KOMPONEN PETA

21 October 2014 11:27:57 Dibaca : 871 Kategori : praktikum geografi

ACARA I
KOMPONEN PETA
(SKALA, SIMBOL, LEGENDA, KOMPOSISI, DAN LAYOUT)

I. Tujuan
a. Mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam membuat komponen peta (skala, simbol, legenda, komposisi, dan layout peta)
b. Memahami arti dari skala, simbol, legenda, dan mampu membuat layout peta sesuai dengan kaidah kartografis.
II. Alat dan Bahan
a. Alat
1. Pensil
2. Pensil Warna
3. Mistar
4. Penghapus
5. Kertas Gambar
6. Kertas Grafik
b. Bahan
1. Peta Dasar atau Peta RBI
2. Peta tematik
III. Prosedur Kerja
a. Mengamati kedua peta (peta dasar dan peta tematik) yang tersedia
b. Menganalisis dan membandingkan komponen-komponen peta yang ada pada kedua buah peta
c. Skala:
1. Mengukur jarak antara dua buah objek pada peta dasar / peta tematik
2. Dengan menggunakan skala peta, kita menentukan jarak horizontal sesungguhnya (di permukaan bumi) kedua objek tersebut.
d. Membuat dan mengklasifikasikan simbol
1. Melihat kembali peta dasar dan peta tematik
2. Dengan menggunakan kaidah kartografis, kita mengklasifikasikan simbol berdasarkan:
Bentuk : titik, garis, dan area
Sifat : objektif, abstrak, dan huruf
3. Mendeskripsikan informasi dari masing-masing simbol tersebut berdasarkan legenda di peta
4. Membuat legenda ( sesuai dengan kaidah kartografis) dari simbol-simbol yang telah kita ambil
e. Membuat layout dari salah satu peta yang ada, berdasarkan kaidah kartografis.
IV. Kajian Teori
a. Skala Peta
Peta merupakan kenampakan permukaan bumi yang digambarkan pada bidang datar yang jauh lebih kecil dari kenyataannya. Perbandingan antara ukuran / besarnya kenampakan yang digambar dalam peta dengan kenampakan aslinya disebut skala peta. Skala peta adalah perbandingan antara jarak yang memisahkan kedua titik di peta dengan jarak sebenarnya antara dua titik yang sama di permukaan bumi. Atau skala adalah perbandingan jarak antara dua titik sembarang di peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi, dengan satuan ukuran yang sama. Skala ini sangat erat kaitannya dengan data yang disajikan.
Dengan singkatnya dapat dinyatakan:
Angka perbandingan yang dinyatakan harus menggunakan satuan ukuran yang sama, misalnya cm, yard, inci, dan sebagainya. Jarak yang dimaksud di peta adalah jarak horizontal yaitu jarak yang diproyeksikan dari hasil pengukuran di lapangan.
Bila ingin menyajika data yang rinci, maka digunakan skala besar, misalnya 1 : 5000. Sebaliknya, apabila ingin ditunjukkan hubungan kenampakan secara keseluruhan, digunakan skala kecil, misalnya skala 1 : 1.000.000.
Contoh:
Skala 1 : 500.000 artinya 1 bagian di peta sma dengan 500.000 jarak yang sebenarnya, apabila dipakai satuan cm maka artinya 1 cm jarak di peta sama dengan 500.000 cm (5 km) jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala peta akan dibahas lebih rinci pada modul berikutnya nanti.
b. Simbol Peta
Pada peta, kita akan melihat simbol-simbol, gunanya agar informasi yang disampaikan tidak membingungkan. Simbol-simbol dalam peta harus memenuhi syarat, sehingga dapat menginformasikan hal-hal yang digambarkan dengan tepat.
Syarat-syarat peta adalah sebagai berikut:
1. Sederhana
2. Mudah Dimengerti
3. Bersifat Umum
Macam-macam simbol peta:
1. Macam-macam simbol peta berdasarkan bentuknya. Bentuk-bentuk simbol yang digunakan pada peta berbeda-beda tergantung dari jenis petanya.
a) Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional, seperti simbol kota, pertambangan, titik trianggulasi (titik tertinggi) tempat dari permukaan laut dan sebagainya.
b) Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data geografis misalnya sungai, batas wilayah, jalan, dan sebagainya.
c) Simbol luasa (area), digunakan untuk menyajikan kenampakan area misalnya rawa, hutan, padang pasir, dan sebagainya.
d) Simbol aliran, digunakan untuk menyatakan alur dan gerak.
e) Simbol batang, digunakan untuk menyatakan harga / dibandingkan harga lainnya / nilai lainnya.
f) Simbol lingkaran, digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah) dalam bentuk persentase.
g) Simbol bola, digunakan untuk menyatakan isi (volume), makin besar simbol bola menunjukkan isi (volume) makin besar dan sebaliknya makin kecil bola berarti isi (volume) makin kecil.
2. Macam-macam simbol peta berdasarkan sifatnya. Simbol-simbol yang kita lihat pada peta, ada yang menyatakan jumlah dan ada yang hanya membedakan. Berdasarkan sifatnya, simbol dibedakan menjadi dua macam yaitu:
a) Simbol yang bersifat kualitatif
Simbol ini digunakan untuk membedakan persebaran benda yang digambarkan. Misalnya untuk menggambarkan daerah penyebaran hutan, jenis tanah, penduduk, dan lainnya.
b) Simbol yang bersifat kuantitatif
Simbol ini digunakan untuk membedakan atau menyatakan jumlah.
3. Macam-macam simbol berdasarkan fungsinya
Penggunaan simbol pada peta tergantung pada fungsinya. Untuk menggambarkan bentuk-bentuk muka bumi di daratan, di perairan, atau bentuk-bentuk budaya manusia. Berdasarkan fungsinya simbol peta dibedakan menjadi:
a) Simbol daratan digunakan untuk simbol-simbol permukaan bumi di daratan. Contoh: gunung, pegunungan, gunung api.
b) Simbol perairan digunakan untuk simbol-simbol bentuk perairan.
c) Simbol budaya digunakan untuk simbol-simbol bentuk hasil buadaya.
Nama Objek / Atribut Simbol
Pictorial Abstrak Huruf
Gedung Sekolah
S
Tegalan
TL

Bandar Udara
BU
Kantor Telepon
T
Table. 4.1
c. Legenda atau Keterangan
Legenda pada peta menerangkan arti dari simbol-simbol yang terdapat pada peta. Legenda itu harus dipahami oleh pembaca peta, agar tujuan pembuatan peta itu mencapai sasaran. Legenda biasanya diletakkan di pojok kiri bawah peta. Selain itu legenda peta dapat juga diletakkan pada bagian lain peta, sepanjang tidak mengganggu kenampakan peta secara keseluruhan.
d. Komposisi
Penentuan tata letak peta atau kombinasi peta harus mempertimbangkan cara-cara yang dapat menyentuh perasaan tertarik (sensible) dan juga unsur keindahan perlu dipertimbangkan. Tata letak yang betul akan menjadi penampilan peta secara keseluruhan menjadi lebih menarik.
Salah satu factor utama yang diperhatikan adalah adanya keseimbangan (balance) dalam tata letak informasi tepi. Ukuran hurus (text), tipe hurus (style), mempunyai peranan pula dalam komposisi tata letak informasi tepi ini oleh karena itu besar kecilnya huruf sangat rperlu dipertimbangkan secara tepat pula.
Dapat dikatakan bahwa suatu peta harus kaya dengan informasi yang dapat dievaluasi tanpa kesulitan dan dengan mudah dan cepat digunakan untuk mencapai tujuan pengguna peta. Tata letak peta dan desain peta yang dirancang baik, menambah kejelasan bagi uraian tertulis yang menyertainya.
e. Lay Out Peta
Semua informasi yang diletakkan pada peta harus diatur secara tepat diatas lembar peta sehingga dapat menjamin optimal dalam mudahnya dibaca dan kelihatan ekonomis. Lay Out peta berarti menyusun penempatan-penempatan dari pada peta judul, legenda, skala, sumber data, penerbit, no sheet, macam-macam proyeksi dan lain-lainnya.

Keterangan:
1. Judul peta
2. Petunjuk letak peta dan diagram lokasi
3. Informasi sistem referensi
4. Informasi pembuatan dan penerbit peta
5. Informasi nama dan nomor lembar peta
6. Legenda
7. Keterangan riwayat peta
8. Petunjuk pembacaan koordinat geografi
9. Petunjuk pembacaan koordinat utm
10. Pembagian daerah administrasi
11. Skala grafis
12. Singkatan dan kesamaan arti di peta
13. Diagram arah utara
14. Nomor lembar peta kiri bawah

Hal hal yang harus diperhatikan dalam lay out peta adalah
1. Penulisan Judul
Judul biasa ditulis disebelah kiri atau disebelah kanan atas tergantung komposisi dari peta. Ukuran huruf antara tema, daerah penelitian dan skala tidak sama. Ukuran huruf disesuaikan dengan ukuran besarnya peta. Untuk peta yang terbesar ukuran huruf maximum 1 cm. Di dalam judul ini termasuk skala, baik skala numeric (mis; 1 : 5.000) maupun skala grafis. Tulisan skala lebih kecil dari tema dan daerah penelitian.
2. Orientasi
Biasanya diletakkan di tempat yang kosong dan dibuat tegak lurus keatas tepat di bawah judul. Sebenarnya posisi dari orientasi ini tidaklah harus di bawah judul, tetapi tergantung dari posisi peta maupun ruang yang memungkinkan, sehingga memberi kesan menarikdan harmonis. Bila telah ada grid-gridnya maka panah utara itu tidak perlu.
3. Legenda
Legenda ini merupakan kunci dari pada peta. Jadi harus mengandung keterangan mengenai setiap simbol-simbol yang dipergunakan, baik simbol titik, garis, wilayah maupun simbol-simbol lain. Disamping itu arti singkatan yang dipakai didalam peta harus dicantumkan pula. Legenda diletakkan di dalam garis tepi dari peta dibagian pojok karena bagian bawah. Legenda simbol-simbol ditilis menurut kolom, dan legenda simbol wilayah dibuat dalam bentuk empat persegi panjang yang dibatasi oleh garis-garis. Simbol wilayah ditetapkan dalam ukuran yang teratas baru kemudian simbol-simbol lain termasuk simbol konvensional.

4. Letak Lintang dan Bujur
Letak lintang dan bujur ditulis di dalam garis tepi, antara garis tepi luas dengan garis tepi dalam. Penulisan letak lintang dan bujur dilakukan dengan tulisan tangan dan cukup kecil saja sesuai dengan ruangannya. Tanda-tanda koordinat lintang dan bujur ditambahkan dengan garis-garis pendek memotong peta inset. Peta inset diletakkan di bagian kanan bawah di sebelah kanan legenda. Di dalam peta inset pun terdapat informasi tepi terutama mengenai skala, nama daerah, letak lintang bujur, dan garis tepi.
5. Pencatatan Sumber
Catatan mengenai sumber data / informasi dibuat di dalam lingkungan kerangka bingkai dengan menyebutkan nama sumber dan diletakkan dibagian kiri bawah.
6. Garis Tepi / Kerangka Peta
Peta harus dibuat dengan kerangka yang tegas, garisnya jangan terlalu tipis, berbentuk empat persegi panjang yang terdiri dari dua garis sejajar lebarnya kurang lebih 7 inchi.
7. Penyusun / Penggambar Peta
Untuk menunjukkan siapa-siapa yang bertanggung jawab dalam pembuatan peta ditulis nama penyusun / penggambar peta berikut tahun penggambarannya. Penyusunan / penggambar peta ditulis disebelah bawah luar bingkai peta.

V. Hasil dan Pembahasan
5.1 Hasil
1. Perbandingan Komponen Peta
No Peta RBI Peta Tematik
1 Judul Judul
2 Petunjuk letak peta dan diagram lokasi Petunjuk letak peta dan diagram lokasi
3 Informasi sistem referensi Informasi sistem referensi
4 Informasi pembuatan dan penerbit peta Informasi pembuatan dan penerbit peta
5 Informasi nama dan nomor lembar peta Informasi nama dan nomor lembar peta
6 Legenda Legenda
7 Keterangan riwayat peta -
8 Petunjuk pembacaan koordinat geografis Petunjuk pembacaan koordinat geografis
9 Petunjuk pembacaan koordinat UTM Petunjuk pembacaan koordinat UTM
10 Pembagian daerah administrasi -
11 Skala grafis Skala grafis
12 Singkatan dan kesamaan arti di peta Singkatan dan kesamaan arti di peta
13 Diagram arah utara Diagram arah utara
14 Nomor lembar peta kiri bawah Nomor lembar peta kiri bawah
Table. 5.1
2. Menghitung Jarak Sebenarnya
Diketahui : jarak Huidu Tambo – Huidu Balobalonga di peta RBI = 20,5
Skala peta RBI = 1 : 50.00
Ditanya : jarak sebenarnya…. ?
Penyelesaian :

3. Mengklasifikasikan Simbol Berdasarkan Bentuk dan Sifat
a) Simbol Berdasarkan Bentuk
1) Peta RBI
Objek Titik Garis Area
Sawah

Hutan

Sungai

Air Terjun

Pusat Listrik

Tambang

Table. 5.2

2) Peta Tematik
Objek Titik Garis Area
Pemukiman

Batas Provinsi

Sungai dan Anak Sungai

Table. 5.3
c) Simbol Berdasarkan Sifat
1) Peta RBI
Atribut Objektif Abstrak Huruf

Sawah
SW

Hutan
H

Sungai
S

Pusat Listrik
PLN
Table. 5.4

2) Peta Tematik
Atribut Objektif Abstrak Huruf

Pemukiman
P

Batas Provinsi
BP

Sungai dan Anak Sungai
SAS
Table. 5.5

4. Layout Peta

Keterangan:
1. Judul peta
2. Skala
3. Informasi nama dan lembar peta
4. Petunjuk letak peta
5. Informasi sistem referensi
6. Legenda
7. Keterangan riwayat
8. Petunjuk pembacaan koordinat goegrafis
9. Petunjuk pembacaan koordinat UTM
10. Pembagian daerah administrasi
11. Skala grafis
12. Singkatan dan keterangan arti peta
13. Diagram arah utara
14. Nomor lembar peta kiri bawah
5.2 Pembahasan
Pada praktikum acara I kami melakukan pengamatan pada kedua peta yaitu peta RBI dan peta Tematik. Kami mengamati perbedaan komponen yang terdapat di kedua peta. Hasil pengamatan dapat di lihat pada table 5.2.
Langkah yang selanjutnya yaitu kami mengukur jarak objek yaitu daerah Huidu Tambo sampai Huidu Balobalonga. Kedua titik tersebut di ukur dengan menggunakan mistar yang dapat kami ketahui yaitu dengan panjang 20,5 cm dan dengan skala peta 1 : 50.000. setalah diketahui jarak kedua titik tersebut kami komplikasikan dengan skala peta yang digunakan untuk mencari jarak sebenarnya yaitu jarak yang di peta di bagi dengan skala dengan demikian jarak sebenarnya yaitu 10,25 km.

1. Mendeskripsikan Simbol Berdasarkan Bentuk
Berdasarkan bentuk simbol di klasifikasikan ke dalam 3 bagian yakni titik, garis, dan area. Misalnya sawah disimbolkan dengan area karena sawah mencakup beberapa meter luasan.
a) Peta RBI
1) Sawah disimbolkan area dengan bentuk kotak berpetak-petak karena pada bentuk aslinya sawah berbentuk kotak yang luas dan berpetakpetak
2) Hutan disimbolkan dengan area berbentuk kotak dan garis-garis yang menyerupai pohon. Hal itu di sebabkan karena untuk menyesuaikan bentuk aslinya di bumi dan garis-garis yang menyerupai pohon bertanda menunjukkan hutan.
3) Sungai disimbolkan dengan garis yang bercabang menyerupai ranting pohon. Hal ini disebabkan karena sungai mempunyai pola aliran yang berbeda-beda. Pola aliran sungai yang ada di bumi dipengaruhi oleh morfologi tempat sungai mengalir dan struktur geologinya.
4) Air terjun di beri simbol garis yang hamper sama denga sungai hanya saja pada garis sebelum cabang diberi garis melintang.
5) Pusat listrik diberi simbol titik karena pada legenda bentuk simbol ini kecil. Simbol ini berbentuk kotak dan di atasnya terdapat sebuah garis yang bergelombang.
6) Tambang juga diberi simbol titik karena ukurannya yang sama kecil dengan simbol pusat listrik. Simbol ini berbentuk palu yang menyilang.

b) Peta Tematik
1) Pemukiman disimbolkan dengan area yang berbentuk kotak berwarna orange. Kenapa pemukiman disimbolkan dengan area dan berbentuk kotak, karena pemukiman tersebut menyangkut luasan sama halnya dengan sawah hanya saja pada pemukiman terdapat warga-warga dan dengan desa-desa yang berbeda-beda
2) Batas Provinsi disimbolkan dengan titik.
3) Sungai dan Anak Sungai disimbolkan dengan garis yang bercabang-cabang tetapi pada tengah cabang berbentuk garis besar. Hal itu disebabkan pada garis yang tebal menunjukkan bahwa itu induk sungai atau sungai utama sedangkan garis cabang yang bergaris kecil-kecil menunjukkan bahwa itu anak sungai.
2. Mendeskripsikan Simbol Berdasarkan Sifat
a) Peta RBI
1) Sawah disimbolkan objektif yaitu dengan bentuk kotak berwarna hijau karena symbol tersebut sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan.
2) Hutan disimbolkan dengan huruf yaitu H
3) Sungai disimbolkan objektif dengan bentuk bercabang. Hal ini disesuaikan dengan bentuk kanyataan di lapangan bahwa sungai bercabang-cabang karena sungai sungai memiliki pola alur yang berbeda-beda.
4) Pusat Listrik disimbolkan dengan objektif yang berbentuk kotak dan di atasnya terdapat garis yang bergelombang.

b) Peta Tematik
1) Pemukiman disimbolkan abstrak karena tidak sesuai dengan kenyataan yang dilapangan.
2) Batas Provinsi juga disimbolkan abstrak karena tidak sesuai dengan yang dilapangan
3) Sungan dan Anak Sungai disimbolkan objektif karena pada kenyataan dilapangan sungai berbentuk ranting yang bercabang-cabang dan sungai mempunyai induk sungai atau sungai utama dan anak sungai.
3. Membuat Layout Peta Berdasarkan Kaidah Kartografis
Layout peta berarti menyusun penempatan-penempatan dari pada judul, legenda, skala, sumber data, penerbit, no sheet, macampmacam proyeksi dan lain-lainnya. Contoh membuat layout peta yaitu, gambar peta berada ditengah-tengah peta. Judul berada di pojok kanan atas. kemudian dibawahnya skala, disusul informasi nomor dan lembar peta, petunjuk letak peta, dan informasi sistem referensi. Sedangkan legenda berada di bawah informasi sistem referensi, kemudian di bawaj legenda terdapat keterangan riwayat, petunjuk pembacaan koordinat geografis, dan petunjuk pembacaan koordinat UTM. Sedangkan pembagian daerah administrasi, skala grafis, singkatan dan keterangan arti peta, diagram arah utara, dan nomor lembar peta pada kiri bawah terdapat tepat di bawah gambar peta.

VI. Kesimpulan
Dari pembahadan di atas kami dapat menari kesimpulan bahwa:
1. Peta RBI adalah peta yang menggambarkan kenampakan alamiah (natural freatures) dan kenampakan buatan manusia (man Made Freatures). Kanampakan alamiah adalah sungai, bukit, lembah, laut, danau, dan lain-lain. Sedangkan buatan manusia adalah jalan, kampong, permukiman, kantor, pasar, dan lain-lain.
2. Peta RBI bersifaf umum dan informasi-informasi yang disajikan mencakup keseluruhan dan merupakan peta topografi yang memperlihatkan posisi horisontal serta vertikal dari unsur alami dan unsur buatan manusia dalam bentuk tertentu, dengan mamperlihatkan sistem proyeksi peta yang digunakan serta skala peta.
3. Sedangkan peta tematik bersifat khusus, karena hanya menggambarkan informasi untuk tema tertentu yang terdapat di permukaan bumi.
4. Peta RBI antara lain berfungsi sebagai peta referensi atau acuan dan dasar dalam pembuatan peta tematik.
5. Simbol pada peta sangat berfungsi agar para pembaca tidak kebigungan dalam membaca peta.

VII. Daftar Pustaka
Anonim. 2012. ://Gudang Artikel. 2012/24/10. komponen-peta_16.html. Diakses hari Rabu, 24 September 2012.
Anonim://Prinsip-Prinsip Dasar Peta dan Pemetaan. Diakses hari Rabu, 24 September 2012
Sune, Nawir. 2012. Modul Praktikum Kartografi : Prodi Geografi. Jurusan Fisika. Universitas Negeri Gorontalo.