Gravimetri, Penentuan Kalsium dari Batu Kapur

23 November 2019 22:00:31 Dibaca : 552 Kategori : Laporan KA1

 

A.     Judul Percobaan          : Gravimetri, Penentuan Kalsium dari Batu Kapur

B.     Tujuan Percobaan         : 1. Mahasiswa dapat mengetahui prinsip dasar dari gravimetric

2. Mahasiswa mampu menentukan kadar kalsium dari batu kapur

C.   Dasar Teori

          Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu. Bagian terbesar dari penentuan senyawa gravimetri meliputi transformasi unsur atau radikal senyawa murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Berat unsur dapat dihitung berdasarkan rumus senyawa dan berat atom unsur-unsur atau senyawa yang dikandung. Pada prakteknya metode pengendapan dan metode penguapan adalah yang terpenting. Metode gravimetri memakan waktu yang cukup lama, adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu faktor-faktor pengoreksi dapat digunakan[1].

Kandungan unsur atom ion dalam suatu cuplikan dapat dianalisis dengan cara gravimetri dengan merubah unsur atau ion tersebut ke dalam suatu bentuk senyawa yang mudah larut dengan penamba han suatu pereaksi pengendapan. Beberapa kation dan anion dalam analisis atau dapat dianalisis de- ngan cara ini. Tetapi tiap kation maupun anion mempunyai cara-cara khusus yang terkandung pada sifat endapan yang diperoleh. Untuk analisis gravimetri reaksinya harus stoikiometri dan mudah dipisahkan dari pelarutnya. Rumus kimianya diketahui dengan pasti dan cukup stabil dalam penyimpanan[2].

Analisis gravimetri dapat berlangsung baik, jika persyaratan berikut dapat terpenuhi yaitu, komponen yang ditentukan harus dapat mengendap secara sempurna (sisa analit yang tertinggal dalam larutan harus cukup kecil, sehingga dapat diabaikan), endapan yang dihasilkan stabil dan sukar larut. Selanjutnya, endapan yang terbentuk harus dapat dipisahkan dengan mudah dari larutan (dengan penyaringan). Kemudian, endapan yang ditimbang harus mempunyai susunan stoikiometrik tertentu (dapat diubah menjadi sistem senyawa tertentu) dan harus bersifat murni atau dapat dimurnikan lebih lanjut[3].

Alat utama dalam gravimetri adalah timbangan dengan tingkat ketelitian yang baik. Umumnya reaksi kimia tidak dalam ukuran besar seperti kilogram, namun dalam satuan yang lebih kecil seperti gram dan miligram. Timbangan yang dipergunakan memiliki ketelitian yang tinggi atau kepekaan yang tinggi dan disebut dengan neraca analitik atau analytical balance. Dalam melakukan analisis dengan teknik gravimetrik, kemudahan atau kesukaran dari suatu zat untuk membentuk endapan dapat diketahui dengan melihat kelarutannya atau melihat harga dari hasil kali kelarutan yaitu Ksp. Jika harga Ksp suatu zat kecil maka kita dapat mengetahui bahwa zat tersebut sangat mudah membentuk endapan. Ingat definisi kelarutan suatu zat dalam suatu pelarut adalah jumlah zat tersebut sebanyak-banyaknya yang dapat larut dalam pelarut pada suhu tertentu sehingga larutan tepat jenuh[4].

          Dalam prosedur gravimetri yang biasa suatu endapan ditimbang dan dari hasil ini berat analit dalam contoh dihitung. Presentase analit A adalah:

 

Untuk menghitung berat analit dari berat endapan sering diperlukan suatu faktor gravimetri. Faktor ini didefinisikan sebagai jumlah gram analit dalam g (atau ekivalen dari 1 g) dari endapan. Perkalian berat endapan P dengan faktor gravimetri memberikan jumlah gram analit dalam contoh: Berat A = berat P x faktor gravimetri, maka:

 

Faktor gravimetri memang timbul jika cara mol digunakan untuk memecahkan soal stoikiomeri[5].

 

 

 

 

 

D.  Alat dan Bahan

1. Alat

NoNama AlatKategoriGambarFungsi1.Gelas kimia1 Untuk wadah melarutkan zat kimia2.Corong1 Untuk mempermudah mengisi larutan pada saat melakukan percobaan.

 3.Penangas2 Untuk memanaskan larutan4. Gelas ukur1 Untuk mengukur volume larutan yang akan digunakan5.Pengaduk1