KATEGORI : Goresan Penaku

Apa sih tujuan diadakannya Aspura dan Rusunawa untuk Mahasiswa Bidikmisi UNG?

Assalamu'alaikum...alhamdulillah saya bisa kembali berbagi ilmu yang baru saya dapat dengan mengulasnya dalam posting ini...insya allah saya dan anda sebagai pembaca diridhoi Allah atas segala usaha kita dalam menuntut ilmu Amiin.

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi pengetahuan tentang tujuan dilaksanakannya berbagai kegiatan untuk mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Pasti banyak diantara Anda yang bertanya Apa sih tujuan mahasiswa bidikmisi di Universitas Negeri Gorontalo dan bahkan diseluruh Indonesia diwajibkan mengikuti kegiatan pembinaan softskill dan hardskill juga diwajibkan untuk masuk ASPURA untuk putra dan RUSUNAWA untuk putri? Nah,saya sebagai mahasiswa bidikmisi,saya juga seperti anda ingin tahu dan saya kemudian mempelajari dari lingkungan,dosen,dan kakak-kakak mahasiswa saya kemudian Dari hasil pengamatan saya...ada satu kata yang saat ini menjadi topik karakter.

Sekarang ini di Universitas Negeri Gorontalo,sedang digiat-giatkan pembinaan karakter yang sekarang digalakkan oleh Rektor Dr. H. Syamsu Qamar Badu. M.Pd dengan langkah awal yaitu menerapkan penerimaan mahasiswa baru tahun 2012 dengan sitem baru yang lebih fokus pada pembinaan karakter, pada masa orientasi mahasiswa baru tahun 2012 ini UNG mengusung tema yaitu perubahan,pembinaan yang difokuskan dengan pembinaan karakter dan soft skill, terkait dengan Mahasiswa bidikmisi, saya sangat setuju dan mendukung dengan semua program yang telah dibuat untuk membina kami, karena menurut saya jaman sekarang jika pembinaan masih fokus pada pembinaan hard skill saja maka yang muncul hanyalah orang munafik yang pintar bersandiwara saja. Karena menurut saya kekerasan itu hanya menghasilkan mahasiswa yang brutal bila dia tidak berkarakter. Karakter tidak bisa diubah oleh orang lain bahkan orang tua sendiri bila dengan cara pembinaan hard skill yang sedikit menggunakan kekerasaan. Saya percaya bila Mahasiswa Indonesia semuanya memiliki karakter yang baik maka walaupun dengan ilmu dan pengetahuan yang standar bila bersama-sama membangun Indonesia, pasti kita akan berhasil.

Ditinjau dari semua aspek di atas, maka saya dapat mengambil kesimpulan bahwa Mahasiswa Bidikmisi adalah Pelajar-pelajar yang berprestasi yang dipercayakan oleh pemerintah sebagai generasi penerus yang berwawasan luas dan berkarakter sebagai pemimpin yang amanah dan bijaksana. Kemudian Pemerintah bekerjasama dengan Universitas seluruh Indonesia merancang pembinaan serta mengontrol mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi dengan mewajibkan masuk asrama agar memudahkan dalam proses pembinaan dan dikontrol secara rutin perkembangannya.

Nah inilah pandangan saya tentang tujuan diadakannya program wajib masuk asrama. Aspura untuk asrama putra dan Rusunawa untuk asrama putri untuk Mahasiswa Bidikmisi UNG. Saya mengharapkan adanya tanggapan para pembaca karena saya juga masih dalam proses belajar jadi maklum bila banyak kesalahannya.

TAMAN SISWA

24 February 2013 12:03:33 Dibaca : 873

TAMAN SISWA

Pada kesempatan ini saya akan mengulas kembali tentang sejarah seorang yang berjasah dengan mendirikan sebuah Taman Siswa sebagai awal Kebangkitan Pergerakan Nasional yang Bersatu Melawan Penjajah dan awal kemajukan pendidikan di Indonesia. Orang itu adalah Tokoh Pendidikan Indonesia yaitu Suwardi Suryaningrat atau lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantoro, beliau adalah salah satu Tokoh Intelektual(Pelajar/Mahasiswa) Indonesia yang peduli dengan nasib bangsanya dan terus berjuang untuk kemerdekaan Indonesia tanpa kenal lelah, slalu semangat dan pantang menyerah hingga akhirnya sekarang menjadikan kita Generasi penerus yang telah Merdeka. Allah Swt berfirman seperti yang dijelaskan dalam sepenggal ayat suci Alqur’an di bawah ini....

“Man Jadda Wa Jada” (barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil). Begitulah pepatah mengatakan. Dengan kesungguhan tentunya apa yang dicita-citakan akan tercapai. Sekarang kita akan mengupas sedikit tentang perguruan yang beliau dirikan.Perguruan tersebut dinamakan “Taman Siswa”. Taman siswa adalah sebuah organisasi kebangsaan yang berusaha untuk memajukan pendidikan bangsa Indonesia. Didirikan di Yogyakarta pada tanggal 3 juli 1922 yang merupakan hasil dari proses belajar Ki Hajar Dewantoro selama masa pengasingan di negeri Belanda.

Tujuan pendirian Taman Siswa dijabarkan dalam tiga hal penting,yaitu:

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha artinya di depan memberi contoh.

2. Ing Madya Mangun Karsa artinya di tengah-tengah mendorong kreativitas.

3. Tutwuri Handayani artinya dari belakang menjaga dan memperhatikan.

Dengan ketiga prinsip tersebut, Taman Siswa dapat berkembang hingga menjadi contoh pendidikan yang sesuai dengan bangsa Indonesia dan memiliki cabang-cabang di hampir seluruh wilayah tanah air. Karena itulah maka lambang Taman Siswa dijadikan lambang Departemen Pendidikan Nasional. Atas jasanya mendirikan Taman Siswa dan memajukan pendidikan, Ki Hajar Dewantoro diangkat menjadi Menteri Pendidikan pertama dalam pemerintahan. Selain itu, tanggal lahir beliau diperingati setiap tahunnya sebagai hari Pendidikan Nasional.

Marilah kita mengisi kemerdekaan ini dengan memajukan Bangsa. Berawal dari kita Mahasiswa yang menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakat serta menjadi agent of control di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu kita harus merubah diri sendiri dengan berawal dari hal-hal kecil dan mulai saat ini. Ayo Kawan Kita Harus Bisa dan Kita Bisa menjadi Mahasiswa yang berguna untuk Bangsa dan Negara kita tercinta ini. By Mahasiswa UNG

DIBALIK KESULITAN ADA KEMUDAHAN

23 February 2013 17:03:20 Dibaca : 759

DIBALIK KESULITAN ADA KEMUDAHAN

Allah berfirman: dalam surat Al-Hujurat:13.

"Sesungguhnya yang paling mulai di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling taqwa di antaramu."

Dimasa sekarang ini, semua serba susah dan mahal untuk didapatkan, dan juga banyak masalah yang muncul terutama di dunia mahasiswa begitu banyak gejolak yang menghampiri menguji iman dan pendirian kita. Setiap mahasiswa pasti tidak ada yang luput dari problem dunia, adayang dihadapkan kepada masalah berat, ada kepada masalah yang menegah, sedang, dan ada yang kepada masalah yang ringan dan biasa terjadi dikalangan mahasiswa.Tetapi ketiga tingkatan tersebut tergantung dari tinjauan masing-masing, apakah problemnya itu dianggap berat,sedang atau ringan? Semua tergantung pada cara berfikir dan cara menyikapinya. Ajaran Islam sebenarnya menghendaki kemudahan, tidak untuk mempersulit diri.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baraqah, ayat 185: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan ia tidak menghendaki kesukaran bagimu.”

Jadi kita harus berusaha untuk mencari jalan keluar dari setiap kesulitan dalam kehidupan kita, insya Allah akan menemukan jalan keluarnya. Bukankah dalam kesulitan itu ada kemudahan, seperti disebutkan dalam surat Al-Insyirah ayat 6: “Sesungguhnya dalam kesulitan itu ada kemudahan.”

Selain itu janganlah kita seperti “katak dalam tempurung.” Janganlah beranggapan bahwa kesulitan yang kita alami adalah kesulitan yang amat besar dan hanya kita yang mengalaminya, karena masih ada yang lebih mengalami kesulitan dari pada kita, maka haruslah berkata “Aku akan bekerja mengatasi kesulitan itu.” Dan mungkin kesulitan yang kita alami ini hanya sebagian kecil dari kesulitan yang diderita orang lain.

Manusia pasti akan mampu mengatasi kesulitannya masing-masing, Allah Swt. Menegaskan dalam Al-Qur’an pada surat Al-Baqarah ayat 286: “Allah tidak memberi cobaan kepada seseorang, kecuali dengan kemampuannya.”

Macam-macam kemampuan manusia sesuai dengan keberadaan dirinya; ada yang mampu mengatasi kesulitan itu dengan hartanya,ada yang dengan ilmunya(akal pikirannya), dan ada yang mampu dengan fisiknya dan sebagainya.

Alhamdulillah saya bisa menuliskan sebuah kata-kata yang bisa membangkitkan semangat juang saya dan teman-teman. Refrensi dari buku majalah khutbah jum’at IKMI.

SAY STOP TO PLAGIAT

23 February 2013 13:54:53 Dibaca : 882

Saat ini saya akui saya juga masih terjebak dalam kegiatan plagiat tapi saya berusaha untuk tidak melakukannya lagi, karena saya sadar melakukan plagiat sama saja tidak mempercayai kemampuan diri sendiri, dan sama saja kita melepaskan kesempatan kita untuk maju menjadi orang-orang yang sukses. Plagiat membuat kita malas belajar dan menjadi orang yang tergantung pada karya orang lain. Padahal kita dan orang yang menjadi korban plagiat itu diberikan ni’mat kehidupan yang sama bahkan mungkin kita lebih dari dia! Dan yang paling dirugikan saat kita melakukan plagiat adalah diri sendiri dan orang yang menjadi korban malah mendapat keuntungan salah satunya: menjadi terkenal,mendapat pemasukan kalau dia memasang tarif untuk artikelnya itu, dan yang paling penting dia menjadi tambah bersemangat dan percaya diri untuk menghasilkan karya-karya baru yang akan dicopas oleh kita pelaku plagiat. Nah sekarang Anda masih mau menjadi pelaku plagiat atau menjadi korbannya, Ayo pilih mana? Saya tunggu komentnya...yang cuek aja berarti dia ngk mau hidup senang maunya pasti hidup susah trus yaa???

Saya menghimbau kepada seluruh teman-teman pelajar di Indonesia Dan khususnya di Gorontalo Mari kita brantas kegiatan plagiat mulai dari diri kita sendiri.

Mari sama-sama katakan “Stop Plagiat.”

HIDUP ADALAH PILIHAN

19 February 2013 23:15:52 Dibaca : 800

Assalamu’alaikum...

Alhamdulillah saat ini saya masih diberi ni’mat kesempatan sehingga saat ini saya masih bisa kembali menuangkan aspirasi dan isi hati saya dalam bentuk artikel yang saya posting ini...

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengungkapkan pandangan saya tentang “Hidup adalah sebuah pilihan.” Yang saya jadikan judul posting saya ini.

Latarbelakang yang membuat saya ingin membahas tentang masalah ini, yaitu karena banyak teman-teman saya yang kurang tepat menyikapi makna kehidupannya.

Saya sadar ketika menulis ini saya juga masih banyak kekurangan oleh karena itu saya meminta maaf dan saran untuk lebih memperbaiki karya untuk kedepannya.

Percaya atau tidak kehidupan kita ini semuanya adalah pilihan kita, karena dalam hidup ini saya yakin semuanya yang terjadi tidak ada yang kebetulan. Allah telah memberikan kita satu ni’mat yang sangat penting dalam kehidupan kita yaitu ni’mat kebebasan memilih dan menentukan jalan hidup yang ingin kita jalani.

Para ulama berpendapat, bahwa takdir itu ada 2 macam:
1. Takdir mu’allaq yaitu takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia. Contoh: seorang siswa bercita-cita jadi dokter untuk mencapai itu maka dia harus belajar dengan giat supaya bisa menjadi dokter. Firman Allah QS Ar-Rad: 11

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ (١١)

Artinya: ”bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[*]. Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[#] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
[*] Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa Malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa Malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah Malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut Malaikat Hafazhah.
[#] Tuhan tidak akan merubah Keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.

Maka kita bisa merubahnya dengan ikhtiar, seperti yang dijelaskan dalam sepenggal ayat suci Alqur’an di bawah ini....

“Man Jadda Wa Jada” (barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil). Begitulah pepatah mengatakan. Dengan kesungguhan tentunya apa yang dicita-citakan akan tercapai. Maka penulis berharap setelah dibuatnya makalah ini, motivasi kita dalam menjalani hidup ini akan semakin bertambah dan menjadi lebih baik.

ManJaddaWaJada, sebuah ungkapan yang mulai sering terdengar dalam kehidupan kita. Sepenggal mantra sakti yang memiliki makna yang kuat dan mampu memberikan semangat dalam kehidupan kita. “Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil”, begitulah arti ungkapan Arab ini. Man Jadda Wa Jada ini memanglah bukan hadits, tetapi sangatlah sesuai dan selaras dengan sunnatullah. Sebuah ketetapan yang mengisyaratkan manusia bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum selama kaum tersebut tidak berusaha merubahnya sendiri.

Kata kunci dalam pepatah ini ialah jadda atau bersungguh-sungguh.
Jadi, sejauh mana Anda sudah mengaplikasikan pepatah ini ialah sejauh mana Anda bersungguh-sungguh.

2. Takdir mubram: takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan/ditawar lagi oleh manusia. Contoh: seorang pengendara mobil sangat berhati-hati supaya tidak menabrak sesuatu, tetapi dia ditabrak oleh mobil lain yang mengakibatkan dia meninggal dunia. Firman Allah QS Yunus ayat: 49

قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلا نَفْعًا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ (٤٩)

Artinya:”Katakanlah: "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah". tiap-tiap umat mempunyai ajal[*]. apabila telah datang ajal mereka, Maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).”
[*] Yang dimaksud dengan ajal ialah, masa keruntuhannya.

Maka Kekuatan apa lagi yang akan bisa menyaingi jika manusia telah menemukan Tuhannya? Kekuatan ini dapat menyingkirkan ila-ilah yang bertengger dalam pikiran manusia, dalam jiwanya. Tidak hanya itu, semua kekuatan, harta kekayaan, pangkat dan status, serta semua urusan dunia tidak banyak artinya di kala Allah telah menyatu dalam jiwa.

Inilah kunci dari segalanya. Mereka yang sudah merapatkan dirinya pada sandaran Sang Maha Kuasa, akan menghadapi kehidupan dengan serba mudah. Kesulitan yang ada bahkan dianggapnya sebagai kesyukuran. Karena dengan kesulitan itu akan mengurangi beban dosa dan kesalahannya. Kesulitan dan kesusahan hidup bukan dianggap sebagai musibah yang dapat menyeretnya kepada kekufuran, tapi justru sebagai cubitan peringatan agar kontrol komunikasinya dengan Tuhan tetap berjalan, tetap seimbang.

Inilah bentuk kecintaan dari Yang Maha Hakiki kepada hamban-Nya. Demonstrasi kecintaan itu diwujudkan dalam berbagai tindakan-Nya yang terkesan menyengsarakan dan menyulitkan si hamba. Padahal itulah cara yang paling baik dan pas untuk manusia. Musibah dan penderitaan-penderitaan digelar-Nya, yang bagi kebanyakan manusia lebih mudah mengantar kepada kesadaran dan keinsyafan.

Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kesungguhan merupakan kunci keberhasilan seseorang. Akan tetapi tidak hanya dengan itu saja, kedekatan dengan sang Khaliq pun itu sangat berpengaruh sekali. Artinya, antara kesungguhan seseorang dengan kedekatannya kepada sang Khaliq sangat berkaitan erat dengan keberhasilannya dalam meraih kesuksesan. Semoga tulisan ini bisa memberikan pencerahan kepada kita semua, tentunya bagi mereka yang sedang membutuhkan motivasi untuk lebih baik lagi dalam mengarungi romantika kehidupan ini.

Refrensi:ismail tangkudung(saya selaku penulis) S1 Teknik Elektro.

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/04/13/man-jadda-wa-jadda.

http://ariffadholi.blogspot.com/2011/01/iman-kepada-qada-dan-qadar.html