The Al-Qur'an

25 July 2013 11:54:10 Dibaca : 204

DOSEN : "Saya bingung. Banyak Umat Islam di seluruh dunia
lebay. Kenapa harus protes dan demo besar-besaran cuma karena tentara amerika menginjak, meludahi dan mengencingi
Al-Quran? Wong yang dibakar kan cuma kertas, cuma media tempat Quran ditulis saja kok. Yang Qurannya kan ada di Lauh Mahfuzh. Dasar ndeso. Saya kira banyak muslim yang mesti dicerdaskan."

Meskipun pongah, namun banyak mahasiswa yang setuju dengan pendapat dosen liberal ini. Memang Quran kan hakikatnya ada di Lauh Mahfuz.

Tak lama sebuah langkah kaki memecah kesunyian kelas.

Sang mahasiswa kreatif mendekati dosen kemudian mengambil diktat kuliah si dosen, dan membaca sedikit sambil sesekali menatap tajam si dosen.

Kelas makin hening, para mahasiswa tidak tahu apa yang
akan terjadi selanjutnya.

MAHASISWA : "Wah, saya sangat terkesan dengan hasil analisa bapak yg ada disini."ujarnya sambil membolak balik halaman diktat tersebut.

"Hhuuhhh...."semua orang di kelas itu lega karena mengira ada yang tidak beres. Namun Tiba-tiba sang mahasiswa meludahi, menghempaskan dan kemudian menginjak-injak diktat dosen tersebut.

Kelas menjadi heboh. Semua orang kaget, tak terkecuali si dosen liberal.

DOSEN :"kamu?! Berani melecehkan saya?! Kamu tahu apa
yang kamu lakukan?! Kamu menghina karya ilmiah hasil pemikiran saya?! Lancang kamu ya?!" Si dosen melayangkan tangannya ke arah kepala sang mahasiswa kreatif, namun ia dengan cekatan menangkis dan
menangkap tangan si dosen.

MAHASISWA : "Marah ya pak? Saya kan cuma nginjak kertas pak. Ilmu dan pikiran yang bapak punya kan ada di kepala bapak. Ngapain bapak marah kalau yang saya injak cuma media kok. Wong yang saya injak bukan kepala bapak.
Kayaknya bapak yang perlu dicerdaskan ya??"

DOSEN : "#%&/&%@%&*/@##???.." (speechless)

Semoga kita tergugah untuk memuliakan Al-Qur'an dengan membaca, memahami /mentadabburi, mengamalkan, menghafal, dan menyebarkannya. Amiin Allahumma Amiin.

 

Godaan Iblis La'natullah 'alaih

24 July 2013 07:54:04 Dibaca : 163

Kata Alim Ulama, Iblis menggoda kita dari Depan dengan KEDUSTAAN, maka bentengnya adalah Shiddiq... (didepan untuk bersikap selalu benar ),
Iblis menggoda kita dari belakang dengan KHIANAT terhadap KEBENARAN maka bentengnya adalah Amanah (dibelakang bisa dipercaya),
Iblis menggoda kita dari samping KIRI dengan Berdiam diri, dan Infirodhi dalam ber amal, dan merasa Ujub dg ilmu dan amalan sendiri, maka bentengnya adalah TABLIGH (selalu menyampaikan, mengajak saudara kita untuk ta'at kepada Allah),
Iblis menggoda kita dari samping kanan dengan ketakutan kepada makhluq dan kebodohan terhadap agama, maka bentengnya adalah CERDAS DAN BER ILMU AGAMA..
Sejauh mana benteng dan pertahanan kita, maka sejauh itulah Iblis dan bala tentaranya tidak mampu menjebol pertahanan diri kita.

1. Kenapa kita perlu merasa angkuh dan sombong dengan kelebihan yang ada pada kita,sedangkan kita dahulu berasal dari air mani yang kotor lagi hina..

2. Penyakit umat islam sekarang adalah malas,kerana dengannya segala-galanya tertangguh..

3. Siapa yang menjaga pandangan mata,maka dia akan dianugerahkan kemantapan hati..

4. Jangan angan-angan hanya setinggi gunung saja. Beranganlah setinggi langit bersama dengan usaha yang tidak pernah lelah..

5. Apabila kita berada di dalam Masjid maka putuslah kita dengan dunia luar.Sama juga pemain bola tidak akan membawa telefon genggam ke dalam padang bola,jadi tinggalkanlah telefon di rumah atau matikan terus ketika di masjid. Agar kita khusuk dalam ibadah..

6. Pesawat tidak akan mendarat jika landasannya dipenuhi dengan batu-batuan, kayu-kayuan dan kawasan yang mempunyai tunggul yang berselerak. Begitu juga dengan ilmu,ia tidak akan singgah pada hati yang kotor.

7. Apa ertinya kita hidup bebas sedangkan hati kita terpenjara dengan hawa nafsu yang mencegah kita daripada mengingat ALLAH SWT..

8. Di akhirat nanti manusia akan dikumpulkan bersama orang yang dia cintai.Barangsiapa yang menjadikan para artis,pemain bola atau alim ulama yang lebih dicintai semasa hidup didunia,kelak nanti di akhirat kamu akan bersama mereka yang kamu cintai..

9. Sembunyikan kebaikanmu seperti mana kamu menyembunyikan keburukanmu..

10. Apa erti badan yang sihat dan rupa yang cantik,sedangkan belum terjamin keselamatannya dari dijilat api neraka..

11. Jangan terkejut bila di Akhirat nanti kamu akan berkumpul dgn artis yg kamu kenali. Dan jika kamu bertanya kenapa, kerana di dunia kamu terlalu mencintai mereka..

12. Kalau kita tidak pernah menangis, maka menangislah kerana kita tidak pernah menangis..

13. Biar kelu dalam ucapan atau kaku dalam ceramah, tetapi jangan kelu dalam mebaca al-Quran dan kaku dalam mengerjakan ibadah..

14. Tiada sesuatupun yang dijadikan Allah itu sia-sia. Apa sahaja yang ditaqdirkan berlaku tersirat hikmah dan tujuan yang tertentu yang tidak difahami oleh akal manusia..

15. Gigih beribadah diwaktu muda membawa kesan rohani di waktu tua..

 

from: http://mindakini.com/nasihat-nasihat-syeikh-muhammad-nuruddin-marbu-al-banjari-al-makki/

Kiat Masuk Surga Tanpa Lewat Neraka

21 July 2013 21:35:43 Dibaca : 300

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini ada sebuah kabar gembira dari Allah swt. yang harus saya sampaikan. Sebuah kabar gembira yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad tapi dilupakan oleh Umat Islam saat ini. Kabar gembira tersebut adalah:

“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)-nya, maka dia berada dalam kehidupan yang diridai.” (Q.S. Al Qoriah: 6-7)

Di manakah kehidupan yang diridai tersebut? Dalam Alquran diterangkan bahwa kehidupan yang diridai adalah surga.

(21). Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai.
(22). Dalam surga yang tinggi. (Q.S. Al-Haqqah [69]: 21-22)

Kemudian Allah mengulangi kembali pesan atau kabar gembira ini.

“Timbangan pada hari itu ialah kebenaran. Maka barang siapa berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Al-A’raf [7]:

Sedemikian pentingnya pesan ini hingga Allah swt. mengulanginya sebanyak 3 kali.

“Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Al-Mukminun [23]: 102)

Dalam perdagangan, orang yang beruntung ialah mereka yang pemasukannya lebih banyak dari pengeluaran. Dalam bahasan kita kali ini, orang yang beruntung ialah orang yang lebih banyak kebaikan daripada keburukannya. Jika seseorang harus masuk ke neraka dulu untuk membakar dosa-dosanya, tentu ia tidak bisa dikatakan sebagai orang yang diridai Allah dan beruntung.

Jadi, kabar gembiranya ialah ternyata tidak hanya para nabi yang bisa langsung masuk surga. Kita pun bisa LANGSUNG MASUK SURGA tanpa harus mampir ke neraka asalkan kebaikan (pahala) lebih banyak dari keburukan (dosa). Betapa bahagianya kita jika nanti bisa langsung masuk surga. Selain terbebas dari segala penderitaan di neraka, Kita pun bisa berkumpul kembali dengan orang-orang yang kita cintai di dunia, asalkan mereka juga masuk surga. Karena itu, agar kita bisa berkumpul kembali bersama keluarga tercinta di surga maka ingatkan mereka akan kabar gembira ini.

Namun, kemudian muncul sebuah pertanyaan, bukankah orang yang berat timbangan kebaikannya tetap saja masih mempunyai dosa yang harus dipertanggung-jawabkan walaupun sedikit? Jawabannya ada pada Alquran,

“(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan. Itulah hari ditampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barang siapa yg beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.” (Q.S. At Taghabun [64]: 9)

Allah akan menutupi kesalahan-kesalahan kita karena keimanan serta amal saleh yang kita kerjakan. Jadi, bukan dimasukkan ke neraka dahulu untuk membersihkan dosa-dosa baru kemudian masuk surga. Semua orang mempunyai kesalahan tetapi orang yang beriman dan beramal saleh tidak akan diseret ke neraka karena mereka telah dibersihkan dari dosa.

"Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka). Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa)." (Q.S. As Shaffat [37]: 127-128)

Menurut ayat tersebut, dosa tidak dibersihkan di neraka.

" Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih. Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan, Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Mereka itu memperoleh rezki yang tertentu,Yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan,Di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan." (Q.S.Ash Shaffaat [37]: 38-43)

Jadi, dosa tidak dibersihkan di neraka. Lalu, dengan apa Allah membersihkan kita dari dosa? Allah akan menghapus dosa dengan kebaikan yang pernah kita kerjakan asalkan kebaikan lebih banyak dari keburukan sehingga mencukupi untuk menghapus semua dosa tersebut.

“....Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Q.S. Huud [11]: 114)

Misalnya kita mempunyai timbangan kebaikan 70 dan timbangan keburukan 20. Maka, keburukan kita akan dihapus oleh kebaikan yang kita miliki. Dosa 20 dikurangi pahala 70. Hasilnya tidak ada lagi sisa dosa, sedangkan sisa pahala tinggal 50. Jadilah kita sekarang bersih dari dosa dan masih memiliki tabungan 50 kebaikan. Dengan begitu wajarlah jika kita bisa langsung masuk surga tanpa harus terjerumus ke neraka karena kita tidak memiliki sisa keburukan sedikit pun.

Ada yang bertanya, bagaimana jika timbangannya seimbang? Kebaikan dan keburukannya sama banyaknya. Jawabnya, Allah tidak akan memungkinkannya karena tidak ada keterangan dalam Alquran dan Hadis. Selain itu, dari berjuta kejadian yang kita alami dari lahir hingga meninggal dunia, kecil sekali kemungkinan untuk seimbang. Kalaupun ada yang seimbang maka Allah Maha Mengetahui dimana dia ditempatkan.

Semoga tulisan ini dapat memotivasi kita untuk terus mengejar bola-bola kebaikan dimana saja demi meraih piala surga.

“Berlomba-lombalah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Q.S. Al-Hadiid [57]: 21)

Ada yang berkata, “Kita hendaknya beribadah hanya mengharap keridaan Allah bukan pahala dan surga. Jika kita beribadah karena mengharap pahala dan surga, berarti ibadah kita tidak ikhlas karena masih mengharap pamrih.”

Selintas kalimat itu terdengar benar dan indah tetapi ternyata tidak demikian. Pahala dan surga serta keridaan Allah merupakan satu paket yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Allah menyuruh kita berlomba-lomba meraih piala surga. Jika kita tidak peduli dengan pahala surga sama artinya kita tidak peduli dengan perintah Allah tersebut.

“Sesungguhnya (surga) ini benar-benar kemenangan yang besar. Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja” [QS. Ash shaffaat (37) :60-61]

“Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga). Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya). Laknya adalah kesturi; Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba”. [Al Mutaffifin (83):26]

 

Reference:

Allah pun Taubat, Kiat MAsuk Surga Tanpa Mampir di Neraka.

Seorang Ahli Jannah

20 July 2013 14:14:59 Dibaca : 162

Suatu ketika..
Nabi Muhammad SAW duduk di masjid dan berbincang2 dengan sahabatnya. Tiba2 beliau bersabda: “Sebentar lagi seorang penghuni surga akan masuk kemari”.

Semua matapun tertuju ke pintu masjid dan pikiran para hadirin membayangkan seorang yang luar biasa. “Penghuni surga… penghuni surga…”, demikian gumam mereka.

Beberapa saat kemudian, masuklah seseorang dengan air wudhu yang masih membasahi wajahnya dan dengan tangan menjinjing sepasang alas kaki. Apa gerangan keistimewaan orang itu sehingga mendapat jaminan surga? Tidak seorangpun yang berani bertanya walau seluruh hadirin merindukan jawabannya.

Keesokan harinya peristiwa tersebut terulang kembali. Ucapan Nabi SAW dan “si penghuni” surga dengan keadaan yang sama semuanya terulang, bahkan pada hari ketiga pun terjadi hal yang demikian.

Seorang sahabat yg bernama Abdullah ibnu ‘Amr tidak tahan lagi, tapi ia tidak berani bertanya langsung kepada Nabi SAW. Maka timbullah niat dalam benaknya. Dia mendatangi si penghuni surga sambil berkata: “Wahai saudaraku... telah terjadi kesalahpahaman antara aku dan orang tuaku, bolehkah aku menumpang tinggal di rumahmu selama tiga hari?”

“Tentu, tentu…”, jawab si penghuni surga.

Rupanya, Abdullah bermaksud ingin melihat secara langsung “amalan” si penghuni surga.

Tiga hari tiga malam ia memperhatikan, mengamati bahkan mengintip si penghuni surga, tetapi tidak ada sesuatu pun yang istimewa. Tidak ada ibadah khusus yang dilakukan si penghuni surga. Tidak ada shalat malam, tidak pula puasa sunnh. Ia bahkan tidur dengan nyenyaknya hingga beberapa saat sebelum fajar. Memang sesekali ia terbangun dan ketika itu terdengar ia menyebut nama Allah di pembaringannya, tetapi sejenak saja dan tidurnya pun berlanjut.

Pada siang hari si penghuni surga bekerja dengan tekun. Ia ke pasar, sebagaimana halnya semua orang yang ke pasar. “Pasti ada sesuatu yang disembunyikan atau yang tidak sempat kulihat. Aku harus berterus terang kepadanya”, demikian pikir Abdullah..

Akhirnya ia bertanya kepada si penghuni surga.
“Apakah yang engkau lakukan, sehingga engkau mendapat jaminan surga dari Rasululllah?"

“Ya.. seperti yang engkau lihat itulah..!”, jawab si penghuni surga.

Dengan kecewa Abdullah bermaksud kembali saja ke rumah, tetapi tiba-tiba tangannya dipegang oleh si penghuni surga seraya berkata:

“Apa yang engkau lihat, itulah yang saya lakukan, ditambah sedikit lagi, yaitu saya tidak pernah merasa iri hati terhadap seseorang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, dan saya tidak pernah pula melakukan penipuan dalam segala aktivitas saya”.

Dengan menundukkan kepala, Abdullah meninggalkan si penghuni surga sambil berkata: “Rupanya, yang demikian itulah yang menjadikan engkau mendapat jaminan surga”.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong