ARSIP BULANAN : September 2020

Fakta unik tentang kampus UNG

18 September 2020 13:03:23 Dibaca : 15

Sudah pernah dengar nama Kampus Merah Maron? Kalau belum, yuk kita kenalan dengan kampus unik ini. Kampus Merah Maron merupakan nama gaul dari Universitas Negeri Gorontalo. Dalam tulisan ini, aku ingin berbagi tentang tujuh fakta unik yang harus kamu tahu dari Univeritas tertua di Gorontalo ini.

1. Kampus Tengkorak Cerdas

    Jangan takut kalau kamu menemukan banyak simbol tengkorak yang tersebar di sudut-sudut kampus. Ini bukan kampus film horor, tapi tengkorak itu adalah tengkorak cerdas yang dimiliki oleh fakultas teknik. Mereka memasang logo itu karena mereka ingin tampil berbeda dari fakultas lain. Tapi meski tampilannya mengerikan, otaknya sekelas Einstein lho! Banyak lulusan dari fakultas tengkorak ini jadi tenaga professional di perusahaan-perusahaan besar. Bukan itu saja, kamu bakal ketemu orang-orang mengenakan logo tengkorak ini di forum-forum diskusi.

    Mau mengenal mereka lebih dekat? Kamu bisa kok bergabung dengan kelompok tengkorak ceras ini. Cukup datang saja ke Kelompok Studi Linux Informatika. Mereka terkenal dengan karyanya yang banyak, bahkan mereka sudah menyumbangkan karya kamus digital berbahasa daerah Gorontalo.

2. Kampus Bahasa 'Logo'     Kampusku ini kampus yang sangat mencintai bahasa. Itulah mengapa kampusku ini sering disebut kampus bahasa logo, yang artinya kampus yang kaya akan bahasa lokal dan global. Di Kampus Merah Meron ini, kamu akan menemui bahasa Inggris, bahasa Arab dan bahasa asing lainnya.

     Namun, kampusku ini juga mementingkan bahasa lokal. Buktinya penunjuk arah pun menggunakan bahasa daerah, baru dibagian bawahnya ada bahasa asing. Bahasa daerah itu sengaja ditaruh diatas. Hal itu supaya bahasa daerah ditinggikan derajatnya ketimbang bahasa asing.

3. Kampus Islam Serambi Madinah

      Kamu pasti kaget kalau masuk kampus ini. Karena ini kampus negeri yang nggak ada label Islamnya, tapi suasana Islam di sini cukup kuat! Ya, itulah mengapa kampusku sering disebut oleh sebagian orang sebagai Kampus Islamis Serambi Madinah (Gorontalo). Setelah ditelusuri, organisasi paling banyak di kampus itu organisasi Islam.     Setiap hari, di kampus ini juga selalu terlihat ada kajian Islam. Entah itu di Masjid ataupun di lapangan terbuka. Salah satu kegiatan menarik di Masjid kampus adalah Walimah, pesta perayaan maulid nabi Muhammad SAW. Nanti di masjib kampus akan ramai-ramai membuat Tolangga, yaitu menara berbentuk kuba runcing ke atas yang dibaluti kue-kue tradisional.

Kasus perpeloncoan di kalangan mahasiswa baru

18 September 2020 12:29:46 Dibaca : 18

   Kampus sebagai lingkungan pendidikan, mempunyai peran penting dalam pembinaan karakter siswa menjadi seorang mahasiswa, menjaga nilai-nilai yang sudah berakar pada suatu pedoman penting bernama Tri dharma perguruan tinggi.

Dalam upaya pencapaiannya, berbagai program dan kegiatan mahasiswa diciptakan untuk mendukung adaptasi dan pembinaan karakter mahasiswa tersebut.

Salah satu rangkaian dalam proses adaptasi siswa menjadi mahasiswa adalah kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek).

   Kegiatan ini pertama kali dipraktekan pada masa penjajahan Belanda disekolah kedokteran Stovia, berlanjut pada masa penjajahan Jepang, dan muncul istilah perpeloncoan karena mahasiswa baru digunduli seperti serdadu Jepang, plonco sendiri artinya anak gundul.

  Pada era selanjutnya, kegiatan ospek tersebut bukan dilaksanakan untuk tujuan iseng belaka, namun terdapat nilai-nilai pembinaan karakter dan sarana pengenalan kampus, dan ternyata ada beberapa manfaat ospek yang seharusnya didapatkan mahasiswa, bukan malah trauma dan ketegangan semata, hingga muncul korban perasaan bahkan korban jiwa.

  Baru-baru ini kita di hebohkan dengan video viral seorang mahasiswa baru yang di marahi dan di bentak-bentak oleh seniornya karna tidak memakai ikat pinggang. Boleh saja para senior beralasan ingin menjaga wibawanga, menanamkan nilai-disiplin dan sebagainya. Tapi tidak sepantasnya untuk mempermalukan orang seperti itu. Bukan hanya itu pada tahun 2019 kemarin di salah satu universitas di Ternate terjadi kasus dimana si peserta didik si suruh jongkok naik tangga dan minum air yang telah di ludahi.

Disiplin itu hadir bukan karna kekerasan melainkan karena adanya kesadaran dalam diri masing-masing dan semoga kasus perpeloncoan di kalangan mahasiswa baru akan segera berakhir.

Sejarah Universitas Negri Gorontalo

18 September 2020 11:30:55 Dibaca : 20

Universitas Negeri Gorontalo, disingkat UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1963. Mulanya Universitas ini diberi nama Junior College, dan menjadi bagian dari FKIP UNSULUTENG. Tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.

Universitas Negeri Gorontalo Lambang Resmi Universitas Negeri GorontaloNama sebelumnyaIKIP Negeri GorontaloMotoKampus peradabanJenisPerguruan tinggi negeriDidirikan1 September 1963Lembaga indukKementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik IndonesiaRektorProf. Dr. Syamsu Qamar BaduStaf akademik667 (2014) [1]Staf administrasi555 (2014) [2]LokasiKota Gorontalo, Gorontalo, IndonesiaSitus webhttp://www.ung.ac.idTahun 1982 lembaga ini menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo. Lembaga ini resmi berdiri sendiri berdasarkan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo.

Tahun 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. Dan akhirnya, pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004.

Universitas Negeri Gorontalo membuka pintu selebar-lebarnya bagi segala upaya pengembangan martabat manusia melalui riset-riset. Paradigma piramida terbalik yang didorong oleh Rektor Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd sangat mengutamakan program-program yang bisa lebih mendorong jurusan/prodi untuk bisa lebih mandiri, kreatif dan inovatif.

Berdasarkan hasil akreditasi institusi oleh Badan Akreditasi Perguruan Tinggi tahun 2018, mengukuhkan Universitas Negeri Gorontalo masuk sebagai jajaran Perguruan Tinggi terbaik dengan perolehan akreditasi A. Pada tahun 2017, menempatkan Universitas Negeri Gorontalo pada peringkat 50 berdasarkan peringkat 100 besar Perguruan Tinggi Indonesia Non Politeknik oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Republik Indonesia. Selain itu berdasarkan data Peringkat Universitas di Dunia versi Webometrics tahun 2018, menempatkan Universitas Negeri Gorontalo pada peringkat 154 (Asia Tenggara) dan 42 (Indonesia).[3]

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong