruf sans serif yang memiliki keterbacaan yang tinggi, sehingga dapat terbaca meskipun logo dalam ukuran besar ataupun kecil," ujarnya

Menurut Rektor dengan menginjak usia ke-57 Universitas Negeri Gorontalo sebagai kampus unggul dan berdaya saing, berupaya meneguhkan UNG sebagai Kampus Kerakyatan dengan senantiasa berkontribusi secara langsung bagi masyarakat melalui kegiatan tridharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Profil dan Sejarah Universitas Negeri Gorontalo (UNG)

19 September 2020 07:37:46 Dibaca : 16

Universitas Negeri Gorontalo (UNG) merupakan sebuah perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Kota Gorontalo. Universitas Negeri Gorontalo sendiri didirkan sejak tanggal 1 September 1963 dan beralamat di Jl. Jendral Sudirman No. 6 Kota Gorontalo. Selain itu, UNG saat ini terdiri dari 10 Fakultas di antaranya Fakultas Ilmu Pendidikan, FMIPA, Ilmu Sosial, Sastra dan Budaya, Fakultas Teknik, Ilmu Olahraga dan Kesehatan, Pertanian, Hukum, Ekonomi, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Universitas Negeri Gorontalo mulai didirikan sejak tanggal 1 September 1963 dengan nama awal Junior College yang menjadi bagian dari FKIP UNSULTENG. Selanjutnya di tahun 1964 mengalami perubahan status menjadi FKIP IKIP Yogyakarta cabang Manado, yang kemudian bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo pada tahun 1965. Tidak berhenti di situ, pada tahun 1982 lembaga tersebut menjadi Fakultas di Universitas Sam Ratulangi dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNSRAT Manado di Gorontalo.

Lembaga ini kemudian akhirnya secara resmi berdiri sendiri melalui Keputusan Presiden RI No. 9 tahun 1993 dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo. Selanjutnya, STKIP Gorontalo mengalami peningkatan status menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Gorontalo pada tanggal 5 Februari 2001, sebelum akhirnya diresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo oleh Presiden Megawati di tanggal 23 Juni 2004.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong