ARSIP BULANAN : January 2013

Cerita Lucu Pegawai dan Polisi

30 January 2013 12:44:36 Dibaca : 264

Seorang pegawai terlambat pergi ke kantor, ia tergesa-gesa dengan motornya. Sialnya ditengah jalan terjadi razia dadakan oleh polisi.

Prriiittt.., motornya dihentikan oleh polisi. "Mana surat-suratnya!", kata polisi.

Sialnya ternyata si pengendara motor itu nggak bawa SIM. "Kamu saya tilang!", seru polisi. "wah, jangan pak, damai saja ya pak..", kata si pengendara sambil memberi uang 20 ribuan. "Ya sudah, kamu pulang lagi, ambil dulu surat kelengkapan yang kurang!".

Si pengendara akhirnya pulang untuk mengambil SIM dan kembali berangkat ke kantor untuk bekerja. Priiitttt.., si pengendara diberhentikan polisi lagi. "Ada apa lagi sih pak?", kata si pengendara. "Anda tidak pakai helm!", kata polisi.

Sial banget, gara-gara pulang mengambil SIM malah kelupaan helm, akhirnya si pengendara pulang mengambil helmnya setelah terkuras 20 ribu lagi.

Di tengah jalan saat kembali ke kantor, priiittttt!, "Nih.. surat-surat lengkap, helm udah bawa, serakah amat, ada apa lagi sih pak?", kata pengendara. "Surat lengkap, helm sudah dipakai.. sekarang motornya mana!!???", seru polisi.

PERSAHABATAN DI MASA PUTIH ABU-ABU

30 January 2013 11:50:01 Dibaca : 309

Mungkin teman-teman pernah mendengar atau membaca kata-kata seperti ini “Tak ada persahabatan sejati yang hanya adalah kepentingan abadi”. Mungkin ketika pertama mendengar kalimat itu, kita akan berpikir bahwa semua itu kejam dan terlalu menusuk hati, karena sebagai manusia yang berjiwa social pastinya memiliki seseorang atau mungkin banyak sahabat. Tetapi setelah saya mendalami kata-kata itu, saya mulai menyadari bahwa kalimat itu ada benarnya juga, meskipun begitu saya percaya bahwa persahabatan sejati itu ada walaupun juga dibaluti oleh kepentingan pribadi karena tanpa sahabat hidupku tak berwarna dan tanpa kepentingan hidup ini mati. Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha dari pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung seperti yang dilakukan oleh lima orang lelaki pada saat memakai seragam putih abu-abu.

Saya Kamarudin Bilatula dan ada teman saya Ishack Goi, SulemanYusuf, Fandy Abd Azis, dan Imran Dunggio, kemudian kami membuat satu nama untuk persahabatan kami yaitu Lauka_GFB (Gank Five Boys), sebagian besar nama ini tidak diketahui oleh orang-orang bahkan tidak mengenalnya karena nama itu hanya sebagai symbol pada persahabatan kami. Kurang lebih dua tahun kami menjalani persahabatan itu dan sekarang kami sudah terpisah di berbagai tempat, tapi bukan berarti persahabatan itu telah berakhir. Semenjak kami menjalani persahabatan itu di SMA, kami mmpunyai kekompakkan dan kebersamaan yang erat susah dan senang di tanggung bersama, kami juga menganggap bahwa persahabatan itu sudah seperti persaudaraan.

Hal yang terkesan bagiku adalah ketika kami akan menghadapi Ujian Nasional, kami sering tidak masuk kelas bahkan pada waktu les tambahan juga tidak hadir, aku berpikir bahwa yang kami lakukan itu bukan berarti pandang enteng, saya justru menganggap bahwa itu sifat yang kami lakukan secara sengaja karena saya berprinsip bahwa “Jangan selalu terfokus pada belajar, tetapi permainan juga harus di jalankan”, kenapa saya berkata seperti itu? Karena ketika kita akan mengerjakan soal-soal pada Ujian nanti kita akan merasa tegang jadi kita harus menyeimbangkan hal itu dengan sebuah permainan agar kita tidak akan gagal nantinya. Kemudian tempat yang terkesan bagiku juga adalah perpustakaan yang selalu menjadi tempat hiburan, nongkrong, istrahat, bahkan menjadi tempat persembunyian ketika tidak ikut mata pelajaran di kelas, perpustakaan itu juga menjadi tempat tidur bagi kami baik itu siang hari maupun malam hari, dan ketika bepergian ke suatu tempat, kami selalu pergi bersama-sama baik itu ke suatu acara, ke tempat wisata, ke pantai maupun ke rumah teman-teman sekelas.

Pada saat makan di kantin, kami selalu pergi bersama-sama dan saling berbagi, di antara kami tidak ada yang kekurangan bahkan kelebihan semuannya sama, apabila di antara kami ada yang tidak punya uang saku, maka kami saling berbagi agar merasakan semuanya, yang lucunya lagi ketika kami tidak punya uang maka kami akan melakukan minta-minta kepada orang lain dengan cara baik-baik bukan dengan cara memaksa. Itulah kisahku yang pernah ku alami semasa putih abu-abu bersama teman-teman, kehidupan tak kan bisa dijalani sendiri, pribadi yang bijak melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.

Persahabatan rumah bujang akan selalu dikenang.

SEKIAN……..

15 AGUSTUS MENURUT ASTROLOGI

30 January 2013 11:37:52 Dibaca : 248

NAMA : KAMARUDIN BILATULA

T.T.L   : PAGUAT, 15 AGUSTUS 1993

 

Umum

Jika percaya diri merupakan komoditas, maka Anda pasti kaya. Anda begitu menonjol dan mampu membuat orang lain terkesan dengan kebijaksanaan, kebaikan, serta sikap persuasif yang meyakinkan orang lain bahwa Anda pantas diperlakukan sebagai raja. Anda memiliki ambisi, ulet, dan semangat yang berkobar-kobar untuk meraih sukses. Selalu berhati-hati, dalam kontrol, murah hati, dan menjadi teladan dalam banyak bidang. Dunia jelas membutuhkan kepedulian dan uluran tangan Anda. Selain di bidang sosial, Anda juga bisa menjadi guru yang sempurna. Namun bahkan untuk seorang pemimpin, ia tetap perlu memperhatikan kesehatannya, jadi luangkan waktu untuk berlibur di mana Anda bisa santai.

Love

Seperti arus bawah dalam laut yang biasanya bertentangan dengan arus permukaan, Anda mudah lari begitu saja dalam sebuah hubungan, bahaya! Anda akan melakukan apapun untuk mempertahankan keseimbangan hubungan, menjaga perdamaian, atau mencegah terjadinya konflik. Hati-hati untuk tidak terlalu berfokus pada kebutuhan pasangan sehingga keinginan Anda sendiri jadi terabaikan. Jangan biarkan sifat baik dan cuek Anda disalahmengerti sebagai kelemahan.

Karier & Keuangan

Menunda pekerjaan yang biasa-biasa saja merupakan masalah bagi Anda. Sebab kebanyakan dari Anda suka dengan kesempatan atau tugas yang luar biasa, mengingat antusiasme Anda yang juga cukup tinggi. Meningkatkan penghasilan jelas bukan tantangan yang terlalu sulit bagi Anda karena Anda memiliki hasrat terpendam untuk itu. Anda juga selalu menginginkan imbalan yang sepantasnya untuk kerja keras yang Anda lakukan.

 

Sumber:

www.gemintang.com/.../tanggal-lahir-dan-watak.

Laporan Praktikum Dasar Ilmu Tanah

30 January 2013 10:03:10 Dibaca : 0

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya kepunyaan ALLAH SWT dan hanya dengan izin dan kuasa-Nya, maka penulisan Laporan Praktikum yang berjudul “ Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays) “ tepat pada waktunya. Laporan ini merupakan tugas mata kuliah “ DASAR ILMU TANAH “. Laporan ini merupakan inovasi pembelajaran untuk memahami secara mendalam, semoga laporan ini dapat berguna untuk Mahasiswa pada umumnya. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi untuk kesempurnaan laporan ini. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih dan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan sekalian.

 

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar......................................................................................................1

Daftar isi.................................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................3

1.1 Latar Belakang................................................................................3

1.2 Tujuan dan Manfaat........................................................................3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................................4

2.1 Pengamatan Tanaman Jagung...........................................................4

2.2 Organ-Organ Tanaman Jagung...........................................................4

BAB III METODE PRAKTIKUM..............................................................................6

3.1 Waktu dan Tempat...............................................................................6

3.2 Alat dan Bahan.....................................................................................6

3.3 Prosedur Kerja......................................................................................6

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN......................................................................7

4.1 Hasil......................................................................................................7

4.2 Pembahasan........................................................................................8

BAB V PENUTUP...................................................................................................9

5.1 Kesimpulan...........................................................................................9

5.2 Saran....................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................10 Lampiran..............................................................................................................11

 

 

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jagung atau biasa disebut dengan Maize adalah makanan serta pakan terpentingdi belahan bumi bagian barat. Jagung dapat tumbuh di berbagai kondisi iklim. Sejak zaman prasejarah, jagung telah menjadi makanan pokok bangsa Meksiko dan Amerika Latin. Dalam perdagang global, kata maize lebih sering digunakan dari pada jagung. Meksiko merupakan negara tempat jagung berasal. Meksiko memiliki banyak varietas jagung yaitu sebanyak 65 . Tanaman jagung merupakan tanaman biji-bijian yang jumlah produksi setiap tahunnya terbesar dibanding tanaman biji-bijian yang lain. Jagung adalah tanaman rerumputan tropis yang sangat adaptif terhadap perubahan iklim dan memiliki masa hidup 70-210 hari. Jagung dapat tumbuh hingga ketinggian 3 meter. Jagung memiliki nama latin Zea mays. Tidak seperti tanaman biji-bijian lain, tanamn jagung merupakan satu satunya tanaman yang bunga jantan dan betinanya terpisah. Jagung dapat menghasilkan hasil panen melimpah dengan curah hujan 300 mm perbulan. Jikakurang dari 300 mm perbulan akan mengakibatkan kerusakan pada tanaman jagung, namun demikian, faktor dari kelembapan tanah juga berdampak pada berkurangnya hasil panen. Jagung adalah tanaman yang sensitif terhadap cekaman banjir. Akibat dari banjir, tanaman jagung tidak dapat dipanen. Ini dikarenakan banjir mengurangi kadar oksigen dalam tanah dan menggantikannya dengan air. Akibatdari banjir, metabolisme tanaman akan terganggu dari bersifat aerob menjadi unaerob. Hal ini menyebabkan kerusakan pada pertumbuhan tanaman jagung.

1.2 Tujuan dan Manfaat

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk dapat mengetahui fase-fase pertumbuhan jagung serta perbedaan pertumbuhan jagung yang diberi perlakuan pupuk dan jagung yang tidak diberi pupuk.Selain tujuan adapun manfaat dari praktikum ini yaitu agar kita dapat mengetahui cara menanam Jagung dengan baik.

 

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengamatan Tumbuhan Jagung

Tanaman jagung termasuk Class monocotyledone, ordo graminae, familia graminaceae, genus zea, species Zea mays.L ( Insidewinme, 2007) dan merupakan tanaman berumah satu (monoecious), bunga jantan (staminate) terbentuk pada malai dan bunga betina (tepistila) terletak pada tongkol di pertengahan batang secara terpisah tapi masih dalam satu tanaman (Subandi, 2008). Jagung tergolong tanaman C4 dan mampu beradaptasi dengan baik pada faktor pembatas pertumbuhan dan produksi. Salah satu sifat tanaman jagung sebagai tanaman C4, antara lain daun mempunyai laju fotosintesis lebih tinggi dibandingkan tanaman C3, fotorespirasi dan transpirasi rendah, efisien dalam penggunaan air. Tanaman jagung berakar serabut terdiri dari akar seminal, akar adventif dan akar udara (Goldsworthy dan Fisher, 1980), mempunyai batang induk, berbentuk selindris terdiri dari sejumlah ruas dan buku ruas. Pada buku ruas terdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. Tinggi batang bervariasi 60-300 cm, tergantung pada varietas dan tempat Selama fase vegetatif bakal daun mulai terbentuk dari kuncup tunas. Setiap daun terdiri dari helaian daun, ligula dan pelepah daun yang erat melekat pada batang. Bunga jantan terletak dipucuk yang ditandai dengan adanya rambut atau tassel dan bunga betina terletak di ketiak daun dan akan mengeluarkan stil dan stigma (Idris, Zainal, Mohammad, Lassim, Norman dan Hashim, 1982). Bunga jagung tergolong bunga tidak lengkap karena struktur bunganya tidak mempunyai petal dan sepal dimana organ bunga jantan (staminate) dan organ bunga betina (pestilate) tidak terdapat dalam satu bunga disebut berumah satu.

2.2 Organ-Organ Tanaman Jagung

Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman. Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar, yaitu (a) akar seminal, (b) akar adventif, dan (c) akar kait atau penyangga. Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun. Setiap daun terdiri atas helaian daun, ligula, dan pelepah daun yang erat melekat pada batang. Jumlah daun sama dengan jumlah buku batang. Jumlah daun umumya berkisar antara 10-18 helai, rata-rata munculnya daun yang terbuka sempurna adalah 3-4 hari setiap daun.

 

BAB III METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat

Waktu pelaksanaan praktikum pada hari Minggu,tanggal 04 November 2012, pukul 08.00-10.00 bertempat di Pekarangan Fakultas ilmu-ilmu Pertanian.

3.2 Alat dan Bahan

Alat yang di gunakan yaitu Timbangan,Parang,Kayu. Adapun bahan yang digunakan yaitu Polybeak,Tanah 7kg,Pupuk,Bibit Jagung.

3.3 Prosedur Kerja

Adapun cara kerja yang digunakan yaitu: terlebih dahulu Polybeak di isi Tanah seberat 7 kg dan di campurkan Pupuk kemudian di tanami Jagung.

 

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Tanaman Jagung yang tidak di beri pupuk:

Minggu pertama • Tinggi tanaman 34,5 cm • Jumlah Daun 6 helai • Lebar Daun 1,5 cm • Panjang Daun 7,5 cm Minggu kedua • Tinggi Tanaman 40 cm • Jumlah Daun 6 helai • Lebar Daun 2,5 cm • Panjang Daun 12,5 cm Minggu ketiga • Tinggi Tanaman 49 cm • Jumlah Daun 7 helai • Lebar Daun 3,7 cm • Panjang Daun 18 cm Minggu keempat • Tinggi Tanaman 56 cm • Jumlah Daun 8 helai • Lebar Daun 4 cm • Panjang Daun 25 cm

Tanaman Jagung yang di beri pupuk:

Minggu pertama • Tinggi tanaman 35 cm • Jumlah Daun 6 helai • Lebar Daun 2,5 cm • Panjang Daun 9 cm Minggu kedua • Tinggi Tanaman 42 cm • Jumlah Daun 8 helai • Lebar Daun 3 cm • Panjang Daun 14 cm Minggu ketiga • Tinggi Tanaman 50 cm • Jumlah Daun 8 helai • Lebar Daun 4 cm • Panjang Daun 20 cm Minggu keempat • Tinggi Tanaman 60 cm • Jumlah Daun 8 helai • Lebar Daun 5 cm • Panjang Daun 28 cm

4.2 Pembahasan

Jagung (Zea mays L) adalah tanaman semusim dan termasuk jenis rumputan/graminae yang mempunyai batang tunggal, meski terdapat kemungkinan munculnya cabang anakan pada beberapa genotipe dan lingkungan tertentu. Batang jagung terdiri atas buku dan ruas. Daun jagung tumbuh pada setiap buku, berhadapan satu sama lain. Bunga jantan terletak pada bagian terpisah pada satu tanaman sehingga lazim terjadi penyerbukan silang. Jagung merupakan tanaman hari pendek, jumlah daunnya ditentukan pada saat inisiasi bunga jantan, dan dikendalikan oleh genotipe, lama penyinaran, dan suhu. Pemahaman morfologi dan fase pertumbuhanjagung sangat membantu dalam mengidentifikasi pertumbuhan tanaman, terkait dengan optimasi perlakukan agronomis. Cekaman air (kelebihan dan kekurangan), Tanaman jagung termasuk famili rumput-rumputan (graminae) dari subfamili myadeae. Dua famili yang berdekatan dengan jagung adalah teosinte dan tripsacum yang diduga merupakan asal dari tanaman jagung. Teosinte berasal dari Meksico dan Guatemala sebagai tumbuhan liar di daerah pertanaman jagung.

 

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah kami lakukan maka dapat kami simpulkan bahwa pertumbuhan tanaman yang di beri perlakuan pupuk lebih cepat dari pada yang tidak di beri perlakuan pupuk,tetapi perbedaannya tidak begitu jauh.

5.2 Saran

Adapun saran yang dapat kami cantumkan pada penulisan laporan ini adalah kami selaku mahasiswa menyarankan agar praktikum diberikan waktu yang panjang.Agar kami bisa mengamati dan melasanakan praktikum tersebut dengan bai.

 

 

DAFTRA PUSTAKA

Effendi 1989 http://budisma.web.id/materi/sma/biologi-kelas-xi/struktur-fungsi-organ-batang-pada-tumbuhan Belfield dan Brown ,2008 http://www.pustakasekolah.com/anatomi-daun.html Malti et al , 2011 http://lena-unindrabio2a.blogspot.com/2012/08/jaringan-penyusun-akar-batang-dan-daun.html Ekoyuliyanto,2011 http://konsepbiologi.wordpress.com/2011/05/23/anatomi-dan-morfologi-tanaman AnneAhira.com http://www.anneahira.com/morfologi-tanaman.htm

Makalah PIP

05 January 2013 12:18:24 Dibaca : 776

PEMBAHASAN

A. Sejarah Pertanian

Sejarah pertanian adalah bagian dari sejarah kebudayaan manusia. Pertanian muncul ketika suatu masyarakat mampu untuk menjaga ketersediaan pangan bagi dirinya sendiri. Pertanian memaksa suatu kelompok orang untuk menetap dan dengan demikian mendorong kemunculan peradaban. Terjadi perubahan dalam sistem kepercayaan, pengembangan alat-alat pendukung kehidupan, dan juga kesenian akibat diadopsinya teknologi pertanian. Kebudayaan masyarakat yang tergantung pada aspek pertanian diistilahkan sebagai kebudayaan agraris.

Sebagai bagian dari kebudayaan manusia, pertanian telah membawa revolusi yang besar dalam kehidupan manusia sebelum revolusi industri. Bahkan dapat dikatakan, revolusi pertanian adalah revolusi kebudayaan pertama yang dialami manusia.Agak sulit membuat suatu garis sejarah pertanian dunia, karena setiap bagian dunia memiliki perkembangan penguasaan teknologi pertanian yang berbeda-beda. Di beberapa bagian Afrika atau Amerika masih dijumpai masyarakat yang semi-nomaden (setengah pengembara), yang telah mampu melakukan kegiatan peternakan atau bercocok tanam, namun tetap berpindah-pindah demi menjaga pasokan pangan. Sementara itu, di Amerika Utara dan Eropa traktor-traktor besar yang ditangani oleh satu orang telah mampu mendukung penyediaan pangan ratusan orang.

 

B. Asal-Mula Pertanian

Pada awal abad ke-20 didatangkan sapi penghasil susu Fries-Holland ke Jawa.

Berakhirnya zaman es sekitar 11.000 tahun sebelum Masehi (SM) menjadikan bumi lebih hangat dan mengalami musim kering yang lebih panjang. Kondisi ini menguntungkan bagi perkembangan tanaman semusim, yang dalam waktu relatif singkat memberikan hasil dan biji atau umbinya dapat disimpan. Ketersediaan biji-bijian dan polong-polongan dalam jumlah memadai memunculkan perkampungan untuk pertama kalinya, karena kegiatan perburuan dan peramuan tidak perlu dilakukan setiap saat. Contoh budaya semacam ini masih terlihat pada masyarakat yang menerapkan sistem perladangan berpindah (slash and burn) di Kalimantan dan Papua.

Berdasarkan bukti-bukti peninggalan artefak, para ahli prasejarah saat ini bersepakat bahwa praktik pertanian pertama kali berawal di daerah "bulan sabit yang subur" di Mesopotamia sekitar 8000 SM. Pada waktu itu daerah ini masih lebih hijau daripada keadaan sekarang. Berdasarkan suatu kajian, 32 dari 56 spesies biji-bijian budidaya berasal dari daerah ini. Daerah ini juga menjadi satu dari pusat keanekaragaman tanaman budidaya (center of origin) menurut Vavilov. Jenis-jenis tanaman yang pertama kali dibudidayakan di sini adalah gandum, jelai (barley), buncis (pea), kacang arab (chickpea), dan flax (Linum usitatissimum).

Di daerah lain yang berjauhan lokasinya dikembangkan jenis tanaman lain sesuai keadaan topografi dan iklim. Di Tiongkok, padi (Oryza sativa) dan jewawut (dalam pengertian umum sebagai padanan millet) mulai didomestikasi sejak 7500 SM dan diikuti dengan kedelai, kacang hijau, dan kacang azuki. Padi (Oryza glaberrima) dan sorgum dikembangkan di daerah Sahel, Afrika 5000 SM. Tanaman lokal yang berbeda mungkin telah dibudidayakan juga secara tersendiri di Afrika Barat, Ethiopia, dan Papua. Tiga daerah yang terpisah di Amerika (yaitu Amerika Tengah, daerah Peru-Bolivia, dan hulu Amazon) secara terpisah mulai membudidayakan jagung, labu, kentang, dan bunga matahari Kondisi tropika di Afrika dan Asia Tropik, termasuk Nusantara, cenderung mengembangkan masyarakat yang tetap mempertahankan perburuan dan peramuan karena relatif mudahnya memperoleh bahan pangan. Migrasi masyarakat Austronesia yang telah mengenal pertanian ke wilayah Nusantara membawa serta teknologi budidaya padi sawah serta perladangan. Secara umum dapat dikatakan bahwa pertanian bermula sebagai dampak perubahan iklim dunia dan adaptasi oleh tanaman terhadap perubahan ini.

Pengantar Ilmu Pertanian

Pertanian sebagai empirik yang mempelajari budidaya tanaman dan pemeliharaan hewan. Ilmu pertanian mulanya di bentuk bedasarkan pengalaman kemudian menjadi ilmu terapan. Ilmu pertanian berkaitan dengan perilaku manusia. Ilmu pertanian mencakup : ilmu tanah, tata ai, cuaca, iklim(kelompok ilmu-ilmu lingkungan kehidupan, dan budidaya). Kelompok budidaya termasuk diantaranya budidaya, tanaman / agronomi, proteksi tanaman, kedokteran hewan, keteknikan kelautan, keteknikan petanian. Ilmu pertanian juga mempelajari pangan dan pakan. Tidak hanya itu juga tetapi juga ilmu gizi dan sumber daya keluarga.

Teknologi Pertanian adalah merupakan penerapan dari ilmu-ilmu terapan dan teknik pada kegiatan pertanian.

Teknologi pertanian merupakan penerapan prinsip-prinsip matematika dan ilmu pengetahuan alam dalam rangka pendayagunaan secara ekonomis sumberdaya pertanian dan sumberdaya alam untuk kesejahteraan manusia.Falsafahnya teknologi pertanian merupakan praktik-empirik yang bersifat pragmatik finalistik, dilandasi paham mekanistik-vitalistik dengan penekanan pada objek formal kerekayasaan dalam pembuatan dan penerapan peralatan, bangunan, lingkungan, sistem produksi serta pengolahan dan pengamanan hasil produksi. Objek formal dalam ilmu pertanian budidaya reproduksi berada dalam fokus budidaya, pemeliharaan, pemungutan hasil dari flora dan fauna, peningkatan mutu hasil panen yang diperoleh, penanganan, pengolahan dan pengamanan serta pemasaran hasil[1]. Oleh sebab itu, secara luas cakupan teknologi pertanian meliputi berbagai penerapan ilmu teknik pada cakupan objek formal dari budidaya sampai pemasaran.

Sejarah Pendidikan Teknologi Pertanian

Bidang teknologi pertanian secara keilmuan merupakan hibrida dari ilmu teknik dan ilmu pertanian. Sejarah lahirnya ilmu-ilmu dalam lingkup teknologi pertanian dipicu oleh kebutuhan untuk pemenuhan pembukaan dan pengerjaan lahan pertanian secara luas di Amerika Serikat maupun eropa pada pertengahan abad ke-18. Perkembangan pendidikan tinggi teknologi pertanian di Indonesia yang dimulai awal tahun 1960-an tidak terlepas dari perkembangan pendidikan tinggi teknik dan dan pertanian sejak zaman pendudukan Belanda yang memang secara historis meletakkan dasarnya di Indonesia. Perang dunia I yang terjadi di Eropa telah menyebabkan gangguan hubungan internasional antara lain, armada sulit untuk masuk ke Samudra Hindia sehingga tenaga-tenaga ahli yang sebelumnya banyak didatangkan dari Eropa mengalami kesulitan. Pencetakan tenaga ahli teknik menengah dan tinggi (baik untuk bidang teknik dan pertanian) menjadi kebutuhan oleh pemerintah Hindia Belanda pada waktu pendudukan di Indonesia. Untuk mencukupi kebutuhan tenaga terampil bidang pertanian, peternakan dan perkebunan yang secara intensif dilakukan oleh Pemerintah Hindia Belanda di Jawa dan Sumatra dalam program cultur stelseels pada awal abad ke-19. Untuk pemenuhan kebutuhan tersebut, maka di Bogor (Buitenzorg) didirikan beberapa lembaga pendidikan menengah untuk bidang pertanian dan kedokteran hewan, yakni Middlebare Landbouw Schooll, Middlebare Bosbouw Schooll dan Nederlandssch Indische Veerleeen Schooll

 

Teknik Pertanian

Teknik pertanian merupakan pendekatan teknik (engineering) secara luas dalam bidang pertanian yang sangat dibutuhkan untuk melakukan transformasi sumberdaya alam secara efisien dan efektif untuk pemanfaatannya oleh manusia. Dengan demikian dalam sistematika keilmuan, bidang teknik pertanian tetap bertumpu pada bidang ilmu teknik untuk memcahkan berbagai permasalahan di bidang pertanian. Terminologi teknik pertanian sebagai padanan Agricultural Engineering diperkenalkan di Indonesia pada paruh 1990-an. Sebelumnya terminologi yang digunakan lebih sempit, yaitu mekanisasi pertanian yang diadopsi dari Agricultural Mechanization, sejak awal 1990-an bersamaan dengan pengenalan dan penggunaan traktor untuk program intensifikasi pertanian.

Bidang cakupan teknik pertanian antara lain adalah sebagai berikut : Alat dan mesin budidaya pertanian, mempelajari penggunaan, pemeliharaan dan pengembangan alat dan mesin budidaya pertanian. Teknik tanah dan air, menelaah persoalan yang berhubungan dengan irigasi, pengawetan dan pelestarian sumberdaya tanah dan air. Energi dan Elektrifikasi Pertanian, mencakup prinsip-prinsip teknologi energi dan daya serta penerapannya dalam kegiatan pertanian. Lingkugan dan bangunan pertanian, mencakup masalah yang berkaitan dengan perencanaan dan konstruksi bangunan khusus untuk keperluan pertanian, termasuk unit penyimpanan tanaman dan peralatan, pusat pengolahan dan sistem pengendalian iklim serta sesuai keadaan lingkungan. Teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, penggunaan mesin untuk menyiapkan hasil pertanian, baik untuk disimpan atau digunakan sebagai bahan pangan atau penggunan lainnya.

Perkembangan ilmu sistem pada tahun 1980-an memberikan imbas pada bidang teknik pertanian, dengan berkembangnya ranah sistem dan manajemen mekanisasi pertanian, yang merupakan penerapan manajamen dan analisis sistem untuk penerapan mekanisasi pertanian. Perkembangan berikutnya, pada abad ke-20 menuju abad ke-21 berkaitan denga ilmu komputasi, teknologi pembantu otak dan otot lewat sistem kontrol, sistem pakar, kecerdasan buatan berupa penerapan robot pada sistem pertanian, menjadikan teknik pertanian berkembang menjadi sistem teknik pertanian (Agricultural System Engineering). Objek formal yang berupa kegiatan reproduksi flora dan fauna serta biota akuatik didekati lebih luas lagi sebagai sistem hayati/biologis dengan orientasi pemecahan masalah pertanian secara holistik. Dalam pendekatan ini sumberdaya hayati berupa mikroba/mikroorganisme turut dijadikan objek formal dalam produksi dan peningkatan biomassa. Di beberapa perguruan tinggi di Amerika dan Jepang, program studi atau departemen yang dulu bernama Teknik Pertanian, kini berganti dengan nama Teknik Sistem Biologis (Biological System Engineering).

 

Bahan pangan sebagai salah satu kebutuhan primer manusia, sangat intensif dijadikan kajian sebagai objek formal ilmu terapan dan ditopang dengan tuntutan industri, terutama di negara maju. Kondisi ini melahirkan cabang bidang ilmu teknologi pangan yang merupakan penerapan ilmu-ilmu dasar (kimia, fisika dan mikrobiologi) serta prinsip-prinsip teknik (engineering), ekonomi dan manajemen pada seluruh mata rantai penggarapan bahan pangan dari sejak pemanenan sampai menjadi hidangan. Teknologi pangan merupakan penerapan ilmu dan teknik pada penelitian, produksi, pengolahan, distribusi, penyimpanan pangan berikut pemanfaatannya. Ilmu terapan yang menjadi landasan pengembangan teknologi pangan meliputi ilmu pangan, kimia pangan, mikrobiologi pangan, fisika pangan dan teknik proses. Ilmu pangan merupakan penerapan dasar-dasar biologi, kimia, fisika dan teknik dalam mempelajari sifat-sifat bahan pangan, penyebab kerusakan pangan dan prinsip-prinsip yang mendasari pegolahan pangan.

Teknologi Industri Pertanian

Industri berbasis pertanian (agroindustri) dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Teknologi Industri Pertanian didefinisikan sebagai disiplin ilmu terapan yang menitikberatkan pada perencanaan, perancangan, pengembangan, evaluasi suatu sistem terpadu (meliputi manusia, bahan, informasi, peralatan dan energi) pada kegiatan agroindustri untuk mencapai kinerja (efisiensi dan efektivitas) yang optimal[1]. Disiplin ini menerapkan matematika, fisika, kimia/biokimia, ilmu-ilmu sosial ekonomi, prinsip-prinsip dan metodologi dalam menganalisis dan merancang agar mampu memperkirakan dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari sistem terpadu agroindustri.[rujukan?] Sebagai paduan dari dua disiplin, teknik proses dan teknik industri dengan objek formalnya adalah pendayagunaan hasil pertanian. Teknologi Industri Pertanian memiliki bidang kajian sebagai berikut :

Sistem teknologi proses industri pertanian, kegiatan pertanian yang berkaitan dengan perencanaan, instalasi dan perbaikan suatu sistem terpadu yang terdiri atas bahan, sumberdaya, peraltan dan energi pada pabrik agroindustri.Manajemen industri, kajian yang berkaitan dengan perencanaan, pengoperasian dan perbaikan suatu sistem terpadu pada permasalahan sistem usaha agroindustri.Teknoekonomi agroindustri, kajian yang berkaitan dengan perencanaan, analisis dan perumusan kebijakan suatu sistem terpadu pada permasalahan sektor agroindustri.Manajemen mutu, penerapan prinsip-prinsip manajemen (perencanaan, penerapan dan perbaikan) pada bahan (dasar, baku), sistem proses, produk, dan lingkungan untuk mencapai taraf mutu yang ditetapkan.

Kegiatan hilir dari pertanian berupa penanganan, pengolahan, distribusi dan pemasaran yang semula secara sederhana dan tercakup dalam teknologi hasil pertanian, berkembang menjadi lebih luas dengan pendekatan dari sistem Industri.

 

PENUTUP

A kesimpulan

Sejarah pertanian adalah bagian dari sejarah kebudayaan manusia. Pertanian muncul ketika suatu masyarakat mampu untuk menjaga ketersediaan pangan bagi dirinya sendiri. Pertanian memaksa suatu kelompok orang untuk menetap dan dengan demikian mendorong kemunculan peradaban. Terjadi perubahan dalam sistem kepercayaan, pengembangan alat-alat pendukung kehidupan, dan juga kesenian akibat diadopsinya teknologi pertanian. Kebudayaan masyarakat yang tergantung pada aspek pertanian diistilahkan sebagai kebudayaan agraris.

B saran

Dengan disusunnya makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kita khususnya mahasiswa agar dapat kita jadikan pedoman suatu saat nanti. Dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan sehingga penyusun mengharapakan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar dalam penyusunan makalah yang berikutnya dapat lebih baik.