Renungan

19 February 2013 20:47:28 Dibaca : 575

Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda.

Anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN, anak ke 2 pada musim SEMI, anak ke 3 pada musim PANAS, dan yang ke 4 pada musim GUGUR.

Anak 1: pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.

Anak 2: pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan.

Anak 3: pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau yang harum.

Anak 4: Ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.

Kemudian sang ayah berkata, "Bahwa kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda."
Ayahnya berpesan: “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit."
Ketika kamu sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial.
Ingatlah, kamu berharga di mata TUHAN, tidak ada istilah “nasib sial” bagi orang percaya!
Kerjakan yang menjadi bagianmu dan percayalah TUHAN akan mengerjakan bagian-Nya…
Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kamu tidak akan menuai hasil di musim gugur.

“Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, akan datang fajar yang mengusir kegelapan.” :)

 

Gorontalo Utara

19 February 2013 18:56:37 Dibaca : 957

Luas Kabupaten Gorontalo Utara adalah 1.777,03 km2. Kecamatan dengan area yang terbesar adalah Sumalata yaitu 504,59 km2 atau 28,40 % luas Kabupaten Gorontalo Utara sedangkan yang terkecil adalah Kecamatan Gentuma Raya, yaitu 100,34 km2 atau 5,65 % luas Kabupaten Gorontalo Utara.

Di Indonesia hanya dikenal 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Pada bulan Juni sampai dengan September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air, sehingga mengakibatkan musim kemarau.

Sebaliknya pada bulan Desember sampai dengan Maret, arus angin banyak berasal dari Asia dan Samudera Pasifik sehingga terjadi musim hujan. Keadaan seperti itu berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April-Mei dan Oktober – November.

Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan geografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Oleh karena itu, jumlah curah hujan dan hari hujan beragam menurut bulan dan letak stasiun pengamat. Rata-rata curah hujan selama tahun 2009 berkisar 126 mm dan hari hujan rata-rata 16 hh.

Suhu udara di suatu tempat antara lain ditentukan oleh tinggi rendahnya tempat tersebut terhadap permukaan laut dan jaraknya dari pantai. Pada tahun 2009 suhu udara rata-rata pada siang hari berkisar antara 31,0 o C sampai 31,9 o C, sedangkan suhu udara pada malam hari berkisar antara 26,7o C sampai 28,8o C

Pemerintahan

Pada tahun 2009 Kabupaten Gorontalo Utara terbagi menjadi 6 Kecamatan, terdiri dari 56 desa, dengan ibukotanya terletak di Kecamatan Kwandang.

Tenaga Perlindungan Masyarakat yang tercatat pada tahun 2009 adalah sebanyak 482 orang. Tenaga Linmas ini terdiri dari 371 tenaga Hansip dan 111 tenaga Kamra.

Menurut Bagian Kepegawaian Daerah, pegawai negeri sipil yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara sejumlah 1.065 pegawai, tersebar baik di pusat pemerintahan maupun di kecamatan atau desa.

Bupati pertama kabupaten gorontalo utara yaitu bapak Drs.Hamdan Datungsolan yang sekarang menjabat bupati terpili kabupaten bolaang mongondow selatan di provinsi sulawesi utara. Beliau merupakan pejabat bupati sementara kabupaten gorontalo utara. Pada tahun 2008 gorut melakukan pemilihan bupati pertama dan yang terpilih pada waktu itu sekaligus menjadi bupati terpilih pertama kabupaten gorontalo utara yakni bapak Drs.Rusli Habibie M.Ap yang pada tahun 2012 menang dalam pertarungan pemilihan gubernur gorontalo. Pada tahun 2013 ini gorontalo utara akan menggelar pesta rakyat yakni pemilihan bupati. Siapapun yang akan menang dalam pertarungan ii semoga dapat memajukan gorontalo utara.Aamiin..

GORUT BISA OLO.......

Jakarta - - Mayor Infanteri Agus Harimurti Yudhoyono kini menjabat Kepala Operasi Infanteri 17 Brigade Airbone Kostrad TNI AD. Namun hingga kini, Agus lebih banyak dikenal sebagai putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketimbang sosoknya secara personal.

Agus lahir pada 10 Agustus 1978 . Dia memang putra sulung SBY dan Ibu Negara Kristiani Herawati. Seperti ayahnya, ia juga memilih jalur militer, jalur yang beda dengan sang adik, Edhie Baskoro (Ibas) yang aktif berpolitik.

Agus mengakui memang tidak banyak yang mengetahui bagaimana perjalanan hidupnya sebelum sang ayah menjadi Presiden. “Mungkin lebih banyak orang melihat saya saat ini (anak presiden), tetapi tentu sebenarnya saya mengikuti perjalanan karier orang tua dari bawah,” kata Agus.

Bagaimana lulusan Harvard University itu menyikapi pandangan itu? Mengapa ia memilih karier militer? Bagaimana ia memaknai Sumpah Pemuda?

Berikut wawancara Isfari Hikmat dari majalah detik dengan Kepala Operasi Infanteri 17 Brigade Airbone Kostrad TNI AD Mayor Infanteri Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A. di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Rabu 24 Oktober 2012:

Sekarang Anda dikenal sebagai putra Presiden SBY. Bagaimana Anda menyikapi hal ini?

Memang tidak banyak yang mengetahui bagaimana perjalanan saya sampai dengan hari ini. Mungkin lebih banyak orang melihat saya saat ini (anak presiden), tetapi tentu sebenarnya saya mengikuti perjalanan karier orang tua dari bawah.

Saya tidak terlahir sebagai anak presiden, tetapi saya terlahir sebagai anak seorang perwira muda yang meniti kariernya dari bawah, dengan segala tantangan dan permasalahannya.

Saya rasa itu adalah hal yang indah karena saya banyak belajar dari pengalaman orang tua saya, itu juga membekali perjalanan hidup sejak saya menetapkan profesi sebagai prajurit di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Saya meyakini kedua orang tua saya selalu ingin menempa saya agar jadi manusia yang baik, yang tidak hanya mendapatkan kemudahan. Namun juga meniti karier dan hidupnya dengan tempaan hidupnya yang tidak ringan dan sederhana, dibarengi juga oleh doa mereka agar saya memiliki kekuatan mengatasi rintangan itu.

Mengapa Anda memilih berkarier di militer?

Profesi militer di negara mana pun memiliki tanggung jawab yang besar. Persepsi umum, menjadi prajurit itu sulit. Artinya menghadapi tugas-tugas yang penuh risiko, penuh tantangan. Risiko itu dimulai dari yang paling kecil meninggalkan keluarga, jauh, dan dalam waktu yang cukup lama, sampai dengan risiko kehilangan nyawa di medan pertempuran.

Kalau ditanya kenapa memilih masuk ke sana meski sudah tahu risikonya, itu tidak terlepas dari inspirasi yang diberikan, ditunjukkan orang tua saya, kakek saya. Termasuk anggota keluarga besar lainnya yang tidak sedikit menjadi perwira militer. Kenapa memilih militer, karena militer adalah pekerjaan yang mulia, dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang kita miliki. Tentu kita ingin melakukan yang terbaik.

Siapa yang menjadi inspirasi Anda?

Saya terinspirasi dari sosok perwira dan prajurit yang penuh dedikasi, hampir setiap saat, waktu dan energinya diberikan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Dan tugas-tugas itu sekali lagi penuh dengan risiko. Sering saya sejak kecil ditinggal tugas oleh orang tua, saya hanya bertiga dengan ibu dan adik saya, (kami) masih kecil-kecil.

Bahkan saya mengikuti penugasan ayah ketika itu di Timor Timur, menjadi komandan Batalion Satuan Tempur di sana, ketika itu situasinya masih mencekam. Kita menghadapi gangguan separatisme ataupun kelompok yang ingin merdeka ketika itu, saya merasakan betul betapa sulitnya keadaan, dan pengorbanan keluarga tidak sedikit.

Apa yang saya ambil dari cerita panjang tadi, semua profesi baik, semua profesi mulia, apa pun itu. Tetapi memang menjadi prajurit menuntut lebih, dedikasi tanpa kenal batas, unlimited dedication. Karena kita teken kontrak sejak awal, siap menyerahkan jiwa dan raga untuk tugas negara. Tanda tangan.

Saya merinding kalau cerita seperti ini, karena memang itulah yang ditekankan pertama kali ketika masuk akademi militer. Dan itu merupakan nilai dalam kehidupan, juga pada akhirnya. Bahwa dalam setiap kesempatan kita ingin berbuat yang terbaik untuk bisa menjamin kepentingan nasional kita.

Bagaimana Anda memaknai Sumpah Pemuda?

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang unik, beragam latar belakang budaya, agama, dan suku, tapi itulah yang membuat kita indah karena ada pemersatu. Kalau kita bicara soal Sumpah Pemuda itu juga pemersatu kita. Tonggak sejarah yang tidak boleh dilupakan oleh generasi muda kita. Sumpah atau janji itu bahwa kita bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu, dalam konteks kekinian harus disikapi secara utuh dan luas. Bukan berarti berbahasa satu, kita tidak boleh berbahasa Inggris kalau begitu, bukan seperti itu.

Justru apa yang kita lakukan lebih baik dari generasi sebelumnya, sehingga kita bisa memiliki kebanggaan dan kecintaan sebagai bangsa Indonesia. Itu esensinya. Bukan berarti tidak boleh bekerja di luar negeri karena tidak cinta Tanah Air. Tetapi dia di luar negeri berbuat yang terbaik mengharumkan citra bangsa Indonesia, dan akhirnya berkontribusi positif pada negeri ini.

Menurut Anda sebagai bagian dari pemuda, apa yang menjadi tugas utama generasi muda?

Tugas utama jelas, kita (generasi muda TNI) ingin menjaga kedaulatan negara kita, NKRI. Kita ingin menjaga integritas teritorial kita agar jangan sampai pecah-pecah. Ditambah lagi kita menjaga agar seluruh rakyat Indonesia dapat menikmati kehidupan perekonomian yang baik, yang juga memiliki kebebasan, dalam artian bebas mengekspresikan dirinya dalam konteks negara demokrasi yang semakin maju dan beradab.

Demokrasi beradab ini bisa dijelaskan lebih lanjut?

Kata beradab ini penting karena tidak ada ukurannya seberapa negara itu beradab, kita terus mengejar. Semakin tinggi tingkat peradaban manusia, artinya bukan hanya menjadi modern tapi juga berbudi pekerti luhur, sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan oleh para leluhur pendahulu kita.

Bagaimana Anda melihat globalisasi. Seperti apa generasi muda harus menyikapinya?

Tidak bisa menunggu, buat apa menunggu waktu. Zaman semakin cepat. Sepuluh tahun lalu kita tidak bisa membayangkan bagaimana dunia kita sekarang seperti apa. Sepuluh tahun mendatang (akan) luar biasa, lebih kompleks lagi.

Dua puluh tahun mendatang (lebih) luar biasa dinamikanya, kalau kita tidak siap, maka kita hanya menjadi penonton. Lebih buruk lagi kita bisa jadi pecundang. Kita tidak bisa retreat atau mundur dari (era) globalisasi. Justru kita harus cerdas bagaimana melihat peluang yang ditawarkan globalisasi di abad 21.

Kalau kita tidak punya pemahaman itu maka kita menolak mentah-mentah, karena kita takut keluar dari zona kenyamanan atau comfort zone. Karena kita ingin Indonesia saja, tapi tidak bisa karena semua saling terhubung.

Kalau kita bisa menjadi bagian dari konektivitas yang semakin luas dan semakin dalam tadi, maka justru dengan sendirinya kita bisa menarik peluang ke dalam negeri yang pada akhirnya bisa dirasakan bagi masyarakat luas secara umum.

Tapi generasi muda kita masih suka tawuran?

Tawuran tidak sepatutnya harus terjadi, di alam demokrasi ini segala sesuatu permasalahan bisa dikomunikasikan, dicarikan solusinya. Kita harus bisa mengendalikan solusi, saya tahu generasi muda masih mencari jadi dirinya. Tapi ingat, harus disalurkan dengan baik. Peran keluarga penting, peran sekolah penting, peran civil society seperti pemuka agama, tokoh masyarakat, dan sebagainya harus bisa menjadikan masyarakat yang rukun.

Dengan kondisi saat ini, apakah masih bisa generasi muda kita bersaing?

Pasti. Karena Indonesia masih bisa bersaing, dan pemuda tidak kalah bahkan masih bisa unggul dengan negera-negara lain.

aktifitas anak aspura

19 February 2013 17:17:19 Dibaca : 673

Waktu libur anak” aspura sering di isi dengan hari mencuci sedunia dan tidak sedikit juga yang menjadikan libur sebagai hari tidur sedunia. Namun bagi yang tidur”an munkin tidak mempunyai pakaian kotor sehingga tidak mempunyai beban hidup. Di blok A kami membuat tradisi setiap hari libur kumpul uang bareng untuk membeli ikan di pelelangan ikan dan kemudian di masak bersama yang tentunya di nikmati bersama. Selain dinikmati oleh penghuni blok A,ikan hasil kreasi putra anak asrama juga kami bagikan kepada tutor” tercinta yang siap menjaga kami 1x 24jam. Terutama si bung kasman si kecil mungil yang sebentar lagi akan di wisuda dan berhak menerima gelar sarjana dari ilmu geografi. Selain karena lahir dari beasiswa bidik misi,kebersamaan anak asrama lahir dari uniknya mencari acar teman” yang masih tersisah. Mengenai makanan,dalam aspura makana milik bersama artinya bagi yang memilikmi acar ataupun nasi yang lebih,wajib membagikan kepada teman” yang belum dapat kiriman acar ataupun beras.

Setiap hari jum’at setelah sholat shubuh kami melakukan senam kebugaran di rusunawa putri yang tentunya waktu yang paling dinanti”kan oleh penghuni aspura untuk tebar pesona di hadapan wanita” cantik penghuni rusunawa putri bidik misi 2012.

Itulah sekelumit kegiatan kami ana” aspura bidik misi universitas negeri gorontalo angkatan ke 3 atau ankatan tahun 2012.

pengalaman masuk aspura bidik misi UNG

19 February 2013 16:48:02 Dibaca : 832

Peserta bidik misi putra angkatan ke 3 atau angkatan 2012 universitas negeri gorontalo berjumlah 252 orang. Pada gelombang pertama mahasiswa yang telah masuk aspura sebanyak 160 orang dan sisanya yang 92 orang masuk pada gelombang ke 2. Karena teman” sekampung halaman belum ada yang mengambil pada gelombang pertama maka saya pun berniat masuk gelombang ke 2. Pada tanggal 25 january 2012 gelombang pertama mulai diberi tiket untuk keluar sehingga perasaan cemas pun menghantui saya karena terbayang akan sulitnya tinggal di aspura. Sebagai sosok yang menginginkan kebebasan tentu menurut saya bahwa masuk di aspura merupakan suatu beban. Namun begitu masuk saya tidak menyangka bahwa kedisiplinan yang dibangun di lingkungan asrama mulai mampu membentuk karakter kami menjadi mahasiswa” yang patut untuk diperhitungkan. Setiap malam kami menerima materi yang tentunyaa dari dosen” yang berkompoten dibidangnya. Diaspura ini juga kami melaksanakan rutinitas harian yakni sholat shubuh,magrib dan isyah berjamaah. Awalnya menurut saya sholat di aspura hanyalahg untuk menghindari dapat poin pelanggaran namun setelah djalani Alhamdulillah telah menjadi kebutuhan saya. Ketika selesai sholat kami pun menuju aspura bersamaan. Tertawa bersama dan saling mengganggu satu sama lain. Tidak sedikit juga yang sering mengganggu anak” cewek kompleks aspura yang pulang bersama kami. Ada yang gombalnya selangit dan ada pula yang hanya tertawa melihat teman” beradu gombal. Intinya kehidupan aspura penuh dengan cerita indah yang dapat mengurangi kegalauan. Eh iya di aspura juga tidak ada yang namanya anak” fakultas atau sering membanggakan fakultas. Disini kami semua satu yakni ANAK ASPURA BIDIK MISI. Motto kami “satu rasa membangun semangat dan satu jiwa membangun kebersamaan”..SALAM PRESTASI.....................