Wujud Penghambaan Kepada Tuhan Semesta Alam

21 May 2022 09:36:13 Dibaca : 13 Kategori : Islami

Setiap usaha dan perbuatan yang kita lakukan di dunia ini tidak terlepas dari takdir dan ketentuan Zat yang Maha Kuasa, Tuhan Seluruh Alam Allah Subhanahu wa ta'ala.Sebagai seorang Muslim yang secara mutlak dan sadar menyerahkan diri kepada Tuhannya, ikhlas dan ridho dengan segala ketentuan atas dirinya adalah tegakknya tauhid.

Apa pun yang kita impikan tentu harus memulai dengan ucapan Bismillah yang memiliki makna dengan nama Allah, hal ini merupakan bentuk lisan dan perbuatan yang sadar bahwa kemudahan akan tindakannya hanya datang dari Allah SWT.

Bagaimana bisa kita tidak menyerahkan segala urusan kita kepada sang pemilik segala urusan, dengan begitu kita akan lebih pasrah dan ikhlas atas segala hal yang akan terjadi. Tugas kita hanyalah berusaha sebanyak mungkin, untuk keberlanjutan dan hasil tentu kita harus serahkan kepada pemilik segala urusan.

Ketika tidur dimalam hari, kita mengucapkan bismillah sebagai wujud keikhlasan mati karena Allah, loh kenapa penulis sebut tidur adalah mati?

Allah SWT dalam surah Az Zumar ayat 42, berfirman

Allahu yatawaffal anfusahiina mautihaa wallatii lam tamutu fii mannamihaa, fayumsikul latii qadha a'laihaal mauta wa yursilul ukhraa ilaa ajalin musamma. Inna fii dzalika la ayyatil qaumim yatafakkaruun

Artinya : “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.”

Ayat ini mengisyaratkan adanya 2 jenis kematian yakni kematian kecil dan besar, nah kematian kecil itulah yang dimaknai dengan tidur.

Baca Selengkapnya