ARSIP BULANAN : September 2020

Universitas Negeri Gorontalo didirikan pada 1 September 1963, yang dulunya masih bernama FKIP UNSULUTENG, dan tahun 1964 berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.Tahun 1982 berubah menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo. Lembaga ini resmi berdiri sendiri berdasarkan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo.Tahun 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. Dan akhirnya, pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004.

Hingga saat ini, sudah 57 tahun UNG berdiri dengan gagah dan menjadi salah satu kampus terbaik di Indonesia timur. UNG merupakan tempat peradaban bagi calon penerus bangsa. Pada tahun 2017-2018 berdasarkan hasil akreditasi institusi oleh Badan Akreditasi Perguruan Tinggi, mengukuhkan bahwa Universitas Negeri Gorontalo masuk sebagai jajaran Perguruan Tinggi terbaik dengan perolehan akreditasi A. Semua ini tentu berkaitan dengan petinggi yang ada di dalamnya, baik itu pejabat kampus, dosen pun mahasiswanya. Tapi, apakah anda tahu jika saat ini di UNG ada profesor termuda dan beliau seorang perempuan. Siapakah dia?

Bernama lengkap Karmila Machmud, S.Pd, M.A., Ph.D. Terlahir dari keluarga sederhana, Ibu Karmila sempat memendam cita-citanya untuk menjadi seorang dokter dan mengeyam bangku kuliah di UGM. Keterbatasan biaya saat itu membuatnya merelakan dan mengikhlaskan impiannya untuk menjadi salah satu lulusan terbaik UGM. Padahal, beliau telah diterima lewat jalur prestasi. Tak patah semangat, sosok yang kita kenal sebagai wakil rektor 3 UNG saat ini, memutuskan masuk UNG. Berkat prestasi beliau seluruh biaya kuliahnya disokong penuh oleh STKIP pada masa itu. Saat menjadi mahasiswa, beliau bahkan menjadi satu-satu ketua BEM perempuan hingga saat ini. Berkat prestasi akademik dan non akademik mengantarkan beliau untuk mendapatkan beasiswa S2 di Sidney University of Australia, dan S3 di Ohio University of America. Melalui proses panjang mulai dari defensive hingga, mempertahankan disertasi akhirnya tahun ini beliau resmi menyandang gelar Profesor termuda dan satu-satunya perempuan di UNG. Hal ini tentu saja menjadi kebanggaan tersindiri bagi civitas kampus, dan Ibu Karmila sendiri.

Tak lulus SBMPTN, masih ada jalur Mandiri

18 September 2020 23:32:47 Dibaca : 23

Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Bapak Dr. Edward Wolok ST, MT menghimbau agar calon mahasiswa/i yang tak lolos SBMPTN tak bekecil hati, sebab masih ada pendaftaran jalur mandiri yang dibuka oleh UNG agar bisa memudahkan calon peserta didik.

Universitas Negeri Gorontalo masuk dalam 10 besar universitas terbaik di Indonesia timur, tak ayal banyak sekali lulusan sekolah menengah atas baik yang dari dalam provinsi Gorontalo, pun luar provinsi berlomba-lomba untuk dapat masuk ke sana baik lewat SNMPTN, SBMPTN dan yang terakhir yaitu jalur Mandiri. Dipastikan bahwa selisih nilai calon mahasiswa yang mendaftar saat SNMPTN dan SBMPTN hanya tipis dibandingkan yang sudah lulus, dan memang daya tampungnya sangat terbatas. Untuk itu UNG menyediakan jalur mandiri sebagai pilihan terkahir bagi mereka agar tak patah semangat.

Daya tampung perguruan tinggi negeri (PTN) terbatas. Tentu saja, tidak semua peserta SBMPTN bisa lolos ujian. Calon mahasiswa yang tidak lulus itu sesungguhnya juga bukan tidak pintar. Selisihnya hanya tipis, tapi memang daya tampung terbatas.

Diketahui, ada 2.274 orang diterima di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini. Sedangkan jalur mandiri ada 722 orang. Jika ditotal, kurang lebih ada 3.000 mahasiswa/i baru yang telah resmi masuk dalam keluarga Universitas Negeri Gorontalo.

Setiap kampus menyediakan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) sebagai wadah mahasiswa untuk berkegiatan di luar kelas. Termasuk Universitas Negeri Gorontalo. Sebagaimana layaknya organisasi, UKM punya tujuan serta fokus kegiatan masing-masing. Seperti UKM pecinta alam pasti berkaitan tentang kegiatan alam, UKM penulisan ilmiah berfokus menyediakan ruang untuk mahasiswa belajar menulis ilmiah, UKM kewirausahawan tentu berkaitan tentang usaha, ekonomi dan tata cara berbisnis dilingkungan kampus.

Sangat disayangkan jika kehidupan kuliah hanya dihabiskan untuk sekadar ngampus dan kumpul bersama teman, tanpa ada kegiatan yang berarti. Padahal, banyak kesempatan dan ruang yang telah disediakan kampus untukmu mengasah keterampilan dan membuka jaringan pertemanan. Jika kalian seorang calob mahasiswa dan bingung mau masuk UKM apa, yuk simak beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum UKM yang cocok untuk kamu.

1. Saat memilih UKM utamakan yang sesuai dengan minat bakatmu. Sayang banget kalau cuma ikut-ikutan teman doang.

Banyak mahasiswa baru ikut UKM cuma karena di sana ada temannya yang sudah lebih dulu masuk. Hal tersebut memang sah-sah saja dilakukan. Cuma alangkah lebih baik kalau kamu mempertimbangkan minat dan bakatmu juga. Biar waktu yang dihabiskan berkegiatan nggak sia-sia. Soalnya banyak tuh yang ikut UKM cuma bentar, lalu keluar karena merasa nggak cocok.

Ada juga yang suka pindah-pindah UKM kayak orang bingung. Ini karena mereka belum menemukan apa yang hendak dicari dan dipelajari. Pikirkan dulu yang mateng, baru ikut kegiatan. Pilih satu aja tapi yang fokus.2. Cari UKM yang lingkungannya mendukung kamu untuk berkembang. Nggak jarang UKM jadi toxic karena orang-orangnya kurang mendukung. Pilih yang lingkungannya bikin kamu berkembang.

Banyak kasus mahasiswa lulus lama lantaran asyik berkegiatan di UKM. Ada ironi di sini, UKM yang awalnya hanya jadi wadah pembelajaran justru menghambat kelulusan. Dalam kasus ini tentu saja bukan UKM-nya yang salah, UKM hanyalah sebuah wadah. Kesalahan terletak pada manusianya sendiri; bisa jadi karena dianya emang males, bisa jadi juga lingkungannya yang toxic sehingga menghambat progres akademismu.

Makanya sebelum ikut UKM baiknya cermati dulu apa maumu, bagaimana orang-orang di dalamnya. Kalau kamu yakin bisa menjaga diri dan nggak terbawa pergaulan yang menghambat kelulusanmu, silakan ikutan.

3. Memilih UKM bisa juga diselaraskan dengan pekerjaan yang kamu inginkan nanti. Langkah strategis nih. Sekalian cari portofolio.Banyak fresh graduated mengandalkan pengalaman berorganisasi sebagai portofolio diri. Langkah ini bisa ditiru. Gunakan UKM sebagai ladang mencari pengalaman berorganisasi. Kamu bisa sesuaikan UKM dengan pekerjaan apa yang kamu inginkan nanti. Misalnya kamu pengen jadi jurnalis atau fotografer, daftarlah ke UKM fotografi. Kamu ingin berkarir di dunia film, daftarlah UKM film. Manfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Plus, senior-senior di UKM juga bisa menjadi penghubungmu dengan dunia kerja yang kamu inginkan. Kalau kamu bisa memilih UKM yang tepat dan sesuai dengan keinginan, selain ilmu dan pengalaman, kamu juga bisa menjalin jejaring yang sangat penting buat dunia kerja ke depannya nanti.

4. Jangan sampai kegiatan UKM mengganggu kuliah. Pilih UKM yang sesuai dengan kemampuanmu membagi waktu.

Waktu yang dihabiskan untuk berkegiatan atara satu UKM dengan yang lainnya itu berbeda-beda. Ada UKM yang membutuhkan waktu intens untuk diikuti, ada pula yang santuy. Perbedaan ini mesti kamu cermati dan sesuaikan dengan jam kuliahmu. Kalau kuliahmu dirasa sudah padat, jangan pilih UKM yang kegiatannya banyak dan rutin. Pilihlah yang santai-santai aja biar bisa jalan bersama-sama. Pada prinsipnya, jangan sampai kegiatan UKM mengganggu kuliahmu. Kan kamu bayar kampus mahal-mahal buat kuliah, bukan buat ikutan UKM doang~

Itulah 4 hal yang mesti kamu perhatikan sebelum memilih UKM. Kamu nggak bisa sembarangan milih UKM sebab banyak hal yang bisa kamu manfaatkan dari organisasi untuk mahasiswa ini. Kamu bisa dapat banyak ilmu dan pengalaman di sini. Sayang

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong