Pengalaman Menikuti Mata Kuliah Penjaminan Dan Pengendalian Mutu

15 June 2024 09:59:02 Dibaca : 97

Kala itu, saya baru saja naik jenjang menjadi mahasiswa semester 4 dan saya pun mengontrak semua mata kuliah yang ada di semester 4, kemuidan pada awal masuk perkuliahan ada satu mata kuliah yang tidak kalah menariknya dengan mata kuliah yang lain, yaitu adalah mata kuliah PENJAMINAN DAN PENGENDALIAN MUTU. Saat itu pula saya mulai mengira-ngira, apa sebenarnya maksud dari mata kuliah ini dan bagaiaman output dari mata kuliah ini. lalu tak lama saya merenungkan hal tersebut, saya pun bergerak dan mencari-cari informasi tentang mata kuliah ini di internet. Alhasil say mendaatkan satu jurnal kemudian saya mulai membacanya dan ternyata tujuan dari mata kuliah ini adalah bagaimana si pemilik perusahaan berusaha unutuk mengendalikan mutu dari produknya agar tetap di sukai pelanggan dan juga untuk kemudian menjamin mutu produk pada saat produk tersebut sampai di tangan pelanggan. dan dalam melihat hal tersebut kita membutuhkan berbagai metode mulai dari metode seven tools, sig sigma dan lain sebagainya.

Setelah itu, saya pun mulai masuk kuliah dan belajar tentang PENJAMINAN DAN PENGENDALIAN MUTU. pada pertemuan awal mata kuliah ini di ajarkan oleh bapak Idham Hallid Lahay, kemudian setelah beberapa minggu kemudian bapak Idham berhalangan hadir dan digantikan oleh Bapak Fais Abu Arkana Harun, atau sering kami panggi pak pais. ketika pak pais mengajar saya pun teringat pada masa smester 1, karena dulu saya pernah di ajar oleh pak pais tentang mata kuliah menggambar teknik. Hari-hari pun berlalu tetapi di setiap pertemuan ada saja hal yang membuat kami asik di dalam kelas dan membuat kami selalu ingin bangkit karena di setiap kelasnya pak pais, beliau selalu menyisipkan kata-kata penyemangat untuk kami. dan yang paling menarik menurut saya yaitu ketika pada saat kami mengerjakan Tugas Project, Tugas Project ini memang sudah di berikan oleh bapak idham pada awal pertemuan dan aturannya tugas ini berupa tugas kelompok kemudian setiap kelompok terdiri dari 3 orang.

Awalnya saya bingung mau mengerjakan project ini, tidak tau mau mulai dari mana dan akhirnya saya pun berdiskusi dengan teman-teman kelompok dan membuahkan hasil kemudian kami memutuskan untuk turun lapangan bertujuan mencari obyek dan alhamdulilah kami mendapatkan UMKM Al-Mustanir dan pada saat itu juga kami mengidentifikasi masalah yang terjadi pada UMKM tersebut. Syukurnya dalam pembuatan Project, pak pais sudah menyedian format susunannya sehingga memudahkan kami untuk menyusun project tersebut. Setelah kami mendapatkan obyek serta masalah yang terjadi pada UMKM Al-Mustanir kami pun bergegas untuk kemudian membuat project tersebut. Dalam penyusunan, kami memutuskan unutuk menggunakan metode seven tools untuk memecahkan masalah yang terjadi pada UMKM tersebut, untuk persyaratan mengikuti UAS pak pais hanya menyuruh kami untuk membuat bab 1, 2, dan 3 dan ahlhamdulilah kelompok saya lolos. Dan untuk UAS nya pak pais meyuruh merampungkannya dari bab 1 hingga bab 5. Pada saat menyusun bab 4 dan 5 kami mengalami kebingungan dan kami pun datang ke pak pais bermaksud untuk asistensi/bimbingan, ketika pak pais membimbing kami saya merasa layaknya di bina oleh seorang ayah, kenapa karena di sela-sela kesibukkanya pak pais, bapak tetap terus sabar membina kami walaupun ada beberapa diantara kami yang badel dan tidak mengikuti arahannya. Setelah asistensi pertama selesai ternayata masih banyak yang salah dan kami pun kembali ke rumah/kos untuk kemudian memperbaiki kesalahan tersebut, begitulah seterusnya sampai pada akhirnya tugas Project kami di ACC.

Pada akhir perkuliahan saya pun mnedapatkan beberapa makna di antaranya yaitu:

1. Mengetahui gambaran sedikit tentang Tugas Akhir/Skripsi serta metode-metode yang digunakan

2. Belajar untuk membendung ego sendiri kala kita bekerja dengan tim

3. Bersabar dengan segala situasi dan kondisi yang sedang dihadapi

4. Ini adalah kata-kata yang sering pak pais ucapakan, "kalau menjanali sesuatu itu jangan setengah-setengah" karena kalau ketika menjalani sesuatu dengan setengah-setangah maka kita tidak akan serius dan tidak akan menggapai cita-cita yang kita impikan. Dari ucapan beliau membuat saya semakin termotivasi untuk serius dan berkeinginan untuk terus mengupgrade diri.

 

AKHIR KATA : Terima kasih atas segala ilmu dan didikannya pak pais

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong