Tugas MK Dasar-Dasar Fotografi
Tugas
DASAR-DASAR FOTOGRAFI
( Jenis-Jenis dan Tehnik Foto)
DI SUSUN
NAMA : SMART DRIANTO MOODUTO
NIM : 291413026
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2013/2014
BAB I
PENDAHULUAN
Karya foto pertama di dunia ini adalah foto sebuah pemandangan yang tampak dari jendela sebuah ruang kerja. Ini adalah sebuah awal, sebuah titik dimana era fotografi yang sekarang begitu luas dimulai. Setelah foto pertama yang yang dapat digolongkan ke fotografi panorama atau pemandangan, fotografi berkembang sebagai media dokumentasi. Lebih dari itu, fotografi berkembang lebih pesat lagi. Hingga saat ini, kita ketahui bahwa jenis-jenis foto sangat beragam.
Fotografi merupakan merupakan kegiatan yang bukan hanya sekedar membidik obyek yang akan kita rekam dan kemudian menekan tombol shutter pada kamera. Dalam halnya menciptakan sebuah foto kita harus mempunyai suatu ide atau konsep yang cemerlang agar tidak mengalami suatu kesulitan saat memotret dan yang tidak kalah pentingnya adalah memahami tentang komposisi, ketajaman dan pencahayaan atau teknis. Dalam hal ini tentu kita harus mengetahui jenis-jenis foto dan tehnik pemotretan sehinnga tidak menggalami kesulitan pada saat kita di lapangan. Mengenal lebih jauh tentang jenis-jenis dan tehnik fotografi kita harus belajar tentang itu.
BAB II
PEMBAHASAN
JENIS – JENIS FOTO DAN TEHNIK PEMOTRETAN
A. JENIS-JENIS FOTO
Mata kuliah dasar-dasar fotografi ini agar kita dapat mengenal beberapa jenis foto sebagai referensi agar lebih memperdalam pengetahuan dalam dunia fotografi. Jenis-jenis foto yang saya buat ini dalam bentuk makalah hanya sebagai pengelompokan secara garis besar, yang semoga dapat teman-teman membantu mempermudah kita dalam mengenal sebuah karya fotografi dan jenis-jenis foto, dan ini bukan merupakan suatu penggolongan yang paten untuk menghasilkan karya foto. Jeis-jeis fotografi terbagi atas beberapa bagian.
1. FOTO MANUSIA
Foto manusia adalah suatu karya foto yang obyek merupakan maluk hidup terutamanya manusia, baik itu merupakan anak-anak sampai orang tua, muda maupun tua. Unsur utama dalam foto ini adalah manusia, yang dapat menawarkan nilai dan daya tarik untuk divisualisasikan. Foto ini dibagi lagi menjadi beberapa kategori yaitu :
Contoh foto manusia
a. Portrait
Portrait adalah suatu karya foto yang berupa penampilkan ekspresi dan karakter manusia dalam kesehariannya. Karakter manusia yang berbeda-beda akan dapat menawarkan image tersendiri terutama dalam membuat karya foto portrait. Tantangan dalam membuat foto portrait adalah kita dapat menangkap ekspresi obyek (mimic, tatapan, kerut wajah) yang mampu dapat memberikan kesan emosional dan menciptakan karakter seseorang.
Contoh foto portrait
b. Human Interest
Human Interest dalam karya fotografi adalah suatu karya foto yang menggambarkan kehidupan manusia atau interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari serta mengekspresi emosional yang memperlihatkan seseorang manusia dengan masalah kehidupannya, yang sebagaimana kesemuanya itu membawa rasa ketertarikan dan rasa simpati bagi para orang yang menikmati karya foto tersebut.
Contoh foto human interest
c. Panggung
Stage Photography adalah semua karya foto yang menampilkan semua aktivitas dan gaya kehidupan manusia yang merupakan bagian dari sebuah budaya dan dunia entertainment untuk dieksploitasi dan menjadi bahan yang menarik untuk divisualisasikan dalam bentuk karya foto.
Contoh foto stage photograhy
d. Sport
Foto Sport atau foto olahraga adalah jenis karya foto yang menangkap aksi menarik dan spektakuler dalam pertandingan atau event dan pertandingan olah raga. Jenis karya foto ini akan membutuhkan suatu kecermatan dan kecepatan seorang fotografer dalam menangkap momen terbaik yang dilalakukan oleh pemainan tersebut agar menarik para penikmat foto tersebut.
Contoh foto sport
2. FOTO NATURE
Foto nature adalah suatu foto karya yang obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup alami seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan dan lain-lain. . Unsur utama dalam foto ini adalah hewan, tumbuhan, gunung, hutan. Dan lain-lain yang dapat menawarkan nilai dan daya tarik untuk divisualisasikan. Foto ini dibagi lagi menjadi beberapa kategori yaitu :
a. Foto Flora
Jenis foto ini adalah suatu karya dengan obyek utama tanaman dan tumbuhan dikenal dengan jenis foto flora. Ada berbagai jenis-jenis tumbuhan atau tanaman dengan segala keanekaragamannya menawarkan nilai keindahan dan daya tarik untuk direkam dengan kamera.
Contoh foto flora
b. Foto Fauna
Foto fauna adalah suatu jenis karya foto dengan berbagai jenis binatang sebagai obyek utama. Foto ini menampilkan daya tarik dunia binatang dalam aktifitas dan interaksinya, keanekaragaman fauna yang menawarkan nilai keindahan dan daya tarik untuk direkam dengan kamera.
Contoh foto fauna
c. Foto Lanskap
Foto lanskap adalah suatu jenis karya foto yang begitu populer seperti foto manusia. Foto lanskap merupakan karya foto bentangan alam yang terdiri dari unsur langit, daratan dan air, sedangkan manusia, hewan, dan tumbuhan hanya sebagai unsur pendukung dalam foto ini. Ekspresi alam serta cuaca menjadi moment utama dalam menilai keberhasilan membuat foto lanskap. Keanekaragaman alam di Indonesia yang menawarkan nilai keindahan dan daya tarik untuk di rekam kamera.
Contoh foto lanskap
3. FOTO ARSITEKTUR
Pada saat anda berpergian akan menjumpai bermacam-macam bangunan-bangunan dalam berbagai ukuran, bentuk, warna dan desain. Dalam jenis katya foto ini kita harus menampilkan keindahan dari suatu bangunan baik dari segi sejarah, budaya, desain dan konstruksinya. Memotret suatu bangunan dari berbagai sisi dan menemukan nilai keindahannya menjadi sangat penting dalam membuat foto ini. Foto arsitektur ini tak lepas dari hebohnya dunia arsitektur dan teknik sipil sehingga jenis foto ini menjadi cukup penting peranannya.
Contoh foto arsitektur
4. FOTO STILL LIFE
Foto still life adalah suatu karya foto yang menciptakan sebuah foto dari benda atau obyek mati. Membuat gambar itu sendiri dari benda mati menjadi hal yang menarik dan tampak HIDUP, komunikatif, ekspresif dan mengandung pesan yang akan disampaikan merupakan suatu bagian yang paling penting dalam penciptaan karya foto still life. Foto still life bukan hanya sekadar menyalin atau memindahkan obyek ke dalam film dengan cara seadanya, karena bila hanya seperti itu yang dilakukan, namanya adalah mendokumentasikan. Jenis still life merupakan jenis kaya foto yang menantang dan menguji kreatifitas, imajinasi, dan kemampuan teknis kita.
Contoh foto still life
5. FOTO JURNALISTIK
Foto jurnalistik adalah suatu karya foto yang dipergunakan untuk kepentingan pers atau kepentingan informasi. Dalam penyampaian suatu pesannya, harus terdapat caption (tulisan yang menerangkan isi foto) sebagai bagian dari penyajian jenis foto ini. Jenis foto ini sering kita jumpai dalam media massa (Koran, majalah, bulletin, dll).
Contoh foto jurnalistik
2. TEKNIK DASAR PEMOTRETAN
Setelah kita mengenal jenis-jenis foto, inilah sekarang saatnya untuk kita mengetahui bagaimana cara memotrer untuk menghasilkan sebuah karya foto yang bagus. Seorang fotografer pada awalnya harus menguasai kamera dan bagaimana cara kerja kamera tersebut.
1. Focusing
Kata FOCUSING dalam fotografi adalah suatu proses dimana penajaman imaji pada suatu bidang tertentu suatu obyek pemotretan. Focusing adalah suatu teknik paling dasar tetapi begitu penting, karena untuk mendapatkan suatu karya gambar yang tajam dan jelas kita harus melakukan focusing secara tepat. Pemilihan suatu bidang atau titik tertentu dalam suatu obyek foto akan menentukan kesan yang mendalam pada sebuah foto. Obyek yang akan kita hadapi dalam pemotretan tidak hanya sekedar benda diam saja, tetapi kita juga harus akan dihadapkan pada benda bergerak seperti olahraga dan lain-lian, hal itu tentu akan sangat berpengaruh pada tingkat kesulitan dalam focusing. Untuk itu tahap pembelajaran, lakukanlah focusing pada benda diam dahulu hingga kita memahami tehnik focusing dengan tepat.
- Pengaturan Speed
Suatu proses pembakaran negatif di dalam kamera kita harus mendapatkan imaji tertentu yang dipengaruhi oleh cara kerja dan kecepatan rana kamera. Untuk kita bisa menentukan agar kecepatan rana kamera saat pembakaran dengan pengaturan speed. Semakin tinggi speed atau high speed tentu yang kita pakai maka akan semakin cepat pula rana bekerja dan sebaliknya, semakin rendah speed atau low speed yang kita pakai maka tentu akan semakin lambat pula rana bekerja. Dalam dunia fotografi terdapat istilah pencahayaan normal atau normal eksposure,pencahayaan rendah atau under eksposuredanpencahayaantinggi atau over eksposure. Pencahayaan normal adalah suatu dimana kita menentukan speed dan diafragma yang tepat untuk mendapatkan gambar seperti pada keadaan obyek foto yang sebenarnya. Over eksposure (pencahayaan tinggi) adalah kompensasi pada pengaturan speed untuk mendapatkan intensitas pencahayaan yang lebih banyak daripada pencahayaan normal dan gambar yang dihasilkan pun lebih terang daripada kondisi aslinya. Under eksposure (pencahayaan rendah) adalah kompensasi pencahayaan pada pengaturan speed untuk mengurangi intensitas cahaya dibawah pencahayaan normal. Under eksposure sering digunakan ketika kondisi cahaya dalam pemotretan terlalu keras sehingga pengkompensasian akan diperlukan untuk mendapatkan gambar yang lebih maksimal.
- Pengaturan Diafragma
Sebuah karya foto yang menarik adalah dimana foto tersebut terdapat dimensi ruang atau kesan mendalam. Fasilitas diafragma pada lensa kamera berperan penting dalam mengatur pemisahan antara bidang background dan obyek utama. Diafragma juga menetukan seberapa luas ruang tajam pada foto. Semakin kecil bukaan diafragma semakin luas ruang tajam yang bisa kita dapatkan dan semakin besar bukaan diafragma maka semakin sempit ruang tajam dalam foto.
BAB III
PENUTUP
Dari apa yang saya tuliskan dalam makalah ini, sebebenarnya terdapat keterbatasan, yakni penjelasannya kurang lengkap dalam makalah ini, terutama lagi tidak semua pula tehnik pemotretan yang kami tuliskan pada makalah ini, hanya beberapa saja yang saya anggap penting dalam bidang keilmuan yang saya tuliskan..
Tapi, bukan berarti saya tidak dapat mempelajari tehnik-tehnik pemotretan mereka yang tersisa saat ini, kita juga dapat mempelajari jenis-jenis foto yang muncul setelah zaman modern dan dengan sebab ini pula banyak jenis-jenis foto baru yang mereka tuliskan sehingga kita sebagai orang komunikasi tidak kehilangan akan keilmuan-ilmuan yang lama..
Semoga dengan apa yang saya tuliskan ini bermanfaat, setidaknya menambah pengetahuan mengenai jenis-jenis fotondan tehnik pemotretan meski sedikit yang kami cantumkan pada makalah kami. Semoga dapat membantu bagi yang membutuhkan. Amiin.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.com/search?q=foto+portrait&client=firefox-
https://www.google.com/search?q=foto+human interest&client=firefox-
https://www.google.com/search?q=foto+budaya gorontalo&client=firefox-
https://www.google.com/search?q=foto+ sepak bola gorontalo&client=firefox-
https://www.google.com/search?q=foto+ ganja&client=firefox-
https://www.google.com/search?q=foto+ kadar spirmen&client=firefox-
https://www.google.com/search?q=foto+ bonepantai&client=firefox-
https://www.google.com/search?q=foto+ arsiktektur&client=firefox-
https://www.google.com/search?q=foto+ jurnalistik&client=firefox-
Kategori
- Masih Kosong
Arsip
Blogroll
- Masih Kosong