ARSIP BULANAN : May 2013

Wewenang, Delegasi dan Desentralisasi

31 May 2013 11:24:58 Dibaca : 431

A. Wewenang (Authority)

Posisi atau kedudukan seseorang, pada dasarnya ditentukan oleh wewenang yang dimilikinya. Semakin banyak wewenang yang dimiliki seseorang, maka semakin tinggi kedudukannya dalam organisasi tersebut dan sebaliknya.

Jadi wewenang merupakan dasar untuk bertindak, berbuat, dan melakukan kegiatan atau aktivitas di dalam suatu organisasi.

Kenapa wewenang itu sangat penting bagi seseorang?

  • Wewenang merupakan dasar hukum bagi seseorang.
  • Wewenang selalu akan menciptakan power,right, dan responsibility.
  • Wewenang menjadi tolak ukur kedudukan,sifat pekerjaan, dan tanggung jawab seseorang dalam suatu organisasi.
  • Wewenang menjadi batas tentang apa yang dapat dikerjakan dan yang tidak boleh dikerjakan seseorang.
  • Wewenang merupakan kunci pekerjaan manajerial.

Sumber-sumber wewenang (Authority)

¨Sumber-sumber wewenang adalah sebagai berikut:

  • Formal Authority Theory, dimana seseorang mendapatkan wewenang karena ia memiliki barang di dalam suatu organisasi.
  • Acceptance Authority Theory, artinya wewenang seseorang bersumber dari penerimaan,kepatuhan dan pengakuan para bawahan terhadap perintah dan kebijakan atas kuasa yang dipegangnya.
  • Authority of the Situation, artinya wewenang yang diperoleh seseorang karena situasi.
  • Position Authority, artinya wewenang karena posisi (jabatan) dalam organisasi.
  • Tehnical Authority, artinya wewenang diperoleh seseorang karena keahlian khusus.
  • Yuridis Authority, artinya wewenang ini diperoleh seseorang karena hukum atau undang-undang.

B. Delegasi

Delegasi dapat kita artikan sebagai kegiatan seorang atasan yang menugaskan bawahannya untuk mengerjakan bagian daripada tugasnya dan pada waktu yang bersamaan memberikan kekuasaan kepada bawahan tersebut sehingga bawahan itu dapat melaksanakan tugas itu dengan sebaik-baiknya

Unsur-unsur Delegasi

Dalam proses delegasi terdapat tiga unsur utama yaitu sebagai berikut :

  • Tugas

Pada tahap pertama ini seorang manajer dalam proses delegasi, memberi tugas dan kekuasaan kepada bawahan.

  • Kekuasaan

Pada tahap ini bawahan yang menerima tugas dan kekuasaan dari manajer tersebut melaksanakan tugas dengan mempergunakan kekuasaan yang diterimanya.

  • Pertanggungjawaban

yaitu pemberian laporan tentang bagaimana tugas-tugas dilaksanakan dan bagaiman cara kekuasaan dipakai.

Tugas- tugas yang didelegasikan

Tugas-tugas yang didelegasikan dapat ditinjau dari dua sudut pandang yaitu:

  • Dari sudut Proses

Dimana proses pendelegasian manajer kepada bawahannya lebih banyak pada proses perencanaan, pelaksanaan dan semakin banyak memusatkan perhatiannya dalam pengawasan.

  • Dari sudut bidang

Tugas-tugas seorang manajer yang dapat didelegasikan apabila ditinjau dari sudut bidang dapat digolongkan sebagai berikut yaitu : pada bidang produksi, dan marketing.

C. Desentralisasi

Desentralisasi dapat diartikan jika semua (100%) wewenang manajer puncak didelegasikan kepada bawahan, Rahasia jabatan tidak ada lagi. Artinya jika sebahagian kecil wewenang/kekuasaan dipegang oleh manajer puncak atau sebagian besar wewenang manajer puncak didelegasikannya kepada seluruh struktur organisasi.

Ciri-ciri Desentralisasi

  • Semakin banyak jumlah keputusan yang diambil manajer madya atau manajer pada lini pertama maka semakin banyak wewenang yang didelegasikan kepada mereka.
  • Semakin penting keputusan yang diambil oleh manajer lini pertama.
  • Semakin banyak fungsi yang terkena oleh keputusan yang diambil manajer lini pertama.
  • Semakin sedikit pengendalian atas keputusan yang diambil manajer lini pertama.
  • Semakin besar tanggung jawab manajer lini pertama maka semakin banyak wewenang yang diterimanya.
  • Semakin banyak pekerjaan/tugas yang dapat dikerjakan manajer lini pertama

 

Organisasi dan Pengorganisaian

31 May 2013 11:08:42 Dibaca : 903

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Organisasi dan Pengorganisasian

Organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Jadi secara sederhana, pengorganisasian (Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada.

Pengorganisasian merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

Pengertian organisasi menurut berbagai para ahli antara lain:

Organisasi Menurut Stoner

Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

James D. Mooney (1974)

Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

Ralp Currier Davis (1951)

Organisasi adalah sesuatu kelompok orang-orang yang sedang bekerja ke arah tujuan bersama di bawah kepemimpinan.

2.2 Macam-macam alasan membentuk organisasi.

Sejak dahulu manusia sudah diberi nama julukan “Zoom Politicon” ( mahluk yang hidup berkelompok). Hal itu mengandung makna bahwa manusia senantiasa menginginkan hubungan-hubungan dengan orang lain. Herbert G. Hicks menyajikan sejumlh alasan mengapa manusia menciptakan organisasi (Hicks, 1972:8-3).

Alasan Sosial (Sosial Resons)

Banyak organisasi dibentuk untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk pergaulan. Hal yang sama terlihat pada organisasi-organisasi yang memiliki sasaran intelektual atau ekonomi. Adakalanya kebutuhan-kebutuhan sosial seseorang demikian sempurna terpenuhi oleh perusahaan tempat ia bekerja, sehingga orang melontarkan kata-kata “pekerjaannya adalah kehidupannya”. Jadi dapat dikatakan bahwa manusia berorganisasi karena membutuhkan dan menikmati kepuasan-kepuasan sosial yang di berrikan oleh organisasi.

Alasan material (Material Reasons)

Manusia juga melaksanakan kegiatan pengorganisasian karena alasan-alasan material. Melalui batuan organisasi manusia dapat melakukan tiga macam hal yang tidak mungkin dilakukannya sendiri, yakni:

Memperbesar kemampuannya

Maksudnya , melalui organisai manusia dapat melaksanakan aneka macam tugas atau pekerjaan secara lebih efisien dibandikan dengan situasi apabila hanya bekerja sendiri tanpa bantuan pihak lain.

Menghemat waktu

Dalam banyak kasus, upaya mengurangi waktu total yang diperlukan jauh lebih penting dibandingkan dengan efisiensi biasa. Suatu sasaran yang dapat dilaksanakan oleh seorang individu atau oleh sebuah kelompok yang relatif kecil dapat dialihkan kepada sebuah organisasi besar.

Mengakumulasi pengetahuan.

Organisasi memungkinkan manusia untuk menarik manfaat dari pengetahuan yang terakumulasi. Dengan demikian, mereka dapat berpijak atas landasan yang dibentuk oleh generasi sebelumnya. Tanpa adanya organisasi, maka setiap manusia pada setiap era harus mempelajari segala sesuatu sendiri sejak awal.

2.3 Bentuk-bentuk Organisasi

a) Democratic Decentralized (DD)

Tidak memiliki pemimpin yang permanen. Koordinator dipilih untuk menangani suatu tugas yang harus diselesaikan. Koordinator pun bisa berubah/diganti bila ada perubahan dalam pekerjaan. keputusan yang harus dibuat harus berdasarkan konsessus kelompok bukan hanya wewenang satu orang saja.
Sifat komunikasi antar anggota di sini adalah komunikasi horizontal, karena tidak ada istilah pimpinan dan bawahan dalam bentuk organisasi ini.

b) Controlled Decentralized (CD)

Memiliki satu pemimpin utama yang menangani dan mengkoordinir tugas-tugas utama. Terdapat pemimpin-pemimpin sekunder yang dipilih pemimpin utama untuk mengkoordinir dan menangani sub-sub tugas yang dibagi berdasarkan kebijakan pemimpin utama. Pemimpin sekunder ini menjadi koordinator dalam sub-sub group yang dibentuk berdasarkan pembagian tugas.
Pengambilan keputusan dilakukan secara bersama-sama antar anggota dalam masing-masing sub group. Sedangkan pengambilan keputusan antar group diputuskan oleh pemimpin utama. Komunikasi juga tetap diperlukan dalam satu sub group. Komunikasi dilakukan secara horizontal antar anggota dalam satu sub group. Tetapi terjadi komunikasi vertikal antara sub-sub kelompok dengan pemimpin utama tim.

c) Controlled Centralized (CC)

Hanya ada pimpinan utama tim di sini, semua tugas dikoordinir dan ditangani langsung oleh pimpinan utama. Semua pengambilan keputusan terhadap suatu masalah berada di tangan pimpinan utama.
Pimpinan utama ini pula yang menentukan anggota kelompok mana yang harus bekerja dan tidak bekerja. Semua komunikasi tim harus melalui pimpinan utama. Karena itu sifat komunikasi dalam bentuk organisasi ini hanya bersifat vertikal.

2.4 Proses pengorganisaian

Ernest Dale, menguraikan pengorganisasian sebagai suatu proses multi langkah:

1) Pemerincian Pekerjaan

Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencpai tujuan organisasi. Setiap organisasi dibentuk dengan seperangkat tujuan: misalnya rumah sakit diadakan untuk merawat oramg sakit, perusahaan dibentuk untuk menghasilkan barang dan jasa, dll. Pencapaian tiap tujuan jelas sekali dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan organisasi, pertama-tama harus ditentukan tugas organisai secara keseluruhan.

2) Pembagian Pekerjaan

Membagi beban kerja ke dalam aktivitas-aktivitas yang secara logis dan menyenangkan dapat dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang. Organisasi dibentuk karena pekerjaan yang akan diselesaikan tidak dapat dilakukan oleh satu orang saja. Dengan demikian, pekerjaan organisasi haruslah dibagi secara tepat diantara anggotanya. Istilah tepat dimaksudkan bahwa setiap orang akan diberikan tugas atas dasar kualifikasinya.

3) Pemisahan Pekerjaan

Mengkombinasikan pekerjaaan anggota perusahaan dalam cara yang logis dan efisien. Pada suatu perusahaan memperbesar ukurannya dan mengangkat pegawai lebih banyak untuk melakukan berbagai aktivitas, maka pekerjaan masing-masing kelompok anggota perlu dikaitkan/dipadukan.

4) Koordinasi Pekerjaan

Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis. Pada waktu individu-individu dalam departemen melaksanakan aktivitas tersendiri, tujuan organisasi menyeluruh mungkin akan terabaikan atau mungkin timbul konflik diantara anggota. tujuan organisasi dan mengurangi ketidak-efesienan serta konflik yang merusak.

5) Monitoring dan Reorganisasi

Monitor efektivitas organisasi dan pengambilan langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau menngkatkan efektivitas. Karena pengorganisasian merupakan suatu proses yang berkelanjutan, maka diperlukan adanya penilaian ulang terhadap keempat langkah sebelumnya secara berkala. Pada waktu organisasi tumbuh dan berubah, struktur organisasi harus dievaluasi untuk memastikan ketaatan asasnya dengan bidang operasi secar efektif dan efesien untuk memenuhi kebutuhan sekarang.

2.5 Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

Faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi adalah:

1. Strategi organisasi untuk mencapai tujuannya.

2. Teknologi yang digunakan

3. Anggota dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi

4. Ukuran organisasi

Bentuk-Bentuk struktur Organisasi

Ada beberapa bentuk berbeda dari struktur organisasi dalam sebuah tim. Tim yang sudah terorganisir dan tersturktur dengan baik sangatlah penting, karena akan mengarahkan tim tersebut menjadi sebuah tim yang ahli dan cakap dalam bekerja. Ada 4 bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges, yaitu :

1. Bentuk Piramida, merupakan bentuk yang paling banyak digunakan, sederhana, jelas, dan mudah dimengerti.

2. Bentuk Vertikal, hampir sama dengan bentuk piramida dalam pelimpahan kekuasaan.

3. Bentuk Horizontal, aliran wewenang dan tanggung jawab digambarkan dari kiri ke kanan.

4. Bentuk Melingkar, menekankan pada hubungan antara satu jabatan dengan jabatan

lainnya.

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Jadi secara sederhana, pengorganisasian (Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada

3.2 Saran

Mengingat pentingnya pengorganisasian maka perlu kiranya masalah ini diperhatikan dan dipahami sebaik-baiknya. Setelah mamahami pengorganisasian maka sebaiknya diterapkan dalam bentuk actual di lapangan. Dan untuk para pemimpin sebaiknya harus mengetahui semua hal yang menyangkut tentang organisasi baik secara individu mau kelompok.

DAFTAR PUSTAKA

Sabardi, Agus, Manajemen Pengantar Yogyakarta: STIM YKPN, 2008

Winardi, J. Teori Organisasi dan Pengorganisasian Jakarta: Kharisma Putra Utama Offiset, 2011

 

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong