UNG WAKILI INDONESIA DI INTERNATIONAL SDG RESEARCH SYMPOSIUM

16 September 2020 15:47:27 Dibaca : 2

Kabar baik dari Universitas Utrecht Belanda untuk Gorontalo, UNG akan menjadi salah satu wakil Indonesia yang akan memaparkan mengenai SDGs di Indonesia. UNG akan bersama-sama tim dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada simposium ini.

Tim UNG yang akan mewakili Indonesia terdiri dari Eduart Wolok, Funco Tanipu, Bobby R. Payu dan Zulkifli Tanipu. Mereka akan memaparkan paper yang berjudul "Localising SDGs at Village Level: Best Practice in Gorontalo Province, Indonesia".

Menurut Zulkifli Tanipu yang kini sedang menempuh studi doktoral di Universitas Sheffield Inggris, jika proses seleksi ini lumayan lama, yakni sejak bulan Oktober tahun 2019. Lalu pengumumannya baru di bulan Desember 2019 hingga proses seleksi tahap berikutnya di awal tahun 2020.

"Kami resmi menerima undangan pada bulan Januari 2020. Namun karena pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, salah satunya yang terdampak yakni Belanda. Maka host Universitas Utrecht memberitahukan kepada kami jika Simposium Internasional ini akan dilaksanakan secara virtual", ujar Zulkifli Tanipu yang juga dosen di Fakultas Sastra dan Budaya UNG.

Bobby R. Payu yang menjadi salah satu anggota tim menyebutkan jika dalam konferensi tersebut UNG akan memaparkan mengenai kondisi pencapaian SDGs di Indonesia dan Gorontalo secara khusus, namun poin pentingnya adalah bagaimana desa ikut terlibat dalam pengarusutamaan SDGs.

"Selama ini, SDGs itu baru masuk dalam dokumen perencanaan dan diimplementasikan di tingkat nasional, dan baru beberapa pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Sedangkan target SDGs di tahun 2030 sudah harus tercapai semua banyak tujuan dan target. Menurut kami sangat penting untuk melibatkan desa dalam proses pencapaian SDGs dengan menginternalisasikan SDGs dalam dokumen perencanaan desa hingga implementasi". jelas Bobby R. Payu yang juga sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG.

Rektor UNG Eduart Wolok sebagai ketua tim menyampaikan jika target SDGs bisa tercapai maka perlu ada reorientasi dan restrukturisasi kelembagaan desa agar semua lembaga baik di tingkat pusat, daerah dan desa bisa sinergis dalam mencapai tujuan SDGs. Dalam hal ini, Eduart yang juga lulusan program Doktor Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB), menjelaskan jika manajemen kelembagaan desa tidak diarahkan dalam koridor pencapaian SDGs, maka tujuan SDGs akan sulit tercapai di Indonesia.

Menurutnya, UNG juga akan menyampaikan mengenai SDGs Post Pandemic, agar Indonesia bisa melakukan penyesuaian kembali terhadap pencapaian SDGs tahun 2030.

Rencananya, tim UNG akan masuk pada panel "Implementation at Subnational Level" dan memaparkan presentasinya pada Rabu, 10 Juni 2020 pukul 17.00 - 18.30 WITA.

UNG dorong pengembangan merdeka belajar di desa

16 September 2020 15:45:10 Dibaca : 0

Universitas Negeri Gorontalo melalui program pengabdian masyarakat yang disupport oleh UNDP, Kementerian Desa PDTT, Kemristek BRIN, Kemeninfo GomedsNet telah mengalirkan Listrik dan Internet ke Dusun Tumba. UNG juga melalui program Merdeka Belajar memberikan bantuan 1 perangkat HP Android, Laptop, LCD dan genset bagi Guru dan SD Tumba

UNG mendorong Guru-Guru yang bersedia menjadi relawan untuk mengajar secara online bagi para siswa di SD Tumba menggunakan aplikasi SekolahRakyat UNG (sekolahrakyat.ung.ac.id)  Saat ini guru yang telah bersedia membantu bu Zakiyah sebanyak 21 guru dari berbagai daerah

 

GORONTALO – Pada momen Dies Natalis ke-57 Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan buku UNG Merespon Pandemi (Diskursus tradisi, pengetahuan, dan realitas sosial masyarakat Gorontalo). Buku diluncurkan UNG yang memuat rekomendasi, gagasan dan kontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19 mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya apresiasi dari Ketua Gugus Tugas Covid-19 Republik Indonesia Letjen TNI Doni Monardo.

Menurut Doni, Satgas Covid-19 menyambut gembira inisiatif UNG melalui Covid-19 Crisis Centre UNG untuk menerbitkan buku tersebut. Buku UNG Merespon Pandemi kata Doni merupakan sebuah terobosan positif ditengah pandemi, dengan memberikan pencerahan bagi pembaca, sekaligus dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Buku ini diharapkan mampu merangkum gagasan yang sangat dekat dengan realitas sosial masyarakat khusus bagi yang terdampak Pandemi,” kata Doni.

Pemikiran-pemikiran yang tertuang dalam buku, selayaknya dapat memperkaya masyarakat dalam menemukan solusi. Pandemi bukan hanya sekedar perkara kesehatan, lebih dari itu memiliki keterakitan erat dengan seluruh lini kehidupan masyarakat.

“Jadikan kasus pandemi ini sebagai catatan pelajaran serta sejarah bagi generasi yang akan datang,” ujarnya. (wahid)

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong