Keyboard Warrior, Pendekarnya Media Sosial.

15 May 2017 11:56:19 Dibaca : 89

source: @wowofakta

Ada-ada saja memang tingkah pengguna internet yang tak jarang membuat banyak public figure kesal. Dari fenomena haters yang biasanya menyerang akun instagram public figure hingga netizen yang suka berdebat dikolom komentar mereka. Sampai RN salah satu public figure yang sering terlibat debat dengan mereka, dia memberi julukan sebagai Keyboard Warrior.

Keyboard Warrior marak dikaitkan dengan media sosial, yaitu ketika para netizen saling berpendapat hingga beradu debat tentang suatu fenomena dalam suatu postingan di media sosial. Dalam perdebatan semacam ini, selalu ada orang-orang yang tampak lebih banyak bicara daripada yang lain, dengan menyuguhkan data dan fakta yang tampak meyakinkan walaupun kadang-kadang hanya bermodalkan copy-paste tautan dari situs-situs lain.

Tentu tidak ada masalah dengan perilaku netizen semacam itu. Yang menjadi persoalan adalah ketika bertemu dengan mereka di kehidupan nyata dan bertatap muka, apa yang tampak di media sosial menjadi hilang sama sekali. Artinya, orang-orang tersebut diam seribu bahasa dan tidak tampak sama sekali keluasan wawasan dan kecanggihan argumen seperti yang sering ditujukan ketika berdebat di media sosial.

“Atas dasar itu, mungkin menjadi dapat dimengerti mengapa julukan keyboard warior menjadi pantas disematkan pada mereka. Ini dikarenakan oleh kenyataan bahwa hanya jika dilengkapi oleh senjata saja, yaitu keyboard, orang-orang tersebut dapat mejadi seorang “pendekar” atau warrior dalam media sosial”. Ujar Mahasiswa Ikom Ichsan Fauzi.

Para keyboard warrior ini seringkali tidak bersifat anonim. Mereka bisa saja berupa akun asli yang dapat dipertanggungjawabkan. Hanya saja terdapat jurang perbedaan besar antara sikap mereka di dunia maya dengan sikapnya di dunia nyata.

“Dalam konteks komunikasi psikologi, kita bisa meyebutnya fenomena-fenomena tersebut, baik click activist maupun keyboard warior sebagai komunikasi hiperpersonal (komunikasi yang melebihi interaksi tatap muka)”. (source: @wowfakta)

“Seseorang bisa begitu berani di dunia maya, padahal aslinya seorang penakut; seseorang bisa begitu agresif di dunia maya, padahal kenyataannya mereka seorang pendiam; seseorang juga bisa tampak berwawasan di dunia maya, padahal ketika bertatap muka, tak sedikitpun mereka mau berbicara”. Tambah Fauzi

Harus diakui, dunia maya bukan lagi semacam representasi dari dunia nyata. Dunia maya, lambat laun, telah membangun dunianya sendiri, dan semakin banyak orang yang lebih memilih untuk hidup di dunia maya tersebut.

 

Yasin Nasila | 291 414 010 | A – Ilmu Komunikasi | Jurnalistik Online

HUKUM DAN ETIKA MEDIA MASSA

30 March 2017 13:31:33 Dibaca : 117

Media massa di Indonesia terdiri dari beberapa kategori, antara lain media cetak dan elektronik. Dalam perkembangannya, media massa tak hanya memberikan konsumsi informasi kepada khalayak atau massa, tetapi juga pendidikan dan hiburan. Saat ini, media massa berbasis elektronik telah menjamur di berbagai kalangan.

Perkembangan media massa di Indonesia dewasa ini berjalan sangat cepat, baik dalam penggunaan teknologi komunikasi maupun penguasaan perangkat lunaknya, sejalan dengan perkembangan media massa di dunia Internasional. Selain itu, pesatnya perkembangan media massa di Indonesia ini dilatar belakangi oleh faktor penggunaan teknologi telekomunikasi dan informasi yang terus berkembang. Era dunia maya (internet) telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam kecepatan arus informasi yang diperlukan dalam pengembangan media massa saat ini.

Sayangnya dalam kondisi bebas seperti sekarang, malah banyak media massa justru kehilangan pedoman dan prinsip paling dasar dari etika jurnalisme. Padahal ketika kebebasan itu tinggi, sebenarnya tuntutan akan penerapan etika juga akan semakin besar. Namun terkadang kode etik di atas perlu diterjemahkan dengan lebih luas untuk kebaikan jurnalisme kedepannya. Suatu berita hendaknya berasal dari banyak sumber, bukan satu sumber untuk banyak berita. Akibatnya, kebebesan pers sering dinilai lalai dan banyak memunculkan masalah di masyarakat saat ini.

MENGENALI MASALAH – MASALAH HUKUM DAN ETIKA MEDIA MASSA

  1. Berita Tidak Berimbang
  2. Diskriminasi
  3. Kriminalistas
  4. Mengganggu Privasi.
  5. Praduga Tak Bersalah
  6. Junk Food News (berita infotaiment)

Dalam salah satu teori media, yakni teori Hirarki Pengaruh (Hierarcy of Influence Theory) yang dikenalkan oleh Shoemaker dan Reese menegaskan bahwa isi dari media dipengaruhi oleh beberapa faktor yang luas dari dalam dan luar organisasi media. Pengaruh tersebut diantaranya, tulisan seringkali dipengaruhi oleh individu, rutinitas media, kebijakan organisasional, extra media, dan ideologi. Dengan demikian, sebuah realitas dari media tidak akan lepas dari pengaruh-pengaruh tersebut. Dan konsekuensi logis dari hal tersebut adalah ketika pengaruh-pengaruh itu membawa muatan-muatan negatif yang melampaui space dari etika dan regulasi media.

PRINSIP PENYELESAIAN MASALAH HUKUM DAN ETIKA MEDIA MASSA

  1. Penyelesaian secara formal procedural dengan menyelesaikan kasus penyimpangan kode etik melalui cara yang formal yakni melalui melalui kode etik yang ada dan sesuai dengan prosedur yang berlaku
  2. Penyelesaian secara mandiri maksudnya diselesaikan tanpa perosedur yang sesuai kode etik yang berlaku.
  3. Membuat aturan deregulasi
  4. Membentuk departemen yang mengurus masalah media massa dan pers
  5. Melalui pemenuhan hak jawab narasumber oleh media pers.
  6. Memfungsikan Dewan Pers sebagai Pembina Pers Nasional
  7. Penegakan supremasi hukum yang tegas terhadap segala bentuk kebebasan pers yang menyalahi aturan
  8. Sosialisasi dan peningkatan kesadaran rakyat akan hak asasi manusia

Upaya Pemerintah dalam mengendalikan bebebasan pers di Indonesia yang menjadi salah satu prinsip penyelesaian masalah hukum dan etika media massa, yakni :

  • Pemerintah berupaya agar kebebasan pers dapat terkendali, serta dapat berkembang sesuai dengan prinsip demokrasi Pancasila.
  • Landasan Pers Nasional Indonesia
    1. Landasan Idiil : Pancasila
    2. Landasan Konstitusional : UUD 1945
    3. Landasan Yuridis : Undang-undang pokok pers
    4. Landasan Profesional : Kode etik jurnalistik
    5. Landasan Etis : Tata nilai yang berlaku dalam masyarakat
  • Sensor, adalah pengawasan dan kontrol informasi atau gagasan yang beredar dalam suatu masyarakat, seperti pengawasan atas buku, majalah, pertunjukan, film, program televisi dan radio, laporan berita, dan media komunikasi lain dengan tujuan mengubah atau menghilangkan bagian tertentu yang dianggap tidak diterima atau tidak sopan.
  • Penerbitan SIUPP (Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers).
  • Pendirian Departemen Penerangan.
  • Pemberlakuan UU Pers, Yaitu UU No. 40 tahun 1999.
  • Pembreidelan atau pencabutan izin terbit

SOURCE

Anzani, A. (2014, February 15). Kebebbasan Pers. Retrieved March 30, 2017, 15:10:02 from blogsopt.com: http://anitaanzani.blogspot.com/2014/02/kebebasan-pers-yang-bertanggung-jawab.html

Ari. (2013, May 13). Makalah Hukum dan Etika Media Massa. Retrieved March 30, 2017, 16:00:30 from blogspot.com: http://arisemangatselalu.blogspot.com/2013/05/makalah-hukum-dan-etika-media-massa.html

Azizan. (2016, December 1). Etika dan Hukum Media Massa. Retrieved March 30, 2017, 20:13:10 from blogspot.com: http://azizan22.blogspot.com.tr/2016/12/etika-dan-hukum-media-massa.html

R.H, L. (2012, December 9). Regulasi dan Etika Media. Retrieved March 30, 2017, 20:20:10 from blogspot.com: http://luthfyrijalulfikri.blogspot.com/2012/12/regulasi-dan-etika-media.html

Yusuf, I. A. (2010, June 1). Bincang Media. Retrieved March 30, 2017, 22:30:21 from wordpress.com: https://bincangmedia.wordpress.com/tag/etika-media-etika-media-massa/

- KELOMPOK 3 -

PERENCANAAN MEDIA

(Urgensi Perencanaan Media Sebagai Langkah Awal Pengelolaan Media Massa)

Perencanaan media merupakan kegiatan yang sangat penting dalam periklanan dan promosi media massa yang akan dibuat. Sering kali terjadi iklan dan promosi menjadi kegiatan pemborosan dana namun tidak memberikan hasil yang diharapkan. Perencanaan Media yang dipersiapkan dengan baik akan menghasilkan komunikasi yang efektif sehingga pesan yang disampaikan akan mendapat perhatian lebih besar dari target audiensi atau khalayak.

TUJUAN PERENCANAAN MEDIA

Tujuan perencanaan media adalah untuk menentukan sasaran media, karena tidak ada satu media khusus yang dapat memenuhi semua sasaran dalam perencanaanya.

LANGKAH AWAL DALAM PERENCANAN MEDIA MASSA

Delapan hal pokok saat mulainya produk media massa menurut Suwidi Tono seorang praktisi dalam dunia media massa dalam bukunya: “Generasi Baru Wartawan & Dunia Pers Indonesia“, terbitan Vision, Jakarta tahun 2003, menyatakan proses awal dalam manajemen media massa yang paling menentukan adalah saat perencanaan (planning) antara lain:

1. Latar belakang dibuatnya suatu media massa.

2. Konsep produk dari media massa tersebut.

3. Posisi produk media massa nya.

4. Strategi pemasaran medianya.

5. Manajemen kepemilikan media.

6. Aspek keuangan dan asumsi dasar biaya dalam hal pembuatan media massa.

7. Area resiko dan upaya antisipasi yang di dapat saat media massa tersebut dibuat/dibangun.

8. Jadwal dan pembiayaan pra-operasi dan pasca-operasi media.

PERENCANAAN DAN STRATEGI MEDIA

Perencanaan media meliputi proses penyusunan rencana dan penjadwalan. Perencanaan media meliputi koordinasi tiga tingkat perumusan strategi: strategi pemasaran, strategi periklanan, dan strategi media. Strategi media itu sendiri terdiri dari empat kegiatan yang saling berkaitan, yakni:

a) Memilih audiens sasaran

b) Menspesifikasi tujuan media

c) Memilih kategori media dan sarana

d) Membeli media

1. Menentukan Audiensi Sasaran

Tugas perencana media adalah memilih media dan menentukan pasar dengan konsumen yang memilki sifat atau karakteristik paling sesuai dengan konsumen sasaran. Semakin besar persamaanya, maka akan semakin baik. Dalam hal ini harus diperhatikan bagaimana audiens suatu media berbeda dengan audiens umum lainnya. Jumlah target audiens juga mempengaruhi perencanaan media. Secara umum, semakin kecil target audiens, maka pesan yang disampaikan dapat dilakukan secara individu dan lebih interaktif. Beberapa faktor utama yang digunakan untuk mengetahui sasaran audiens adalah: goegrafis, demografis, pemakaian produk (misalnya produk ringan sedang atau berat), dan gaya hidup/psikografis.

2. Menentukan Tujuan Media

Tujuan media menggambarkan apa yang ingin dicapai suatu perusahaan media dengan penyampaian pesan suatu merek produk dari media tersebut, Tujuan media menjelaskan bagaimana bagian pemasaran menyampaikan pesannya kepada konsumen sedemikian rupa sehingga pesan menghasilkan efek yang baik berupa pikiran, perasaan, dan tindakan dari konsumen.

  • Cakupan Target Pasar

Setiap orang yang terlibat dalam perencanaan media harus berusaha untuk menjaugkau sebanyak mungkin target audiens yang menjadi konsumen potensial (langganan) produk dan sebanyak mungkin mengurangi jumlah audiens yang bukan menjadi target konsumen. Yang bukan menjadi target konsumen masih dapat dibenarkan jika jumlahya tidak lebih banyak dari jumlah audiens yang menjadi target konsumen seluruhnya.

  • Jangkauan

Jangkauan dapat didefinisikan sebagai jumlah audiens yang melihat, mendengar atau membaca suatu media massa tersebut dalam periode waktu tertentu dan dalam satu jumlah atau angka absolut (absolute number) atau sebagai suatu dari populasi.

  • Target Jangkauan

Target jangkauan merupakan faktor penting yang harus diperhitungkan dalam perencanaan media karena dapat menunjukan apa yang diterima oleh khalayak. Seperti contohnya apa yang diterima pemasang iklan atas uang yang telah dikeluarkannya untuk memasang iklan di media massa.

  • Frekuensi

Frekuensi atau the member of times one adalah exposed to the media vehcle, not necessary to the ad it self (berapa banyak orang yang terekspos oleh media. Belum termasuk ekspos dan iklan). Frekuensi merupakan jumlah waktu secara rata-rata dalam periode empat minggu di mana para anggota audiens sasaran diekspos oleh media (melihat. membaca, atau mendengar) yang termasuk dalam jadwal media tertentu disebut sebagai frekuensi rata-rata (atau hanya frekuensi).

3. Menetapkan Strategi Media

Tahap selanjutnya adalah menentukan bagaimana cara mencapai tujuan dari media massa tersebut yang dapat dilakukan dengan merencanakan dan melaksanakan strategi media. Duncan mengemukakan pengertian strategi media sebagai : ide atau gagasan mengenai bagaimana tujuan media akan dicapai melalui seleksi berbagai kombinasi dari media. Menurutnya setiap tujuan media dapat memiliki lebih dari satu strategi media. Strategi media menjelaskan antara lain bauran media yang membahas mengenai media apa yang akan digunakan dan seberapa banyak. Hal-hal yang harus diperhatikan pada tahap ini adalah:

a) Media apa yang harus digunakan dan berapa banyak?

b) Bagaimana pembagian antara penggunaan media satu arah dan media dua arah?

c) Bagaimana proses pembelian oleh target konsumen?

d) Kapan waktu terbaik menjangkau konsumen?

) Bagaimana konsentrasi media diperlukan dalam bauran media?

f) Bagaimana melakukan penjadwalan media?

g) Media apa yang paling tepat dari aspek kreatif?

h) Lingkungan media seperti apa yang paling sesuai dengan citra produk?

i) Bagaimana dengan perhitungan biaya iklan?

4. Menentukan Jadwal Media

Perencanaan media harus dapat melakukan penjadwalan atau scheduling yang tepat kapan suatu produk media massa harus muncul di media tersebut. Ini berarti perencanaan media harus memilih kapan waktu yang paling tepat agar produk media massa itu dapat diterima oleh sebanyak mungkin target konsumen atau sasaran publik.

Begitulah tahap planning atau perencanaan media massa memegang peranan penting dalam memulai sebuah produk media massa.

SOURCE

Dunia Digital Marketing. (n.d.). Dialetika Aku dan Fikiran. Retrieved February 17, 2017, 15:15:20, from wordpress.com: https://veldaardia.wordpress.com/2014/09/23/media-planner/

Mahasiswa, M. (n.d.). Kaidah Manajemen Untuk Mengelola Media. Retrieved February 17, 2017, 13:40:20 from Jurnal Pertekom: http://jurnalpertekkom.blogspot.co.id/2013/02/kaidah-manajemen-untuk-mengelola-media.html

Star Purnama. (2016, April 13). Nyeruit Kom. Retrieved February 17, 2017, 16:54:03 from blogspot.com: http://komunikasiutblampung.blogspot.nl/2016/04/makalah-perencanaan-media.html

- MANAJEMEN PERUSAHAAN MEDIA MASSA -

RAGAM BAHASA INGGRIS

16 March 2017 17:38:11 Dibaca : 88

“KEAKRABAN membuat mereka BERBEDA?”

Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian yang berbeda-beda, menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.

Zae and Garry are close friends. At the corner of class after finishing lecture, both seem like talking each other. (Zae dan Garry adalah dua sahabat karib. Di pojok kelas seusai kuliah keduanya tampak berbincang-bincang)

Zae : How Cin? will you miggle with us? (jadi Cin? jadi ikut futsal tidak?)

Garry : Yes, I have been taken an oath. (yoi, saya sudah janji mau jadi coordinator)

Zae : What shot will be? (jam berapa emang?)

Garry : 7 p.m (tujuh malam, Cin)

Suddenly, the lecturer comes to the class. (tiba-tiba datang dosen ke dalam kelas.)

Zae : Afternoon, sir. Is there something left? (selamat siang, pak. Ada yang ketinggalan?)

Dosen : Please tell other friends that the last submission of paper work will be tomorrow. (tolong teman-teman yang lain diberi tahu makalahnya harus dikumpulkan paling lambat besok ya.)

Zae : Allright, sir. I’ll tell other friends. (baik, pak. Nanti saya sampaikan kepada teman-teman yang lain)

Dosen : Ok, thanks. (ok, terima kasih)

After the lecturer leaving class, Raf come in class. (setelah dosen pergi, Raf pun masuk ke dalam kelas)

Raf : I am not able to join you. (saya kayaknya nggak jadi ikut sebentar.)

Garry : Wait, what is going on? (lah, kenapa?)

Raf : My sibling comes from Gorontalo. (ada saudara saya datang dari Gorontalo)

Zae : Alright, you can join us next time. (ya sudah lain kali ikut futsal yah)

Raf : Ok. (siap)

Berdasarkan contoh petikan situasi diatas, dapat kita lihat jelas terjadi perubahan ragam bahasa yang digunakan meskipun situasi tersebut terjadi dalam satu lokasi dan satu waktu. Situasi yang pertama, merupakan salah satu contoh ragam bahasa inggris yang akrab atau dikenal dengan slang (yang dalam bahasa Indonesianya adalah bahasa gaul) antara dua sahabat karib. Keakraban ini dapat kita ketahui dari bahasa yang digunakan seperi sapaan Cin dan penggunaan bahasa gaul yang diketahui kedua penutur. Dan situasi yang kedua, adalah contoh situasi ragam bahasa inggris yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosennya. Keduannya menggunakan bahasa yang lebih formal dari pada ragam bahasa inggris akrab/intim. Sedangkan situasi yang terakhir, contoh ragam bahasa inggris santai atau dikenal dengan bahasa informal, yaitu dengan percakapan antara teman sekelas tetapi hubungan keduanya tidak sedekat seperti yang terjadi pada situasi pertama. Menurut Martin Joss, terjadinya ragam bahasa disebabkan karena adanya perbedaan situasi berbahasa atau perbedaan dalam hubungan antar pembicara dan pendengar. Jadi, ragam bahasa inggris akan terlihat tergantung pada situasi yang ada dan juga hubungan antara sang penutur (pembicara) dan pendengarnya.

- KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA | JURNALISTIK ONLINE -

291 414 010 | YASIN NASILA | ILMU KOMUNIKASI (A) | KOMUNIKASI PEMASARAN

LAPORAN SEDERHANA/RESUME PEKAN RAYA GORONTALO 2016

Pekan Raya Gorontalo (PRG) atau Pekan Raya Hulonthalo (PRH) adalah pameran tahunan yang dilaksanakan oleh BPM-PTSP Provinsi Gorontalo setiap Bulan Februari yang selalu dirangkaikan dengan HUT Provinsi Gorontalo. Namun PRG 2016 berbeda pelaksanaannya dengan tahun-tahun sebelumnya karena pelaksanaannya kali ini pada bulan Desember sebagaimana PERDA Nomor 9 Tahun 2015 bahwa hari jadi yang ke-16 Provinsi Gorontalo tepat tanggal 5 Desember. Kegiatan ini sering dilaksanakan setiap tahunnya.

Pekan Raya Gorontalo yang dikemas pada kegiatan Gelar Potensi Investasi Daerah (GPID) yang pertama kali dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2013 pada masa pemerintahan NKRI hingga sekarang, dimana kegiatan tersebut telah melibatkan Kab/Kota, SKPD, Instansi Pemerintah, BUMN, BUMD, Perbankan, UKM, dan Pihak Swasta untuk menampilkan hasil pembangunan dan potensi daerah serta produk unggulan yang ada di Provinsi Gorontalo, bahkan setiap daerah menampilkan ciri khas masing-masing melalui atraksi kesenian, budaya, dan kuliner.

PRG yang dilaksanakan oleh BPM-PTSP khususnya Bidang Penanaman Modal telah memberikan manfaat yang luas bagi perkekonomian, karena multi efek nya dari kegiatan pameran tersebut sangat dirasakan oleh pengusaha dan pelaku bisnis, UKM dan khususnya masyarakat di Provinsi Gorontalo.

Pelaksanaan kegiatan PRG-2016 sebagai bentuk refleksi fisual capaian keberhasilan pada semua aspek pembangunan di Porvinsi Gorontalo, sekaligus sebagai wadah informasi bagi masyarakat tentang kinerja pemerintah daerah di bidang ekonomi, sosial, budaya, pemerintahan, hukum serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dan harapan dari kegiatan ini agar mampu mendorong peningkatan investasi serta pemberdayaan UMKM, sekaligus meningkatkan daya saing daerah menghadapi era ekonomi global. Dalam kegiatan PRG-2016 terdata jumlah peserta sebanyak 114 yang terdiri dari 37 SKPD, 13 instansi vertikal, 6 pemda kabupaten dan kota, 3 perbankan, 6 lembaga pendidikan, 18 pelaku usaha, 9 komunitas dan asosiasi, dan 23 UMKM. Dalam PRG-2016 kali ini juga digelar beberapa lomba, di antaranya:
- Lomba stand pameran
- Lomba tarian tradisonal
- Lomba kuliner
- Stand up comedia berbahasa daerah (gorontalo)
- Festival band
- Paduan suara
- Fashion show
- dll.

Dalam kegiatan PRG ini, Mitsubishi Motors wilayah Gorontalo ikut meramaikan dengan membangun stand pameran dan memperlihatkan berbagai macam produk keluaran terbaru Mitsubishi Motors terkhusus produk Mobil dengan desain yang begitu menarik. Jika kita hubungkan dengan komunikasi pemasaran dalam pameran, salah satu strategi pemasaran yang dilakukan Mitsubitshi Motors dalam hal memasarkan produk adalah dengan mengikuti pameran seperti halnya dalam PRG-2016 ini, tetapi hal yang paling utama Mitsubishi Motors adalah melakukan kanvasi atau melakukan promosi door to door sambil membawa test drive.

Untuk peluncuran produk baru di 2017, Mitsubitshi Motors meluncurkan produk pesaing Avanza dan Xenia yakni Pazero Sport. Produk Pajero Sport memiliki kelebihan antara lain nyaman, banyak variannya, harga murah dan value for money, ground clearance tinggi mampu melibas banjir tanpa kendala, material dashboard bagus, bagasi luas, headlamp HID + multi leveling + washer. Selain kelebihan diatas Mitsubishi Motors Pajero Sport sudah 12 kali juara dunia dari Real Dakar. Untuk produk Mitsubishi Motors sudah dikenal dengan kualitas import standar nasional.

Untuk spesifikasinya sendiri Pajero Sport memiliki mesin 2.3 – 3 liter 4D56 non-VGT, dengan tenaga 134 HP @3.500 RPM, dan torsi 314 Nm @ 2.000 RPM, konsumsi BBM nya mencapai 5-9 km/L (dalam kota) dan 9-13 km/L (luar kota. Untuk transmisinya yaitu manual 5 percepatan dengan suspense depan double wishbone 3-link. Untuk harganya sendiri Pajero Sport dihargai 240-340 juta.

Untuk pemenuhan berita atau promosi secara internal dan eksternal Mitsubishi Motors ini menggunakan iklan melalui media cetak seperti Gorontalo Post dan juga di TV swasta. Dan untuk memperkuat hubungan baik dengan konsumen, distributor atau agen-agen lainnya, Mitsubishi Motors selalu melakukan referensi terlebih dahulu dengan melalui pameran seperti ini untuk lebih mengenal konsumen, distributor lokal ataupun agen-agen lokal dari Mitsubishi Motors ini. Mereka juga sering mengadakan discount kepada konsumen atau distributor setia Mitsubishi Motors tetapi hanya pada tipe-tipe tertentu. Dan Mitsubishi Motors dalam menangani pesaing atau kompetitor seperti yang dijelaskan diatas bahwa setiap produk-produk yang keluar dari Mitsubishi Motors selalu memiliki kelebihan dan kelemahan dari produk-produk kompetitor lainnya, dan yang paling utama adalah Mitsubishi Motors dengan kompetitor lainnya tidak saling menjatuhkan karena yang lebih diutamakan itu adalah kelebihannya sendiri (apa yang ada di kita, apa yang tidak ada di sebelah).

Efektivitas pameran menurut Smith, presentase pengunjung potensial untuk keseluruhan pameran yang mengunjungi stan Mitsubishi Motors, jika di presentasekan mencapai 60% dengan konsumen menegah atas, sedangkan untuk presentase pengunjung yang berhenti, namun tidak mengunjungi stan Mitsubishi Motors dipresentasekan mencapai 70%. Dan untuk keefektifan kinerja staf penunggu stan Mitsubishi Motors sangatlah baik dalam hal melayani pengunjung dengan memberikan informasi seputar produk baru dari Mitsubishi motors ini, mereka juga membagikan brosur kepada pengunjung stan.

Sedangkan fungsi khusus dari pameran perdangan menurut Shimp (2004) antara lain :

a. Melayani pelanggan yang ada, Mitsubishi Motors selalu melayani pengunjung yang datang ke stan mereka baik hanya ingin bertanya tanpa harus menjadi pembeli.

b. Mengidentifikasi prospek, dalam mendidentifikasi prospek Mitsubishi Motors mempelajari sektor bisnis apa saja yang dapat dimanfaatkan dan dibutuhkan masyarakat ekonomi menegah dan atas.

c. Memperkenalkan produk baru atau yang dimodifikasi, fungsi ini tidak asing lagi bagi Mitsubishi Motors, mereka sering menginformasikan jika ada peluncuran produk barau ataupun produk yang dimodifikasi lebih menarik lagi melalui pameran seperti PRG-2016 ini.

d. Mengumpulkan informasi mengenai produk baru pesaing, seperti halnya yang dijelaskan di atas tadi bahwa Mitsubishi Motors lebih mengutamakan kelebihan mereka daripada produk pesaing dan tidak saling menjatuhkan.

e. Menerima pesanan produksi, Mitsubishi Motors pada tahun kemarin terus menerima pemesanan konsumen untuk setiap produk terbarunya. Bahkan, setelah satu bulan pasca peluncuran resmi, mereka sudah mengantongi pesanan lebih dari 2.000 unit pada tahun kemarin.

f. Meningkatkan citra perusahaan, untuk Mitsubishi Motors dalam meningkatkan citra perusahaan mereka dengan cara menjadi perusahaan yang bernilai di mata para pelanggan. Menjadi perusahaan yang bagus, dan juga dibuktikan dengan cara menjamin produk yang dihasilkan oleh Mitsubishi Motors dan juga menerapkan prisnsip kerja keras pada perusahaan serta professional juga semakin menarik perhatian para pelanggan, distributor atau agen-agen dari Mitsubishi Motors.

Dokumentasi