Penjual cemilan tradisional jawa (Peyek)

14 December 2016 08:47:30 Dibaca : 52


Pagi sekitar pukul 07.30 waktu setempat, saya bertemu sebuah rumah yang tak jauh dari kos ku berada, tempat tinggal Ibu Kurnia yang dipanggil akrab Bu Nia yang tahun lalu baru pindah dari desa paguyaman ke kota gorontalo. Di tengah kunjungan, saya temui Bu Nia sedang asik dan sibuk membuat adonan peyek. Ibu Nia ini sekarang menggeluti usaha bisnis pembuatan cemilan tradisional jawa. Cemilan ini berbahan dasar terigu yang diberi kacang serta di baluri dengan sayur di atasnya kemudian digoreng. “Bahan dasar peyek memang cukup sederhana dan pembuatannya juga mudah”. ujar Bu Nia.
Ibu yang baru saja pindah tempat tinggi ini lebih memilih untuk merintis usaha pembuatan peyek dari pada mencari-cari pekerjaan atau melamar kerja kesana kemari. “Lebih baik menciptakan lapangan kerja dari pada mencari kerja, karena lowongan kerja saat ini susah, Mas.” lanjut Bu Nia sambil menggoreng adonan peyek.
Usaha cemilan gorengan seperti peyek ini memang menguntungkan. Ini sudah dibuktikan sendiri oleh Bu Nia. Apalagi cemilan tersebut untuk di daerah Kota gorontalo masih tergolong asing alias langka. Dibandingkan dengan daerah paguyaman.
“Berawal dari melihat cara pembuatan peyek saat masih sekolah SMA dulu, lalu berkeinginan untuk mengembangkan usaha.” tutur Bu Nia. Kenangan munculnya inspirasi yang tidak akan dilupakannya. Ketika itu Bu Nia langsung mencari informasi tentang pembuatan peyek. Berbagai macam cara yang berbeda ia dapatkan resepnya dari teman juga internet. Dari banyak versi tersebut Bu Nia memadukan sehingga tercipta resep ala Bu Nia.
Peyek buatan Bu Nia sangat laris manis. Keuntungan bisa dua kali lipat dari modal yang dikeluarkan untuk bahan dasarnya. Perhari Bu Nia mampu membuat peyek sebanyak 150 bungkus dengan total biaya modal dasar sebesar Rp 50.000,-. Satu bungkus peyek dijual seharga Rp. 1.000,-. Dapat diketahui keuntungannya Rp. 100.000,- perhari. Apabila dihitung selama satu bulan berarti keuntungannya bisa mencapai omset Rp. 3.000.000,-.
Bu Nia menyiapkan beberapa strategi khusus untuk mengatasi lemahnya penjualan. Agar tetap laris manis strategi yang dapat dibocorkan olehnya yaitu pertama mempertahankan dan mengembangkan rasa. Bu Nia akan membuat peyek dengan aneka rasa, tidak hanya di bauri kacang dan sayur saja tetapi dibauri dengan ikan teri yang kecil-kecil juga. kemasan peyek dibuat dengan serapi mungkin dan diberi label nama. Hal itu penting agar pelanggan tahu dan mengenal lebih akrab dengan peyek buatan Bu Nia.
Selama ini cemilan buatan Bu Nia dikemas biasa-biasa saja karena kapasitas produksi masih terbatas. Tapi untuk peyek ini, Bu Nia lebih serius mengelola pembuatannya. Karena konsumen sudah banyak yang membeli dan berlangganan. Terutama saat menjelang bulan ramadhan, banyak persiapan-persiapan yang dilakukannya mulai dari penambahan modal, penyediaan tempat yang strategis, sampai dengan kemasan yang akan dibuat lebih menarik lagi. “Biar pengunjung lebih tertarik lagi.” ujarnya.

 

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll