PENGENALAN ALAT GEOGRAFI TANAH

23 October 2014 08:07:49 Dibaca : 5771

BAB I
PENGENALAN ALAT
1. Deskripsi Alat
A. GPS (Global Postioning System)
GPS atau Global Postioning System merupakan sistem navigasi yang terdiri atas satelit di angkasa dan instrument (alat yang digunakan) dibumi untuk menerima sinyal dari satelit tersebut atau salah satu system yang akan membantu kita untuk mengetahui posisi kita berada saat ini. Asal mula alat GPS yaitu Awalnya ide ini berasal dari seseorang di masa lampau yang berpikir, bagaimana keberadaan kita saat ini, lokasinya dimana, dan akan pergi ke suatu tempat yang tentunya memerlukan kejelasan lokasi tempat yang tepat. Terkadang, hanya menyebutkan alamat suatu tempat, belum tentu kita menemukan posisi yang dimaksud oleh alamat tadi. Ataupun ada kesamaan alamat bisa terjadi pula. Hal inilah tentunya salah satu yang mendasari munculnya GPS.
Sistem navigasi dan posisi merupakan hal yang penting dalam berbagai aktifitas dan prosesnya sampai saat ini masih dianggap suatu hal yang rumit. Selam bertahun-tahun perkembangan teknologi, tetapi penyederhanaan prosespun terkadang merugikan kita juga.
Akhirnya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat memutuskan bahwa militer mereka harus mempunyai suatu bentuk teknologi yang sangat teliti mengenai suatu posisi yang tepat dari suatu lokasi apapun yang ada di permukaan bumi ini. Kebetulan waktu itu mereka mempunyai dana segar senilai 12 juta dollar, dan tentunya hal ini dijadikan modal untuk membangun suatu teknologi mutakhir yang baik.
Keistimewaan GPS adalah mampu bekerja dalam berbagai kondisi cuaca, siang atau malam. Keakuratan sebuah perangkat GPS bisa mencapai 15 meter, bahkan model terbaru yang dilengkapi teknologi Wide Area Augmentation System (WAAS) keakuratannya sampai 3 meter. Perangkat GPS menerima sinyal yang ditransmisikan oleh satelit GPS dalam menentukan posisi, kita membutuhkan paling sedikit 3 satelit untuk menentukan posisi 2 dimensi (lintang dan bujur) dan 4 untuk penentuan posisi 3 dimensi (lintang, bujur, dan ketinggian).
Semakin banyak satelit yang diperoleh maka akurasi posisi kita akan semakin tinggi untuk mendapatkan sinyal tersebut, perangkat GPS harus berada di ruangan terbuka. Apabila perangkat GPS kita berada dalam ruangan atau kanopi yang lebat dan daerah kita dikelilingi oleh gedung tinggi maka sinyal yang diperoleh akan semakin berkurang sehingga akan sukar untuk menentukan posisi dengan tepat atau bahkan tidak dapat menentukan posisi. Melalui GPS kita dapat mengetahui keberadaan suatu objek dimana pun objek itu berada diseluruh muka bumi baik di darat maupun diudara.
Gambar GPS Garmin

a. Bagian-bagian alat
1. Layar GPS 6. Page
2. Quit 7. Mark
3. Tombol merah 8. Enter
4. Tombol Go To 9. Baterai
5. Penggerak atau Cursor
b. Fungsi alat
1. Layar GPS berfungsi untuk menampilkan apa yang akan kita akan cari.
2. Quit berfungsi untuk keluar dari halaman yang dibuka sebelumnya
3. Tombol merah berfungsi untuk menyalahkan GPS
4. Tombol Go To berfungsi untuk menuju satu titik (navigasi)
5. Penggerak atau Cursor berfungsi untuk panah atas, bawah, kiri dan kanan
6. Page berfungsi untuk membuka halaman berikutnya dalam GPS
7. Mark berfungsi untuk mengambil titik koordinat
8. Enter berfungsi untuk mennyatakan pilihan ya atau tidak
9. Baterai berfungsi untuk menyimpan listrik.
c. Cara kerja
Cara kerja dari GPS yaitu :
1. Hidupkan GPS dengan cara menekan tombol “On” yang berwarna merah.
2. Tunggu sampai layar GPS menyala dan memunculkan sinyal satelit hingga bertuliskan angka 3D pada sisi pojok kiri atas dan nilai EPE sekecil mungkin, dipojok kanan atas, jika bias di bawah 10.
3. GPS siap digunakan sesuai dengan keperluan yang kita butuhkan

B. Abney Level
Abney level adalah sebuah alat yang dipakai untuk mengukur ketinggian yang terdiri dari skala busur derajat(0) dan persen (%). Abney level ditemukan oleh Sir William de Wiveleslie Abney (Lahir 24 Juli 1843 Meninggal 3 Desember 1920) yang merupakan seorang astronom dan kimiawan Inggris terkenal karena merintis fotografi warna dan penglihatan warna. Abney menemukan alat ini di bawah kerja dari Sekolah Teknik Militer di Chatham, Inggris pada 1870-an. Hal ini dijelaskan oleh W. & LE Gurley sebagai modifikasi dari bahasa Inggris tingkat tangan Locke, mencatat bahwa hal itu memberikan sudut elevasi dan juga dibagi untuk lereng, 1 sampai 2, 2 ke 1, dll Karena tabung utama ini instrumen persegi, dapat diterapkan pada setiap permukaan pesawat. Skala klinometer yang lulus untuk derajat, dan dibaca oleh vernier .
Beberapa kelebihan abney level adalah mudah untuk digunakan, relative murah dan akurat. Abney level digunakan untuk mengukur derajat dan elevasi topografi. Alat ini berupa teropong yang dilengkapi dengan busur setengah lingkaran.

Gambar Abney level

a. Bagian-bagian alat
1. Pemfokus objek
2. Skala derajat
3. Skala persen
4. lensa
5. Tabung
b. Fungsi alat
1. Pemfokus objek berfungsi untuk mengatur posisi dari objek yang kita lihat
2. Skala derajat berfungsi untuk menentukan skala derajat suatu objek
3. Skala persen berfungsi untuk menentukan skala persen suatu objek
4. lensa berfungsi untuk melihat objek
5. tabung berfungsi untuk mencorong objek melalui tabung serta melihat posisi objek dengan cara melihat gelembung tapat berada ditengah garis horizontal
c. cara kerja
1. peganglah abney level yang salah satu ujungnya berdekatan langsung dengan mata kanan untuk mencorong dan mata kiri juga dibuka sedikit untuk melihat agar tepat dengan objek
2. Bidiklah objek yang kita inginkan sambil memutar skala agar tepat dengan posisi objek
3. Pastikan gelembung yang ada pada tabung berada tepat ditengah garis horizontal.
4. Catatlah skala derajat dan persen dari objek tersebut.

C. Clinometer Suunto
Clinometer Suunto adalah alat yang digunakan untuk mengukur kemiringan permukaan bumi. Permukaan bumi tidak semuanya datar tetapi juga terdiri dari lembah-lembah lereng atau tanjakan-tanjakan yang tidak datar.
Clinometer Suunto digunakan untuk mengukur ketinggian, sudut vertikal dan lereng dengan cepat dan mudah. Suunto Clinometer dapat mengukur seperti tinggi pohon dengan kecepatan tinggi dan akurasi, itu juga digunakan untuk menentukan sudut suatu gradien. Clinometer Suunto bebas korosi dan skala berjalan pada bearing khusus dalam wadah plastik tertutup rapat yang diisi dengan cairan khusus yang mempromosikan mereka berjalan lancar dan efisien.

Gambar Clinometer suunto

a. Bagian-bagian alat
1.
2.
b. Fungsi alat
c. Cara kerja

D. Kompas Brunton
Kompas brunton merupakan alat yang dipakai dalam berbagai kegiatan survei, dan dapat digunakan untuk mengukur kedudukan unsur-unsur struktur geologi serta untuk mengukur kemiringan lereng.
Kompas brunton umumnya sangat sulit digunakan karena banyak memiliki bagian-bagian yg memiliki fungsi masing-masing. Pada kompas brunton terdapat jarum magnet, lingkaran pembagian derajat dan lain-lain yang digunakan untuk mengukur kemiringan lereng dan menentukan arah mata angin.

Gambar Kompas Brunton

a. Bagian-bagian alat
b. Fungsi alat
c. Cara kerja

E. Infiltrometer Digital

F. Double Ring
Double ring adalah cara mengukur konduktivitas hidrolik jenuh dari lapisan permukaan, dan terdiri dari cincin dalam dan luar dimasukkan ke dalam tanah. Setiap cincin ini dilengkapi dengan kepala konstan air baik secara manual atau dari botol Mariotte. Konduktivitas hidrolik dapat diperkirakan untuk tanah ketika laju aliran air di cincin bagian dalam berada pada kondisi mapan.
Ia bekerja dengan mengarahkan air ke area permukaan yang dikenal karena parameter cincin batin. Tingkat infiltrasi ditentukan oleh jumlah air yang masuk ke dalam tanah per luas permukaan, per unit waktu. Infiltrasi dapat diukur dengan baik infiltrometer ring tunggal atau ganda, dengan preferensi biasanya berbaring dengan cincin ganda karena luar ring membantu dalam mengurangi kesalahan yang mungkin timbul dari aliran lateral dalam tanah.
Double Ring adalah suatu tabung baja selindris pendek, berdiameter basar (suatu batas kedap air lainnya) yang mengitari suatu daerah dalam tanah. Double Ring yang merupakan tipe biasa, terdiri dari dua cincin konsentrik yang ditekan ke dalam permukaan tanah. Keduan cincin tersebut digenangi secara terus-menerus untuk mempertahankan tinggi yang konstan. Masing-masing penambahan untuk mempertahankan tinggi yang konstan ini hanya diukur (waktu dan jumlah) pada cincin bagian dalam. Bagian luar digunakan untuk mengurangi pengaruh batas dari tanah sekitarnya yang lebih kering. Kalau tidak air yang berinfiltrasi yang dapat menyebar secara lateral di bawah permukaan tanah (Subagyo, 1990).

Gambar Double Ring

a. Bagian-bagian alat
b. Fungsi alat
c. Cara kerja

G. Bor Tanah

H. Soil Tester
Soil Tester adalah analisis dari tanah sampel untuk menentukan nutrisi dan kontaminan konten, komposisi dan karakteristik lainnya, seperti keasaman atau pH . Sebuah uji tanah dapat menentukan kesuburan, atau diharapkan potensi pertumbuhan tanah, menunjukkan kekurangan gizi, potensi toksisitas dari kesuburan yang berlebihan dan hambatan dari kehadiran non-esensial trace mineral.

Gambar Soil Tester

 

Jenis-jenis Siklus Biogeokimia

21 October 2014 12:19:48 Dibaca : 1422

Tugas Ekologi dan Ilmu Lingkungan

SIKLUS BIOGEOKIMIA

Disusun Oleh :
Ni Komang Sri Indriyani
Geografi “A”

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GEOGRAFI JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2014

SIKLUS BIOGEOKIMIA
Siklus biogeokimia merupakan siklus unsur atau senyawa yang mengalir dari komponen biotik ke komponen abiotik dan selanjutnya akan kembali lagi ke komponen biotik. Siklus unsur ini tidak hanya mengalir melalui organisme tetapi juga bisa melalui atau melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam lingkungan tak hidup (abiotik).
Unsur-unsur seperti karbon, nitrogen, fosfor, belerang, hidrogen, dan oksigen adalah beberapa di antara unsur yang penting bagi kehidupan. Unsur-unsur tersebut diperlukan oleh makhluk hidup dalam jumlah yang banyak, sedangkan unsur yang lain hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Meskipun setiap saat unsur-unsur yang ada tersebut dimanfaatkan oleh organisme.
Siklus biogeokimia dapat dibedakan atas dua golongan besar yaitu siklus dari berbagai bentuk gas yang terdapat dalam atmosfer dan siklus sedimen yang terdapat di dalam kwerak bumi. Siklus tipe gas lebih sempurna dari tipe sedimen karena reservoir gas ada di atmosfer dapat secara cepat mengatasi bila terjadi ketidakseimbangan di dalam siklus.
Siklus-siklus biogeokimia tersebut antara lain adalah siklus Nitrogen, siklus Fosfor, siklus Karbon, siklus Oksigen, siklus Karbondioksida, siklus Air dan siklus Sedimen.
1. Siklus Nitrogen
Nitrogen merupakan unsur esensial untuk pembentukan protein dan asam nukleat. Sekitar 78% nitrigen terdapat di atmosfer dalam bentuk gas (N2), namun tumbuhan dan hewan pada umumnya tidak mampu menggunakannya dalam bentuk bebas. Nitrogen harus diubah menjadi bahan Nitrogen lain sehingga dapat digunakan. Pada umumnya tumbuhan adapat menggunakan nitrogen dalam bentuk amonia (NH3), ion nitrit (NO2), dan ion nitrat(NO3).
Nitrogen yang diikat biasanya dalam bentuk amonia. Amonia diperoleh dari hasil penguraian jaringan yang mati oleh bakteri. Amonia ini akan dinitrifikasi oleh bakteri nitrit, yaitu Nitrosomonas dan Nitrosococcus sehingga menghasilkan nitrat yang akan diserap oleh akar tumbuhan. Selanjutnya oleh bakteri denitrifikan, nitrat diubah menjadi amonia kembali, dan amonia diubah menjadi nitrogen yang dilepaskan ke udara.
 Contoh :
Nitrogen kebanyakan diperoleh ketika petir keluar dan menyebabkan nitrogen bersenyawa menjadi nitrat. Tumbuhan menyerap nitrat dari tanah untuk dijadikan protein lalu tumbuhan dimakan oleh konsumer senyawa nitrogen pindah ke tubuh hewan. Urin, bangkai hewan, dan tumbuhan mati akan diuraikan oeh pengurai jadi amonium dan amonia. Bakteri Nitrosomonas mengubah amonia tersebut menjadi nitrit, kemudian bakteri Nitrobacter merubahnya menjadi nitrat (NO3). Kemudian nitrat ini diserap oleh tumbuhan. (Proses perubahan nitrit menjadi nitrat disebut Nitrifikasi Perubahan nitrit atau nitrat menjadi nitrogen bebas disebut denitrifikasi.
Selanjutnya, Bakteri pemecah akan memecah protein dalam tubuh organisme mati atau hasil sisa mereka menjadi amonium, kemudian nitrit atau nitrat dan akhirnya menjadi gas nitrogen yang mana akan dilepaskan ke atmosfer dari mulai nitrogen diikat dan berputar lagi. Semua hewan hanya memperoleh nitrogen organik dari tumbuhan atau hewan lain yang dimakannya. Ketika makhluk hidup mati, materi organik yang dikandungnya akan diuraikan kembali oleh dekomposer sehingga nitrogen dapat dilepaskan sebagai amonia. Dekomposisi nitrogen organik menjadi amonia lagi disebut amonifikasi.
Adapun bakteri yang terlibat dalam daur nitrogen yaitu :
1. Nitrosomonas mengubah amonium/amonia menjadi nitrit.
2. Nitrobactar mengubah nitrit menjadi nitrat
3. Rhizobium menambat nitrogen di udara.
4. Bakteri hidup bebas pengikat nitrogen seperti Azotobacter (aerobik) dan Clostridium (anaerobik).
5. Alga biru hijau pengikat nitrogen seperti Anabaena, Nostoc, dan anggota-anggota lain dari ordo Nostocales.
6. Bakteri ungu pengikat nitrogen seperti Rhodospirillum.

Gambar 1. Siklus Nitrogen

2. Siklus Fosfor
Fosfor merupakan elemen terpenting bagi kehidupan, karena semua makhluk hidup membutuhkan fosfor dalam bentuk TAP sebagai sumber energi dalam proses meabolisme sel. Siklus fosfor tidak terjadi di atmosfer atau udara melainkan terjadi pada tanah, air, tumbuhan dan hewan melalui proses sedimnetasi. Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah).
Awalnya fosfat organik berasal dari hewan dan tumbuhan yang mati kemudian diuraikan oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Selanjutnya fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut tersebut akan terkikis dan mengendap di sedimen laut. Oleh karena itu, fosfat banyak terdapat di batu karang dan fosil. Selanjutnya, fosfat dari batu dan fosil tersebut terkikis dan membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut dan fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan lagi yang selanjutnya ion fosfat yang ada di tumbuhan tersebut akan di makan oleh hewan sampai siklus ini berulang terus menerus.
 Contoh :
Siklus Fosfor ini dapat di lihat dari adanya peristiwa erosi dan pelapukan dari hewan dan tumbuan yang terlarut di dalam tanah sehingga menyebabkan fosfat terbawa menuju sungai hingga laut membentuk dan membentuk sedimen. Adanya pergerakan dasar bumi selanjutnya menyebabkan sedimen yang mengandung fosfat muncul ke permukaan. Di darat tumbuhan mengambil fosfat yang terlarut dalam air tanah.
Herbivora mendapatkan fosfat dari tumbuhan yang di makannya dan karnivora mendapatkan fosfat dari herbivora yang dimakannya. Seluruh hewan mengeluarkan fosfat melalui urin dan feses. Bakteri dan jamur mengurai bahan-bahan anorganik di dalam tanah lalu melepaskan fosfor kemudian diambil oleh tumbuhan atau mengendap.

Gambar 2. Siklus Fosfor

3. Siklus Karbon
Pada dasarnya siklus karbon terjadi melalui perpindahan karbon dari lautan, udara, batu, tanah dan semua makhluk hidup. Karbon bergerak dari atmosfer ke tanaman sehingga menempel pada tanaman melalui oksigen atau udara dalam bentuk gas yang di sebut (CO2). Karbondioksida yang menempel pada tanaman ini dengan bantuan matahari, melalui proses fotosintesis, ditarik dari udara untuk membuat makanan tanaman dari karbon. Sedangkan karbon yag berada di dalam air akan dimanfaatkan tumbuhan air dalam proses fotosintesisnya. Selanjutnya karbon yang ada pada tamanan berpindah pada hewan dan hewan yang memakan hewan lain melalui rantai makanan sehingga mereka mendapatkan karbon juga.
 Contoh :
Siklus Oksigen dapat di lihat dari hewan dan tumbuhan yang nantinya mati, baik tubuh mereka, kayu dan daun akan mengalami pembusukan dan karbon yang ada pada tubuh masing-masing hewan dan tumbuhan yang mati tersebut akan berpindah ke dalam tanah. Di dalam tanah akan terkubur dan akan menjadi bahan bakar fosil bagi makhluk hidup, seperti manusia. Selanjutnya karbon bergerak dari makhluk hidup ke atmosfer melalui nafas manusia sehingga manusia melepaskan gas karbon dioksida (CO2) ke atmosfer.
Karbondioksida dari manusia tersebut melalui atmosfer melalui proses resprasi hewan dan tumbuhan bisa mneghasilkan karbondioksida tersebut. Selanjutnya bahan bakar fosil melalalui atmosfer bergerak ketika bahan bakar fosil mengalami pembakaran yang di lakukan oleh manusia, misalnya untuk pabrik-pabrik listrik, pembangkit listrik, mobil dan truk, sebagian besar karbon dengan cepat memasuki atmosfer sebagai gas karbon dioksida. Kemudian hasil dari pembakan fosil oleh manusia tersebut menyebabkan karbon bergerak dari atmosfer ke lautan sehingga Lautan, dan badan air lainnya, menyerap beberapa karbon dari atmosfer dan begitulah seterusnya proses ini akan berulang kembali membentuk siklus.

Gambar 3. Siklus Karbon
4. Siklus Oksigen
Oksigen merupakan gas yang sangat di butuhkan oleh semua makhluk hidup, baik manusia, tumbuhan, hewan dan organisme lain yang ada di permukaan bumi baik osigen yang berasal dari darat, udara dan perairan.
Siklus oksigen bermula dari penguraian suatu zat oleh cahaya matahari yang masuk ke bumi melalui atmosfer dan cahaya matahari mengalami suatu kerusakan oleh iklim, dan terjadi pada lapisan biosfer dan litosfer. Setelah mengalami kerusakan oleh iklim, mengalami proses fotosintesis, dalam berfotosintesis menghasilkan oksigen yang nantinya akan digunakan oleh manusia, hewan untuk berespiras(bernafas) dan yang berada bebas di dalam atmosfir kemudian kembali lagi ke bumi untuk respirasi dan pembusukan hewan, tumbuhan, dan manusia yang mati dalam waktu yang lama akan mengalami pembusukan dan akan membentuk batu bara di dalam tanah dan tertimbun/penimbunan dalam proses menghasilkan co2,o2,h2o yang dapat dipergunakan untuk berfotosintesis dengan bantuan penguraian zat oleh cahaya matahari.
 Contoh :
Sumber oksigen sebenarnya bukan hanya berasal dari pohon-pohon yang rindang di daratan, namun oksigen ini banyak di hasilkan dari lautan yaitu berupa plankton yang berespirasi sehingga menghasilkan gelembung-gelembung oksigen. Selain plankton, ganggang juga berperan dalam proses fotosintesis yang mana hasil dari fotosintesis ini berupa oksigen.
Oksigen yang berasal dari lautan ini baik oksigen yang di hasilkan oleh plankton maupun ganggang ini akan naik ke atmosfer dan terbawa oleh angin sehingga dapat di nikmati oleh makhluk hidup lain yang berada di daratan seperti manusia dan juga di udara. Kemudian makhluk hidup yang menghirup oksigen tersebut akan mengeluarkan kembali gas dalam bentuk karbondioksida yang kemudian akan terbawa oleh angin sehingga kembali kelautan dan selanjutnya akan di proses oleh makhluk hidup lainnya untuk kembali menjadi oksigen.

Gambar 4. Siklus Oksigen

5. Siklus Karbondioksida
Siklus karbondioksida merupakan siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer Bumi (objek astronomis lainnya bisa jadi memiliki siklus karbon yang hampir sama meskipun hingga kini belum diketahui).
Dalam siklus ini terdapat empat reservoir karbon utama yang dihubungkan oleh jalur pertukaran. Reservoir-reservoir tersebut adalah atmosfer, biosfer teresterial (biasanya termasuk pula freshwater system dan material non-hayati organik seperti karbon tanah (soil carbon), lautan (termasuk karbon anorganik terlarut dan biota laut hayati dan non-hayati), dan sedimen (termasuk bahan bakar fosil).
Karbon dioksida dihasilkan oleh semua hewan, tumbuh-tumbuhan, fungi, dan mikroorganisme pada proses respirasi dan digunakan oleh tumbuhan pada proses fotosintesis. Oleh karena itu, karbon dioksida merupakan komponen penting dalam siklus karbon. Karbondioksida juga dihasilkan dari hasil samping pembakaran bahan bakar fosil. Karbon dioksida anorganik dikeluarkan dari gunung berapi dan proses geotermal lainnya seperti pada mata air panas
 Contoh :
Karbon dioksida salah satunya di hasilkan dari hewan dan tumbuhan yang mati, dalam waktu yang lama hewan dan tumbuhan ini akan membentuk batubara di dalam tanah, selanjutnya batubara yang terbentuk dari hewan dan tumbuhan yang mati terebut akan dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar yang juga menambah kadar C02 di udara melalui fotosintesis oleh tumbuhan dan respirasi oleh hewan.
Di ekosistem air, pertukaran C02 dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung. Karbon dioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme heterotrof lain. Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, COz yang mereka keluarkan menjadi bikarbonat.

Gambar 5. Siklus Karbondioksida

6. Siklus Hidrologi
Air merupakan materi alam yang sangat belimpah ruah nilainya dan merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi makhluk hidup, karena semua mahluk hidup di bumi pasti membutuhkan air untuk kelangsungan hidup di bumi.
Siklus hidrologi di awali dengan adanya penguapan baik dari laut, danau, rawa yang di sebut Evaporasi dan penguapan tumbuhan (Transpirasi) yang selanjutnya uap tersebut di angkat oleh angin ke atmosfer dan menjadi awan, dalam keadaan jenuh awan tersebut akan jatuh kebumi sebagai hujan, es maupun salju. Air yang jatuh tersebut untuk kembali menjadi air dapat terjadi oleh adanya air larian di atas permukaan tana dan selanjutnya mengalir dari saluran-saluran sampai kedanau atau laut.
 Contoh :
Siklus hidrologi dapat di lihat pada proses terjadinya hujan. Yang mana awalnya air hujan ini berasal dari uap air yang ada di lautan, danau, atau rawa, yang kemudian di angkat oleh angin ke atmosfir. Di atmosfer uap air ini berubah menjadi awan, dalam keadaan jenuh awan tersebut mengalami kondensasi atau pengembunan sehingga mencair dan jatuh sebagai bintik-bintik hujan.
Di bumi sebagian air hujan tersebut jatuh langsung ke tanah sebagian lagi tersingkap di pepohonan melalui tajuk-tajuk tanaman. Air hujan yang tersangkut tesebut selanjutnya mengalami penguapan kembali ke atmosfer. Sedangkan air hujan yang langsung jatuh ke permukaan tanah sebagian ada yang langsung mengalir di atas tanah sebagai Air Larian. Air larian tersebut selanjutnya akan mengalir menuju saluran-saluran yang ada hingga ke danau dan sampai kelaut.
Sedangkan air hujan yang sebagiannya lagi masuk ke dalam tanah dan terinfiltrasi melalui celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah akibat aksi kapiler yang mana air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah pemukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan dan selanjutnya akan jatuh lagi sebagai hujan.

Gambar 6. Siklus Hidrologi

7. Siklus Sedimen
Siklus sedimen diawali dengan tersingkapnya batuan yang sudah terbentuk ke permukaan bumi. Kemudian batuan tersebut mengalami pelapukan, ada yang mengalami pelapukan fisika, pelapukan kimia, ataupun pelapukan biologis.
Pelapukan fisika menyebabkan batuan terkikis menjadi fragmen-fragmen oleh proses mekanik, dan tidak menyebabkan perubahan komposisi kimianya. Sedangkan Pelapukan kimia terjadi ketika mineral atau material pada batuan terlarut. Selanjutnya batuan yang mengalami pelapukan tersebut mengalami erosi atau pengikisan sehingga material-materialnya terbawa baik oleh air, angin, atau gletser ke tempat atau cekungan dimana terakumulasi dan kemudian terendapkan, yang mana material-material hasil pengikisan yang lebih kecil berada di bawah dan yang besar berada di bagian atas, sehingga tersusun dengan sangat kompleks dan membtuhkan waktu cukup lama untuk menjadi batuan. Selanjutnya material-material tersebut selanjutnya terkompaksi atau mengalami penekanan yang sangat hebat dan mengalami proses diagenesis hingga akhirnya membentuk batuan sedimen. Kemudian karena adanya aktivitas tektonik, batuan tersebut akan terangkat kembali ke permukaan dan kemudian mengalami pelapukan dan kembali lagi mengalami siklus batuan, begitulah seterusnya.
 Contoh :
Siklus sedimen ini dapat dilihat pada batuan sedimen klastik merupakan batuan sedimen yang terbentuk dari pengendapan kembali detritus atau pecahan batuan asal baik berupa batuan beku, metamorf dan batuan sedimen itu sendiri yang terbentuk di lingkungan darat maupun lingkungan laut, yang mana batuan ini berasal dari letusan gunung berapi yang oleh angin atau air hujan selanjutnya rekahan-rehakan batuan itu kemudian tererosi dan tertransportasi menuju suatu cekungan pengendapan. Setelah pengendapan berlangsung sedimen mengalami diagenesa yakni, prosess- proses yang berlangsung pada temperatur rendah di dalam suatu sedimen, selama dan sesudah litifikasi sehingga membentuk kembali batuan dalam waktu yang lama karena adanya penumpukan sehingga terkompaksi menjadi batuan kembali.

Gambar 7. Siklus Sedimen

 

Makalah
KARAKTERISTIK, STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR (SPPKB)
Disusun Oleh Kelompok
Ni Komang Sri Indriyani

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Belajar pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. Sedangkan mengajar adalah suatu roses penyampaian atau pemberitahuan pengetahuan. Dua konsep ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Perubahan tingkah laku terjadi setelah kegiatan belajar dilalui dengan berbagai proses, seperti mendengar, mengamati, melihat dan sebagainya. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Berdasarkan pengertian tersebut, belajar merupakan suatu proses, aktivitas atau kegiatan yang didapat melalui pengalaman. Oleh sebab itu guru dalam melakukan pembelajaran harus memahami terlebih dahulu karakteristik siswa sehingga dapat menentukan strategi yang akan digunakan dalam pembelajaran tertentu, salah satunya adalah Karakteristik dan Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir, yang akan dibahas dalam makalah ini.
Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir atau SPPKB merupakan setrategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampan berpikir siswa. Strategi Pembelajaran seperti ini termasuk ke dalam model pembelajaran cogniteve growth: increasing the capacity to think. Dalam SPPKB, materi pelajaran tidak disajikan begitu saja ke pada siswa. Akan tetapi, siswa dibimbing untuk menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus-menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa. (Menurut Joyce dan Weil, 1980 dalam Buku Wina Sanjaya).
SPPKB menekankan kepada keterlibatan siswa secara penuh dalam belajar. Hal ini sesuai dengan hakikat SPPKB yang tidak mengharapkan siswa sebagai obyek belajar yang hanya duduk mendengarkan penjelasan guru, kemudian mencatat yang berhubungan dengan penguasaan materi pelajaran dan mencatat untuk dihafalkan.
Walaupun tujuan SPPKB sama dengan strategi pembelajaran inkuri yaitu agar siswa dapat mencari dan menemukan materi pelajaran sendiri, akan teapi keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Perbedaan tersebut terletak pada pola-pola pembelajaran yang di gunakan. Dalam proses pembelajaran SPPKB, guru memanfaatkan pengalaman siswa sebagai titik tolak berpikir, bukan teka-teki yang harus dicari sendiri jawabanya seperti dalam pola inkuri. Berdasarkan permasalahan yang ada maka kami membuat makalah dengan judul “Karakteristik, Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir”.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penyusunan makalah ini yaitu:
1. Apa hakikat dan pengertian Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB)?
2. Apa latar belakang Filosofis dan Psikologis SPPKB ?
3. Apa hakikat kemampuan berpikir dalam SPPKB ?
4. Apa saja karakteristik SPPKB ?
5. Apa perbedaan SPPKB dengan pembelajaran konvensional ?
6. Apa saja tahapan-tahapan pebelajaran SPPKB ?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari rumusan masalah diatas yaitu:
1. Untuk dapat mengetahui hakikat dan pengertian SPPKB
2. Untuk dapat mengetahui latar belakang Filosofis dan Psikologis SPPKB
3. Untuk dapat mengetahui hakikat kemampuan berpikir dalam SPPKB
4. Untuk dapat mengetahui karakteristik SPPKB
5. Untuk dapat mengetahui perbedaan SPPKB dengan pembelajaran konvensional
6. Untuk dapat mengetahui tahapan-tahapan pembelajaran SPPKB

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Hakikat Dan Pengertian SPPKB
Telah dijelaskan bahwa salah satu kelemahan proses pembelajaran yang dilaksanakan para guru kita adalah kurang adanya usaha pengembangan kemampuan berfikir siswa. Dimana dalam setiap proses pembelajaran para guru lebih banyak mendorong agar siswa dapat menguasai sejumlah materi pembelajaran. Strategi pembelajaran yang diharapkan seharusnya dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa.
Model strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir (SPPKB) adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berfikir siswa melalui telaahan fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan.
Terdapat beberapa hal yang terkandung dalam pengertian diatas yaitu :
1. SPPKB adalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir, artinya tujuan yang ingin dicapai oleh SPPKB adalah bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal. Hal ini didasarkan kepada asumsi bahwa kemampuan berbicara secara verbal merupakan salah satu kemampuan berfikir.
2. Telaah fakta-fakta sosial atau pengalaman sosial merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir, artinya pengembangan gagasan dan ide-ide didasarkan kepada pengalaman sosial anak dalam kehidupan sehari-hari atau berdasarkan kemampuan anak untuk mendeskripsikan hasil pengamatan mereka terhadap berbagai fakta dan data yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari.
3. Sasaran akhir SPPKB adalah kemampuan anak untuk memecahkan masalah-masalah sosial sesuai dengan taraf perkembangan anak.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir berdasarkan pengalaman siswa itu sendiri dengan pemberian pertanyaan-pertanyaan yang dapat memacu anak tersebut untuk berpikir sehingga dapat menemukan konsep sendiri. (Wina Sanjaya, 2006).

2.2 Latar Belakang Filosofis Dan Psikologis SPPKB
2.2.1 Latar Belakang Filosofis
Pembelajaran adalah proses interaksi baik antara manusia dan manusia atau pun antara manusia dan lingkungan. Proses interaksi ini diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, misalkan yang berhubungan dengan tujuan perkembangan kognitif, afektif, atau psikomotor. Tujuan pengembangan kognitif adalah proses pengembangan intelektual yang erat kaitannya dengan meningkatkan aspek pengetahuan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Dilihat dari bagaimana pengetahuan itu bisa diperoleh, dapat didekati dari dua pendekatan yang berbeda, yaitu pendekatan rasional dan pendekatan empiris rasional menyatakan bahwa pengetahuan menuju kepada objek dan kebenaran itu merupakan akibat dari deduksilogis. Sedangkan empiris menekankan kepada pengalaman dan penetahuan induktif. Selain itu, terdapat aliran konstruktivisme yang menyatakan bahwa pengetahuan itu terbentuk bukan hanya dari objek, tetapi juga dari kemampuan subjek yang menangkap objek yang diamati. (Wina Sanjaya, 2006).
Oleh sebab itu, pengetahuan terbentuk oleh dua faktor penting, yaitu objek yang menjadi bahan pengamatan dan kemampuan subjek untuk menginterprestasi objek tersebut. Dengan demikian, pengetahuan itu tidak bersifat statis tapi bersifat dinamis, tergantung individu yang melihat dan mengkonstruksikannya. Inilah dasar filosofis dalam pembelajaran berpikir.
Selanjutnya, hakikat pengetahuan menurut filsafat konstruktivisme adalah sebagai berikut:
a. Pengetahuan bukanlah merupakan gambaran dunia kenyataan belaka, tetapi selalu merupakan konstruksi kenyataan melalui subjek.
b. Subjek membentuk skema kognitif, kategori, konsep dan struktur yang perlu untuk pengetahuan.
c. Pengetahuan dibentuk oleh struktur konsepsi seseorang. Struktur konsepsi membentuk pengetahuan apabila konsepsi itu berhadapan dengan pengalaman-pengalaman seseorang (Menurut Suparno, 1992:21 dalam buku Wina Sanjaya)
Aliran konstruktivisme menganggap bahwa pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seseorang kepada orang lain, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing individu. Oleh sebab itu, model pembelajaran berpikir menekankan kepada aktivitas siswa untuk mencari pemahaman akan objek, menganalisis, dan mengonstruksikannya sehingga terbentuk pengetahuan baru dalam diri individu.
2.2.2 Latar Belakang Psikologis
Landasan psikologis SPPKB adalah aliran psikologis kognitif. Menurut aliran kognitif, belajar pada hakikatnya merupakan peristiwa mental, bukan peristiwa behavioral. Sebagai peristiwa mental perilaku manusia tidak hanya merupakan gerakan fisik saja, akan tetapi yang lebih penting adalah adnya faktor pendorong yang menggerakan fisik itu. Piaget menyatakan: “children have a built-in desire to learn.” Inilah yang melatarbelakangi SPPKB.
Dalam perspektif psikologi kognitif sebagai landasan SPPKB, belajar adalah proses aktif individu dalam membangun pengetahuan dan pencapaian tujuan. Artinya, proses belajar tidaklah tergantung pada pengaruh dari luar, tetapi sangat tergantung kepada individu yang belajar (student centered). Individu adalah organisme yang aktif. Ia adalah sumber dari pada semua kegiatan. Pada hakikatnya manusia adalah benas untuk berbuat, manusia bebas untuk membuat satu pilihan dalam setiap situasi, dan titik pusat kebebasan itu adalah kesadarannya sendiri. Oleh sebab itu psikologi kognitif memandang bahwa belajar itu proses mental. Tingkah laku manusia adalah hanya ekspresi yang dapat diamati sebagai akibat dari eksistensi internal yang pada hakikatnya bersifat pribadi. Teori kognitif berkenaan dengan bagaimana seseorang memperoleh pengetahuan dan bagaimana mereka menggunakan pengetahuan tersebut untuk berprilaku lebih efektif.

2.3 Hakikat Kemampuan Berpikir Dalam SPPKB
Strategi Pebelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) merupakan model pembelajaran yang bertumpu pada proses perbaikan dan peningkatan kemampuan berfikir siswa. Menurut Peter Reason (1981), berfikir (thinking) adalah proses mental seseorang yang lebih dari sekedar mengingat (remembering) dan memahami (comprehending). Mengingat dan memahami lebih pasif dari berfikir. Mengingat pada dasarnya hnay melibatkan usaha penyimpanan sesuatu yang telah dialami untuk suatu saat dikeluarkan kembali atas permintaan, sedangkan memahami memerlukan pemerolehan apa yang didengar dan dibaca serta melihat keterkaitan antara aspek dalam memori. Berfikir adalah istilah yang lebih dari keduanya. Berfikir menyebabkan sesorang harus bergerak sehingga diluar informasi yang di dengarnya. Misalkan kemampuan berfikir seseorang untuk menemukan solusi baru dari suatu yang dihadapi.
Kemampuan berpikir memerlukan kemampuan mengingat dan memahami, oleh sebab itu kemampuan mengingat adalah bagian terpenting dalam mengembangkan kemampuan berpikir. Artinya, belum tentu seseorang memiliki kemampuan mengingat dan memahami memiliki kemampuan juga dalam berpikir. Sebaliknya, kemampuan berpikir seseorang sudah pasti diikuti oleh kemampuan mengingat dan memahami.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka SPPKB bukan hanya sekedar model pembelajaran yang diarahkan agar peserta didik dapat mengingat dan memahami data, fakta dan konsep, akan tetapi bagaimana data, fakta dan konsep tersebut dijadikan sebagai alat untuk melatih kemampuan berfikir siswa dalam menghadapi dan memecahkan suatu persoalan.

2.4 Karakteristik SPPKB
Sebagai strategi pembelajaran yang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berfikir, SPPKB memiliki tiga karakteristik utama, yaitu sebagai berikut:
1. Proses pembelajaran melalui SPPKB menekankan pada proses mental siswa secara maksimal. SPPKB bukan model pembelajaran yang hanya menuntut siswa sekedar mendengar dan mencatat, tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berfikir. Hal ini sesuai dengan latar belakang psikologis yang menjadi tumpuannya, bahwa pembelajaran itu adalah peristiwa mental bukan peristiwa behavioral yang lebih menekankan aktivitas fisik. Artinya setiap kegiatan belajar itu disebabkan tidak hanya peristiwa hubungan stimulus-respons saja, tetapi juga disebabkan karena dorongan mental yang diatur oleh otaknya.
Berkaitan dengan karakteristik tersebut, maka dalam proses implementasi SPPKB perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Jika belajar bergantung pada bagaimana informasi diproses secara mantal, maka proses kognitif siswa harus menjadi kepedulian utama para guru. Artinya para guru harus menyadari bahwa proses pembelajaran itu yang terpenting bukan hanya apa yang dipelajari, tetapi bagaimana cara mereka mempelajarinya.
b. Guru harus mempertimbangkan tingkat perkembangan kognitif siswa ketika merencanakan topic yang harus dipelajari serta metode apa yang skan digunakan.
c. Siswa harus mengordinasi yang mmereka pelajari. Dalam hal ini guru harus membantu agar siswa belajar untuk melihat hubungan antarbagian yang dipelajari.
d. Informasi baru akan bisa ditangkap lebih mudah oleh siswa, manakala siswa dapat mengorganisasikannya dengan pengetahuan yang telah mereka miliki.
e. Siswa harus secara aktif merespons apa yang mereka pelajari. Merespons dalam konteks ini adalah aktivitas mental bukan aktivitas secara fisik.
2. SPPKB dibangun dalam nuansa dialogis dan Tanya jawab secara terus menerus. Proses pembelajaran melalui dialog dan tanya jawab itu diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa, yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka kontruksi sendiri.
3. SPPKB adalah model pembelajaran yang menyandarkan pada dua sisi yang sama pentingnya, yaitu sisi proses dan hasil belajar. Proses belajar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir, sedangkan sisi hasil belajar diarahkan untuk mengkonstruksi pengetahuan atau penguasaan materi pembelajaran baru.

2.5 Perbedaan SPPKB Dengan Pembelajaran Konvensional
Ada perbedaan pokok antara SPPKB dengan pembelajaran yang selama ini banyak dilakukan guru. Perbedaan tersebut adalah :
1. SPPKB menempatkan pesreta didik sebagai subjek belajar, artinya peserta didik berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran dengan cara menggali pengalamannya sendiri; sedangkan dalam pembelajaran konvensional peserta didik ditempatkan sebagai objek belajar yang berperan yang berperan sebagai penerima informasi secara pasif.
2. Dalam SPPKB, pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata melalui penggalian penglaman sitiap siswa; sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran bersifat teoritis dan abstrak.
3. Dalam SPPKB, perilaku dibangun atas kesadaran diri; sedangkan dalam proses pembelajaran konvensional perilaku dibangun atas proses kebiasaan.
4. Dalam SPPKB, kemampuan didasarkan atas penggalian pengalaman; sedangkan dalam pembelajaran konvensional kemampuan diperoleh melalui latihan-latihan.
5. Tujuan akhir dari proses pembelajaran melalui SPPKB adalah kemampuan berpikir melalui proses menghubungkan antara penglaman dan kenyataan; sedangkan dalam proses pembelajaran konvensional tujuan akhir adalah penguasaaan materi pembelajaran.
6. Dalam SPPKB tindakan atau perilaku dibangun atas kesadaran diri sendiri; sedangkan dalam proses pembelajan konvensional tindakan atau perilaku individu didasarkan oleh faktor dari luar dirinya.
7. Dalam SPPKB, pengtahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai dengan penglaman yang dialaminya, oleh sebab itu setiap peserta didik bisa terjadi perbedaan dalam memaknai hakikat pengetahuan yang dimilikinya. Dalam pembelajaran konvensional, hal ini tidak mungkin terjadi. Kebenaran yang dimiliki bersifat absolute dan final, oleh karena pengetahuan dikonstruksi oleh orang lain.
8. Tujuan yang ingin dicapai oleh SPPKB adalah kemampuan siswa dalam proses berfikir untuk memperoleh pengetahuan, maka kriteria keberhasilan ditentukan oleh proses dan hasil belajar; sedangkan dalam prosses pembelajaran konvensional keberhasilan pembelajaran biasanya hanya diukur dari tes.
Beberapa perbedaan diatas menggambarkan bahwa SPPKB memang memiliki perbedaan baik dilihat dari asumsi maupun proses pelaksanaan dan pengelolaan.

2.6 Tahapan-Tahapan Pebelajaran SPPKB
SPPKB menekankan kepada keterlibatan siswa secara penuh dalam belajar. Hal ini sesuai dengan hakikat SPPKB yang tidak mengharapkan siswa sebagai objek belajar yang hanya duduk mendengarkan penjelasan guru keudian mencatat untuk dihafalkan. Cara yang demikian bukan saja tidak sesuai dengan hakikat belajar sebagai usaha memperoleh pengalaman, namun juga dapat menghilangkan gairah dan motivasi belajar siswa (Menurut George W. Maxim, 1987 dalam buku Wina Sanjaya 2006).
Ada 6 tahap dalam SPPKB. Setiap tahap akan dijelaskan sebagai berikut ini:
1. Tahap Orientasi
Pada tahap ini guru mengkondisikan siswa pada posisi siap untuk melakukan pembelajaran. Tahap orientasi ini dilakukan dengan,
a. Penjelasan tujuan yang harus dicapai baik tujuan yang berhubungan dengan penguasaan materi pelajaran yang harus dicapai, maupun tujuan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau kemampuan berfikir yang harus dimilki siswa.
b. Penjelasan proses pembelajaran yang harus dilakukan siswa, yaitu penjelassan tentang apa yang harus dilakukan siswa dalam setiap tahapan proses pembelajaran.
2. Tahap Pelacakan
Tahap pelacakan adalah tahapan penjajakan untuk memahami pengalaman dan kemampuan dasar siswa sesuai dengan tema atau pokok persoalan yang akan dibicarakan. Pada tahap ini guru bisa melakukan dialog tanya jawab pada siswa dengan pertanyaan yang dianggap relevan dengan tema yang akan diajarkan. Dengan berbekal pemahaman itulah selanjutnya guru menentukan bagaimana ia harus mengembangkan dialog dan tanya jawab pada tahapan-tahapan selanjutnya.

3. Tahap Konfrontasi
Tahap konfrontasi adalah tahapan penyajian persoalan yang harus dipecahkan sesuai dengan tingkat kemampuan dan pemahaman siswa. Untuk merangsang tingkat peningkatan kemampuan siswa pada tahap ini guru memberikan persoalan-persoalan yang dilematis yang memerlukan jawaban atau jalan keluar.
4. Tahap Inkuiri
Tahap inkuiri adalah tahapan terpenting dalam SPPKB. Pada tahap ini siswa harus berfikir yang sesungguhnya. Melalui tahapan inkuiri, siswa diajak untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. Oleh sebab itu, pada tahapan ini guru harus memberikan ruang dan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan gagasan dalam upaya memecahkan persoalan melalui berbagai teknik.
5. Tahap Akomodasi
Tahap akomodasi adalah tahapan pembentukan pengetahuan baru melalui proses penyimpulan. Pada tahap ini siswa dituntut untuk dapat menemukan kata-kata kunci sesuai dengan topik atau tema pembelajaran. Pada tahap ini melalui dialog guru membimbing agar siswa dapat menyimpulkan apa yang mereka temukan dan mereka pahami sekitar topik yang dipermasalahkan. Tahap ini bisa juga dikatan sebagai tahapan pemantapan hasil belajar, sebab pada tahap ini siswa diarahkan untuk mampu mengungkap kembali pembahasan yang dianggap penting dalam roses pembelajaran.
6. Tahap Transfer
Tahap transfer adalah tahapan penyajian masalah baru yang sepadan dengan masalah yang disajikan. Tahap transfer dimaksudkan agar agar siswa mampu menstransfer kemampuan berpikir setiap siswa, untuk memecahkan masalah-masalah baru. Pada tahap ini guru memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan topik pembahasan.
Berdasarkan tahapan-tahapan yang telah dijelaskan, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar Strategi Pembelajaran Kemampuan Berfikir dapat berhasil dengan sempurna khususnya bagi guru sebagai pengelola pembelajaran.
1. Strategi Pembelajaran Kemampuan Berfikir adalah model pembelajaran yang bersifat demokratis, oleh sebab itu guru harus mampu menciptakan suasana yang terbuka dan saling menghargai, sehingga setiap siswa dapat mengembangkan kemampuannya dalam menyampaikan pengalaman dan gagasan. Dalam Strategi Pembelajaran Kemampuan Berfikir guru harus menempatkan siswa sebagai subyek belajar bukan sebagai obyek .oleh sebab itu, inisiatif pembelajaran harus muncul dari siswa sebagai subyek belajar.
2. Strategi Pembelajaran Kemampuan Berfikir dibangun dalam suasana tanya jawab, oleh sebab itu guru dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuan bertanya, misalnya kemampuan bertanya untuk melacak, kemampuan bertanya untuk memancing, bertanya induktif-deduktif, dan mengembangkan pertanyaan terbuka dan tertutup. Hindari peran guru sebagai sumber belajar yang memberikan informasi tentang materi pelajaran.
3. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir juga merupakan model pembelajaran yang dikembangkan dalam suasana dialogis, karena itu guru harus mampu merangsang dan membangkitkan keberanian siswa untuk menjawab pertanyaan, menjelaskan, membuktikan dengan memberikan data dan fakta sosial serta keberanian untuk mengeluarkan ide dan gagasan serta menyusun kesimpulan dan mencari hubungan antar aspek yang dipermasalahkan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Model strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB) adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaah fakta-fakta atau penglaman anak sebagai bahan memecahkan masalah yang dianjurkan. Pembelajaran adalah proses interaksi baik antara manusia dengan manusia ataupun manusia dengan lingkungan yang memiliki tujuan tertentu. Dalam perspektif psikologi kognitif sebagai landasan SPPKB, belajar adalah proses aktif individu dalam membangun pengetahuan dan pencapaian tujuan.
SPPKB merupakan strategi pembelajaran yang mana tujuan akhir dari pembelajarannya adalah siswa terlatih mengungkapkan ide-ide untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan materi yang diajarkan. Tidak hanya memecahkan permasalahan, siswa juga terlatih dalam berpikir kritis dan kreatif. Dimana pada hakikatnya Proses pembelajaran melalui SPPKB menekankan pada proses mental siswa secara maksimal. SPPKB bukan model pembelajaran yang hanya menuntut siswa sekedar mendengar dan mencatat, tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berfikir.

3.2 Saran
Dalam penulisan makalah ini penulis menyarankan agar kedepannya, guru dapat menerapkan Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir dengan baik agar siswa terlatih dalam berpikir kritis dan kreatif. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami dan bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Sebelum dan sesudahnya penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan penulis memohon kritik dan saran yang membangun demi kebaikan di masa yang akan datang.

 

Penting dan manfaat belajar geografi

05 May 2013 14:20:25 Dibaca : 1373

Baiklah saya kali ini akan menjelaskan tentang pentingnya belajar geografi,,, Okey kita ketahui bahwa geografi merupakan  hubungan secara khusus gejala-gejala di permukaan bumi (fenomena Geosfer), baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, lingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan. Dengan mengetahui persamaan dan perbedaan fenomena geosfer yang terjadi di lingkungan kita, kita dapat mengetahui penyebabnya, masalah yang akan ditimbulkan, dan solusi yang dapat kita ambil untuk mengatasi masalah tersebut maupun mencegah jangan sampai terjadi dua kali dengan kejadian yang sama.

Dengan belajar geografi sebenarnya kita dapat mendapat peluang usaha yang ada di tempat tertentu, mengetahui jenis hewan yang dapat di kembangkan berkaitan dengan hal perternakan dan peluang penjualannya dan masih banyak lagi keuntungan-keuntungan yang dapat kita peroleh dengan mempelajari geografi baik dibidang pertanian, perkebunan dan kesehatan. Dengan cara mempelajari penyebaran-penyebaran yang berkaitan dengan tanaman, hewan ternak, dan peluang usaha lainnya dapat kita gunakan dan manfaatkan untuk mengembangkan usaha yang kita impikan. Karena geografi tersebut mempelajari gejala di permukaan bumi baik yang bersifat fisik maupun yang bersifat non fisik yang berkaitan dengan kehidupan makhluk hidup di bumi.

Dengan mempelajari geografi kita juga bisa menganalisis dampak-dampak sosial yang terjadi di dalam masyarakat, mencari penyebab tersebut dan solusi yang dapat ditempuh berkenaan dengan permasalahan tersebut. Bila kita jualan barang-barang tertentu yang kita harus memperhatikan jarak yang kita tempuh untuk menyediakan barang tersebut serta keuntungan-keuntungan yang didapat dari hasil penjualan barang tersebut. Selain itu juga dalam geografi juga mempelajari mengenai interaksi-interaksi yang ada didalam masyarakat baik antara manusia itu sendiri maupun dengan alam sekitarnya sehubungan dengan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-harinya. Dengan begitu banyaknya kegunaan dari ilmu geografi tersebut sudah sepantasnyalah kita mempelajarinya walaupun kita tidak bisa secara mendalam tapi kita bisa mempelajarinya inti-intinya karena ilmu geografi tersebut berkenaan dengan kehidupan kita.

banana...banana...

03 April 2013 14:51:55 Dibaca : 217

peel... banana

peel...peel.....banana

chop.....banana

chop....chop.....banana

eat.....banana

eat.....eat...,banana

shake.....banana

shake.......shake.....banana

pup.....banana

pup....pup...banana