Asmaul Husna

19 February 2013 21:25:59 Dibaca : 3381

Bismillahirrahmaanirrahiim

Berdoa kepada Allah dengan Asmaul Husna dan berdoa dengan nama Allah sesuai dengan keadaannya. Allah ta’ala berfirman:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. 7:180)

Misalnya:

Ya Syafi, isyfini (Wahai Yang Maha Penyembuh, sembuhkanlah aku)
Ya Rahman, irhamni (Wahai Yang Maha Penyayang, sayangilah aku)
Ya Razzaq, urzuqni (Wahai Yang Maha Pemberi rezeki, berilah aku rezeki)

Kemudian hendaknya mengambil sebab untuk mewujudkan apa yang dia minta seperti bekerja, berobat dll, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah semata...

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

***

99 nama Allah :
1. Ar-Rahman, Yang Maha Pemurah
2. Ar-Rahim, Yang Maha Mengasihi
3. Al-Malik, Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
4. Al-Quddus, Yang Maha Suci
5. Al-Salam, Yang Maha Selamat Sejahtera
6. Al-Mu'min, Yang Maha Melimpahkan Keamanan
7. Al-Muhaimin, Yang Maha Pengawal serta Pengawas
8. Al-Aziz, Yang Maha Berkuasa
9. Al-Jabbar, Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
10. Al-Mutakabbir, Yang Melengkapi Segala kebesaranNya

11. Al-Khaliq, Yang Maha Pencipta
12. Al-Bari, Yang Maha Menjadikan
13. Al-Musawwir Artinya Yang Maha Pembentuk
14. Al-Ghaffar Artinya Yang Maha Pengampun
15. Al-Qahhar Artinya Yang Maha Perkasa
16. Al-Wahhab Artinya Yang Maha Penganugerah
17. Al-Razzaq Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
18. Al-Fattah Artinya Yang Maha Pembuka
19. Al-'Alim Artinya Yang Maha Mengetahui
20. Al-Qabidh Artinya Yang Maha Pengekang

21. Al-Basit Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat
22. Al-Khafidh Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang
23. Ar-Rafi' Artinya Yang Maha Peninggi
24. Al-Mu'izz Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
25. Al-Muzill Artinya Yang Maha Menghina
26. As-Sami' Artinya Yang Maha Mendengar
27. Al-Basir Artinya Yang Maha Melihat
28. Al-Hakam Artinya Yang Maha Mengadili
29. Al-'Adl Artinya Yang Maha Adil
30. Al-Latif Artinya Yang Maha Lembut serta Halus

31. Al-Khabir Artinya Yang Maha Mengetahui
32. Al-Halim Artinya Yang Maha Penyabar
33. Al-'Azim Artinya Yang Maha Agung
34. Al-Ghafur Artinya Yang Maha Pengampun
35. Asy-Syakur Artinya Yang Maha Bersyukur
36. Al-'Aliy Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
37. Al-Kabir Artinya Yang Maha Besar
38. Al-Hafiz Artinya Yang Maha Memelihara
39. Al-Muqit Artinya Yang Maha Menjaga
40. Al-Hasib Artinya Yang Maha Penghitung

41. Al-Jalil Artinya Yang Maha Besar serta Mulia
42. Al-Karim Artinya Yang Maha Pemurah
43. Ar-Raqib Artinya Yang Maha Waspada
44. Al-Mujib Artinya Yang Maha Pengkabul
45. Al-Wasi' Artinya Yang Maha Luas
46. Al-Hakim Artinya Yang Maha Bijaksana
47. Al-Wadud Artinya Yang Maha Penyayang
48. Al-Majid (Al-Majiid / المجيد ) Artinya Yang Maha Mulia
49. Al-Ba'ith Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
50. Asy-Syahid Artinya Yang Maha Menyaksikan

51. Al-Haqq Artinya Yang Maha Benar
52. Al-Wakil Artinya Yang Maha Pentadbir
53. Al-Qawiy Artinya Yang Maha Kuat
54. Al-Matin Artinya Yang Maha Teguh
55. Al-Waliy Artinya Yang Maha Melindungi
56. Al-Hamid Artinya Yang Maha Terpuji
57. Al-Muhsi Artinya Yang Maha Penghitung
58. Al-Mubdi Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal
59. Al-Mu'id Artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan
60. Al-Muhyi Artinya Yang Maha Menghidupkan

61. Al-Mumit Artinya Yang Mematikan
62. Al-Hayy Artinya Yang Senantiasa Hidup
63. Al-Qayyum Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
64. Al-Wajid Artinya Yang Maha Penemu
65. Al-Majid (al-Maajid / الماجد ) Artinya Yang Maha Mulia
66. Al-Wahid Artinya Yang Maha Esa
67. Al-Ahad Artinya Yang Tunggal
68. As-Samad Artinya Yang Menjadi Tumpuan
69. Al-Qadir Artinya Yang Maha Berupaya
70. Al-Muqtadir Artinya Yang Maha Berkuasa

71. Al-Muqaddim Artinya Yang Maha Menyegera
72. Al-Mu'akhkhir Artinya Yang Maha Penangguh
73. Al-Awwal Artinya Yang Pertama
74. Al-Akhir Artinya Yang Akhir
75. Az-Zahir Artinya Yang Zahir
76. Al-Batin Artinya Yang Batin
77. Al-Wali Artinya Yang Wali / Yang Memerintah
78. Al-Muta'ali Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
79. Al-Barr Artinya Yang banyak membuat kebajikan
80. At-Tawwab Artinya Yang Menerima Taubat

81. Al-Muntaqim Artinya Yang Menghukum Yang Bersalah
82. Al-'Afuw Artinya Yang Maha Pengampun
83. Ar-Ra'uf Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang
84. Malik-ul-Mulk Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
85. Dzul-Jalal-Wal-Ikram Artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit Artinya Yang Maha Saksama
87. Al-Jami' Artinya Yang Maha Pengumpul
88. Al-Ghaniy Artinya Yang Maha Kaya Dan Lengkap
89. Al-Mughni Artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
90. Al-Mani' Artinya Yang Maha Pencegah

91. Al-Darr Artinya Yang Mendatangkan Mudharat
92. Al-Nafi' Artinya Yang Memberi Manfaat
93. Al-Nur Artinya Cahaya
94. Al-Hadi Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
95. Al-Badi' Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
96. Al-Baqi Artinya Yang Maha Kekal
97. Al-Warith Artinya Yang Maha Mewarisi
98. Ar-Rasyid Artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran
99. As-Sabur Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar

 

Hukum Mempertontokan Aurat

19 February 2013 21:21:45 Dibaca : 948

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bani Israil biasa mandi dengan bertelanjang, satu sama lain saling melihat anggota badan
temannya. Tetapi Nabi Musa mandi seorang diri. Mereka mengatakan, ‘Demi Allah! Tidak ada yang melarang Musa mandi bersama-sama dengan kita kecuali karena dia berpenyakit, buah pelirnya besar.’

Pada suatu kali, Nabi Musa mandi. Kainnya diletakkan di atas batu, lalu batu itu melarikan kain Nabi Musa dan beliau menyusulnya sambil berteriak, ‘Kainku! Kainku, wahai batu!’ Sehingga, Bani Isaril dapat melihat (aurat) Nabi Musa, lantas mereka berkata, ‘Demi Allah! Musa tidak berpenyakit apa-apa.’ Lalu Nabi Musa mengambil kainnya dan dipukulnya batu itu.”

Abu Hurairah berkata, “Pada batu itu terdapat enam atau tujuh bekas pukulan.”

Serta turunlah ayat yang berkenaan dengan cerita ini,

يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا لاَتَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ ءَاذَوْا مُوْسَى فَبَرَّأَهُ اللهُ مِمَّا قَالُوْا وَكَانَ عِنْدَ اللهِ وَجِيْهًا

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihakannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan dia adalah orang yang mempunyai kedudukan di sisi Allah.” (QS. Al-Ahzab: 69) (HR. Al-Bukhari no. 278 dan Muslim no. 2372)

***

Pelajaran yang dapat dipetik:

1. Dalam keadaan darurat diperbolehkan telanjang. Adapun dalam kondisi wajar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda kepada Muawiyah bin Al-Hakam, “Jagalah auratmu kecuali untuk istrimu atau budak-budak yang kamu miliki.”
2. Ketika darurat, seperti pengobatan dan lain-lain, diperbolehkan melihat aurat orang lain.
3. Diperbolehkan mandi telanjang jika seorang diri, dan yang lebih utama adalah memakai penutup.
4. Syariat umat sebelum Nabi Muhammad yang bertentangan dengan syariat Muhammad, tidak menjadi syariat Muhammad.
5. Para nabi adalah manusia-manusia yang berparas dan berakhlak sempurna.
6. Para nabi, sebagaimana manusia, mempunyai sifat-sifat yang manusiawi, mereka bisa marah dan memukul.
7. Menerangkan keteguhan dan kesabaran para nabi atas perilaku orang-orang bodoh dan gangguan mereka.
8. Keutamaan rasa malu. Malu merupakan akhlak mulia dan sifat para nabi.

Sumber: 61 Kisah Pengantar Tidur, Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, Darul Haq, Cetakan VI, 2009.

 

terjemah kaimiya us sa'adah

19 February 2013 21:08:25 Dibaca : 586

Siapa pun yang mau secara serius merenung tentang keabadian yang telah lalu, akan melihat bahwa kehidupan ini seperti sebuah perjalanan yang babakannya dicerminkan oleh tahun, liga-liga (ukuran jarak, kira-kira sama dengan tiga mil) oleh bulan, mil-mil oleh hari, dan langkah-langkah oleh saat. Kemudian, kata-kata apa yang bisa menggambarkan ketololan manusia yang berupaya untuk menjadikannya tempat tinggal abadi dan membuat rencana-rencana untuk sepuluh tahun mendatang mengenai apa-apa yang boleh jadi tak pernah ia butuhkan, karena sangat mungkin ia sepuluh hari lagi sudah berada di bawah tanah.
Orang-orang yang telah mengumbar diri tanpa batas dengan kesenangan-kesenangan dunia ini, pada saat kematiannya akan seperti seseorang yang memenuhi perutnya dengan bahan makanan terpilih dan lezat, kemudian memuntahkannya. Kelezatannya telah hilang, tetapi ketidak-enakannya tinggal. Makin berlimpah harta yang telah mereka nikmati – taman-taman, budak-budak laki dan perempuan, emas, perak dan lain sebagainya – akan makin keraslah mereka rasakan kepahitan berpisah dari semuanya itu. Kepahitan ini akan terasa lebih berat dari kematian, karena jiwa yan gtlah menjadikan ketamakan sebagai suatu kebiasaan tetap akan menderita di dunia yang akan datang akibat kepedihan nafsu-nafsu yang tak terpuasi.
Sifat berbahaya lainnya dari benda-benda duniawi adalah bahwa pada mulanya mereka tampak sebagai sekadar hal-hal sepele, tetapi hal-hal yang dianggap sepele ini masing-masing bercabang tak terhitung banyaknya sampai menelan seluruh waktu dan energi manusia. Isa a.s. bersabda: “Pencinta dunia ini seperti seseorang yang minum air laut; makin banyak minum, makin hauslah ia sampai akhirnya mati akibat kehausan yang tak terpuasi,” Rasulullah saw. bersabda: “Engkau tak bisa lagi bercampur dengan dunia tanpa terkotori olehnya, sebagaimana engkau tak bisa menyelam dalam air tanpa menjadi basah”.
Dunia ini seperti sebuah meja yang terhampar bagi tamu-tamu yang datang dan pergi silih berganti. Ada piring-piring emas dan perak, makanan dan parfum yang berlimpah-limpah. Tamu yang bijaksana makan sebanyak yang ia butuhkan, menghirup harum-haruman, mengucapkan terima kasih pada tuan rumah, lalu pergi. Sebaliknya tamu-tamu yang tolol mencoba untuk membawa beberapa piring emas dan perak hanya dengan akibat semua itu direnggutkan dari tangannya dan ia pun dicampakkan ke dalam keadaan kecewa dan malu.
Akan kita tutup gambaran tentang sifat-menipu dunia dengan tamsil pendek berikut ini. Misalkan sebuah kapal akan sampai pada sebuah pulau yang berhutan lebat. Kapten kapal berkata kepada para penumpang bahwa ia akan berhenti selama beberapa jam di sana, dan mereka boleh berjalan-jalan di pantai sebentar, tetapi memperingatkan mereka agar tidak terlalu lama. Maka para penumpang pun turun dan bertebaran ke berbagai arah. Meskipun demikian, orang yang paling bijaksana akan segera kembali, menemukan bahwa kapal itu kosong, lalu memilih tempat yan gpaling nyaman di dalamnya. Kelompok penumpang yang kedua menghabiskan waktu yang agak lebih lama di pulau tersebut, mengagumi dedaunan, pepohonan dan mendengarkan nyanyian burung-burung. Ketika kembali ke kapal mereka temui tempat-tempat yang paling nyaman di kapal tersebut telah terisi dan terpaksa puas dengan tempat yang agak kurang nyaman. Kelompok ketiga berjalan-jalan lebih lauh lagi dan menemukan batu-batu berwarna yang amat indah, lalu membawanya kembali ke kapal. Keterlambatan itu memaksa mereka untuk mendekam jauh di bagian paling rendah kapal itu, tempat mereka dapati batu-batuan yang mereka bawa – yang ketika itu telah kehilangan segenap keindahannya – mengganggu mereka di perjalanan. Kelompok terakhir berjalan-jalan sedemikian jauh sehingga tak bisa dijangkau lagu oleh suara kapten kapal yang memanggil mereka untuk kembali ke kapal. Sehingga kapal itu pun akhirnya terpaksa berlayar tanpa mereka. Meraka luntang-lantung dalam keadaan tanpa harapan dan akhirnya mati kelaparan, atau menjadi mangsa binatang buas.
Kelompok pertama mencerminkan orang-orang beriman yang sama sekali menjauhkan diri dari dunia, dan kelompok yang terakhir adalah kelompok orang kafir yang hanya mengurusi dunia ini dan sama sekali tidak mengacuhkan yang akan datang. Dua kelompok di antaranya adalah orang-orang yang masih mempunyai iman, tapi menyibukkan diri mereka, sedikit atau banyak, dengan kesia-siaan benda-benda sekarang.
Meskipun telah kita katakan banyak hal yang menentang dunia, mesti diingat bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang tidak termasuk di dalamnya, seperti ilmu dan amal baik. Seseorang membawa bersamanya ilmu yang ia miliki ke dunia yang akan datang dan, meskipun amal-amal baiknya telah lampau, efeknya tetap tinggal dalam pribadinya. Khususnya dengan ibadah yang menjadikan orang terus-menerus ingat dan cinta kepada Allah. Semuanya ini termasuk “hal-hal yang baik”, dan sebagaimana difirmankan dalam al-Quran, “tidak akan hapus.”
Ada hal-hal lainnya yang baik di dunia ini, seperti perkawinan, makanan, pakaian dan lain sebagainya, yang oleh orang yang bijaksana digunakan sekadarnya untuk membantunya mencapai dunia yang akan datang. Benda-benda lain yang memikat pikiran yang menyebabkan setiap kepada dunia ini dan ceroboh tentang dunia lain, adalah benar-benar kejahatan dan disebutkan oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya: “Dunia ini terkutuk dan segala sesuatu yang terdapat di dalamnya juga terkutuk, kecuali zikir kepada Allah dan segala sesuatu yang mendukung perbuatan itu.”

 

berbagi dalam kasih dan sayang

19 February 2013 20:57:51 Dibaca : 949

Kata-kata bijak dibawah ini mengingatkan kita untuk menjadi diri kita sendiri dengan berbuat baik tanpa perlu kita dikenal atau dipuji, Karena kebaikan kita tidak akan ada yang mencuri dan pada waktunya akan berbuah kebahagian bagi kita;

Lebih Baik Punya 1 teman yang mengerti kamu dari pada punya 100 teman yang hanya sekedar status dan kenal Nama.

Meski kadang sudah menjadi sosok Terbaik, namun tak selalu dipandang baik, maka janganlah berhenti berbuat Baik.

Jangan Menilai seseorang dari fisiknya, percaya atau tidak?
Wajah, Harta, kekuasaan dan jabatan bisa menipu.

Jadilah dirimu sendiri, temukan orang yang mencintaimu tak hanya dikala kamu 'di atas', bahkan ketika kamu jatuh 'di bawah'

Jangan mengatur orang lain, jika bahkan diri sendiri tak ingin diatur oleh orang lain.
(Beda ceritanya kalau atasan ngatur bawahan, karna itu memang prosedurnya)

Nikmati Hidup, Jalani setiap hari dengan penuh syukur, maka senantiasa akan bahagia.

Jangan jadi kacang lupa akan kulitnya, minum air harus mengerti asal sumber air, manusia juga harus ingat dari mana ia berasal.

Cintai Pekerjaanmu maka kamu takkan terbeban, senantiasa penuh sukacita, dan selalu Bersemangat. :)

 

Do'aku Hari Ini

19 February 2013 20:50:46 Dibaca : 727

Tuhanku,
ketika hati menangis, hanya Engkau saja yang tahu;
Tuhanku….
Ketika mereka meninggalkan aku sendiri, ketika dunia tiada simpati,
Engkau tetap mendengar rintihanku,
Pada-Mu tempatku menagih kasih.
Ketenangan kurasa mendekatiMu.
Tuhanku….
Ketika aku dalam kepayahan, dalam kesendirian dihimpit cobaan
Engkau beri aku kesabaran,
pengalaman mengajar arti
kematangan, Engkau membuka pintu hatiku, untuk memberi kemaafan pada mereka yang pernah menyakitiku.
Tuhanku….
Ketika aku buntu Engkau berikan aku kekuatan, Engkau tunjukkan aku jalan.
Engkau tak biarkan aku sendirian.
#DayOfTheLORD